Kartu Hitam Misterius

Kartu Hitam Misterius
Kamu Sudah Hebat Sekarang


__ADS_3

Di sebuah restoran, karena kesal, Abraham memesan 5 kg lobster. Sekarang sudah bukan musim lobster, karena dagingnya tidak terlihat begitu tebal. Tapi di setiap gigitan, Abraham seperti sedang membalas dendam kepada Tongkat Kuasa, dia menggigitnya dengan kuat dan memuncratkannya ke mana-mana.


  Sesaat kemudian, di depannya sudah bertumpuk kulit lobster. Abraham akhirnya bisa merasakan sedikit perasaan senang, atau bisa dibilang jiwanya sudah kembali sekarang. Dia tidak lagi diselimuti oleh ketakutan akan kekuatan supranatural yang misterius itu.


  Abraham lalu mulai menghitung sisa lobsternya, sepertinya masih ada 3-4 kg lagi. Dia memesan lobster yang bagus, 1 kg harganya 272.000 rupiah, dihitung-hitung masih tersisa senilai 800.000 rupiah. Dibandingkan dengan saldo 40 juta rupiah, memang hanya 2%. Tetapi 0,01% pun tidak boleh tersisa, karena jika organ penting yang dihilangkan…


  Tidak, Abraham masih belum merasakan wanita, dia tidak boleh menjadi seseorang yang… tidak memiliki organ bagian bawahnya.


  Tidak peduli dengan tangannya yang berminyak, Abraham mulai menelepon teman sekamarnya.


  Sekarang jam 1 pagi, tiga temannya sudah pulang ke rumah masing-masing. Setelah menelepon dua orang, tidak ada yang menjawab. Sepertinya mereka menyalakan mode hening.


  Hanya tersisa satu orang terakhir.


  Tony, kamu harus mengangkat telepon. Kalau tidak, aku akan mampus.


  Setelah berdering 3 kali, Tony mengangkatnya dengan kesal, “Cepat katakan, aku sedang main game!”


  Terima kasih Tuhan, orang ini masih belum tidur. Rumahnyaa tidak jauh dari kampus, dia juga orang yang sangat suka makan. Jangankan main game, orang ini walaupun sedang bersama dengan wanita, kalau mendengar lobster, lobster yang banyak dan tidak terbatas, dia pasti akan datang dengan cepat.


  “Aku sedang makan lobster, apakah kamu mau datang untuk makan?” Kata Abraham dengan pelan.


  Tony juga semakin tidak sabar, “Kamu juga rela makan lobster? Sekarang lobster sedang mahal, jangan-jangan hanya tersisa beberapa capit dan kau menyuruhku pergi untuk melihatnya saja? Aku malas bicara denganmu… penyihir dalam game, penyihir, cepat pulihkan statusku…,”


  Abraham mulai panik, karena takut teleponnya dimatikan, dia langsung berteriak, “Di depanku sekarang ada lobster yang tak terhitung jumlahnya, minuman juga pasti cukup. Aku ada di restoran Purnama depan kampus kita, kalau dalam 15 menit aku tidak melihatmu, aku akan membuang semua lobsternya!”


  “Apa kamu serius?” Kata Tony yang mulai curiga.


  Abraham langsung mematikan teleponnya.

__ADS_1


  Tony berpikir sebentar, dari samping terdengar suara teriakan, “Sialan, kenapa warriornya tidak menyerang dengan kekuatan penuh, aku sudah tidak sanggup! Penyihir, tambah darah!”


  Dia membanting mouse ke meja dan berkata, “Abraham, kalau kamu berani menipuku, kalau aku tidak bisa menikmati lobster dengan puas malam ini, aku menjadikanmu lobster di hari esok!” Selesai menggerutu, tukang makan ini langsung pergi dari warnet dan pergi ke restoran Purnama di depan gerbang.


  Tidak perlu 15 menit, dia sampai ke restoran dalam waktu 8 menit. Tony muncul di depan Abraham.


  “Kamu sudah hebat sekarang, tapi kenapa dengan model rambutmu?”


  Suara Tony berdengung di telinga Abraham. Abraham yang sudah terbiasa berpura-pura memegang kepalanya dan berkata, “Segar!”


  “Segar kepalamu, sekarang sudah musim hujan, sepertinya kamu sedang sedih? Sialan, kamu memesan lobster sebanyak ini, apa kamu baik-baik saja? Abraham, beri tahu aku, apa kamu punya penyakit parah dan sedang kemoterapi?”


  Abraham melemparkan seekor lobster ke wajah Tony. Tony tentu tidak mengira bahwa Abraham terkena penyakit kronis. Abraham menunjuk kursi dan berkata, “Duduk.” Melihat Tony duduk, Abraham berkata lagi, “Makan.”


  “Kamu benar-benar tidak sakit? Kenapa kamu berbicara pendek seperti itu?”


  Abraham mengangkat gelas minuman beralkoholnya dan berkata, “Minum!”


  Karena ada Tony si tukang makan, lobster tidak tersisa satupun. Abraham memesan 1 kg lagi untuknya.


  “Hari ini aku sudah kenyang!” Kata Tony setelah menghabiskan lobster terakhir. Dia mengambil bir dan menghabiskannya.


  “Jujur padaku, apa kamu mendapatkan undian berhadiah?”


  Abraham menatap ke atas dan berkata dengan angkuh, “Aku sudah memberitahumu  kalau aku adalah generasi kedua yang kaya tapi merendah, kamu tidak percaya!”


  “Serius?”


  Abraham menggelengkan kepala dengan serius, dia berkata, “Tidak mungkin!”

__ADS_1


  Tony bertanya, “Kenapa?”


  Karena sudah malam, mereka tidak pulang ke rumah dan kembali ke asrama.


  Sampai di depan kampus, Tony berpikir sebentar. Lobster dan satu dus bir tadi menghabiskan hampir 2 juta, hal ini terlihat tidak wajar. Semua orang tahu kalau biaya hidup Abraham hanya 3 juta per bulan?


  Pintu kamar terbuka, Tony menoleh ke belakang dan menatap Abraham dengan serius. Abraham kaget melihatnya.


  “Apa yang ingin kamu lakukan? Aku sudah mentraktirmu makan lobster!”


  Tony tidak mempedulikan Abraham, dia bertanya, “Abraham, apakah kamu benar-benar seorang generasi kedua yang kaya?”


  Abraham mendengus dan berjalan masuk dengan angkuh.


  Tony menatapnya dan menggelengkan kepala, “Sialan, mana mungkin kamu generasi kedua yang kaya. Tidak masuk akal.” Selesai berkata, dia berbaring di ranjangnya dan tertidur dengan cepat.


  Abraham duduk di pinggir ranjang, dia masih tidak bisa mencerna semua kejadian yang terjadi selama seminggu ini.


  Dia mengunduh sebuah aplikasi di hp untuk mencatat pengeluarannya. Dia mencatat biaya makan lobster tadi.


  Bagaimanapun mulai sekarang, dia harus membedakan mana uang yang termasuk pengeluaran, mana yang tidak termasuk. Walaupun sepertinya tidak terlalu bisa diandalkan, tetapi lebih baik daripada tidak melakukan apa pun.


  Dia menghabiskan 1,6 juta lebih, sekarang masih tersisa 38,3 juta lebih. Besok dia harus pergi membeli pakaian baru.


  Oh bukan, dia harus membeli majalah fashion terlebih dahulu, biar tahu baju merek mana yang lebih mahal!


  Abraham tertidur sambil membawa imajinasinya ke alam mimpi.


 

__ADS_1


 


__ADS_2