Kartu Hitam Misterius

Kartu Hitam Misterius
Budak Baru


__ADS_3

Di dalam benak Abraham muncul beberapa kata seperti generasi kedua yang kaya, mengebut dan orang mabuk. Pada akhirnya, instingnya menyelamatkan hidupnya.


  Melihat mobil sport itu akan menabraknya, dia menghentakkan kakinya ke tanah dan melemparkan diri ke samping, lalu membiarkan tubuhnya berguling di jalanan. Kejadian itu membuat kakinya terpelintir, lengannya juga terbentur ke jalan dengan keras, rasanya seperti mau putus. Abraham akhirnya melihat mobil sport itu melaju melewatinya. Lalu mobil itu menabrak pagar pembatas di pinggir jalan dan berhenti.


  Abraham melihat sikunya penuh dengan darah dan juga robek, tetapi dia tidak marah.


  Karena ini adalah mobil Porsche, Abraham mengenali logonya. Orang yang bisa mengendarai mobil ini pasti orang kaya, orang yang tidak bisa disinggung oleh Abraham. Kalau orang ini sedang baik hati, mungkin dia akan memberikan uang pengobatan untuk Abraham.


  Tentu alasan yang paling penting adalah bagian depan mobil Porsche ini sudah berubah bentuk, kaca yang pecah berserakan di jalan. Orang yang berada di dalam mobil juga tidak tahu masih hidup atau tidak. Walaupun masih hidup, dia juga pasti mengalami luka parah, Abraham tidak akan memarahi seseorang yang terluka parah.


  Walaupun sempat kaget, tapi Abraham masih dengan berani menyeret satu kakinya ke arah mobil sport itu.


  Dia melihat pintu mobilnya didobrak dari dalam, lalu seorang pria dengan tubuh berdarah merangkak keluar, dia mengulurkan tangan penuh darah ke arahnya.


  “Tolong aku…, tolong aku…!” Orang itu mengeluarkan suara yang serak, wajahnya juga penuh dengan darah, kelihatannya dia terluka sangat parah.


  Abraham bukan tidak mau menyelamatkan pria itu karena kecelakaan ini.  Hanya saja pria ini terluka cukup parah, bagaimana dia menyelamatkannya?


  Abraham mengeluarkan hp, tindakan pertamanya tentu adalah lapor polisi.


  Tapi orang yang merangkak di bawah itu langsung berteriak dengan panik, “Jangan lapor polisi. Tolong aku, aku akan memberikanmu 200 juta…, 200 juta! Jangan lapor polisi!”


  Abraham tidak mengerti. Jangan lapor polisi? Apakah pria ini mencuri mobil?


  Pria itu merangkak ke depan Abraham, dia sudah tidak punya tenaga untuk berdiri. Dia menarik baju Abraham dan berkata, “Jual bajumu ini kepadaku, 200 juta, aku akan memberikanmu 200 juta…”


  Abraham semakin tidak mengerti, saat ini bukannya lebih baik mencari taksi untuk membawanya ke rumah sakit? Tidak peduli berapa biaya ganti ruginya nanti, tapi apa hubungannya dengan bajunya?


  Pakaian Abraham semuanya tidak pernah ada yang lebih mahal dari 1 juta. Baju yang sedang dipakainya juga seharga 200 ribu lebih. Sebenarnya berapa banyak alkohol yang diminum oleh pria ini? Dia bukannya buru-buru ke rumah sakit, tapi malah mengeluarkan 200 juta untuk membeli bajunya?


  Pria itu melepaskan ujung baju Abraham, dengan susah payah mengeluarkan sebuah hp dari sakunya. Dia berteriak, “Cepat, sebutkan nomor rekeningmu, aku akan mentransfernya langsung. Aku akan transfer sekarang. Jual bajumu itu kepadaku, 200 juta…!”


  Abraham tidak mengerti, dia juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


  Pria itu berusaha berdiri dan merebut hp Abraham. Dia membuka aplikasi banknya, dan setelah itu mengembalikan hp ke tangan Abraham. Lalu pria itu terlihat mengoperasikan hpnya dengan terburu-buru. Setelah sejenak, Abraham mendengarkan suara nada dering, dia menunduk dan melihat sebuah notifikasi uang masuk.

__ADS_1


  Dia membukanya, di layar tertulis “200 juta telah ditransfer ke akun Anda”. Abraham semakin bingung, setelah membuka m-bankingnya, uang memang sudah masuk.


  “Cepat, bajumu!” Pria itu langsung membuka baju Abraham dengan terburu-buru.


  Abraham membiarkan bajunya dibuka, dia masih tidak mengerti apa yang terjadi sekarang.


  Mobil sport, melebihi kecepatan, kecelakan, generasi kedua yang kaya, 200 juta, baju yang tidak berharga……


  Semua kata-kata ini tidak ada hubungannya, tapi kenapa bisa bergabung bersama?


  “Apakah…, apakah kamu menjadi idiot karena kecelakaan?” Abraham bertanya kepada pria itu dengan hati-hati, lalu tangannya dengan jujur memasukkan hpnya ke dalam saku. Dia tidak peduli yang lain, pokoknya sekarang 200 juta sudah diterima.


  Pria itu tidak mempedulikannya. Dia duduk di jalan sambil menatap ke langit malam yang gelap ini, seperti sedang menunggu sesuatu.


  Abraham merasa semua ini sangat aneh. Dia perlahan mundur ke belakang, suara hatinya menyuruhnya untuk segera kabur dari sini. Hp Xiaomi yang seharga 1,4 juta itu sekarang berisi 200 juta. Uang 200 juta penuh!


  Tapi, ketika dia membalikkan badannya, dari belakang terdengar suara jeritan.


  Kedua bola mata Abraham menyusut, dia menoleh ke belakang dan melihat sebuah pemandangan yang sangat aneh.


  Lalu, sebuah benang darah sedang berjalan ke atas dari kakinya, setelah sampai di bagian paha, kedua paha pria itu juga ikut menghilang, menjadi butiran debu yang berdarah. Abraham bahkan bisa mencium bau darah yang menyengat dari sana.


  Pahanya juga sudah menghilang…


  Lalu perutnya juga ikut menghilang…


  Badan pria itu tidak berguling lagi, dia tidak bisa mengeluarkan suara apa pun lagi. Siapa pun yang bagian tubuh bawahnya menghilang, tidak mungkin akan mengeluarkan suara lagi.


  Benang darah terus naik ke atas dan menghilang setelah kematian pria itu. Abraham melihat pria itu menjadi hamparan debu yang berdarah dan menghilang diterpa angin.


  Abraham tidak tahu bagaimana mengungkapkan ketakutan dalam hatinya. Dia merasa sangat panik, seorang manusia menghilang begitu saja di depannya.


  Selama ini, Abraham selalu mengira kematian adalah hal paling menakutkan bagi seorang manusia. Tapi sekarang, dia baru tahu kematian tidak menakutkan. Yang paling menakutkan adalah seseorang yang menghilang begitu saja di depan matamu dan dia menghilang dengan cara yang begitu menakutkan.


  Bekas darah di jalan tadi juga sudah menghilang, seperti tubuh pria itu.

__ADS_1


  Lalu jaket milik Abraham di tangan pria itu juga menghilang.


  Hanya tersisa sebuah kartu berwarna hitam. Di bawah lampu jalan yang redup di malam yang gelap, ada cahaya yang terlihat bersinar. Itu adalah cahaya keemasan, sepertinya itu kartu bank, tetapi Abraham tidak mau mengambilnya.


  Siapa pun yang mengalami kejadian yang hanya bisa terjadi di dalam film, walaupun ada berlian bernilai ratusan miliar di sana sekarang, Abraham juga hanya ingin kabur. Dia ingin kabur sejauh mungkin, karena takut jika terlambat sebentar saja, dia akan mengalami hal yang sama dengan pria itu.


  Sambil berlari, Abraham sepertinya teringat kendaraan pria itu, mobil sport Porsche itu, sepertinya, mungkin… juga ikut menghilang dengan pria itu?


  Abraham tidak berani memikirkannya, dia berlari sekuat tenaga kembali ke asrama.


  Awalnya dia mengira semua itu hanya mimpi, tetapi melihat kartu hitam di tangannya, membuktikan semua ini bukan mimpi.


  Ini hari Sabtu, orang-orang di asrama sedang keluar.  Abraham memegang kartu bank yang aneh ini, dia sedang bingung apakah dia ingin mencoba keberuntungannya atau tidak.


  Sambil memakai baju, Abraham melihat saldo rekeningnya……


  Eh…


  Baiklah, paling tidak masih ada 200 juta, jadi walaupun terkejut dan kaget juga tidak apa-apa.


  Abraham membawa kartu bank berwarna hitam itu dan datang ke ATM di depan kampusnya. Dia sangat tegang, mengingat pria itu mengeluarkan uang dengan tergesa-gesa, sebenarnya ada berapa angka nol di dalam kartu bank ini.


  Abraham memasukkan kartu ke dalam ATM dan memasukkan pin. Semalam dia berlari sekuat tenaga untuk kabur dari sana, dia tidak ingat memungut kartu ini, tapi kenapa kartu ini bisa muncul di ranjangnya?


  Dia tiba-tiba menggigil, Abraham ingin menekan tombol batal, karena dia sadar sepertinya dirinya sudah masuk ke dalam sebuah jebakan yang tidak bisa dimengerti…


  Tapi, dia ragu…


  Dari mesin ATM terdengar sebuah suara yang asing, tidak bisa membedakan jenis kelamin suara ini, suara itu berkata, “Selamat datang, budak baru.”


  ------------


 


 

__ADS_1


__ADS_2