
Langit sudah menunjukkan warna kebiru biruan ya warna yang sangat indah.
"nih ya anak siapa sih dibangunin dari tadi bukannya bangun palah tambah kebo, nak ayo bangun udah pagi ih" ucap mamanya sambil menggoyang goyangkan tubuh Zifa.
"emmm mamah emang udah jam berapa?"tanya Zifa yang masih mengantuk.
"udah jam 05.40 nak ayo bangun gih gak mau telat kan"
"iya mah ya udah aku mau mandi dulu"
Setelah berujar seperti itu Zifa langsung menuju kamar mandi untuk mandi.
"ah segarnya" ucap Zifa
"eh btw gimana ya keadaan Sinta kok aku jadi khawatir ,ya udah deh nanti pulang sekolah aku jenguk dia"
TAP TAP TAP
suara sepatu Zifa menuruni tangga sangat terdengar jelas.
"Hay kak"sapa Yaya dengan senyum manisnya.
"tumben nyapa pasti ada maunya ya "selidik Zifa.
"ah Kakak nih orang aku lagi baik kok palah
dibilang ada maunya trus kalo gak nyapa dibilang nyeleb"jawab Yaya yang mulai cemberut.
"hahah iya iya deh maafin Kakak ya adik kakak yang pinter baik hati dan tidak sombong"hibur Zifa.
"eh tapi aku emang ada maunya sih heheh" cengenges Yaya.
"mau apa??"
"emm Yaya tu mau minta dibeliin buku ensiklopedia tentang sejarah kak"
"lah buku ensiklopedia nya kakak kan masih banyak emang udah dibaca semua??"tanya Zifa.
"udah kak baru aja habis tadi malem"jawab Yaya.
"emm ya udah nanti kalo kakak ke toko buku kakak beliin yaa" ujar Zifa
"yeeee kakak baik deh" ucap Yaya sambil memeluk Zifa.
"iya kalo muji cuma kalo ada maunya doang kalo enggak mah Kaka gak dianggep"cibir Zifa.
Yaya yang tak terlalu memperhatikan Zifa hanya mengangguk angguk dan melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda.
__ADS_1
"mah pah Zifa pamit dulu ya udah selesai nih makannya"pamit Zifa.
"habisin dulu sayang susunya masak gak diminum nanti yang minum siapa??" ingat mamanya.
Zifa yang teringat susu vanilanya belum tersentuh akhirnya meminumnya sampai tak tersisa.Setelah menghabiskan susu Zifa langsung melangkah keluar.
"loh Reza ngapain disini?" tanya Zifa yang heran mengapa bisa Reza berada dihalaman rumahnya dan bukan palah disekolahan.
"iya gw mau ngajak nyokap Lo selingkuh" ketus Reza.
"heh kalo berani aku lempar ya pakek sepatu" siap zifa sambil mengangkat salah satu sepatunya.
"huft ya jemput lu lah oon "gregret Reza.
Sifa yang melihat Reza memutar bola matanya hanya menggaruk nggaruk tengkuk yang tak gatal.
"cepet naik kalo gak gw tinggal"lanjut Reza sambil menyalakan motornya.
Zifa yang tak mau Ketinggalan langsung menuju motor Reza dan menaikinya tak lupa memakai helm.
Jalanan Jakarta memang sangatlah padat bila dipagi hari.
"uh macet banget ya"keluh Zifa yang sudah mulai kepanasan.
"sabar namanya juga Jakarta kalo gak mau macet ya dihutan"Jawab Reza dengan asal.
Setelah melewati lautan kemacatan Zifa dan Reza akhirnya sampai di sekolah mereka tepat waktu hampir saja satpam akan menutup gerbang sekolah.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju kelas.
"enak ya jadi Zifa bisa naklukin pangeran ice disekolah kita padahal kita aja yang deketin dari dulu palah dicuekin" bisik bisik itu terdengar jelas ditelinga Zifa dan Reza.
Zifa yang menjadi bahan obrolan hanya menghembuskan nafas sedangkan Reza merasa bodo amat (sifat ice nya kambuh lagi)
"cieee Zifa Reza kemana mana berdua nih kita mah yang jomblo mah ditinggal aduhhh berada dunia milik berdua yang lain ngontrak aja "canda Icha.
"idih lu aja yang jomblo gw mah udah punya"jawab Wanti.
"heh kalo kalian ngontrak ayo mana uang kontrakan bulan ini belum pada bayar kalian"canda Zifa yang tangannya sudah siap menerima uang dan berakting seperti ibu ibu kontrakan yang galak.
"tapi btw beneran wan kamu udah punya pacar??sama siapa??anak kelas mana ?sekolah dimana?kelas berapa?? kenal dimana??"tanya Zifa secara beruntun kepada Wanti.
"woy Lo tuh mau tanya hubungan gw buat berita banyak amat yang tanya udah kaya wartawan gosip aja"sewot wanti.
"bener kata Zifa siapa nama pacar kamu??" sambung Icha yang sudah mulai penasaran.
"iya iya namanya Iqbal kelas IPS disekolah sebelah" jawab Wanti yang sudah bersemu merah.
__ADS_1
"ciee cie jangan lupa PJ nya ga guys ya haha" lanjut Zifa.
Bila kalian mau tau dimana keberadaan Reza dia sudah duduk manis dikursinya ia paling malas kalau sudah berurusan dengan dunai pergosipan.
Ting Ting Ting tanda bel mulainya pelajaran sudah dimulai. Zifa Icha Wanti sudah mulai berjalan menuju mejanya masing masing
Lima belas menit kemudian guru datang seorang perempuan tinggi kurus atau bisa disebut ideal mengajar ilmu pengetahuan sosial.
"selamat pagi anak anak" sapa guru itu.
"pagi Bu"jawab serentak.
"ibu punya pengumuman nih buat kalian"
"pengumunan apa Bu?" tanya salah satu murid paling belakang yang sudah mulai penasaran pengumuman apa yang akan diumumkan oleh guru mereka.
guru itu hanya tersenyum melihat anak muridnya yang sudah tak sabaran.
"nah ini baru mau ibu jelasineh udah dipotong aja sama kamu"
"uuuuuuuuuuu" sorak semua siswa ke teman mereka yang bertanya.
"sudah sudah ini mau ibu jelasin hadap sini semua, sekolah kita ini sebentar lagi akan ulang tahun nah maka dari itu kita akan menampilkan banyak sekali acara di agenda itu nah maka dari itu ibu minta kalian juga ikut ya meramaikan acar tersebut nanti kalian bentuk kelompok minimal 5 orang dalam satu kelompok dikelompok tersebut kalian bebas mau membuat apa contohnya drama, konser,teather dan lain lain kalian bebas mau pilih apa"jelas guru itu.
murid murid yang sudah mengerti hanya mengangguk angguk ada juga yang berbisik bisik dengan teman sebangkunya untuk bertanya berkelompok dengan siapa.
"baik lah anak anak kita kembali ke pembelajaran"
semua orang mulai mengeluarkan buku mereka dari tas dan mulai melupakan sementara pengumuman tadi.
Jam istirahat yang ditunggu tunggu berbunyi .
semua murid langsung berhamburan menuju kantin termasuk juga Zifa ,wanti dan Icha.
Sedangkan Reza dan teman temannya sudah berada dikantin dari tadi.
Setelah memesan makanan dan minuman mereka bertiga mulai mencari tempat duduk akan tetapi hanya ada tempat duduk yang kosong disamping Reza dengan terpaksa mereka duduk dibangku itu.
"guys kita mau buat tentang apa buat pentas sekolah ini" tanya Icha mulai membuka pembicaraan.
"gimana kalo kita bikin drama aja"jawab Zifa yang memang sudah dipikirkannya dri tadi.
"kita boleh ikut tim Lo ??" tanya Reza.
ketiga anak perempuan itu langsung menoleh kearah Reza dan mengangguk.
"oke besok kita latihan di rumah gw aja"ajak Icha. lagi lagi semua hanya mengangguk.Jumplah tim juga sudah pas.
__ADS_1
istirahat telah berakhir mereka kembali kekelas mereka lagi.