
"wow, wow, wow pertunjukkan yang amat luar biasa ini beneran tadi saya juga ikut nyanyi loh" pembawa acara itu kembali ke atas panggung dan memberikan pendapat tanpa diminta. Sinta yang memperhatikan dari bawah ikut tersenyum dan merasa bahagia ia seperti ingin terbang bersama lagu tersebut.
Sementara Sifa dan teman temannya di atas panggung hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan dengan seperlunya saja.
Reza juga memperhatikan dari bawah ia juga merasa bahwa Zifa, Icha dan, Wanti menyanyikan nya dengan sepenuh hati sehingga bisa menghasilkan kombinasi yang pas antara bernyanyi dan mengedance. "Siga cantik banget ya Rez" tanya seorang teman yang iseng kepada Reza yang sepertinya sedang melamunkan sesuatu. Reza yang setengah kesadaranya masisih didalam lamunan dia akhirnya menjawab dengan mengangguk. Melihat reaksi Reza yang mengangguk semua tertawa nyaring. Melihat dan mendengar tawa teman temannya Reza akhirnya menyadari apa yang baru saja ia lakukan."mampus gw" batinnya.
Untuk menutupi rasa malunya tersebut Reza memutuskan untuk ke kamar mandi dan mencuci mukanya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
"sial kenapa gw tadi ngangguk sih kan jadi pada ngejek"
Kali ini jatah tim Reza untuk maju menampilkan penampilan timnya. Ternyata Reza akan memainkan drum dan alat musik lainnya dengan nada pop.Wow semua juga ikut bersorak sorak mengikuti alunan lagu yang telah dibawakan seperti tak ingin ter sia- sia kan momen ini ada yang sudah mengambil Vidio mereka (maklum lah yang tampil cogan semua).Termasuk beberapa siswi juga ikut memvidio Reza dan teman temannya.
Acara ulang tahun sekolah itu selesai sebelum jam 15.00.Sebelum bubar tak lupa pula pembawa acara mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya kepada para hadirin yang telah datang pada acara ulang tahun sekolah mereka.
Sinta sudah pulang dari tadi.Sinta juga sudah mengechat Zifa mengabari bahwa ia akan pulang duluan untuk istirahat agar dirinya bisa cepat pulih.
"Zifa biar bareng gw aja ga papa"ujar Reza dengan gaya coolnya tangan dimasukkan kesaku jaket,topi melekat dikepalanya dan jangan lupakan nada suara nya yang datar.
Wanti dan Icha seperti mengerti bahwa Reza ingin diberikan waktu berdua dengan Zifa akhirnya pamit untuk pulang duluan" bye Zifa, kita pulang duluan ya"
"bye hati hati di jalan"Zifa pun membalas dengan melambaikan tangannya kearah dua sahabatnya tersebut.
"bentar gw ambil tas gw dulu"tanpa persetujuan Zifa ,Reza sudah melengos pergi untuk mengambil tasnya yang berada didalam loker.
Zifa mengangguk ia juga mengikuti Reza dari belakang menuju lokernya untuk mengambil tasnya. Kebetulan lokernya itu berada disebelah loker Reza.
Setelah mengambil tas mereka berdua berjalan kearah parkiran sekolah.
Saat diperjalanan teryata Reza tidak mengantarkannya ke arah jalan pulang namun kearah jalan lainnya.
Zifa yang bingung hanya bisa pasrah karena diperhatikan dari sikap Reza bahwa ia masih dalam mood kurang baik.
Jawaban yang Zifa tunggu tunggu akhirnya datang juga.
Tenyata Reza membawanya ke taman yang pernah mereka kunjungi beberapa Minggu yang lalu.
Tak banyak bicara Zifa langsung mengerti saat motor berhenti ia langsung turun dari motor da membiarkan Reza mengarahkan motor kearah parkiran.
"ayo"ajak Reza.
__ADS_1
Zifa mengikuti langkah Reza dari belakang.
Seperti biasa mereka akan duduk disalah satu kursi yang telah tersedia disitu.
"Tadi Lo bagus banget di panggung"puji Reza untuk memulai basa basi agar tak canggung karena mereka sudah disitu setengah jam tanpa percakapan apapun.
"makasih"jawab Zifa.
"bakso bakso"tiba tiba ada tukang bakso yang lewat.Reza berinisiatif untuk memesankan bakso.
"bang baksonya bang"
Merasa dipanggil tukang bakso itu langsung kearah Zifa dan Reza.
"mau pesen bakso mas?"tanya tukang bakso tersebut.
"iya bang pedes ya"jawab Reza.
"Lo mau pedes apa enggak Zifa?"sekarang Reza bertanya kepada Zifa.
"pedes aja gak papa"
lima menit kemudian bakso yang mereka pesan akhirnya jadi.
"enak?
Zifa mengangguk. Melihat reaksi Zifa ,Reza rasanya ingin tertawa ia seperti melihat anak kecil yang sedang kepedasan.
Dengan jail Reza pun mencubit pangkal hidung Zifa.
"ihhh Reza sttt hah aku lagi kepedesen tau kenapa palah digangguin sih"omel Zifa.
Sekarang Reza tak dapat mebnahan tawanya lagi ia tertawa lepas dihadapan Zifa.
Zifa memperhatikan dengan seksama wajah Reza
"ternyata ganteng juga ya "ujarnya dalam hati.
"hey ,hey kenapa liatin gw?oh gw tau iya kok gw tau kalo gw ganteng jadi gak udah kaya tersepona gitu eh salah maksutnya terpesona hahah"ejek Reza.
__ADS_1
Zifa mengembalikan kesadarannya kembali dan memukul dada bidang Reza.
"iya iya deh maaf cini gw cuapin aaaa"ucap Reza lagi kali ini sambil menyuapi Zifa dengan bakso.
Zifa dengan malu menerima suapan tersebut.
"cieee cieeeee"ternyata dari tadi ada yang memperhatikan mereka siapa lagi kalo bukan tukang bakso itu.
"ehem ehem Mamang ganggu nih"canda tukang bakso lagi.
"eh enggak kok bang ini nih temen aku emang suka jail gak usah dipikirin mang"Zifa berusaha untuk menjelaskan hubungannya dengan Reza.
"temen atau temen nih neng?"goda Abang baksonya lagi.
"beneran bang temen"ujar Zifa sambil mengusap air mata.
"eh neng Mamang cuma bercanda gak usah nangis maaf ya"
"bukan karna diejek bang aku nangis tapi karna temen aku nyuapin aku bakso pakek sambel banyak banget"jawab Zifa lagi.
Reza dan tukang bakso itu tertawa terbahak bahak.
Seusai makan bakso Reza mengantarkan Zifa untuk pulang.
"makasih Rez buat baksonya yang bikin aku nangis"ketus Zifa saat sudah sampai dirumah.
"wkwkwk iya tuan putri sama sama lagian apa sih yang enggak buat kamu"canda Reza alisnya juga ikut dinaik turunkan.
"Dih belajar jadi buaya dari mana tuh?gak cocok tauk gombalannya maut tapi mukannya kaya es batu"cengir Zifa tanpa rasa dosa sedikit pun.
Reza hanya mengelus dadanya dan pamit untuk pulang karena hari sudah semakin sore.
Motor yang dikendarai Reza sudah hilang ditikungan jalan ia pu akhiirnya ikut masuk kedalam rumah.
"cie cieee dianterin lagi sama kak Reza hahhaah"goda Yaya yang ternyata dari tadi mengintip dari balik jendela ruang tamu.
Zifa yang melihat itu langsung mengejar adiknya namun sayang tak bisa. Yaya sudah masuk kedalam kamar dan menguncinya agar kakaknya tak bisa menangkapnya yang habis menggoda Zifa.
"punya adik gini amat kalo disumbangin atau dijual boleh gak yah sama mamah plus papa"
__ADS_1
"adanya kak Zifa yang dijual hahah"tambah Yaya dari dalam kamar.