
Dia berlari masuk ke cabang bank terdekat, biasanya di jam-jam ini tidak akan ada orang lain yang datang.
Abraham memasukkan kartu hitam ke dalam ATM dan memasukkan nomor pin. Lalu, layarnya sekali lagi menunjukkan lubang hitam yang terus berputar itu.
Di tengah-tengah lubang itu, ada sebuah titik emas yang semakin membesar. Pada akhirnya Tongkat Kuasa muncul ke depannya.
“Hahaha, penampilan barumu bagus juga!”
Baru saja muncul, Tongkat kuasa langsung menertawakan botak di depannya dengan sinis. Suaranya terdengar begitu gembira, sepertinya perasaannya sedang baik.
Abraham sangat kesal, “Aku sudah menghabiskan 20 juta rupiah, kenapa rambutku bisa menghilang?”
Suara Tongkat Kuasa menjadi tegas, “Budak, apakah ini caramu berbicara denganku? Kalau bukan karena penampilan barumu yang membuat perasaanku menjadi baik, kamu sudah menerima hukuman karena tidak sopan denganku!”
“Tidak perlu mengatakan hal yang tidak berguna, aku tidak melanggar peraturan. Kenapa rambutku bisa menghilang?” Kata Abraham yang masih kesal dan tidak mempedulikannya.
Setelah terdiam sejenak, Tongkat Kuasa sepertinya juga tidak ingin berdebat dengan Abraham.
“Kamu pikirkan lagi, apakah kamu benar-benar menghabiskan 20 juta itu?”
Abraham tertegun. Setelah berpikir lama, dia berkata dengan tegas, “Harga pakaianku adalah 3.160.000 rupiah, harga sepatu adalah 3.360.000, hp merek Apple ini seharga 11.960.000 rupiah. Total semuanya adalah 18.480.000 rupiah. Lalu ketika bertemu perampok, aku menghabiskan 1.600.000 juta. Kalau dihitung, aku masih rugi 80.000 rupiah! Kamu jangan bilang kalau 200.000 rupiah dari hasil penjualan hp juga termasuk di sini.”
Tongkat Kuasa tersenyum dan berkata, “Aku tidak menghitung uang penjualan hp-mu. Tapi 1.600.000 juta yang dirampok itu, 1.520.000 rupiahnya termasuk dalam saldo mingguan. Kalau dihitung berdasarkan 20 juta rupiah, seharusnya akan menghilangkan anggota tubuhmu sebesar 7.6%. Kalau bukan karena melihatmu yang berhasil menyelesaikan tugas untuk pertama kali, tidak mungkin hanya rambutmu yang hilang. Kamu kira rambutmu itu bisa dihitung 7,6% dari bagian tubuhmu?”
Abraham bengong…
“Jadi maksudmu, 1,6 juta yang dirampok tidak termasuk ke dalam uang yang dihabiskan?”
Tongkat Kuasa hanya mendengus dan tidak berbicara.
Kalau benar-benar begitu, maka kehilangan rambut kali ini termasuk cukup beruntung. Karena jika ingin menghilangkan 7,6% dari bagian tubuhnya, minimal dia akan kehilangan satu kaki. Dengan begitu, dia tidak bisa memakai Air Jordan generasi ke-29 lagi.
__ADS_1
Abraham tiba-tiba merasa takut.
Saat ini, Abraham sudah memastikan dirinya bukan sedang berada dalam acara reality show yang jahil. Melihat semua yang terjadi, bisa dipastikan kalau ini adalah kekuatan supranatural yang misterius.
Alien? Ataupun yang lain, Abraham tidak berani memikirkannya lagi. Pokoknya ini adalah sebuah kekuatan misterius yang tidak bisa dibayangkan.
Kalau kehilangan rambut memang tidak seberapa, tetapi melihat kejadian yang menimpa pria pengendara mobil sport itu, Abraham merasakan ketakutan yang luar biasa. Akibat dari melanggar peraturan budak tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Abraham berusaha keras menenangkan dirinya. Tetapi di depan ancaman kematian, mana mungkin dia bisa tenang?
Kedua kakinya mulai lemas, Abraham terpaksa menggunakan kedua tangan untuk bertumpu pada mesin ATM agar bisa berdiri.
“Kali ini hanya peringatan, karena kamu pertama kali berhubungan dengan hal-hal ini. Kamu seharusnya berterima kasih kepadaku karena sudah berbaik hati. Kalau tidak, hukumannya tidak mungkin hanya seperti itu. Baiklah, Budakku, aku akan mengingatkan sekali lagi, setiap saldo mingguan yang diberikan kepadamu, harus kamu habiskan, tidak boleh tersisa satu perak pun. Kalau terjadi lagi, kamu tidak akan beruntung seperti kali ini. Meski hanya tersisa 100 perak, pasti kamu tidak ingin ada satupun organ tubuhmu yang berkurang.”
Abraham menggigil dengan hebat, dia berkata dengan terburu-buru, “Aku sudah menerima saldo minggu ini, tapi kenapa menjadi 40 juta rupiah? Bukannya saldo awal adalah 20 juta rupiah? Apakah kamu salah tekan?”
Tongkat Kuasa mendengus lagi, “Itu hanya saldo pertama kali, kedepannya saldo akan semakin tinggi. Minggu ini adalah 40 juta, sekarang kamu harus memikirkan bagaimana menghabiskan 40 juta dan tidak ada yang tersisa, bukan malah berdebat tentang jumlah uang denganku!”
Walaupun sangat takut, setelah Abraham menerima kenyataannya, dia berusaha tenang dan bertanya, “Kalau begitu, bagaimana aku bisa tahu pengeluaran mana yang termasuk, lalu pengeluaran mana yang tidak termasuk menghabiskan saldo?”
“Sekarang levelmu terlalu rendah, tidak perlu tahu hal-hal seperti itu. Seharusnya menghabiskan 40 juta masih termasuk mudah.” Suara Tongkat Kuasa menjadi lebih dingin.
Abraham tahu dia mungkin sudah membuat Tongkat Kuasa marah. Dia dengan cepat mengubah cara bicaranya, “Tuanku yang terhormat, budakmu ingin bertanya kepada Anda, apakah saldo mingguan memiliki nilai maksimal?”
“Kamu juga tidak perlu tahu. Tunggu levelmu naik, maka aku akan memberitahumu.” Mungkin karena sikap Abraham yang merendah membuat Tongkat Kuasa senang, jawabannya juga menjadi lebih baik.
Abraham berpikir sejenak, dia sadar kalau pertanyaan terkait saldo mingguan dan tujuannya pasti tidak akan dijawab oleh Tongkat Kuasa. Alasannya adalah karena levelnya belum cukup.
Baiklah, dia akan bertanya lagi ketika levelnya sudah cukup.
“Tuanku yang terhormat, kalau aku mentraktir temanku makan, apakah termasuk?”
__ADS_1
“Boleh, tapi aku yang memutuskan orang yang kamu traktir itu temanmu atau bukan. Lalu, kamu juga harus menemani mereka makan dari awal sampai akhir.”
Abraham mengangguk, walaupun Tongkat Kuasa yang memutuskan teman atau bukan terdengar tidak adil, tapi dia percaya kalau teman asrama dan teman-temannya dari kecil, seharusnya tidak masalah.
Dia ingin bertanya lagi, “Tuanku yang terhormat…”
“Kamu sudah selesai belum?” Kali ini, Tongkat Kuasa langsung memotongnya, dia berkata dengan kesal, “Kenapa kamu punya banyak pertanyaan? Lebih baik kamu pikirkan, bagaimana menghabiskan 40 juta minggu ini!”
Melihat Tongkat Kuasa akan menghilang, Abraham dengan terburu-buru berkata, “Tunggu sebentar, ini pertanyaan terakhir, yang terakhir!”
Tongkat Kuasa masih marah, tetapi dia tetap menahan kesal dan berkata, “Katakan.”
Abraham bertanya dengan terburu-buru, “Uuh…, apakah rambutku masih bisa tumbuh?”
Tongkat Kuasa langsung mengabaikan pertanyaannya dan menghilang diikuti putaran di dalam layar. Kemudian layar kembali seperti biasa, kartu hitam itu juga keluark dari mesin ATM.
“Hah, kenapa kamu pergi tanpa menjawabnya? Aku sudah bilang itu pertanyaan terakhir, benar-benar tidak sopan.”
Abraham mengeluh sambil mengambil kartunya.
Abraham seketika tidak bisa mencerna semua kejadian ini. Uang 40 juta memang tidak terlalu besar, kalau benar-benar ingin menghabiskannya, dia hanya perlu mentraktir teman-temannya makan di restoran mewah setiap hari, uangnya akan habis dalam 3-4 hari.
Lalu, Abraham baru membeli satu set pakaian saja, jadi dia akan membeli baju yang lebih bagus lagi, dengan begitu 40 juta akan habis dengan cepat.
Tapi, dia harus ingat bahwa uangnya tidak boleh dihabiskan secara asal-asalan, karena lain kali tidak akan seberuntung seperti kehilangan rambutnya lagi.
Memegangi kepala botaknya, Abraham pergi dari bank ini dengan suram. Rasa gembira dan semangatnya sudah menghilang, diganti dengan kekhawatiran yang mendalam. Dia masih muda, belum menikmati kehidupan dengan baik, dia tidak ingin mati begitu saja.
__ADS_1