Kartu Hitam Misterius

Kartu Hitam Misterius
Seorang Gadis dengan Smokey Eyes


__ADS_3

Setelah makan siang, uang Abraham hanya tersisa 40 ribu lebih. Itupun berasal dari uang saku Tony.


  Dia menghitung pengeluaran minggu ini dengan serius, masih tersisa 220 ribu lebih untuk mencapai target. Kalau hari ini dia bisa mendapatkan pekerjaan tutor, gaji untuk 2 jam adalah 240 ribu. Dengan begitu dia bisa menyelesaikan tugasnya.


  Abraham naik taksi ke perumahan yang tidak jauh dari kampus mereka.


  Sebelum mengetuk pintu, Abraham sudah mendengar suara teriakan wanita dari dalam. Sepertinya itu suara wanita yang diteleponnya tadi pagi. Hanya saja sekarang terdengar penuh amarah. Abraham ragu harus mengetuk pintu atau tidak.


  “Kamu tidak perlu bicara lagi, aku tidak akan memberikan uang sepeser pun kepadamu!” Dari dalam rumah terdengar suara wanita itu lagi, kemudian diikuti keheningan yang panjang. Sepertinya tadi dia sedang menelepon dan sekarang teleponnya sudah terputus.


  Setelah merapikan baju, Abraham mulai mengetuk pintu.


  “Aku sudah bilang, kalau kamu berani datang ke sini, aku akan lapor polisi!” Suara wanita yang sangat marah terdengar dari dalam. Sepertinya dia menganggap Abraham adalah orang di telepon tadi.


  “Uuh… Halo, aku adalah tutor yang meneleponmu tadi pagi…,” kata Abraham dengan keras.


  Setelah terdiam sejenak, pintu anti maling terbuka. Seorang wanita cantik dengan tubuh yang bagus berdiri di dalam pintu.


  Setelah melihat Abraham sebentar, wanita itu merapikan rambutnya yang kacau, lalu berkata, “Maaf, aku kira…, cepat masuk! Kamu Abraham?”


  Abraham mengangguk, “Halo, aku Abraham, aku adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas Bandung.”


  “Cepat masuk. Maaf tadi aku mengira kamu orang lain…,”


  Setelah masuk ke dalam, Abraham melihat interior rumahnya yang cukup bagus. Hanya saja ada bekas kotoran di dinding, seperti mengalami perang besar sebelumnya.


  Abraham mengeluarkan kartu mahasiswa dan KTP-nya. Semua ini wajib diperlihatkan.

__ADS_1


  “Jadi begini, awalnya temanku yang meneleponmu. Tapi dia bukan orang yang melamar pekerjaan tutor ini, dia hanya membantuku untuk menelepon, sehingga dia belum memberitahumu namaku. Setelah dia memberitahuku, aku langsung menghubungimu. Anak perempuanmu kelas 3 SMP bukan?”


  Wanita itu sudah lebih tenang sekarang, dia menuangkan air untuk Abraham dan duduk di depannya. Dia menatap Abraham dengan serius.


  Seperti merasa puas dengan penampilan Abraham, wanita itu baru berkata, “Anakku mungkin sedikit membangkang, sebenarnya aku tidak berharap tutor bisa menaikkan prestasinya, hanya saja aku berharap ada yang menemaninya saat akhir pekan atau bisa dibilang menjaganya. Jangan biarkan dia keluar dengan para bajingan…,” kata wanita itu sambil mengerutkan keningnya, kemudian dia membenarkan kata-katanya, “Jangan biarkan dia mengacau dengan anak-anak lain yang tidak baik. Jadi, selama jam tutor, kamu hanya perlu memastikan kalau dia tidak keluar rumah. Aku lebih sibuk, jadi sering lembur di akhir pekan. Aku berharap kamu bisa datang setiap hari sabtu, mungkin hari minggu juga butuh. Aku sudah memberitahu temanmu tentang harganya, 1 jam 120 ribu. Kalau tidak ada masalah, kita bisa mulai hari ini.”


  Abraham sedikit tertegun dengan sikap terus terang wanita ini dan berkata, “Apakah Anda tidak perlu mengetahui prestasiku?”


  Wanita itu menggelengkan kepala dengan senyum terpaksa, “Aku sudah bilang, aku hanya butuh satu orang yang bisa menjaganya agar tidak keluar di akhir pekan dan kalau bisa membantunya belajar lebih baik. Kamu coba dulu. Jujur saja, aku sudah mengganti banyak tutor, sampai sekarang tidak ada yang bertahan sampai sebulan. Semoga kamu bisa betah dengan anakku!”


  Abraham berpikir dalam hati, aku juga tidak ingin bekerja lama di sini. Hari ini aku datang hanya demi 240 ribu itu. Kalau hari ini bisa terlewati dengan baik, paling lain kali akan bilang tidak sanggup dan minta ganti orang saja.


  Dia tentu tidak boleh mengatakannya, apalagi Abraham juga penasaran, dia ingin melihat wanita yang beraura kuat ini punya anak pembangkang seperti apa.


  Wanita itu melihat jam, lalu mengeluarkan 240 ribu kepada Abraham, dia berkata, “Bagaimanapun hari ini akan kuberikan 240 ribu kepadamu. Hari ini aku izin, tetapi jam 3 harus kembali ke kantor. Jadi, mohon bantuannya.”


  Abraham ragu sejenak, pada akhirnya dia tetap menerima 240 ribu itu. Sambil mengangguk, dia berdiri.


  Abraham juga tidak bicara lagi, dia berjalan ke arah pintu dan mengetuknya. Setelah menunggu sebentar dan tidak mendengar jawaban, dia menoleh ke belakang dan melihat wanita itu. Melihat wanita itu mempersilakan, dia langsung membuka pintunya.


  Ketika membuka pintunya, Abraham baru sadar pekerjaan tutor ini akan sulit.


  Bagi orang biasa, kamar seorang anak perempuan berumur 14-15 tahun harusnya berwarna merah muda. Tetapi pemandangan di depannya kali ini berbeda.


  Di dinding memang ada poster artis, tetapi bukan pria tampan ataupun wanita cantik. Semuanya dipenuhi pria kekar dengan postur yang aneh, tubuh penuh dengan tato, telinga, hidung, semua lubang yang bisa ditindik ada antingnya.


  Kamarnya juga sangat berantakan.

__ADS_1


  Seorang gadis dengan jaket kulit berwarna hitam duduk di depan meja. Dia memakai headset besar dan sedang berjoget mengikuti alunan musik. Abraham juga bisa mendengar suara tajam dari musiknya yang penuh dengan lirik bahasa inggris.


  Abraham berjalan masuk dan melepaskan headset gadis itu.


  Jessica yang tenggelam di dalam dunianya langsung sadar dan melotot kesal ke Abraham.


  Seperti sudah tahu identitas Abraham, Jessica berteriak, “Kembalikan headsetku!”


  Abraham tidak mempedulikannya, dia mengambil hp dan mencabut headset dari hpnya, kemudian mengembalikannya.


  “Apa yang kamu lakukan?!” teriak Jessica.


  Abraham akhirnya bisa melihat gadis ini dengan jelas.


  Rambut pendek yang tidak terlalu pendek. Hanya karena dibuat menjadi gelombang dan terlihat seperti tumpukan mie instan di atas kepala, makanya terlihat lebih pendek. Jika diluruskan, mungkin akan menggantung ke bahu.


  Di wajahnya penuh dengan riasan yang jelek. Mata panda yang besar, sepertinya itu riasan mata smokey yang sedang tren. Dia memakai lipstik hitam dan rambutnya juga dicat dengan berbagai warna.


  Bagian depan jaket kulitnya terbuka, dia hanya memakai bra di dalamnya. Dadanya tidak besar sehingga Abraham tidak melihat belahannya.


  Dia memakai celana yang sangat pendek, anak ini benar-benar tidak takut dingin di cuaca seperti ini.


  “Apa yang kamu lihat? Tidak pernah lihat wanita cantik hah?!” seru Jessica sambil berkacak pinggang.


  Abraham menggelengkan kepalanya, gadis ini benar-benar keterlaluan. Wanita di luar sana sepertinya seorang pimpinan di perusahaan. Dia memiliki aura dan sikap yang baik, tetapi dia juga pasti sangat pusing dengan anak gadis seperti ini.


  Telepon tadi mungkin adalah alasan kenapa keluarga ini bisa seperti ini. Abraham tiba-tiba merasa dirinya yang terlahir di sebuah keluarga sederhana adalah sebuah kebahagiaan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2