Kau Aku Dan Perpisahan

Kau Aku Dan Perpisahan
Bab 18


__ADS_3

Keesokan paginya Sinta memutuskan untuk mengunjungi sekolah tanpa mengetahui bahwa sekolah itu sekarang masih ada suatu acara.


"maaaa, Sinta bosen izin keluar bentar ya ma"teriak Sinta dari depan pintu rumah.


" mau pergi ke mana?? kok tumben banget biasanya kalo pagi pagi tuh kamu masih aja tiduran di kasur kalo dibangunin susahnya minta ampun sampai sampai mama bingung mau ngebangunin kamu pakek cara apa?? "bukannya memberi izin mama Sinta palah berceramah panjang lebar membongkar aib nya yang selama ini ia tutupi dalam dalam. Namun Sinta hanya menganggapnya bercanda dan menyengir karena yang dikatakan mama itu sangat benar. Agar tak berkelanjutan ia segera bersalaman dengan mamanya sebelum mamanya melarangnya keluar dengan alasan ia masih sakit.


" mang tolong anterin Sinta ke sekolah ya"ujar Sinta kepada supir keluarganya.


"eh neng Sinta emang ada apa neng kok pagi pagi banget? trus neng Sinta udah sembuh? kok mau ke sekolahan"


"iya mang gak papa pingin aja ya udah yuk buruan anterin " Sinta hanya menjawab seperlunya saja bila supir keluarganya itu dijawab panjang lebar maka ia akan bertanya terus menerus sampai membuat Sinta merasa lelah dan marah baru ia akan berhenti.


Supir itu langsung menuju ke bagiannya belakang kemudi demi melihat Sinta yang sudah duduk manis di kursi belakang.


Diperjalanan ke sekolah mamang hanya memperhatikan majikannya dari kaca di dalam mobil.


Mamang juga membatin tidak seperti biasanya juragan mudanya ini hanya duduk manis biasanya ia akan selalu mengomel walau tidak ada salah sedikit pun yang dilakukan oleh mamang.


Sedangkan yang sedang di lamunkan sekarang masih setia duduk dibelakang dengan kepala menghadap ke samping arah jendela mobil sambil termenung mengapa ia sangat jahat kepada Zifa padahal bila di pikir pikir sebelum Zifa di sekolah itu pun Reza memang sudah menunjukkan ketidak sukaaanya kepada Sinta.


Sesampainya di sekolah Sinta tak langsung turun ia memandang sejenak sekolah yang sudah 2 tahun ini ia menempuh pendidikan.


Sebelum turun ia berkata kepada mamang "mamang duluan aja gak papa kok nanti aku bisa naik taxi kalo mau pulang"


tapi neng nanti saya di marahi sama nyonya karena membiarkan eneng disini sendiri apalagi eneng baru aja keluar dari rumah sakit "mamang itu memberikan alasan agar dirinya bisa mengawasi Sinta dari sini. Walau majikan mudanya ini suka membentak bentak dirinya mamang tetap saja ia masih peduli dengan juragan mudanya ini apalagi ia bekerja di sini sejak Sinta masih bayi sekitar 3 bulan.


" udah mang gak papa kok lagian aku juga lama nanti mamang malah bosen sendiri"


mamang yang mendengar perintah itu akhirnya mengangguk dan mengikuti perintah Sinta.


Setelah mengawasi mobil merapat ke jalan raya Sinta langsung masuk kesekolah ia juga terheran kenapa semua memakai baju bebas dan... mengapa beberapa dari mereka sedang asik memakai make up. Wajar saja bila Sinta terheran karena biasanya kalo ada anak murid yang ketahuan membawa alat make up maka akan langsung di hukum dan disita alat make up nya. Bukankah ini hari senin?? biasanya juga osis melakukan penggeledahan kok semua gak takut.


Sinta tak ambil pusing dengan itu ia segera mencari Zifa karena tak kunjung menemukannya Sinta bertanya kepada salah satu siswi yang sedang bergerombol untuk menanyakan dimana Zifa sekarang.


Salah satu siswi berbaik hati menjawab pertanyaan Sinta.


Setelah menerima informasi dimana Zifa sekarang ia langsung mengucapkan Terima kasih dan langsung menuju ke Zifa. Dari kejauhan Sinta bisa melihat Zifa sedang tertawa tawa dengan kedua sahabatnya itu. Ia juga merasa bersalah telah membully Zifa padahal yang menolongnya saat kecelakaan adalah orang yang selama ini ia bully.


Sinta pun memutuskan untuk mendekat kearah meja itu dan mengajak Zifa untuk berbicara.


...****...


"hey Sinta kamu liatin apa kok bengong" Zifa memutuskan lamunan Sinta yang sedang memperhatikan dirinya.


"hehehe gak papa kok Zif"


"ya udah yuk ke lapangan kayaknya udah mau mulai deh acaranya".


Mereka berdua memutuskan untuk kelapangan terlebih dahulu. Tanpa mereka sadari dari tadi ada yang memperhatikan mereka dari jauh.

__ADS_1


" Sinta tiba tiba minta maaf aneh gak menurut lo? "Wanti meminta pendapat dari Icha.


" iya lumayan tumben tuh bocah minta maaf kesambet apa tuh"Icha pun ikut menimpali.


sudah udah mendingan kita juga ke lapangan nanti Zifa curiga kalo kita ngikutin dia"


Icha hanya mengangguk dan mengikuti langkah Wanti.


"hay guys kalian dari mana aja aku udah disini lima menit yang lalu loh tapi kalian palah gak keliatan sama sekali" Zifa bertanya kepada mereka berdua yang baru saja sampai di lapangan.


"Hehehe iya nih tadi Icha katanya mules, iya kan cha? "


"lah gw gak mul,awwww" sebelum Icha menyelesaikan ucapannya Wanti sudah dulu mencubit pinggangnya dengan sangat keras. Icha yang hampir saja keceplosan langsung memperbaiki ucapannya "eh maksutnya ia tadi gw mules jadi lama deh"


"PARA HADIRIN SEKALIAN TERIMA KASIH TELAH BERPARTISIPASI DALAM ACARA YANG DIADAKAN SEKOLAH INI"


Zifa tak sempat mencurigai Wanti dan 8cha karena di atas panggung sudah ada pemandu acara sedang berpidato. Dan pertanda bahwa acara sudah akan dimulai.Semua pandangan tertuju keatas panggung. Termasuk para undangan yang telah berpartisipasi.


"KEPADA BAPAK KEPALA SEKOLAH YANG KAMI HORMATI SERTA ANAK ANAK MURID YANG KAMI CINTAI DAN KAMI BANGGA BANGGAKAN TERIMA KASIH SUDAH MAU MENGIKUTI ACARA YANG KAMI SELENGGARAKAN DALAM RANGKA ULANG TAHUN SEKOLAH KITA SEKOLAH YANG SUDAH 17 TAHUN DIDIRIKAN, TAK TERASA SUDAH LAMA SEKOLAH INI BERDIRI UNTUK ITU MARI KITA SAMBUT BAPAK KELAPA SEKOLAH KITA MARI TEPUK TANGAN"


prok prok prok suara tepuk tangan memenuhi lapangan sekolah itu. Kepala sekolah pun maju dan menyampaikan beberapa pesan untuk anak anak murid serta basa basi lainnya.


*BAIKLAH SUDAH PASTI KALIAN SUDAH TAK SABAR BUKAN MENANTI PENAMPILAN DARI ANAK MURID KAMI MARI KITA SAMBUT SATU PERSATU DARI KELOMPOK SATU"


sekali lagi suara tepuk tangan memenuhi lapangan.


Tim satu sampai dengan sepuluh berisikan kelas sembilan. Mereka piawai sekali menguasai suasana panggung.


Mereka bertiga berdiri dan memberikan hormat kepada para hadirin dan para undangan mereka juga memperkenalkan diri masing masing.


Setelah itu mereka membentuk formasi dan ber dance dan menyanyikan lagu laskar pelangi


Mimpi adalah kunci


Untuk kita menaklukkan dunia


Berlarilah tanpa lelah


Sampai engkau meraihnya


Laskar pelangi


Takkan terikat waktu


Bebaskan mimpimu di angkasa


Warnai bintang di jiwa


Menarilah dan terus tertawa

__ADS_1


Walau dunia tak seindah surga


Bersyukurlah pada Yang Kuasa


Cinta kita di dunia


Selamanya


Cinta kepada hidup


Memberikan senyuman abadi


Walau hidup kadang tak adil


Tapi cinta lengkapi kita


Ho-oh-oh


Oh-oh, o, o, ho-oh


Laskar pelangi


Takkan terikat waktu


Jangan berhenti mewarnai


Jutaan mimpi di bumi, oh


Menarilah dan terus tertawa


Walau dunia tak seindah surga


Bersyukurlah pada Yang Kuasa


Cinta kita di dunia, ho-oh


Menarilah dan terus tertawa


Walau dunia tak seindah surga


Bersyukurlah pada Yang Kuasa


Cinta kita di dunia


Selamanya


Selamanya


Laskar pelangi

__ADS_1


Takkan terikat waktu, uh, oh


Semua bertepuk tangan sampai sampai semua juga ikut berdiri mereka sangat terharu dan tersentuh oleh lagu itu.Termasuk dengan Sinta.


__ADS_2