
"wah bagus sekali Zifa penjelasannya" guru yang mengajar ikut berkomentar. Zifa yang dipuji hanya tersenyum dan mengangguk pelan lalu kembali ke bangkunya. Reza yaang melihat Zifa berjalan ke arah bangkunya pun ikut tersenyum.
"baik lah anak anak kalau kalian sudah selesai silahkan bawa ke meja ibu ya dikantor soalnya ibu ada rapat bentar oh ya kalian juga udah boleh istirahat soalnya udah bel"
Lagi lagi semua mengangguk dengan serempak.
"Zif tadi itu keren banget kamu penjelasannya sampai tuntas lagi jarang jarang loh guru sejarah mau muji muridnya" ujar salah satu temannya.
"iya gimana ya biar aku bisa pinter kaya Zifa tutor nya donk Zif" imbuh yang lain.
"emm gini kalau kita mau bisa di mapel tersebut kalian harus senangi dulu mata pelajaran itu dan pahami dulu apa yang dipelajari" jawab Zifa setelah itu ia ikut Icha dan wanti yang sudah menunggunya didepan kelas untuk ke kantin.
Sesampainya dikantin mereka langsung mencari tempat duduk karena mencari tempat duduk dikanti sangat lah susah bisa disebut sudah penuh.
"kalian mau pesen apa biar gw aja sekalian yang pesen? " tawar Icha.
"aku mau mie ayam sama es jeruk satu ya yang pedes" jawab Zifa.
"kalo lo mau apa wan? " tanya Icha kepada wanti.
"sama in aja"
Setelah mendengar jawaban itu Icha langsung melengos pergi untuk memesan makanan.
5 menit menunggu Icha kembali dengan pesanan masing masing.
Mereka bertiga asik menyantap makanannya masing masing sampai Icha berceletuk "emm nanti jadi kan latihan dirumah gw? "
Zifa dan wanti kompak mengangguk atas pertanyaan Icha.
Setelah selesai memakan mereka bertiga kembali ke kelas.
"wanti ,Icha , Zifa" tiba tiba saat diperjalanan mereka mendengar ada yang memanggil nama mereka bertiga dan ternyata itu adalah Reza.
"kenapa rez? " jawab wanti.
"itu gw cuma mau bilang kayanya gw gak sekelompok deh sama kalian maaf ya soalnya gw sama anak cowok cowok lainnya"
"oh kalo itu ga apa apa santai aja" kini giliran Icha yang berceletuk.
Zifa hanya mendengarkan percakapan itu.
"ya udah kalo gitu gw pamit dulu bye semua" pamit Reza.
mereka melanjutkan perjalanN menuju ke kelas yang tadi sempat tertunda.
__ADS_1
SKIP PULANG SEKOLAH
"Zif bareng kita aja ini trus sekalian ke rumah Icha" kata wanti.
"oh ya udah kalau gitu" jawab Zifa dan mengikuti wanti dan Icha yang menuju ke mobil Icha.
Sesampainya dirumah Icha mereka bertiga langsung masuk ke rumah Icha.
"halo anak mami dah pulang kah" dari dalam dapur ada yang berteriak seperti itu.
"iya mi udah" jawab Icha. "mii ini ada temen Icha sini donk" teriak Icha lagi.
"eh eh ada temen nya Icha ya wah baru pertama kali ini loh Icha bawa temen baru biasanya cuma wanti aja yang diajak kesini"
"iya tan aku baru aja pindah dari sekolah lain aku Zifa tan" jawab Zifa dengan menyalami tangan ibu Icha.
"owalah gitu to ya udh sekarang kalian makan dulu gih mami dah siapin makanan di meja makan"
"oh iya mi yuk guys makan dulu" ajak Icha.
Mereka berempat makan dengan lahap diselingi dengan gurauan gurauan dengan maminya Icha.
setengah jam kemudian mereka sudah selesai memakan makanan dimeja.
"1 2 3 4 5 6 7 8"
"bentar guys gw capek" keluh wanti.
Mereka menghentikan tarianya dan istirahat.
Satu jam mereka habiskan untuk latihan menari itu atau lebih tepatnya dance .
REZA
P
ZIFA
kenapa?
REZA
dah pulang?
ZIFA
__ADS_1
belum ini masih latihan emang kenapa?
REZA
tunggu disitu jangan kemana mana gw jemput sekarang setengah jam lagi gw sampai!!
Zifa yang membaca pesan itu hanya bisa pasrah saat mengetahui bahwa Reza akan menjemputnya ia pun menghela nafas.
"kenapa Zif? " tanya wanti yang memang dari tadi sudah melihat perubahan dari ekspresi Zifa.
"gak papa cuma reza katanya mau jemput kok" jawabnya jujur.
"ciee gini ni yang jomblo mah nyimak" canda wanti. Mereka bertiga tertawa mendengar candaan tersebut.
"ok nanti kita latihan sendiri ya dirumah biar besok tuh tampil maksimal" ujar Zifa.
Kedua sahabat nya tersebut mengangguk mantap.
"oh ya aku juga gak bisa make up pan kalian bisa gak besok make up pin aku" lanjut Zifa lagi.
"what demi apa lo gak bisa make up an? " icha yang kaget reflek berteriak.
"just gak usah teriak teriak budeg kuping gw lu gituin" sekarang wanti ikut menimpali.
"heheh iya maaf soalnya gak kebiasaan paling aku tuh cuma pakek sabun muk aja hak6pak3k tambahan make up"
Wanti dan icha langsung saling toleh.
Cewek secantik Zifa tidak memakai make up pun atau minimal screen care.
"huft ya udah kalo. itu gw aja yang atur sekalian aja baju biar gw yang urus" jawab icha.
"wah makasih"
Setelah selesai obrolan tersebut dari luar terdengar suara bunyi motor yang tak asing bagi ketiganya.
Suara motor Reza.
"eh guys aku pulang dulu ya dah dijemput" pamit Zifa sambil berjalan mendekat kearah dimana tasnya berada.
"gw juga pamit pulang cha dah sore soalnya" wanti pun juga ikut pamit karena memang sudah pukul 17.00.
Icha yang mendengar itu mengangguk dan mengantar kedua sahabatnya itu keluar rumah.
"bye semua"cap Icha tanganya juga asik melambai.
__ADS_1
" bye"jawab wanti dan Zifa kompak.