Kartu Hitam Misterius

Kartu Hitam Misterius
Satu Lawan Tiga


__ADS_3

Rambut Merah kaget dan meninju Abraham lagi, dia berusaha mundur ke belakang agar terlepas dari cengkraman Abraham.


  Abraham tidak mau melepaskannya. Setelah itu, terdengar suara baju robek. Rambut Merah yang panik langsung berteriak, “Sialan! Ini baju baru yang dibeli tahun lalu dan kamu merobeknya? Apa kamu tahu merek baju ini? Ini merek Baleno! Kamu berani merobeknya…?!” Saking marahnya, Rambut Merah bahkan lupa kalau uang 600.000 yang diambil dari Abraham bisa untuk membeli baju baru. Sekarang sudah bulan November, baju yang dibeli tahun lalu tidak bisa dianggap baju baru lagi.


  Dia menendang Abraham dua kali sampai terjatuh, karena itu, bajunya juga robek menjadi dua bagian.


  Melihat bagian baju di tangan Abraham, rambut merah semakin marah. Dia tidak menyangka kali ini akan ada perlawanan, mengingat pertama kali cukup lancar. Dia merasa dirinya sudah cukup baik hati, ditambah kali ini, dia hanya akan meminjam uang sebanyak tiga kali saja. Tidak peduli berapa banyak uang yang ‘dipinjam’ dari Abraham, dia tidak akan meminjam untuk keempat kalinya.


  Tapi, “peminjaman uang” kali ini tidak lancar, dia hanya mendapatkan 600.000, bahkan tidak cukup untuk makan lobster. Tapi bocah ini malah melawan dengan sekuat tenaga.


  “Kamu berani merobek bajuku! Bajuku adalah edisi terbatas Zara, apakah kamu tahu berapa harganya? Sekarang cepat keluarkan 4 juta, jadi kita impas, kalau tidak…,”


  Rambut Kuning tercengang melihat bosnya, tanpa sadar dia berkata, “Bos, tadi kamu bilang Baleno…”


  Rambut Merah langsung memotongnya, dia menatap Rambut Kuning dengan kesal dan berkata, “Apa yang Baleno?”


  Rambut Hijau buru-buru menambahkan, “Tadi bos bilang baju Baleno, tapi sekarang bilang Zara…”


  Rambut Merah tertegun, karena malu dia langsung berteriak kesal, “Pentingkah? Apa itu penting? Aku yang tahu merek bajuku sendiri. Memangnya kenapa kalau aku bilang ini merek Gucci? Sebenarnya kalian ada di pihak siapa?”


  Selesai mengatakannya, dia menendang pantat Rambut Kuning dan Rambut Hijau.


  Ketika tersadar kembali, mereka berdua langsung mengelilingi Abraham yang hendak bangkit.


  Abraham terdiam melihat tiga orang aneh ini, kalau bukan karena dirinya sedang dipukuli, dia mungkin akan tertawa.


  Rasa sakit dan ancaman di depan mata, membuat Abraham mengerti. Tiga preman kecil ini termasuk kurus, dengan tubuhnya yang tergolong kekar, seharusnya dia bisa melawan. Tapi satu lawan tiga, Abraham tidak bisa menduga apa dirinya mampu mengalahkan mereka semua.


  Tapi, dia ingat dengan ancaman Tongkat Kuasa, walaupun hanya 600.000, dia juga tidak ingin berhadapan dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi kepadanya.


  Berkelahi dengan tiga preman ini, paling hanya luka luar. Tapi berhadapan dengan Tongkat Kuasa, dia tidak punya hak untuk melawan, Abraham bahkan tidak berani memiliki pemikiran yang perhitungan seperti itu.

__ADS_1


  Satu lawan tiga, Abraham yang tidak pernah berkelahi dari kecil juga mulai merasa kesal.


  Dia melotot kesal, tiba-tiba dia berteriak dan mengarahkan tinju ke Rambut Merah.


  Tiga orang itu tidak menyangka, Abraham masih berani melawan dalam kondisi seperti ini, dia bahkan menyerang bos mereka terlebih dahulu.


  Tinju itu langsung mengenai mata Rambut Merah. Membuat dia tidak bisa melihat apa pun, pandangannya menjadi gelap dan berbintang.


  Rambut Kuning dan Rambut Hijau tidak tahu harus bagaimana, mereka menatap Rambut Merah yang sedang menutup matanya.


  Abraham melihat kesempatan yang tidak boleh dilewatkan, dia meninjunya lagi. Kali ini mengenai hidungnya….


  Hidungnya langsung berdarah…


  Walaupun tidak pernah berkelahi, tapi tubuh dengan tinggi 180 cm dan berat 70 kg ini tidak sia-sia. Jika satu lawan satu, dari tiga orang ini tidak ada yang bisa menjadi lawan Abraham. Abraham hanya tidak punya pengalaman dan kekejaman saja.


  Tapi sekarang, pengalaman berkelahi bukan muncul begitu saja, tapi juga karena dipaksa oleh tiga preman ini.


  Rambut Merah terjatuh dan menutup kedua matanya. Pandangannya penuh dengan bintang-bintang, dia seperti melihat dunia baru. Karena sangat sakit, dia terus berguling di bawah.


  Rambut Hijau dan Rambut Kuning baru sadar, mereka meninju dan juga menendang Abraham. Abraham yang tidak mempunyai pengalaman berkelahi, tentu akan terjatuh lagi.


  Tapi kali ini, Abraham tidak berusaha berdiri kembali. Dia mengabaikan Rambut Kuning dan Rambut Hijau yang terus memukulnya. Dia duduk di atas tubuh Rambut Merah dan meninjunya berulang kali.


  Setiap kali dirinya dipukul, Abraham akan mengembalikannya ke tubuh Rambut Merah. Sekarang kualitas daya tahan tubuh menentukan hasil, Rambut Kuning dan Rambut Hijau memiliki tubuh lemah, belum sebentar sudah terengah-engah. Tendangan dan tinju mereka juga semakin pelan, tetapi tinju Abraham terasa begitu kuat. Ditambah tubuh Rambut Merah yang juga lemah, setelah beberapa pukulan, dia sudah mulai meminta tolong.


  “Jangan pukul lagi, ah, jangan pukul lagi…! Tolong ampuni aku!”


  Rambut Kuning dan Rambut Hijau bengong. Mereka terbiasa merundung anak-anak yang baik yang biasanya tidak berani melawan balik. Jadi, mereka tentu tidak pernah melihat orang seperti Abraham.


  Ketika Abraham tidak merasakan sakit di tubuhnya lagi, dia meninju Rambut Merah dua kali dan berteriak dengan kencang, “Kamu mau kembalikan atau tidak?”

__ADS_1


  Rambut Merah mana berani bilang tidak, dia terus berusaha bergerak, tetapi Abraham menimpanya dengan kencang. Dengan suara mau menangis dia berkata, “Bos, kamu harus minggir dulu. Aku tidak bisa mengambil uangnya kalau begini…,”


  Abraham juga malas berbicara dengannya, dia langsung memasukkan tangan ke dalam saku Rambut Merah dan akhirnya mendapatkan kembali 600.000 miliknya.


  Dia memasukkan uangnya ke dalam saku dengan hati-hati, kemudian baru berdiri dari tubuh Rambut Merah.


  Melihat Rambut Hijau dan Rambut Kuning ingin mengayunkan tinjunya lagi, Abraham menendang Rambut Merah, membuat Rambut Merah berjerit kesakitan. Rambut Merah tentu mengerti maksud dari tendangan Abraham ini, dia berteriak kepada dua orang anak buahnya, “Cepat minggir, jangan bergerak lagi…,”


  Rambut Kuning dan Rambut Hijau saling bertatapan dan mundur ke belakang.


  Rambut Merah berusaha duduk kembali, dia merasa seluruh tulangnya hampir remuk oleh Abraham. Nafasnya terengah-engah, wajahnya penuh memar membiru. Dengan mulut berdarah dia bertanya, “Bos, apa aku boleh tanya, kenapa kamu hanya memukulku?”


  Abraham melotot dan berkata, “Uangku di sakumu!”


  “Tapi mereka juga memukulimu…,” Kata Rambut Merah yang ingin menangis.


  Abraham berpikir sebentar, sepertinya benar juga. Lalu dia menoleh ke belakang…


  Mungkin karena auranya yang menakutkan, Rambut Kuning dan Rambut Hijau terkejut dengan tatapan Abraham. Melihat Rambut Merah yang terluka dan memar di sekujur tubuhnya, mereka juga mulai merasa takut.


  “Bos, kita bicara baik-baik, jangan pakai tangan…,” kata Rambut Hijau.


  Abraham juga tidak tahu kenapa amarahnya tersulut, dia melangkah ke depan, melihat Rambut Hijau sudah mundur dan tidak bisa digapai, dia langsung mengganti target, tinjunya langsung diarahkan ke Rambut Kuning


  Rambut Kuning, “Bos, kamu curang, tidak boleh begini!”


  Abraham meninju dan menendangnya lagi dan membuat Rambut Kuning terjatuh. Melihat semua ini, Rambut Hijau yang panik langsung kabur. Rambut Merah juga langsung berdiri dan kabur dari situ dengan cepat.


  Merah kuning hijau semuanya kabur dengan cepat. Abraham juga mengacungkan tinju dan mengejar mereka dari belakang…


 

__ADS_1


 


__ADS_2