Kau Aku Dan Perpisahan

Kau Aku Dan Perpisahan
bab 16


__ADS_3

"kalian kenapa liatin aku terus ada yang salah ya? " tanya Zifa yang heran mengapa dirinya diperhatikan dari tadi.


"kata siapa kita liatin kakak ih ke pedean" Yaya mulai menggoda kakaknya lagi.


"ck kakak gak ngomong sama kamu" Zifa menjawab dengan ketus.


"idih kakak nih"


"udah udah kalian ini gak pagi gak malam gak siang selalu aja ribut" lerai mamanya.


"jadi gini nak , mamah sama papah tuh udah restuin hubungan kamu sama Reza gitu" lanjut mamanya.


"eh tapi aku sama Reza gak ada hubungan apa apa mah , pah beneran kita cuma sahabatan aja" Zifa membela diri.


"huft iya papah tau kamu juga masih gak bisa move on kan dari mantan kamu? sadar nak dia udah ngehianatin kamu"


"i-iya pah" Zifa mendadak mengubah nafa bicaranya ia tak selera makan akhirnya kembali ke atas untuk tidur.


tok tok tok suara pintu kamar Zifa diketuk oleh seseorang dan ternyata itu mama.


"nak mama boleh masuk gak? " tanya nya dari luar.


"iya mah masuk aja gak dikunci kok"


Mama Zifa masuk dengan membawa sebuah kotak ditangannya karena penasaran Zifa pun mempertanyakannya.


"yang dibawa mama itu apa? "


"oh ini hadiah buat kamu sayang coba buka deh" ujar mamanya sambil tersenyum lembut.


Zifa yang amat penasaran memutuskan untuk membukanya, dan ternyarlta isinya adalah gaun yang sangat cantik.


"i-ini buat aku mah? " tanya Zifa tak percaya dengan benda yang sekarang ada ditangannya ini.


"enggak sih itu buat kuntilanak penunggu pohon beringin di samping kuburan" jawab mamanya dengan nada ketus.


"ohhh kalo gitu nih kasihin dia dong kenapa palah kasih ke aku" Zifa pun melipat dan memasukkan baju itu kedalam books dan menyerahkannya kepada mamanya.

__ADS_1


"hadehhhh punya anak lemot amat" keluh mamanya sambil menepuk dahinya sendiri.


"lah kan bener kan buat kuntilanak kok palah marah sih agrhhh mamah bikin aku pusing"


"ya buat kamu lah Zifa masak buat kuntilanak, kan yang anak mama itu kamu bukan kuntilanak, sabar , sabar" kata mamanya yang kali ini palah mengelus dadanya.


"ohhh bilang dong mah kan kalo gini enak" ujar Zifa dengan nada tanpa dosanya.


"dahlah stres mamah ah sama kamu mamah mau tidur aja" pamit mamanya dan segera pergi dari kamar Zifa. Namun sebelum pergi Zifa bertanya "mah kalo ini buat aku trus kuntilanak nya gimana mah kan kasihan"


"dah bayak tuh baju kuntilanak"


kuntilanak:hey aku juga mau gaun itu😭😭😭


"gimana mah Zifa seneng dapet gaun baru? " tanya papanya saat melihat istri tersayangnya turun dari kamar anak sulung nya.


"seneng palah ya seneng banget saking senengnya sampek kepala mama mau pecah" keluh istrinya.


"lah kok bisa mah? " sekarang Yaya lah yang bertanya.


"iya tuh kakak kamu, kan mamah kasih gaun itu buat dia lah dia nya palah nyangka itu gaun buat kuntilanak"


Pagi pun tiba matahari masih malu malu menunjukkan sinarnya.


Sedangkan Icha dan wanti sekarang masih sibuk membangunkan Zifa yang tidur amat pulas.


"lah Zifa bangun ayo lo tuh belum mandi belum make up pan juga" ujar Icha yang mulai bosan membangunkan Zifa.


"iya nih cepet bangun Zif." wanti pun ikut duduk di samping Icha tepatnya di atas tempat tidur Zifa. Sudah dari setengah jam yang lalu mereka berdua membangunkan Zifa namun Zifa tak kunjung bangun juga.


Akhirnya mereka menemukan jalan pintas yaitu dengan mencipratkan air kemuka Zifa.


" awww loh kalian kenapa disini hemm? kan masih pagi trus kenapa kalian nyiram aku juga? "tanya Zifa dengan mata setengah tertutup karena masih sangat mengantuk.


Sebenarnya Zifa juga agak jengkel mengapa ia harus dibangunkan sepagi ini padahal kan ia masih ingin di dunia mimpinya yang sangat indah ia sedang bermimpi berdansa dengan reza.


" masih pagi masih pagi nih liat jam berapa hah!! ini udah jam enam kurang dua puluh menit "Wanti yang sudah putus asa akhirnya pun marah.

__ADS_1


Zifa yang tak mau mendengarkan lebih banyak celotehan Wanti ia pun langsung menuju kamar mandi dan mandi dengan cepat. Tak sampai lima menit ia telah selesai mandi bahkan sudah memakai gaun yang diberikan mamanya semalam. Gaun itu sangat cantik dipakai oleh Zifa bahkan Zifa terlihat seperti princess di dongeng dongeng.


" wow kamu cantik banget Zif, padahal belum di make up in"Icha memuji penampilan Zifa yang amat cantik dan elegan serta gaun itu nyaman untuk dipergunakan menari.


"hehehe makasih" jawab Zifa.


Wanti yang sudah mempersiapkan make up nya mulai mendandani Zifa.


Waktu melesat tanpa terasa dan tak terasa pula bahwa Zifa sudah selesai.


"eh btw ini jam berapa ya kok udah kaya jam 06.30 deh" ujar Icha yang memang teliti soal waktu.


Zifa pun berdiri dan memperlihatkan pukul berapa sekarang dan ternyata dugaan Icha benar sekarang sudah pukul 06.30 .


Mereka yang tak mau telat langsung berlarian menuju bawah untuk berpamitan dengan mamanya Zifa untuk pergi ke sekolah.


"mah kita bertiga pamit ya maaf gak salaman karena udah telat bye ma" teriak Zifa sangat kencang membuat mamanya yang sedan mencuci piring kaget. Jangankan mamanya Icha dan Wanti yang sudah berada didepan saja ikut kaget.


"woy suara lu keras banget kuping gw sakit rasanya" Icha berseru saat melihat Zifa sedang memakai sepatunya.


"hehehe maaaf guys ya udah skuy berangkat kita btw nunggu angkot kan? "


Wanti dan Icha reflek menepuk dahi mereka masing-masing. Hey lihatlah mereka sudah cantik cantik masak harus panas panasan dulu buat nunggu angkot.


"ya ampun Zifa kalo naik angkot kenapa gw bawa mobil segala kita berangkatnya naik mobil bukan naik angkot" sekarang giliran wanti yang berteriak.


Zifa yang diteriaki bukannya merasa bersalah palah menggaruk garuk lehernya yang tak gatal sama sekali sambil nyengir lebar.


Mereka akhirnya berangkat menuju sekolah.


Dengan posisi Wanti msnyetir Icha duduk di samping Wanti dan Zifa duduk dibelakang.


Merek bertiga asik di Kegiatan masing masing.


Sampai lah mereka disekolah mereka pu menuju kelapangan yang sekarang disulap menjadi sebuah panggung besar nan amat megah berdiri disana kursi kursi undangan yang amat cantik serta siswa dan siswinya juga tak sabar ingin menunjukkan penampilan mereka.


Ketiga sahabat itu mengambil nomer urut mereka dapat no urut 40.

__ADS_1


Di sini juga belum banyak yang berangkat mungkin mereka juga masih bersiap siap.


Untuk mengisi waktu senggang itu daripada melamun mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke kantin dengan misi mengenyangkan perut mereka yang berbunyi akibat lapar belum sarapan.


__ADS_2