
Beli baju : 11.300.000 rupiah
Traktir teman sekamar makan : 1.140.000 rupiah
Naik taksi : 64.000
Traktir teman sekamar makan : 1.236.000 rupiah
Naik taksi : 86.000
Traktir teman SMA yang juga kuliah di Bandung : 1.560.000
Naik taksi : 130.000
Traktir teman sekamar makan : 1.720.000
……
Tiga hari sudah berlalu, Abraham melihat catatan pengeluaran di hpnya. Selain membeli pakaian merek Armani Jeans yang lebih mahal di hari minggu kemarin, sisanya hanya pengeluaran senilai 1-2 juta. Bahkan biaya naik taksi juga terlalu kecil.
Sampai sekarang, saldo 40 juta itu masih tersisa 20 juta lebih. Tapi Abraham sudah tidak sanggup lagi.
Kalau minggu pertama, Abraham bisa menghabiskan 20 juta dengan cepat. Tapi sekarang, dia benar-benar tidak berani.
Kepala yang botak itu akhirnya mulai terlihat tumbuh rambut, sudah ada lapisan akar rambut yang samar. Tapi karena bagian ini termasuk masih bisa tumbuh, Abraham tidak ingin tangannya tiba-tiba putus. Kalau putus, sudah pasti tidak akan tumbuh lagi, dia juga bukan cicak.
Karena tidak tahu pengeluaran mana yang boleh dihitung, mana yang tidak boleh, Abraham terpaksa mengeluarkan uang di tempat yang membuatnya yakin.
Membeli baju sudah pasti boleh, karena sudah pernah berhasil. Tapi kalau membeli terlalu banyak, Abraham juga tidak berani. Dia takut Tongkat Kuasa menghukumnya, lalu memberitahunya bahwa baju yang dibeli harus dipakai selama beberapa waktu, tidak boleh membelinya hanya untuk disimpan di dalam lemari saja.
Lalu, hal seperti ini tidak akan selesai semudah ini. Kalau dia membeli pakaian di minggu ini, bagaimana dengan minggu depan? Minggu depan kemungkinan saldo minimalnya tetap 40 juta rupiah. Bahkan firasat Abraham mengatakan bahwa dengan sikap Tongkat Kuasa, mungkin saja dia akan meningkatkan saldonya ke 60 juta rupiah. Setelah semester ini berakhir, saldo mingguannya akan menjadi ratusan juta. Lebih baik dia membeli baju yang lebih bagus ketika saldonya semakin meningkat.
Dulu, menemukan uang di jalan adalah hal yang membuatnya bahagia, tapi sekarang, Abraham malah merasa suram dengan saldo rekening banknya.
Dia merasa pusing karena tidak tahu bagaimana menghabiskannya.
Kalau saldo mingguannya menjadi miliaran, misalnya per tahun diberikan 10 miliar atau 15 miliar, Abraham pasti akan membeli rumah di Bandung, dengan begitu dia bisa menghabiskan saldo tahunannya. Tapi dengan uang 20-40 juta ini, jangankan beli rumah, dia bahkan tidak bisa membeli sepetak tempat duduk toilet. Harga rumah di Bandung kota sudah melebihi 60 juta per meter persegi.
__ADS_1
Walaupun Abraham merasa dirinya sederhana, tapi dia tidak pernah menganggap dirinya pelit. Tapi sekarang, dia benar-benar merasa dirinya sangat pelit, kalau seorang generasi kedua yang kaya sungguhan, dia pasti akan menghabiskan 40 juta ini dalam sekejap mata.
Lalu karena sering mentraktir makan, teman-temannya juga mulai curiga.
Walaupun Abraham berbohong setiap kali dia bilang dirinya adalah generasi kedua yang kaya, tapi teman-temannya tentu tidak percaya. Setelah tiga tahun bersama, semua orang tahu siapa yang punya uang dan siapa yang tidak. Mereka semua mengira Abraham hanya menemukan dompet di jalan atau mungkin memenangkan undian berhadiah.
Setelah berkali-kali ditraktir, mereka menasehati Abraham bahwa walaupun dirinya kaya, tidak boleh boros seperti ini. Seharusnya dia menabungnya, lalu kali ini mereka secara kompak menolak ajakan traktir dari Abraham.
Abraham merasa sangat canggung, walaupun mau mentraktir juga tidak ada yang mau pergi, Abraham merasa kehidupannya sangat gagal.
Tentu, kalau dia berteriak di jalan, “Aku akan traktir semua orang makan”, atau masuk ke sebuah restoran dan mengatakan kepada pemiliknya, “Hari ini aku akan bayar semuanya.” Pasti orangnya akan sangat banyak. Tapi dia juga tidak bisa melakukannya, Tongkat Kuasa sudah mengatakan dengan jelas, kalau mau traktir harus mentraktir temannya sendiri. Apakah orang itu temannya atau tidak, Tongkat Kuasa juga yang memutuskannya. Walaupun teman asrama dan teman SMA-nya, Abraham masih sedikit khawatir Tongkat Kuasa akan berdebat dengannya. Kalau orang-orang ini tidak bisa disebut teman, maka orang asing yang muncul di tengah jalan juga tidak mungkin dianggap teman oleh Tongkat Kuasa.
Tongkat Kuasa sangat pintar.
Abraham mengingat dengan jelas, pria pengendara mobil sport itu pasti memiliki saldo yang besar, kalau tidak mana mungkin dia bisa membeli mobil Porsche seperti itu. Waktu itu saldo di rekeningnya pasti tersisa 200 juta, lalu demi menipu Tongkat Kuasa, dia menggunakan 200 juta untuk membeli baju Abraham. Sayangnya, Tongkat Kuasa terlalu pintar, mana mungkin dia tertipu oleh trik kecil seperti itu? Abraham tentu tidak berani mencobanya, karena nyawanya sangat penting.
Sebenarnya walaupun melanjutkan traktiran dengan teman-temannya, Abraham juga tahu selain pergi ke restoran bintang lima, dia tidak akan bisa menghabiskan saldo hanya dengan makan di restoran biasa. Tapi kalau pergi ke restoran yang mewah, walaupun dia punya nyali untuk berjalan masuk, teman-temannya yang memiliki latar belakang sederhana juga tidak akan percaya dia sanggup membayarnya.
Pusing! Abraham pertama kali merasa pusing karena kebanyakan uang.
Tapi, rekeningnya tersisa 20 juta lebih, hanya cukup membeli sebuah laptop kelas atas. Kalau saldo minggu depan menjadi 60 juta, dia harus bagaimana?
Abraham sudah mengincar sebuah laptop bermerek Alien dengan harga 40 juta lebih. Awalnya dia ingin menunggu saldo yang lebih tinggi agar bisa membeli dan memuaskan keinginannya. Lalu yang kedua, dia juga bisa menghabiskan saldo yang lebih tinggi dengan cepat, tetapi kalau membeli laptop di minggu ini, dia harus bagaimana minggu depan?
Melihat logo Apple di tangannya, Abraham tiba-tiba teringat dia sudah punya iPhone, tapi belum punya tablet.
Bingo! Ipad!
Abraham tiba-tiba menjadi gembira, dia salut dengan kecerdikannya sendiri.
iPad paling mahal sekitar 14-16 juta!
Abraham datang lagi ke mall elektronik dan pergi ke toko yang sama. Ketika masuk, Abraham langsung berkata, “Bawakan satu iPad untukku, dengan spek tertinggi, 5G.”
Orang yang melayaninya masih perempuan waktu itu, dia mengingat pria ini adalah orang yang menjual ponsel Xiaomi ke toko mereka, dia lalu tersenyum dan berkata, “Mau warna apa?”
“Tentu warna emas!”
__ADS_1
Baiklah, dia juga tahu warna emas melambangkan kekayaan.
Kali ini, perempuan itu tidak ragu sejenak pun. Dia langsung mengeluarkan iPad dengan spek paling tinggi berwarna emas. Tidak seperti waktu itu, dia langsung bertanya, “Aku langsung buka?”
“Buka!” Kata Abraham sambil memberikan kartu kepadanya.
“Tetap kena biaya admin 1%!”
“Gesek!”
Abraham menyadari sejak dia punya uang dan tidak tahu bagaimana menghabiskannya, cara bicaranya menjadi semakin singkat dan padat!
Harga iPadnya 14.400.000 rupiah, Abraham juga membeli sebuah kartu 5G dan mengeluarkan 1 juta rupiah. Dalam sekejap mata, saldo rekening 20 juta lebih tadi tersisa tidak sampai 6 juta.
Setelah memasukkan kartu ke dalam dompet, Abraham tiba-tiba teringat sesuatu..
Oh iya, dia membeli dompet ini di depan kampusnya, dompet kulit sapi seharga 90.000 rupiah.
Sekarang dia sudah punya uang, tentu harus ganti dompet kulit yang lebih mahal.
Hanya saja, Abraham yang kasihan ini, dompet termahal yang dia tahu adalah merek CK.
Dia membeli sebuah dompet seharga 4 juta lebih di mall dekat sini. Entah kenapa, mesin EDC di mall tiba-tiba bermasalah, Abraham terpaksa menarik keluar semua sisa uangnya. Setelah membayarnya, masih tersisa 600.000 rupiah.
Melihat 600.000 di dalam dompetnya, Abraham merasa sangat puas.
Minggu ini masih ada tiga hari, dia bisa makan di depan kampus dan menghabiskan 600.000 itu dengan cepat.
Sudah aman!
Abraham mengelus dadanya, tiba-tiba dia mendengar suara yang familiar, ketika mengangkat kepalanya, dia melihat tiga preman itu lagi!
Sekarang keadaan menjadi tidak aman lagi!
__ADS_1