
Zifa, Icha , dan Wanti memutuskan kembali ke lapangan setelah selesai makan di kantin.
Namun belum sempat mereka bertiga berdiri tiba tiba dihadapan mereka ada seseorang yang tengah berdiri.
"Zif boleh ngomong bentar? " ujarnya.
Zifa yang merasa namanya di panggil ia pun menoleh memperhatikan orang yang sedang berada didepannya ini. Setelah berfikir akhirnya ia mengangguk dan mengikuti orang itu.
"lah Zifa ngapain ikut dia? udah tau kalo dia itu jahat dika ngebully ngapain nurut coba" Icha yang melihat Zifa meninggalkan mereka berdua pun protes. Sedangkan Wanti ia tak menggubris Icha sama sekali ia palah diam diam membuntuti Zifa dan orang itu.
Ternyata orang itu mengajak Zifa ke gudang sekolah yang sudah tak terpakai lagi dan telah terbengkalai.
"Zif gw mau minta maaf atas kesalahan gw sama lo selama ini" orang itu berkata dengan menundukkan kepala seperti benar benar merasa bersalah.
Awal awalnya Zifa hanya memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki dan setelah ia terdiam sekitar lima menit akhirnya Zifa berbicara "iya gak apa apa kamu udah sembuh? "
Orang yang ditanya seperti itu langsung reflek menoleh ke arah Zifa padahal dulu ia sangat jahat kepada Zifa tapi mengapa orang yang dulu selalu dibully nya palah menanyakan kabarnya pertanyaan itu terus terngiang ngiang di kepalanya.
"i-iya aku udah agak mendingan kok " jawabnya.
"ya syukur deh oh iya ini lagi mau ada pementasan dari kelas angkatan kita loh kamu mau liat gak Sin ? " tanya Zifa lagi yang mencoba menawarkannya kepada Sinta.
"boleh makasih ya udah maafin aku" jawab Sinta.
Zifa mulai menuntun Sinta ke lapangan yang telah diubah itu.
...POV ****SINTA****...
...Malam itu ia terbangun dari masa kritisnya....
Di ruangan itu ada mama dan papanya serta dokter yang telah memeriksa dirinya. Setelah dokter itu memeriksa dan memberi laporan kepada suster dokter itu bercakap cakap serius dengan mama dan papa. Sinta merasa aneh kenapa dirinya bisa di rumah sakit dan kenapa pula kepalanya diperban.
apa yang telah terjadi pada dirinya????.
Itu lah ya g sekarang ada di dalam pikiran Sinta.
"hay sayank mau makan gak" tawar mamanya sambil mengelus pipi Sinta.
__ADS_1
Sebagai jawaban Sinta hanya menggeleng dan bertanya kepada mamanya "mah kenapa aku bisa disini? dan apa yang telah terjadi? "
Sebelum menjawab mamanya menghela nafas dalam dalam baru menjawabnya "sebenarnya waktu kamu dari mall kamu kena tabrak lari".
" trus yang bawa aku kesini siapa mah kok aku gak inget? "
"kalo gak salah namanya tuh Zifa deh" jawab mamanya sambil memastikan nama yang telah ia sebutkan.
"Zi-Zifa? "
"iyad ayang kenapa kamu kok kaya pucet gitu yang ngucapin namanya kalian temen baik kan soalnya yang sering jenguk kamu itu Zifa bukan kedua sahabat kamu itu sih" terang mamanya.
"o-oh iya kok ma kita temen palah deket banget dan tadi mama bilang apa?? sahabat aku gak sering jenguk? " tanya Sinta yang memang bingung kenapa kedua sahabatnya ini tidak sering menjenguknya dan mengapa pula palah Zifa yang sering menjenguknya?. Pertanyaan itu terus terngiang ngiang di kepala Sinta.
"Permisi bu" dari luar saat Sinta sedang asik dengan lamunannya sendiri dari luar ada yang mengetuk pintu. Reflek Sinta dan mamanya langsung menoleh ke arah suara ternyata itu adalah dokter yang selama ini merawat Sinta.
Sudah hampir satu minggu Sinta menginap di rumah sakit dan ia baru saja sadarkan diri.
"boleh saya bicara dengan ibu di kantor saya" ucap dokter itu.
"boleh kok pak" mam Sinta langsung menjawab dokter tersebut dan mengikutinya sebelum mengikuti dokter tersebut ia berbicara dengan anaknya "bentar ya sayang mama tinggal dulu kalo butuh apa apa tinggal pencet bel ini" setelah itu ia langsung mengikuti dokter.
Di ruang dokter mamanya Dinda dan dokter itu bicara serius sekali.
"pak bagaimana kondisi anak saya apakah anak saya masih parah lukanya atau sudah bisa dibawa pulang?" ibu Sinta langsung menyerbu dokter dengan pertanyaan pertanyaan tentang anaknya demi mendapatkan informasi.
"ya Sinta memang sudah ***3h pulang tapi dia harus dijaga dengan ketat dan juga tidak beh kecapean kalo perlu jangan sampai anak ibu jatuh dalam waktu dekat ini atau bisa membahayakan kondisinya dikarenakan Sinta belum pulih total namun masih dalam keadaan normal" dokter itu menjelaskan sambil mencatat resep obat untuk Sinta yang nanti bisa ditebus di apotek.
"ini busilahkan anda bisa menebusnya di apotek terdekat atau didekat ruang IGD juga ada apotek mini"lanjut dokter itu.
Setelah menerima resep obat mama Sinta langsung pamit untuk keluar dan langsung menuju ke apotek dekat IGD agar lebih cepat dan memangkas waktu.
" Hai sayang lagi apa kok dari tadi mama liatin lagi ngelamun terus"
"eh mama sejak kapan disini kok Sinta gak tau sih mama juga ngagetin aku tauk" Sinta memegang dadanya karena kaget tiba tiba mamanya ada didepannya.
"barusan aja makanya jangan ngelamun terus kan jadi gak tau kalo mama udah masuk"
__ADS_1
"hehehe iya mah maaf"
"oh iya kita udah boleh pulang nak kata dokter tapi kamu harus tetep cek kesini setiap bulan sekali" jelas mamanya. Sinta tak menjawab ia hanya mengangguk dan memperhatikan mama nya yang mulai memberesi barang barangnya yang ada di kamar rumah sakit tersebut.
satu jam kemudian semua sudah berada di bagasi mobil Sinta juga sudah berada didalam mobil dan juga mama nya.
sesampainya di rumah Sinta langsung disuruh oleh mamanya untuk langsung istirahat dikamar agar kondisi Sinta dapat cepat pulih dari sakitnya.
Sinta lagi lagi hanya mengangguk dan menuruti perintah ibunya.
Dikamar bukannya tidur tapi malah membuka akun whatsapp.
... SINTA AND THE GENG...
^^^^^^ANDA^^^^^^
^^^Hai kalian gw udah pulang nih main dong^^^
BAWEL👉👤
WHAT!! lu udah pulang Sinta kapan pulangnya?
emm maaf gw lagi sama pacar gw jadi gak bisa ke lo.
MAK LAMPIR❓🕒❓
eh iya Sin kapan lu pulang kok kita gak dikasih tau sih oh ya maaf gw juga lagi sama pacar gw jadi gak bisa sama lu ya maaf banget ya.
^^^ANDA^^^
^^^Baru tadi kok ^^^
^^^ya udah gak papa kalo kalian lagi sibuk^^^
...READ. ...
Sinta hanya menghembuskan nafasnya dan mulai terlelap tidur.
__ADS_1
Namun sebelum tidur ia sempat berpikiran kenapa kedua sahabatnya kini jauh berbeda tak seperti mereka yang dulu.
Sibuk memikirkan itu Sinta langsung terlelap tidur dengan menitikkan air mata ia juga tak tau mengapa ia menitikkan air mata.