Kartu Hitam Misterius

Kartu Hitam Misterius
Kembalikan Uangku


__ADS_3

Mereka berjalan sambil mengayunkan lengan. Pemantik di tangannya terus dimainkan berulang kali.


  Abraham merasa pernah melihat pemandangan seperti ini di suatu tempat, di benaknya muncul sebuah melodi dan mulutnya tanpa sadar juga ikut bernyanyi.


  Tiga orang di depannya langsung tertegun, mereka memang sedang meniru adegan di salah satu film.


  Bos dari mereka bertiga, si Rambut Merah langsung merasa tersinggung. Dia melemparkan pemantik korek api ke arah Abraham dengan kesal sambil berteriak, “Diam!”


  Abraham menepis pemantiknya dengan cepat. Setelah melihat sekitar, dia mengeluh dalam hati: Hari ini aku tidak masuk ke gang buntu, tapi kenapa bisa bertemu tiga orang ini? Di saat yang sama, dia memegang erat sakunya.


  “Sini kamu!” Rambut Merah merasa dirinya sudah bisa mengontrol Abraham. Dia memasukkan ibu jari tangan kiri ke telinga seperti sedang mengoreknya, lalu telunjuk tangan kanan menunjuk ke Abraham.


  Abraham memegang sakunya dengan tegang dan berteriak, “Ada apa?”


  “Hari ini kami membutuhkan uang lagi. Karena pernah bertemu sekali denganmu, kami merasa kamu adalah orang baik, jadi kami mau meminjam uang lagi kepadamu.”


  Rambut Hijau dan Rambut Kuning sedang tertawa di belakang Rambut Merah. Abraham akhirnya mengerti, waktu itu dia terlalu baik dan sama sekali tidak peduli dengan uang yang diberikannya. Jadi membuat tiga orang ini merasa kalau dirinya gampang dirundung. Setelah mendapat untung, mereka ingin melakukannya lagi.


  Tapi, Abraham memberikan uang kepada mereka karena tidak tahu, sehingga dia kehilangan rambutnya. Tongkat Kuasa sudah mengatakan dengan jelas, karena dia pertama kali melanggar peraturan, maka Tongkat Kuasa hanya menghilangkan bagian yang tidak penting dari tubuhnya. Sekarang karena dia sudah tahu peraturan tentang ini, kalau dia memberikan uang pada mereka lagi, Tongkat Kuasa pasti tidak akan membiarkannya begitu saja.


  Di dalam dompet masih ada 600.000, walaupun ini hanya 1,5% dari 40 juta, tapi jika Tongkat Kuasa ingin memberi hukuman berat kepada Abraham dengan menghilangkan bagian penting di tubuhnya, konsekuensinya akan menjadi sangat serius.


  “Maaf, aku tidak membawa uang hari ini. Kalian harusnya memberitahuku dulu, agar aku bisa membawanya lain kali. Begini saja, besok! Aku akan membawa 2 juta dan memberikannya kepada kalian, bagaimana?”


  Rambut Kuning mengangguk dan berkata, “Bocah ini pengertian juga.”

__ADS_1


  Rambut Hijau juga mengangguk, “Kalau begitu, besok kami akan menunggumu di sini. Kalau kamu tidak datang, kami akan membunuhmu!”


  Selesai bernegosiasi, mereka berdua berjalan pergi. Rambut Merah langsung marah dan menendang mereka sambil memarahinya, “Sialan, ada apa dengan otak kalian ini? Apakah kalian tidak tahu bocah ini sedang menipu kita? Kalau besok dia tidak datang, ke mana kita harus mencarinya?”


  Lalu, Rambut Kuning dan Rambut Hijau akhirnya sadar dan ikut marah. Dia berteriak ke Abraham, “Bocah, kita meminjam uang kepadamu karena menghargaimu. Tidak usah omong kosong lagi, serahkan semua uang di sakumu!”


  Abraham mengeluarkan dompet kulitnya dengan tidak berdaya, dia berkata, “Hari ini aku tidak membawa banyak uang. Aku baru membeli dompet baru dan hanya tersisa 600.000 saja, aku juga ada urusan nanti. Malam ini aku akan minta uang kepada orang tuaku, setelah uangnya masuk rekening, aku akan memberikannya pada kalian.”


  Mata Rambut Hijau lebih tajam, dia melihat jelas di dalam dompetnya tersisa 600.000, dia berkata dengan pelan, “Kakak, aku sudah melihatnya, hanya tersisa 600.000.”


  Rambut Merah melototnya dan berteriak, “Sialan, kalian mengeluh karena uang pinjamannya kurang?”


  Rambut Kuning langsung mengerti, dia menunjuk ke Abraham dan berkata, “Tidak usah banyak omong, 600.000 juga boleh, cepat berikan uangnya.”


  Abraham berharap ada orang yang lewat di jalan, karena tiga orang ini juga bukan preman sungguhan. Mereka hanya merundung mahasiswa-mahasiswa di sekitar sini saja. Kalau ada orang dewasa yang datang, mereka juga bakal kabur.


  Mendengar penjelasannya, mereka bertiga langsung marah. Dengan serentak berteriak, “Kamu punya pacar?! Apa maksud perkataanmu ini!”


  Rambut Merah langsung melangkah ke depan dan merebut dompet dari tangan Abraham. Dia lalu bergumam, “Wah, dompet CK, hebat juga. Sepertinya kamu memang orang kaya, generasi kedua yang kaya.”


  Abraham tidak bisa berkata apa-apa. Setiap hari dia selalu memberitahu ketiga teman asramanya bahwa dia adalah generasi kedua yang kaya, tapi tidak ada yang percaya.


  “Seperti biasa, kami tidak merampok, tapi hanya meminjam uang. Dompet ini harganya kurang lebih 2-3 juta. Aku kembalikan, tapi uangnya aku ambil!” Kata Rambut Merah sambil memasukkan 600.000 ke dalam saku, lalu melemparkan dompetnya ke Abraham.


  Abraham langsung panik, itu bukan hanya 600.000, melainkan juga nyawanya. Melihat Rambut Merah memasukkan 600.000 itu ke dalam sakunya, Abraham merasakan angin dingin menerpa selangkangannya.

__ADS_1


  “Kembalikan uangnya! Kalau tidak aku akan lapor polisi!” Kata Abraham yang berharap bisa menyelesaikan semua ini dengan damai.


  Rambut Kuning yang mendengarnya langsung marah. Dia menendang Abraham sampai jatuh.


  “Sialan! Aku sudah bilang kalau kami hanya meminjam uang, kenapa kamu harus lapor polisi?”


  Melihat Abraham terjatuh, tiga preman itu berjalan pergi dengan senang.


  Abraham berdiri, kedua matanya sudah memerah.Tidak masalah kalau dia terjatuh, tapi 600.000 itu tidak boleh dibawa pergi. Dia masih punya uang makan, tetapi dia tidak mengerti bagaimana Tongkat Kuasa menghitungnya. Kalau bisa, dia ingin menalangi 600.000 itu. Tapi,  bagaimana kalau Tongkat Kuasa berkata 600.000 itu sudah dirampok dan tidak boleh memakai uang sendiri. Bukankah Abraham akan mati dengan tidak adil?


  Dia berlari mendekat dan menarik kerah baju Rambut Merah, dengan suara tegas berkata, “Kembalikan uangku!”


  Trio lampu lalu lintas tertegun, mereka tidak mengerti tujuan Abraham. Ketika merampoknya waktu itu, Abraham terlihat biasa saja dan langsung memberikan uangnya. Waktu itu 1,6 juta, hari ini hanya 600.000, tapi kenapa dia malah tidak rela?


  Rambut Merah berteriak, “Cepat lepaskan tanganmu!”


  Abraham tidak mempedulikannya, dia hanya melotot dengan kedua mata yang merah. Dia terus mengulanginya, “Kembalikan uangku!”


  Rambut Merah mengarahkan tinjunya dan mengenai mata Abraham. Dia memakinya, “Brengsek, kalau berani katakan sekali lagi!”


  Rambut Kuning dan Rambut Hijau juga menendang Abraham dan membuatnya terjatuh lagi.


  Ekspresi mereka begitu sinis, seperti menertawakan tubuh tinggi Abraham yang  tidak berguna. Kemudian mereka berjalan pergi.


  Abraham tiba-tiba berlari dan menarik baju Rambut Merah lagi. Melihat Rambut Merah ingin meninjunya, dia tidak menghindar dan menerimanya dengan telak. Dia terus berkata, “Kembalikan uangku!”

__ADS_1


 


 


__ADS_2