Kartu Hitam Misterius

Kartu Hitam Misterius
Menjadi Tutor


__ADS_3

Abraham terkejut dan langsung menggelengkan kepalanya, “Tidak mungkin, aku bahkan bisa melaporkan semua daftar pengeluaranku minggu ini. Aku bisa memastikan semua uangnya digunakan untuk membeli, tidak ada tip, tidak ada uang jatuh, dan tidak ada uang yang dirampok. Kamu menipuku!”


  “Budak yang bodoh, sebagai Tuanmu yang agung ini, mana mungkin aku menipumu?”


  Abraham bertanya dengan ekspresi tidak percaya, “Kalau begitu beri tahu aku, pengeluaran mana yang tidak dihitung sebagai saldo?”


  Tongkat Kuasa tersenyum dingin dan berkata, “Budak bodoh, aku sudah berbaik hati memberitahumu bahwa saldomu masih ada 1,4-1,6 juta yang belum dihabiskan. Kamu masih berharap aku memberitahukanmu alasannya? Mau tahu alasannya juga boleh, tunggu sampai besok ketika kamu menerima hukumannya.”


  Selesai mengatakannya, Tongkat Kuasa akhirnya merasa senang setelah melihat ekspresi tegang Abraham. Dia menghilang dari layar dan kartu hitam juga keluar dari mesin ATM.


  Abraham mengambil kartunya, sambil berpikir kalau tidak ada pengeluaran yang bernilai 1,4-1,6 juta di minggu ini. Dia sama sekali tidak tahu apa masalahnya.


  Tetapi, dia mengetahui dari ucapan Tongkat Kuasa bahwa saldo minggu ini masih ada 1,4-1,6 juta. Dia hanya perlu menghabiskan 1,4-1,6 juta itu saja, tentunya dia harus mengeluarkan uangnya sendiri.


  Dia mengeluarkan kartu banknya dan mengecek sisa saldo. Sialan, ternyata tidak cukup, hanya ada 1,2 juta lebih.


  Abraham berjalan keluar dari ATM dengan murung, tetapi kabar baiknya adalah nyawanya terselamatkan. Dari semua peraturan yang ada, dia tidak melanggar satupun. Tongkat Kuasa tidak akan menghukumnya karena kesalahan yang disebabkan orang lain. Itu berarti Tongkat Kuasa juga harus bekerja berdasarkan peraturan kartu hitam, dia tidak boleh melakukan sesuatu sesuka hatinya.


  Ini adalah sebuah kabar baik.


  Peraturannya tidak hanya berpengaruh kepadanya, tetapi juga kepada Tongkat Kuasa. Kalau begitu, Abraham tidak akan mati begitu saja.


  Tetapi saldo minggu ini masih kurang 1,4-1,6 juta, dan seluruh harta kekayaannya hanya tersisa 1,2 juta lebih…


  Tony, walaupun kamu tidak perlu ganti rugi. Tetapi kamu harus tanggung jawab dengan 200 ribu yang tersisa, seharusnya kamu akan menyetujuinya kan?


  Abraham menyimpan kartunya dan kembali ke asrama.

__ADS_1


  Tony juga sudah kembali. Di atas meja ada sate yang tidak akan dibeli di hari biasa, dia bahkan membeli sekilo lobster kecil dan ada dua kardus bir di sampingnya. Sebagai teman asrama selama tiga tahun, Abraham pertama kali melihat Tony begini.


  “Akhirnya kamu pulang…,”


  Melihat Abraham muncul di depan pintu, Tony menghela nafas dengan lega, “Tadi aku mengecek ke toilet tapi kamu tidak ada di dalam. Aku mengira kamu ingin bunuh…”


  Abraham langsung melemparkan sepatu ke kepala Tony, “Bunuh kepalamu itu! Siapa yang bunuh diri! Apakah kamu berharap aku cepat mati? Aku baru selesai buang air besar. Karena tahu kamu akan lama, aku pergi jalan-jalan sebentar. Karena terus bermain game dari tadi, leherku terasa kaku, jadi aku mencoba jalan-jalan dan merenggangkan otot.”


  Tony yang dilempar sepatu sama sekali tidak marah, dia malah berkata, “Abraham, laptop… Besok aku akan beri tahu keluargaku, biar mereka…”


  “Kasih tahu kepalamu! Aku sudah bilang kalau aku adalah generasi kedua yang kaya, uang itu tidak ada apa-apanya bagiku! Kalau kamu membahas masalah laptop lagi denganku, aku akan marah!” Di hadapan Tony yang bengong, Abraham menambahkan, “Sebenarnya, aku harus berterima kasih kepadamu.”


  Tony sama sekali tidak mengerti, terima kasih?


  Dia menatap Abraham, “Abraham, apa karena laptopmu rusak, kamu jadi seperti ini?”


  “Jadiaku tidak perlu ganti rugi?” Tony duduk di depan Abraham, dia bertanya dengan ekspresi tidak percaya kepada Abraham yang sudah mulai makan dan minum.


  “Kenapa cerewet sekali sih, itu hanya uang 40 juta, aku akan membeli yang baru. Kamu lihat saja nanti. Sudahlah, tunggu dua minggu lagi, aku akan membeli laptop seharga 160 juta untuk menakutimu!”


  Tony melongo. Dia masih tidak percaya kalau Abraham adalah generasi kedua yang kaya. Selama tiga tahun ini, mereka sangat mengerti dengan kondisi keluarga Abraham. Kenapa tiba-tiba dia menjadi generasi kedua yang kaya? Hal ini agak susah dijelaskan.


  “Tetapi besok aku harus membeli sesuatu, sekarang uangku kurang 400 ribu lebih. Orang tuaku sudah pergi jalan-jalan, aku tidak bisa menelepon mereka untuk transfer uang. Jadi, aku terpaksa menunggu sampai minggu depan. Aku pinjam dulu 400 ribu denganmu,” kata Abraham sambil bersulang dengan Tony. Sambil meneguk bir, dia menggigit lobster kecil dengan lahap.


  Sejak punya kartu hitam sialan itu, Abraham menyadari bahwa dirinya jago berbohong. Semakin hari semakin lancar.


  Tony tertegun, baru saja dia percaya bahwa Abraham adalah seorang generasi kedua yang kaya, tetapi sekarang Abraham malah meminjam uang kepadanya, dan hanya meminjam 400 ribu. Hal ini membuatnya kembali curiga.

__ADS_1


  “Aku sudah tidak punya uang lagi. Aku memberitahu orang tuaku kalau minggu ini aku tidak pulang, jadi mereka mengirimkan uang saku kepadaku… Sekarang karena merusak laptopmu, aku jadi tidak enak. Jadi aku membeli makanan yang banyak dan menghabiskan semua uangku. Kamu juga tahu, uang sakuku hanya 800 ribu per minggu. Sekarang, aku hanya punya beberapa puluh ribu di saku. Untung di dalam kartu kantinku masih ada 200 ribu. Aku bersiap untuk makan sayur seminggu kedepan…”


  Abraham yang mendengarnya tidak menganggapinya serius. Lagian hanya butuh 200 ribu lebih, besok dia akan meminjam kepada teman yang lain, seharusnya tidak susah.


  Tony berpikir sebentar lalu berkata, “Kalau kamu butuh uang, begini saja. Aku mendapatkan pekerjaan tutor besok, aku bahkan belum memberitahukan namaku kepadanya, hanya meneleponnya dan bersiap untuk pergi ke rumahnya untuk membicarakannya. Pekerjaan tutor akan dibayar langsung, besok kamu saja yang pergi. Cobalah menawar harganya 1 jam 120 ribu, setiap kali tutor durasinya 2 jam. Karena masih kurang sedikit, aku ada beberapa puluh ribu di sini, aku akan memberikannya untukmu.”


  Abraham berpikir sebentar, sepertinya ini adalah ide yang tidak buruk. Dia lalu berkata, “Kenapa kamu mau menjadi tutor?”


  “Aku hanya ingin mendapatkan uang lebih. Paman keduaku sering memberikan pekerjaan untukku. Karena sudah mau lulus, aku ingin mencari uang dan membeli pakaian yang bagus, jadi tidak perlu meminta kepada orang rumah.”


  “Tapi kamu memberikan pekerjaannya kepadaku…”


  “Aduh, aku membuat laptop semahal itu rusak dan kamu tidak menyuruhku ganti rugi, walaupun menyuruhku ganti rugi setengahnya juga butuh 20 juta lebih. Buat apa kita membicarakan hal kecil seperti ini?”


  Abraham mengangguk dan menerimanya. Setelah bersulang dengan Tony, dia bercanda, “Tapi walaupun besok kamu pergi, belum tentu juga dia mau menerimamu. Melihat penampilanmu saja mereka akan tahu kalau kamu bukan orang baik.”


  “Ini namanya gendut dan bahagia!”


  Mereka bercanda tawa dan melupakan masalah laptop yang rusak itu.


  Pagi hari, Abraham menelepon orang yang diberitahu oleh Tony, dia memastikan untuk pergi jam 1.30 siang ke rumahnya.


  Kalau dihitung-hitung, jika tidak berhasil, dia akan kembali ke kampus sekitar jam 2. Seharusnya tidak sulit untuk meminjam 200 ribu lebih. Abraham kemudian pergi untuk menghabiskan 1,2 juta yang ada di rekeningnya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2