
Setelah menghabiskan lebih dari 60 juta, Abraham akhirnya tidak perlu khawatir dengan saldo minggu ini.
Tetapi minggu depan kalau saldonya menjadi 160 juta, bagaimana dia harus menghabiskannya?
Duduk di mobil mewah yang dipesan lewat aplikasi online, Abraham mulai mengkhawatirkan saldonya minggu depan.
Selain sistem operasi, dia tidak menginstal program lain. Game online masa kini paling tidak membutuhkan 5-6 gigabyte, ditambah skin patch dan sebagainya, pada dasarnya satu game membutuhkan kapasitas sekitar 10 gigabyte.
Kapasitas penyimpanan internal di laptop ini adalah 1 Terabyte. Abraham tidak mungkin hanya menginstal satu game saja. Kecepatan internet di asramanya 4 megabyte, dan kecepatan unduh bisa mencapai 400 kilobyte. Setelah memulai beberapa unduhan, paling tidak butuh 2 hari baru bisa selesai.
Dia juga malas mempedulikannya, setelah meletakkan laptopnya di samping ranjang dan membiarkannya mengunduh otomatis, Abraham melihat ke dalam celananya dan merasa hidup ini sangat menyedihkan. Dia memutuskan untuk menghibur diri dengan makan enak.
Aku ingin makan seafood, aku ingin makan lobster batik, aku ingin makan… Baiklah, 1 ekor lobster batik sekitar 1-1,5 kg, dagingnya sendiri juga sekitar 700-800 gram. Mungkin selesai makan, dia juga tidak bisa makan yang lain lagi.
Abraham merasa sangat kesal dengan Tongkat Kuasa. Kenapa dia tidak mengizinkannya untuk berlagak hebat? Memesan makanan di meja sampai penuh, lalu kalau tidak habis, dia bisa membuangnya! Masuk ke restoran dan langsung menyuruh pemiliknya mengeluarkan semua lauk yang ada di menu, bukankah terlihat sangat hebat? Tapi, Tongkat Kuasa tentu tidak akan membiarkan dia melakukannya.
Abraham mencari restoran seafood di sekitar sini. Dia memesan lobster batik dengan berat 1,5 kg dan 2 ekor kepiting. Bagaimanapun semua ini tidak sampai 4 juta, dia menggelengkan kepala karena masih jauh dari saldo yang harus dihabiskan.
Setelah punya pengalaman dua minggu, Abraham bukan lagi pemula seperti dulu. Paling tidak, makanannya sudah berubah dari restoran lobster kecil di depan kampus menjadi lobster besar di restoran seafood. Kemajuan ini cukup signifikan.
Tapi, dia juga tidak bisa makan terus. Pertama, karena biaya yang dikeluarkan tidak banyak. Kedua, karena jika dia terus makan seperti ini, dia akan masuk klub 100 kg. Untuk sekarang 40-80 juta setiap minggu masih sanggup, tapi kalau saldo sudah mencapai 160 juta-200 juta, bagaimana dia mau menghabiskannya hanya dengan makan? Apakah dia harus makan seafood terus? Lobster batik walaupun enak, tetapi kebanyakan juga bosan.
Beberapa hari selanjutnya, bisa dibilang kalau Abraham sudah mencoba berbagai jenis masakan lobster.
Pertama, dengan bumbu bawang putih biasa yang dikukus, lalu sashimi, bumbu merica dan garam, dan kemudian semakin aneh. Dia meminta restoran untuk memasak lobster batik dengan cara khusus. Karena dia sudah menjadi pelanggan lobster di sini selama beberapa hari, restoran pun memenuhi persyaratannya, tetapi tidak dapat dipungkiri kalau dia benar-benar sudah menyiksa makanan enak.
Abraham juga menemukan jenis masakan lain, dia menyuruh pelayan restoran menghancurkan daging lobster untuk dijadikan pangsit.
__ADS_1
Pada Jumat malam, dia meminta restoran untuk mencampur daging lobster batik ke dalam sayur bening. Pelayan di restoran itu sangat terkejut.
Setelah makanan ini, Abraham akhirnya menghabiskan saldo 80 juta di minggu ini. Dia menepuk perutnya dengan puas, tetapi minggu depan dia tidak boleh makan seperti ini lagi. Karena kalau terus makan lobster, mungkin dia harus mencoba nasi bakar lobster.
Dia pulang ke asrama dengan perasaan gembira. Lalu ketika masuk ke dalam, dia mendengar suara Tony yang berteriak.
“Kita bicarakan baik-baik, tapi kenapa minggu ini kamu tidak pulang ke rumah?” kata Abraham untuk menahan teriakan Tony.
Setelah melihatnya, Abraham baru mengerti alasan Tony berteriak. Beberapa hari ini dia bahkan lupa sudah membeli sebuah laptop Alien, laptopnya juga dibiarkan terus menyala untuk mengunduh game.
Tidak tahu bagaimana Tony bisa menemukan laptop dan konsol gamenya. Sekarang dia sedang bermain dengan senang, mungkin karena ini, dia tidak pulang ke rumah hari ini.
“Abraham, apa belakangan ini kamu pergi merampok bank? Astaga, apakah kamu menjual pantatmu? Pantesan beberapa hari ini selalu pergi pagi pulang malam…,”
“Awas kau ya!” kata Abraham yang malas berbicara dengan Tony.
“Sini sini sini, jelaskan kepadaku, ada apa dengan Alien ini? Aku sudah memeriksanya, laptop ini memiliki spek tinggi, paling tidak 40 juta kan? Lalu konsol game ini juga asli, kalau dijumlah sekitar 50 juta, kan?”
Tony langsung panik dan ingin merebutnya, “Aku sedang main, Abraham. Kamu tidak boleh pelit, pinjami aku main dulu.” Setelah berebut beberapa menit, Abraham tetap tidak mau meminjamkannya. Tony terpaksa diam dan duduk di samping Abraham dan bertanya, “Jangan bilang kalau kamu menjual sertifikat rumahmu dan mendapatkan uang miliaran? Tapi tidak juga, rumahmu tidak besar, bagaimana bisa mendapatkan miliaran?”
“Kenapa kamu mempedulikan terlalu banyak hal? Kenapa juga kamu begitu yakin kalau aku bukan generasi kedua yang kaya? Selama tiga tahun ini, sepertinya aku terlalu merendah.”
Tony melotot padanya, dia juga malas berbasa-basi dengan Abraham dan hanya berkata, “Aku pinjam main sebentar, tidak akan rusak juga!”
Abraham berpikir sebentar, tidak bisa, dia belum menyentuh laptop ini sejak dibeli, minggu kemarin dia hanya membiarkan laptopnya menyala untuk mengunduh beberapa game saja. Kalau Tongkat Kuasa bilang laptopnya tidak dipakai sehingga 40 juta tidak boleh dihitung ke dalam penggunaan saldo, dia akan mati nanti.
Melihat semua game sudah selesai diunduh, Tony juga menginstal semua game itu.
__ADS_1
Abraham berkata, “Tapi juga tidak boleh kamu sendiri yang main. Aku juga belum pernah main sejak beli, hanya dinyalakan untuk mengunduh game saja.”
“Sialan, pantas saja dua hari ini kecepatan internet menurun. Ternyata kamu sedang mengunduh game. Karena itu, Alien kamu ini harus pinjami aku tiga hari!”
“Main bersama!” kata Abraham yang tidak mau mengalah juga.
Tony berpikir, lagipula ini adalah laptop Abraham, “Baiklah, aku sudah menginstal Pro Evolution Soccer tadi, ayo kita main!”
Setelah mencolok satu konsol lagi, mereka mulai bermain game Soccer. Abraham memilih Barcelona, Tony memilih Real Madrid, mereka memainkannya dengan seru.
Sampai tengah malam, mereka berdua baru melemparkan konsol gamenya dengan puas. Tony berkata, “Alien memang hebat, pengalamannya begitu memuaskan, konsol gamenya juga enak. Kalau lulus nanti, aku akan menyuruh orang tuaku untuk membelinya.” Lalu, terdengar suara perutnya berbunyi. “Aku lapar, ayo kita makan sate! Abraham, kamu yang traktir!”
“Kenapa harus aku yang traktir?” kata Abraham melotot padanya. Dia sudah menghabiskan saldo minggu ini, mana ada uang untuk traktir?
“Belakangan ini bukannya kamu terus mentraktir orang? Sekarang kamu juga membeli laptop Alien. Apa aku tidak boleh ditraktir sate olehmu?”
“Aku capek, mau tidur dulu. Besok saja kita bicarakan!” kata Abraham sambil menyimpan laptopnya.
Tony menggelengkan kepala dan berdiri, dia menghempaskan tangannya dan berkata, “Sudahlah, aku malas berbasa-basi dengan orang perhitungan sepertimu. Aku saja yang traktir, bisa kan?”
Tapi, hempasan tangannya mengenai gelas di meja.
Itu adalah gelas besar, di dalamnya paling tidak masih ada setengah gelas air. Semuanya tumpah ke atas laptopnya.
Bereaksi dengan cepat, laptop itu langsung mengeluarkan asap dan mati.
Abraham dan Tony langsung panik…
__ADS_1