
Keluar dari mesin ATM, angin malam yang berhembus membuat Abraham merasa lebih tenang.
Beberapa puluh ribu…
Abraham tiba-tiba mengingatnya. Waktu dia mentraktir temannya makan, mungkin karena melihatnya sering makan di sana, pemilik restoran ingin memberi diskon beberapa puluh ribu di belakang tagihannya. Tetapi Abraham mana mau, dia bukan orang yang suka mengambil untung seperti itu… Baiklah, sebenarnya dia berharap bisa mengeluarkan uang lebih banyak, jadi dia tidak mengizinkan pemilik restoran untuk memberi diskon beberapa puluh ribu itu…
Harusnya juga dihitung bukan?
Tagihan untuk makanannya memang segitu, kalau pemilik restoran ingin memberi diskon, itu urusannya sendiri. Kenapa tidak dihitung?!
Tapi untung hanya bulu yang menghilang. Kalau benar barangnya menghilang setengah ataupun salah satu telurnya hilang, Abraham pasti akan mati dengan tidak adil!
Dia harus berhati-hati! Dia merasa saldo mingguan ini penuh dengan jebakan.
Abraham berjalan kembali ke asrama dengan langkah yang berat. Setelah berbaring lama, dia juga tidak bisa tertidur. Sampai pagi hari, kedua matanya penuh dengan garis merah.
80 juta!
Punya uang banyak juga bikin stres. Kalian orang-orang miskin tidak akan mengerti penderitaanku!
Untungnya, Abraham sudah memikirkan cara menghabiskan saldo minggu ini. Hanya saja rencana kemarin itu untuk 60 juta, sekarang bertambah 20 juta. Sepertinya dia harus menambah rencananya.
Pertama, laptop…
Tidak, kita lihat sore nanti.
Abraham dengan cepat menyangkal rencananya sendiri.
Dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dulu.
Sudah tiga hari, luka yang disebabkan oleh lampu lalu lintas tidak terlihat membaik, sekujur tubuhnya masih sakit. Dia harus memeriksakannya ke rumah sakit dan membeli obat impor yang paling mahal. Bagaimanapun juga, pasti akan menghabiskan beberapa juta? Perlu diketahui, sekarang bahkan menemui dokter flu saja bisa menghabiskan 2 juta lebih.
__ADS_1
Turun dari ranjang, dia juga malas mencuci muka dan langsung keluar. Setelah membeli dua roti untuk sarapan, dia naik taksi ke rumah sakit.
Rumah sakit terbaik di kota ini berada tidak jauh di belakang kampus mereka. Tapi sekarang Abraham adalah orang kaya, orang kaya yang harus menghabiskan uangnya. Dia tidak ada alasan untuk tidak naik taksi.
Masuk ke dalam taksi, Abraham melihat argonya sama sekali tidak bergerak. Abraham memutuskan untuk mengunduh aplikasi transportasi online, karena dia dengar di dalamnya ada jenis mobil yang mewah. Bagaimanapun, dia bisa menghabiskan saldonya lebih cepat.
Keluar dari rumah sakit, rasa sakit di tubuh Abraham tidak berkurang sedikitpun. Dia membawa kantong besar di tangannya, tetapi wajahnya malah terlihat begitu segar.
Rumah sakit adalah tempat yang baik untuk menghabiskan uang. Setelah scan beberapa kali, Abraham memberitahu kepada dokter bahwa dia tidak khawatir dengan biayanya dan meminta obat terbaik, Abraham langsung menghabiskan 12 juta lebih.
Dia sudah mengunduh aplikasi transportasi online, lalu memesan mobil paling mewah. Argonya dimulai dari 40 ribu lebih, Abraham merasa dirinya semakin pintar.
Duduk di dalam BMW, Abraham merasa seharusnya kehidupan memang seperti ini. Perasaan duduk di mobil 1 Miliar lebih dengan mobil taksi 200 juta memang berbeda!
Dia datang ke mall paling mewah, Abraham ingat di mall ini ada sebuah toko yang menjual komputer merek Alien.
Mendekati siang hari, jalanan di dalam kota sangat macet. Dari dalam mobil sudah terlihat mall yang berada di tengah kota itu, kurang lebih 200-300 meter lagi.
Supir tentu berniat baik, karena transportasi online menggunakan sistem double argo. Selain menghitung jarak, dia juga menghitung waktu. Kemacetan seperti ini sama saja menghabiskan uang pelanggan.
Abraham melambaikan tangannya, “Tidak perlu, hari ini aku sedikit capek, jadi tidak ingin jalan kaki. Antar aku sampai depan mallnya.”
Melihat dia berkata seperti itu, supirnya tentu merasa sangat senang. Dia berkata dalam hati, Orang kaya memang beda! Beberapa langkah saja tidak mau jalan kaki.
Abraham menunggu 10 menit lebih dengan santai. Akhirnya mobil berhenti di depan Plaza Bandung Jaya.
Dia turun dari mobil dan membayarnya. Setelah itu dia pergi ke supermarket di basement mall dan membeli air mineral yang paling mahal, yang diimpor dari Perancis seharga 30 ribu lebih. Dia mengeluarkan obat dari dokter dan menelannya. Sebenarnya dia tidak ingin minum obat, tetapi takut Tongkat Kuasa akan menghakiminya boros karena tidak meminum obat yang sudah dibeli. Kalau ada yang dihilangkan lagi dari tubuhnya tentu akan merepotkan.
Naik lift ke lantai 3, Abraham masuk ke toko komputer merek Alien. Salah satu staf toko langsung menghampirinya. Belum sempat menyapanya, Abraham sudah berteriak, “Bawa keluar laptop paling mahal yang kalian punya!”
Stafnya tertegun sebentar, kemudian langsung tersenyum dengan sangat manis.
__ADS_1
“Baik Tuan, kami sedang ada promo, kebetulan laptop paling mahal juga termasuk di dalam promo. Anda bisa mendapatkan diskon 20%. Aku akan menjelaskan speknya, RAM 16GB, harddisk 3TB, kualitasnya sudah pasti terbaik…,”
Abraham melambaikan tangan dan berkata dengan angkuh, “Tidak usah dijelaskan, aku tidak peduli. Kamu kasih tahu saja berapa harganya dan langsung bawakan 1 untukku.”
Senyuman staf toko semakin lebar, dia berkata dengan semangat, “Harga laptop ini 177.600.000, setelah diskon…”
Abraham langsung kaget. Apa?! 170 juta lebih? Apakah dia sedang mempermainkanku? Bukannya harga laptop Alien hanya sekitar 20-40 juta?
Awalnya Abraham merasa tidak senang dengan toko yang sedang promo ini. Sekarang, jangankan diskon 20%, diskon 50% pun dia juga tidak bisa beli.
“Uuh…, 170 juta lebih? Apa tidak salah? Bukannya laptop kalian sekitar 20-40 juta?”
Ekspresi staf toko langsung berubah. Setelah menenangkan diri, dia berkata, “Tuan, apakah yang anda inginkan adalah model terlaris kami? Laptop paling mahal tidak ada barang contoh di toko. Anda juga pasti paham dengan harga setinggi itu, ini…,”
Abraham melambaikan tangannya, “Maksudku model terlaris yang versi biasa, laptop yang kalian pajang di meja contoh itu. Pilihkan yang paling mahal untukku.”
Staf toko langsung terdiam. Bocah ini berlagak sok hebat, tetapi ketika mendengar harganya langsung mundur.
Tetapi staf toko juga tidak merendahkan Abraham, paling tidak dia juga mau membeli laptop yang seharga 20-40 juta. Itu masih termasuk transaksi yang cukup besar.
Lalu, sebuah laptop terbaru dibawa ke depannya, dengan warna hitam dan bentuk yang berat. Ini adalah produk paling menarik perhatian di kelas gaming.
Karena tadi dia gagal berlagak hebat, Abraham merasa sedikit malu. Dia membayarnya dengan cepat, bahkan beberapa game yang seharusnya diinstal juga tidak diinstal. Setelah membeli dua konsol game, dia langsung membawa laptopnya dan pergi dari Plaza Bandung Jaya.
Berdiri di bawah cahaya matahari, Abraham baru merasa lega, “Laptop seharga 170 juta lebih, kenapa kalian tidak mati saja! Tapi, kalau tahu ada laptop semahal itu, dia tidak perlu buru-buru membeli laptop ini. Tunggu sampai saldonya menyentuh 200 juta, bukankah lebih baik lagi?”
Laptop seharga 40 juta lebih ditambah konsol game seharga 4 juta lebih adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya. Tapi sekarang, kenapa dia merasa tidak puas dengan laptop ini?
Terlalu rendah! Terlalu murah! Generasi kedua yang kaya seperti aku, seharusnya mendapatkan laptop dengan spek terbaik!
__ADS_1