
Abraham menikmati makan malam dengan uang 240 ribu yang dia hasilkan sendiri. Di saat yang sama, akhirnya dia menghabiskan sisa saldo 80 juta terakhir.
Lalu, saldo minggu depan seharusnya 160 juta. Abraham sudah memikirkan cara untuk menghabiskannya.
Bagaimanapun, satu minggu selanjutnya akan lebih santai.
Dia sudah mendapatkan kartu hitam ini selama tiga minggu, dia melewati setiap harinya dengan penuh ketegangan. Selain menikmati kebahagiaan yang diberikan oleh uang, dia juga harus takut karenanya. Jika diizinkan memilih, Abraham mungkin akan memilih kehidupan dulu ketika dia tidak punya uang, tetapi bisa hidup dengan tenang.
Manusia selalu begitu, kontradiksi, ketika tidak punya uang selalu berpikir ingin punya banyak uang. Lalu ketika punya banyak uang, malah mengkhawatirkannya.
Tidak ingat siapa yang pernah mengatakan bahwa masalah yang bisa diselesaikan dengan uang itu bukan masalah. Abraham yang dulu tidak mengerti, tetapi sekarang dia sangat memahami perkataan itu. Karena masalah yang sebenarnya tidak bisa diselesaikan dengan uang. Seperti ketika dia bertemu dengan kartu hitam, uang sebanyak apa pun tidak mungkin membuat Tongkat Kuasa melepaskannya.
Setelah beberapa kali berhubungan dengan Tongkat Kuasa, Abraham akhirnya mengetahui beberapa peraturan. Selain peraturan yang diberitahukan oleh Tongkat Kuasa dan saldo mingguan yang harus digunakan di tempat yang sesuai dengan peraturan, Abraham juga tahu bahwa dirinya masih seorang pemula di depan Tongkat Kuasa. Kartu hitam ini memiliki level, atau mungkin memberikan level kepada penggunanya.
Di level pemula mungkin belum ada tingkatan.
Abraham khawatir dengan saldo yang begitu tinggi di level pemula, jika sampai level satu ataupun level dua, dia tidak tahu saldonya akan berubah jadi berapa? Apa mungkin saldo mingguannya mencapai milyaran? Selain membeli rumah dan mobil, Abraham tidak tahu bagaimana menghabiskan uang milyaran dalam satu minggu.
Untung Abraham adalah orang bodoh yang berani, dia bersikap tidak peduli. Kalau tidak, rasa takut untuk menghadapi masa depan sudah pasti memberikan tekanan berat kepadanya.
Abraham yang sekarang sudah malas memikirkan masa depan. Paling tidak dia tahu satu hal, Tongkat Kuasa juga tidak ingin membunuhnya terlalu cepat. Semua kejadian ini, bagi Abraham adalah hidup dan mati, tetapi bagi Tongkat Kuasa, ini hanyalah permainan untuknya. Kekuatan yang dimiliki Tongkat Kuasa sudah di luar bayangan Abraham.
Kalau Tongkat Kuasa tidak ingin membunuhnya terlalu cepat, maka Abraham percaya kalau saldo kedepannya tidak akan bertambah sampai tahap yang tidak bisa dihabiskan. Paling tidak, kartu hitam ini akan memberinya waktu yang cukup untuk berkembang dan belajar bagaimana cara menghabiskan uang.
Ini benar-benar sebuah lelucon. Bahkan menghabiskan uang saja perlu dipelajari.
Sebelum semua kejadian ini, Abraham selalu mengira menghabiskan uang adalah kebutuhan dasar, seperti makan saat lapar dan tidur saat mengantuk.
Karena sudah merencanakan saldo minggu depan, perasaan Abraham menjadi lebih baik. Bisa mendapatkan ketenangan selama satu minggu dalam kondisi yang berbahaya seperti ini, memang sangat sulit.
Dia menelan sayur terakhir dan meletakkan sumpitnya.
Dia mengeluarkan hp dan membuka LINE seperti biasa. Dia ingin melihat status orang, apakah ada sesuatu yang menarik. Tetapi ketika membuka LINE-nya, dia mendengar suara notifikasi.
__ADS_1
Ada sebuah permintaan pertemanan.
Kakak kedua.
Itu adalah nama akun orang tersebut. Abraham melihat akun LINE-nya hanya angka semua, sepertinya itu nomor teleponnya.
Abraham melihat ke profilnya, dia lalu melihat beberapa foto familiar yang cantik.
Semua foto di akun Kakak kedua ini penuh dengan foto selfie. Rambut panjang yang hitam, wajah halus dan cantik, umur sekitar 15-16 tahun, kelihatan begitu manis.
Hanya saja siapa perempuan ini? Kenapa terlihat sedikit familiar?
Lalu, Abraham teringat pengacara wanita yang memiliki tubuh seksi itu. Wajah polos dan cantik ini mirip dengannya, tetapi umurnya tidak cocok…
Kakak kedua…
Abraham tiba-tiba sadar kalau akun LINE ini harusnya milik Jessica. Tidak disangka, wajah asli bocah ini ternyata tidak jelek. Tetapi dari ibunya yang cantik, seharusnya memang anaknya juga tidak jauh berbeda. Ditambah memang ibu dan anak perempuan selalu lebih mirip.
Setelah mengetahui siapa gadis itu, Abraham menerima pertemanannya.
——Tebak siapa aku?
——Bagaimanapun aku adalah gurumu, seharusnya kamu menggunakan kata-kata yang sopan.
——Kalau sudah tahu, sepertinya riasan yang setebal apa pun juga tidak bisa menutupi keindahan wajahku (Mengirimkan emoticon yang narsis).
Abraham mengirimkan emoticon muntah, dia malas mengetik.
——Hmm, apa besok kamu akan datang mengajariku?
Hmm? Sudah berubah? Sepertinya ucapanku berhasil menyentuhnya.
Atau mungkin karena pesonaku yang terlalu menarik perhatian, sampai membuat seorang gadis pemberontak kembali ke jalan yang benar. Wajah tampan memang sanggup melakukan apa pun. Abraham berpikir sendiri.
__ADS_1
——Ibumu yang memutuskannya. Kalau besok dia meneleponku, aku akan pergi.
Setelah memikirkannya, Abraham yang sudah berjanji menjadi tutor seharusnya menyelesaikan pekerjaan ini. Walaupun Abraham mengambil pekerjaan ini karena keadaan darurat, dan mulai sekarang seharusnya dia tidak kekurangan uang sebesar 240 ribu lagi. Tetapi segala sesuatunya harus punya awal dan akhir yang baik. Dia juga bisa menyelamatkan seorang gadis dari dasar jurang.
——Baiklah, sampai ketemu besok! Oh iya, antara foto di profil aku dengan riasanku hari ini, kamu lebih suka yang mana?
——Bersih dan polos lebih bagus.
——Baik, besok datang lebih awal, Paman! (Emoticon cium)
Abraham langsung terdiam, Paman?! Kenapa dia memanggilku seperti itu? Aku baru berumur 21 tahun, hanya lebih tua 5-6 tahun darimu. Paman? Lalu apa maksud emoticon cium pada chat terakhir, dasar bocah yang belum puber.
Perasaan senang Abraham langsung dirusak oleh bocah tadi.
Sebelum jam 12 malam, walaupun Abraham sudah memastikan semua saldonya habis dengan baik. Tapi dia tetap penasaran dengan 1,4-1,6 juta itu, dia lalu pergi bertanya kepada Tongkat Kuasa. Ternyata, Tongkat Kuasa memberitahunya, bahwa laptop yang dibeli menggunakan software sistem operasi bajakan.
“Pembajakan adalah musuh para kreator. Jadi sistem operasi seharga 1,4-1,6 juta harus dipotong dari penggunaan uangmu kemarin,” kata Tongkat Kuasa dengan serius, membuat Abraham merasa sangat malu.
Kembali ke asrama, Abraham membaca buku lewat ponsel dan tertidur.
Setelah melewati kejadian barang bajakan, Abraham bersumpah tidak akan menggunakan barang bajakan dalam bentuk apa pun. Barang bajakan sialan, hampir saja mencelakakan dirinya.
Iya, melindungi produk asli adalah tanggung jawab semua orang.
Terbangun di pagi hari, dia langsung membuka aplikasi bank di ponselnya. Betul, saldo kali ini adalah 160 juta.
Abraham tersenyum dingin di atas ranjang. Kalau bukan karena dia sudah merencanakan cara menghabiskannya, mungkin Abraham akan sakit kepala lagi.
Dia menelepon Olivia dan menanyakan apakah hari ini dia membutuhkannya. Kalau tidak, dia akan mulai menghabiskan 160 jutanya.
Laptop Alien paling mahal di Plaza Bandung Jaya seharga 170 juta lebih. Karena ada diskon, seharusnya dia bisa mendapatkanya di harga 150 juta lebih. Lalu beberapa juta yang tersisa, seharusnya tidak sulit menghabiskannya. Tetapi kali ini, dia harus memberitahu staf toko untuk menginstal sistem operasi yang asli!
__ADS_1