
Brakkkkk
"woy lo kenapa Al? " tanya temannya. Alvino hanya diam tak menanggapi. Hatinya kini sedang panas.
Teman teman Alvino ikut melihat arah pandangan dia.
"kaya ada bau bau cemburu nih hahaah" semua menimpali dengan tertawa. Namun tidak dengan Alvino ia langsung melengos pergi begitu saja.
Ia pergi ke kamar mandi untuk menenangkan dirinya. Di kamar mandi ia juga mencuci mukanya yang telah berwarna merah seperti kepiting rebus akibat menahan rasa amarah.
Ting ting ting
Tiba tiba ponselnya berdering sangat nyaring di sakunya.
"Halo mah " sapa Alvino.
"hay anak mama yang paling ganteng, kamu lagi sibuk gak? " tanya mamanya.
"gak kok mah ini palah belum bel masuk kelas"
"emang ada apa sih mah?" tanya Alvino memastikan.
"emmm gini mama mau ajak kamu nanti malem buat ikut dinner sama rekan perusahaan mama kamu mau ya? " bujuk mamanya.
Alvino tak langsung menjawab ia nampaknya sedang berfikir apakah dirinya akan ikut atau seperti biasanya ia akan menghindar.
"ayo dong nakk mamah tau apa yang kamu pikirin pasti kamu lagi mikirin buat nolak ajakan mamah kan seperti biasanya? "
Alvino hampir tersedak akibat perkataan mamanya.
"E-enggak kok mah kata siapa" elak Alvino.
"ya udah berarti nanti malem bisa dong, ya udah mama matiin dulu yah ini mamah mau rapat, byeee"
"m-mah Alvino kan bel"
tut tut tut.
Tanda bahwa telepon sudah dimatikan.
"huft mama nih ck selalu aja ngebuat keputusan sendiri".
" Al lo kenapa kok tadi tiba tiba langsung mlengos pergi? "tanya salah satu temannya yang tadi menyaksikan bahwa muka Alvino mulai berubah.
" gw gak papa kok lex tenang aja"jawab Alvino. Namun mukanya tak menunjukkan ekspresi yang sama.
Alex yang seperti sudah mengetahui apa yang tengah dipikirkan Alvino pun mencoba untuk memberikan saran.
__ADS_1
"gw tau apa yang lo rasain Al, tapi inget selama janur kuning belum melengkung lo bisa perjuangin dia oke! so gak udah kepikiran lagi kalo emang dia yang lo suka ya lo perjuangin tapi dengan jujur paham" setelah memberikan wejangan untuk temannya satu ini Alex segera pergi untuk membiarkan Alvino merenungi apa yang tadi dirinya ucapkan tak lupa pula sebelum pergi ia menepuk nepuk pundak Alvino.
"eh Reza itu buku yang aku pinjem duluan kembaliin ihh" teriak Zifa sambil menatap nyalang kearah Reza yang kini tengah membawa buku bacaannya yang tadi sengaja dirinya pinjam dari perpustakaan.
"dih apaan baca kaya gini daripada lu baca kaya gini mending lu liatin gw aja yang ganteng ini"
"howeeekkkk jijik Reza cepet ihh balikin itu buku! "
Saat Reza hendak membalas tiba tiba dari arah sampingnya ada yang menyambar buku itu. Bila kalian menduga itu Zifa maka salah besar.
"kalo berani jangan sama cewek doang, katanya primadona kok hobinya gangguin cewek cih" ucap orang tersebut sambil menyerahkan buku bacaan kearah Zifa.
Degan takut takut Zifa menerima buku itu.
"Maksut lo apaan hah gw cuma godain Zifa doang gak godain cewek lain! " sergah Reza.
"wow wow santay bro kan gw cuma ngomong kalo gak bener kenapa marah? oh ya kenapa juga tuh kuping kayanya panas banget" tanya orang itu.
"bangsat lo Al" Reza bersiap untuk memukul orang itu.
"Alvino,Reza kalian bisa gak sih gak usah kekanak kanakan" ingat Zifa.
Ya orang yang berada antara Reza dan Zifa adalah Alvino.
Kedua orang yang akan bersiap untuk adu jotos tersebut menoleh.
Alvino pikir Zifa akan meleleh melihat senyumnya. Namun yang dipikirkan oleh Alvino salah besar Zifa sama sekali tak seperti cewek cewek pada umumnya yang akan langsung berteriak bila melihat senyum Alvino.
"ngapain lo senyum senyum ke Zifa hah mau cari muka? " tanya Reza yang kepanasan.
"cih ada yang cemburu ternyata"
"byee Zifa gw mau kelapangan dulu anak anak lain udah pada nunggu soalnya" ujar Alvino sambil berlalu pergi.
Alvino adalah kapten basket di sekolah itu.
Alvino juga salah satu murid tercogan di sekolah itu selain Reza. Ditambah ia adalah kapeten basket maka kepopulerannya semakin bertambah pesat.
"Udah gak usah dipikirin Rez kamu kalo marah jelek banget sumpah kaya drakula rawwww" canda Zifa.
Reza hanya tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Zifa.
"iya iya lu juga selalu jelek setiap saat kok Zif" ujar Reza.
"what?"cengang Zifa.
"eh beneran po aku jelek aduh disini ada kaca gak ya,huhuhu kaca mana kaca Reza mana kaca Reza"drama Zifa.
__ADS_1
"oh kaca ada ditokonya sayank kenapa?"Reza pun ikut mendrama.
"dih jijik saya mendengar kalimat itu"gaya Zifa padahal dirinya sangat salah tingkah.
"oh gitu ya sayang katanya jijik kok mekanya merah kaya kepiting rebus?jijik atau saltong sayank,hahahah"Reza menambah dramanya lagi.
"apaan sih Rez gak lucu tauk"akibat candaannya Reza mendapat hadiah dari Zifa berupa pukulan dipunggung yang amat keras.
"AW sakit Zif lu tuh ya"
"bwekk suruh siapa dari tadi ngeledek muli kena batunya kan sekarang?"
"kenapa enak?sini aku tambahin"
Bel pulang sekolah yang ditunggu tunggu akhirnya berbunyi.Ini menyelamatkan mereka dari pelajaran matematika yang amat teramat mematikan.
Saat bel berbunyi semua langsung sumringah bahkan mereka tak menghiraukan guru yang ada didepan sedang mengucapkan apa.Yang terpenting bagi mereka sekarang adalah pulang ke rumah ,makan siang lalu bermalas malasan di kasur mereka yang amat empuk.
"Baik anak anak tugas ini diselesaikan dirumah dan ibu tambah lagi dari halaman 43-46"ujar guru matematika itu.
Kebahagiaan murid murid untuk bermalas malasan dirumah telah hilang sudah karena harus mengerjakan pr mereka dari guru itu dan besok juga ada pelajaran matematika lagi.Tambah lah pekerjaan mereka hari ini.
Tapi itu tidak berpengaruh bagi Zifa dan Reza.Mereka adalah murid tercerdas.
"Sumpah ini guru gak berperasaan banget ya ngasih PR kok segini banyaknya?"umpat Icha setelah guru yang mengajar itu pergi.
"sabar,sabar aja Cha banyakin sabar oke"tenang Zifa.
"pala Lo ngomong sabar lah lu mah enak pinter berprestasi lah gw Zif jangankan berprestasi ngeejain tugas dari emak gw aja gw selalu salah kok"
"eh gw inget Lo ada prestasi kok Cha tenang aja gak usah khawatir"tenang Wanti.
"oh ya??prestasi gw apa nih kok gw gak tau"
"mau tau doank atau mau tau banget nih"goda Wanti.
"Wanti!!!"
"iya iya prestasi Lo tuh emmm"
"Apaan woy (ToT)gw dah mau nangis nih"greget Icha.
"Prestasi Lo adalah ngabisin duit emak Lo ,hahah"
Jlepp
"sakit tauk hati aku kamu kok gitu sih"canda Icha dengan ekspresi dilebih lebihkan dan itu membuat ketiga sahabat itu tertawa bersama.
__ADS_1