Kartu Hitam Misterius

Kartu Hitam Misterius
Kejahilan


__ADS_3

Abraham melihat ke layar ATM…


  Apa yang terjadi?!


  Di layar ATM, dua baris pilihan di kiri kanan yang seharusnya muncul tapi tidak ada. Tidak ada pilihan seperti transfer ataupun cek saldo dan yang lainnya. Ada sebuah lubang yang terus berputar layaknya bintang, lalu di tengah-tengah putaran itu muncul sebuah… tongkat??


  Walaupun tidak menyukai game, tapi Abraham menonton banyak film fantasi barat. Dia dengan cepat menyadari bahwa ini bukanlah tongkat biasa, melainkan sebuah tongkat yang melambangkan kekuasaan tertinggi.


  Tapi, apakah ATM ini kemasukan virus?


  Bagaimanapun ATM termasuk jenis lain dari komputer, paling hanya ada tambahan robot untuk melakukan setor tarik tunai dan juga menghitung saldo. Seharusnya juga bisa kemasukan virus.


  Abraham ingin pergi dari sini. Dia khawatir kalau ATM ini terkena virus karena kartu sialan yang dia masukkan itu. Bagaimanapun, negara mana yang akan memilih nama Budak untuk nama banknya?


  Tapi, sebentar, budak? Tadi ATM yang kena virus ini mengatakan sesuatu?


  Sepertinya, “Selamat datang, budak baru?”


  Kalau begitu, Bank Budak, oh bukan, Bank PembangunanBbudak ini, kalau dibaca sekali, seperti sedikit…


  Abraham merasa dirinya sudah mendapatkan sesuatu.


  Kartu bank ini, atau bisa dibilang bank ini hadir untuk mengembangkan budak? Kalau begitu, nama ini tentu sangat cocok dengan mereka. Dan dirinya sekarang…


  “Sialan! Aku sudah menjadi budak dari bank ini?” Abraham ingin kabur dari sini, tapi kedua kakinya seperti dipaku ke tanah dan sama sekali tidak bisa bergerak. Dia mulai merasa takut, tubuhnya mulai gemetar.


  Saat ini, ATM itu mengeluarkan suara aneh lagi, “Lumayan, masih bisa berdiri seperti itu. Tampaknya budak yang dikembangkan kali ini setidaknya jauh lebih baik daripada yang sebelumnya dalam hal kualitas psikologis.”


  Budak yang dikembangkan kali ini, sialan, benar-benar Bank Pembangunan Budak.


  “Kamu bisa melihatku? Kamu sedang berbicara denganku?” Kata Abraham sambil mengembalikan nafasnya, dia berusaha berbicara dengan tenang. Tetapi getaran di suaranya sudah mengkhianatinya.


  Mesin ATM itu tertawa. Tongkat di layar juga perlahan-lahan berputar dalam lingkaran, dan sebuah batu rubi di bagian atas benda seperti mahkota itu bersinar dengan sangat terang, membuat Abraham tidak bisa membuka matanya.


  Tidak bisa dibedakan pria atau wanita dari suara tertawanya.


  “Hahaha, walaupun berpura-pura tenang, tapi bisa secepat itu berani berbicara denganku, kualitas psikologismu memang lebih baik dari pendahulumu. Aku berharap kamu tetap bisa mempertahankan jantung yang begitu kuat mulai sekarang. Aku percaya kamu juga tidak ingin berakhir seperti orang semalam kan?”

__ADS_1


  Abraham melihat kiri kanan, dia merasa dirinya sedang berada dalam sebuah kejahilan, seperti acara reality show?


  Setelah terbesit kata kejahilan dan reality show di benaknya, dia menjadi tidak takut.


  Dia tidak takut lagi!


  “Apa yang kamu katakan tadi? Aku akan menjadi budakmu?”


  Tongkat itu sedikit tercengang melihat Abraham bisa kembali tenang dan bisa berbicara dengan baik.


  “Benar-benar memiliki kualitas psikologis yang kuat, sepertinya kali ini akan menarik!” Terdengar suara yang tidak tahu pria atau wanita itu lagi. Lalu dia melanjutkan, “Betul, kamu sudah menjadi budak baruku. Kamu bisa beradaptasi secepat itu, sepertinya bukan hanya kualitas psikologis saja yang baik, tapi kamu juga pintar.”


  Abraham tertawa dalam hati, dia berpikir bahwa orang yang sedang menjahilinya hebat juga.


  Lalu dia berpura-pura ketakutan, “Tapi…, tapi aku tidak ingin menjadi budak siapa pun.”


  “Dari awal, budak memang tidak punya hak untuk memutuskan sesuatu. Sejak kamu memungut kartu itu, lalu memasukkannya ke dalam mesin ATM dan menekan pin, takdirmu sudah ditentukan.” Suara itu terdengar sedikit tidak senang, dia berkata dengan serius, “Ingat, aku tidak suka dilawan oleh budak sendiri, bahkan mengeluh satu atau dua kata  pun tidak boleh!”


  Abraham terus memainkan perannya, dia berkata, “Tapi…, tapi aku tidak memungut kartu itu…. Setelah aku sadar, kartunya sudah berada di samping tanganku.”


  Suara itu sedikit tertegun, kemudian dia berkata dengan kesal, “Itu tidak penting, yang penting adalah kamu memasukkan kartu ini ke mesin ATM dan memasukkan pinnya. Aku tidak memaksamu melakukannya, bukan?”


  Abraham menggerakkan bibirnya dan berkata, “Baiklah, keserakahan mencelakaiku.”


  “Kenapa kamu begitu cerewet. Mulai sekarang kamu harus diam, dengarkan ucapanku!”


  Abraham menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya. Dia lalu terdiam sambil berpikir, kenapa tidak ada orang yang masuk? Hari ini akhir pekan, apakah tidak ada satupun mahasiswa di kampus yang ingin mengambil uang? Oh, ini pasti sebuah lelucon kejahilan, pasti ada kamera tersembunyi di sini, jadi di luar juga pasti ada orang yang menghalangi orang lain masuk…


  Kenapa Abraham tidak berpikir dulu, kalau semua ini benar-benar kejahilan, siapa yang akan menyiapkan semua ini demi menjahilinya?


  Melihat Abraham akhirnya terdiam dan tidak berbicara lagi, suara itu sepertinya merasa senang. Dia melanjutkan, “Peraturan budak nomor satu, setiap minggu budak akan mendapatkan sejumlah uang dari tuan. Saldo pertama adalah 20 juta.”


  Apa maksudnya ini?


  Peraturan pertama ini benar-benar memprovokasi pengetahuan Abraham.


  Penghasilan 20 juta per minggu? Itupun masih saldo pertama? Kalau begitu kedepannya akan semakin tinggi?

__ADS_1


  Kalau semua ini nyata, sepertinya… lumayan bahagia!?


  Tapi, kenapa 20 juta?


  Semalam, orang itu menggunakan 200 juta untuk membeli bajunya. Kalau begitu, orang itu sudah naik sampai 200 juta per minggu? Tapi hanya 200 juta, berapa lama orang itu harus menabung sampai mendapatkan Porsche itu?


  Abraham sedang berpikir, kalau semua ini yang terjadi hari ini adalah sebuah kejahilan. Maka tanpa diragukan lagi, kejadian semalam juga hanyalah sulap. David Copperfield seorang pesulap handal bahkan bisa menghilangkan sebuah gerbong lokomotif di depan keramaian. Jadi menghilangkan seorang manusia sepertinya bukan hal sulit.


  Abraham tiba-tiba merasa kaget, dia sadar 200 juta yang dia dapatkan sepertinya tidak bisa dipertahankan lagi. Atau mungkin, itu adalah bayaran dari kejahilan ini?


  Dia mengeluarkan hpnya dan mengecek saldo rekening……


  Baiklah, 200 juta ternyata memang sudah menghilang.


  Abraham mengoceh sialan dalam hati. Walaupun dia tidak tahu bagaimana mereka bisa mengambil uang dari akunnya, tapi dia memutuskan harus segera mengganti kata sandinya.


  Melihat Abraham tidak bereaksi, suara itu berbicara lagi, “Peraturan budak nomor dua, budak harus menghabiskan semua uang yang diberikan oleh tuan dalam waktu satu minggu.”


  Abraham merasa kalau semua ini nyata, dia harus menjadi budak! Siapa yang pernah melihat budak mana yang bisa mendapatkan 20 juta perbulan?


  Tapi tidak benar juga, kalau peraturan nomor dua adalah menghabiskan semua uang dalam waktu 1 minggu, orang semalam itu tidak mungkin menabung uang untuk membeli mobil sport. Itu artinya pendapatan perminggu pria itu sudah lebih dari 200 juta? Dia terburu-buru menggunakan 200 juta untuk membeli bajunya, hanya karena saldo minggu lalu masih tersisa 200 juta?


  Astaga, sebenarnya berapa yang dia dapatkan dalam 1 minggu? Berapa miliar?


  Abraham semakin percaya bahwa semua ini adalah kejahilan.


  “Peraturan budak nomor tiga…. hHm, dengan level budakmu sekarang, kamu hanya perlu tahu dua peraturan awal saja.” Suara itu terdengar semakin serius, “Lalu yang paling penting, adalah peraturan budak nomor nol.”


  Abraham beneran terdiam. Peraturan nomor nol, tampaknya perancang kejahilan ini mungkin memiliki semacam cacat dalam pikirannya.


  “Peraturan budak nomor nol, Mereka yang melanggar peraturan budak akan dihukum!”


  ------------


 


 

__ADS_1


__ADS_2