Kartu Hitam Misterius

Kartu Hitam Misterius
Kartu Bank Yang Misterius


__ADS_3

Di dunia ini, ada begitu banyak manusia. Setiap orang merasa dirinya berbeda dengan orang lain.


  Tapi Abraham tidak pernah beranggapan seperti itu, dia bahkan tidak pernah memikirkannya. Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir biasa, tidak ada orang yang akan memperhatikannya di jalan.


  Tampangnya tidak jelek, dengan sedikit dandanan dia bisa masuk jajaran orang tampan. Tapi terkait kuliah ataupun latar belakangnya, dia termasuk golongan menengah ke bawah, bahkan sangat bawah.


  Orang tuanya adalah karyawan biasa. Walaupun berada di provinsi termaju seperti Jawa Barat, mereka hanya mendapatkan gaji sebesar 4 juta rupiah perbulannya. Tapi, biaya hidup dan biaya kuliah Abraham selama satu tahun sudah menghabiskan sepertiga dari pemasukan mereka. Jadi mereka tidak punya tabungan sama sekali.


  Abraham rela hidup sederhana dan dia juga bukan orang yang ambisius. Dia juga beruntung ketika ujian masuk universitas, karena nilainya lebih tinggi 40-50 poin dari ujian percobaan, sehingga dia bisa masuk universitas ternama. Orang tuanya tentu sangat senang, tapi Abraham sangat mengerti, setelah masuk ke universitas, dia pasti adalah mahasiswa paling buruk. Organisasi mahasiswa, wanita cantik, bahkan mendapatkan uang ketika lulus nantinya tidak berhubungan dengannya.


  Abraham berharap, sebelum lulus dia bisa mendapatkan pekerjaan yang stabil dengan pemasukan di atas standar. Dia tidak pernah terlalu berharap dengan kehidupan ini.


  Tapi seseorang yang begitu sederhana ini, sekarang sedang duduk di ranjang asramanya. Dia melihat kartu bank berwarna hitam di tangannya dengan sangat serius.


  Kartu bank ini terlihat sangat biasa, dari ukuran dan bahan juga tidak ada yang spesial. Di bagian depan ada nomor kartu, lalu di belakang ada garis magnet. Kalau mau mencari sesuatu yang spesial, maka itu adalah nama bank yang berada di kanan bawah kartu, Abraham tidak pernah mendengar nama bank ini.


  Slave Development Bank.


  Sepertinya ini adalah bank dari luar negeri. Setelah kuliah lebih dari tiga tahun, Abraham yang sudah lulus ujian standar bahasa inggris bisa dengan tepat menerjemahkan kata tersebut, yang artinya adalah “Bank Pembangunan Budak”. Tapi, kenapa bank ini bernama Pembangunan Budak?

__ADS_1


  Di belakang bagian tanda tangan, ada tulisan tangan berupa 6 angka. Sepertinya itu adalah nomor pin kartu ini. Tapi orang bodoh macam apa yang menuliskan pin kartunya di belakang kartu? Apakah dia tidak takut kartunya hilang ataupun dicuri?


  Kartu yang biasa ini menjadi tidak biasa karena nama bank beserta pin di belakangnya. Tapi yang lebih aneh lagi adalah, Abraham mengingat dengan jelas bahwa dia tidak pernah memungut kartu ini, lalu kenapa sekarang kartu ini bisa berada di tangannya?


  Seharusnya ada sejumlah uang yang banyak di dalam kartu ini. Kalau   6 angka tersebut benar-benar nomor pin dari kartu ini, mungkin dia bisa mendapatkan sedikit uang? Karena pemilik kartu ini mungkin adalah orang yang mengendarai Porsche itu.


  Ketika teringat merek Porsche ini, sebuah rasa ketakutan yang kuat langsung menyelimuti tubuh Abraham. Dia duduk gemetar di atas ranjang.


  Mobil Porsche dan semua kejadian setelah itu benar-benar sangat aneh. Kalau semua ini benar terjadi, Abraham akhirnya bisa menjadi seseorang yang berbeda dengan orang lain. Tapi, apakah semua ini benar-benar nyata?


  ……


  Mahasiswa tingkat akhir termasuk mahasiswa yang spesial, walaupun mereka masih ada kelas, tetapi dosen sudah tidak mengatur mereka lagi. Para mahasiswa yang telah masuk musim kelulusan, semuanya sibuk menghubungi tempat magang, berharap bisa menemukan pekerjaan sebelum mereka lulus.


  Satu hari sebelumnya, Abraham pergi menghadiri wawancara di sebuah perusahaan. Dia mengikuti ujian tulis di pagi hari, lalu mendapatkan pemberitahuan wawancara di sore hari. Orang yang mengikuti ujian ini mencapai 100 orang, tetapi yang akan direkrut hanya berjumlah 4 orang. Tapi untuk bisa masuk daftar wawancara, itu artinya nilai ujian Abraham masuk 20 besar. Waktu itu Abraham merasa sangat senang.


  Dia datang ke perusahaan itu, kemudian mengikuti antrean untuk wawancara, lalu selesai jam 8 malam. Pewawancara menyuruhnya pulang untuk menunggu pemberitahuan lebih lanjut, tapi Abraham sudah bisa menebak bahwa dirinya dieliminasi.


  Dia berjalan di jalanan Bandung dengan kecewa dan juga lapar. Dia menyesal karena tidak mengikuti ujian dengan baik.

__ADS_1


  Ketika melihat jalanan yang kosong, dia baru sadar sudah tengah malam.


  Melihat waktu di hpnya, 5-6 menit lagi menuju jam 12 malam.


  Dia ingin pergi mencari tempat makan di sekitar kampusnya, lalu tiba-tiba ada cahaya yang menyilaukan di depan matanya.


  Ketika melihat ke depan, Abraham mendengar suara mesin yang kencang, tetapi dia tidak merasakan bahaya yang mendekat.


  Ketika melihat jelas di belakang cahaya menyilaukan itu, Abraham menyadari suara mesin yang kencang itu adalah sebuah mobil sport yang melaju dalam kecepatan tinggi. Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


  Laju mobil sport itu sangat cepat, dia melaju ke arah Abraham. Walaupun jarak di antara mereka tersisa 10 meter lebih, mobil itu tidak terlihat mengurangi kecepatannya.


  Apakah pengendara mobil itu sudah gila?


  ------------


 


 

__ADS_1


__ADS_2