
kukuruyukkkkkkkkk suara ayam berkok sudah terdengar. Jam menunjukkan pukul 05.00 pagi.
"emmm kok udah pagi sih perasaan baru sebentar deh aku tidurnya , howaaaaaa" gumam Zifa sambil menggaruk garuk lehernya dan mulai mengumpulkan nyawa nya.
"lah tumben kok alarm ku gak bunyi biasanya kan bunyi coba ah aku cek" Zifa mulai turun dari ranjang lalu menuju jam kesayangan nya itu.
"yah kok mati ?? ini rusak atau kehabisan batre ya.... ah aku bingung tambah pusing gak paham aku kalo soal kaya gini mending nyelesain soal ips 100 soal daripada nyelesain kaya gini"keluh Zifa.
Zifa yang tak mau ambil pusing langsung menuju kamar mandi tak lupa pula membawa handuk.Setelah selesai mandi ternyata jam baru menunjukkan pukul 05.30.
"masih pagi ya ... ya udah deh aku bejara dulu dikit dikit", Zifa mulai membuka buku mapel matematika yang akan dipelajari nya nanti. Tak terasa jam menunjukkan pukul 06.30
"Zifa bangun nak dah jam berapa nih nanti kamu telat" teriak ibunya yang tak tau kalau Zifa memang sudah bangun dari subuh tadi.
"kok mamah teriak teriak sih kan masih pagi"
"ya ampun udah jam segini aduhh kenapa aku gak ngerasa sih kan nanti telat" dengan terburu buru Zifa berlari ke meja makan dan menyomot rotinya.
"kalo makan sambil duduk nak gak baik buta perempuan" nasihat Yaya yang menirukan nada suara orang tuanya saat menasihati dirinya sendiri.
"kakak gak sempet buat duduk ini udah mau telat soalnya"ujar Zifa sambil terus menyumpalkan roti kedalam mulutnya.Dan tiba tiba
uhuk uhukk uhukk ya suara batuk itu dari Zifa karena ia makan sambil bicara.
"tuh kan kesedak makanya kalo makan jangan sambil tengkaran kan jadi keselek" ingat Mama nya sambil menuangkan susu kedalam gelas Zifa dan menyerahkannya.
Sambil menerima dan meminum susunya Zifa mulai menyalami kesua orang tuanya dan yang terakhir ke adik nya yang super duper jahil kepada dirinya.
Zifa buru buru memakai sepatu dan langsung pergi namun.... ternyata sudah ada Reza yang menunggunya.
"eh Reza ngapain disini?? nunggu siapa" ujar Zifa sambil celingak-celinguk kesana kemari.
"gw nungguin lu kalik gak usah celingak celinguk gitu"ujar Reza sambil mengangkat helm dan menyerahkannya kepada Zifa agar bisa memakainya.
"cepet naik udah Mai telat nih"
"iya iya aku naik"ujar Zifa degan sedikit cemberut.
Setelah Zifa naik Reza langsung melajukan motor dengan sangat kencang karena tanda bel masuk sebentar lagi berbunyi.
__ADS_1
Namun secepat apapun Reza mengendalikan motornya mereka tetaplah telat.
"yahhh telat, maaf ya Reza kamu jadi ikutan telat karena aku harusnya tadi kamu gak usah jemput aku" ujar Zifa dengan penuh penekanan karena merasa bersalah.
"hahahh ga papa kalik emng gw nyalahin lu?? enggak kan ??, dan juga kalo nanti kita dihukum kan seru gak usah ikut pelajaran yang pusing itu" ujar Reza yang bertujuan menenangkan Zifa.
Satpam mendengar keributan diluar pun memeriksanya.
"hey kalian berdua!!! ngapain disitu ini udah jam masuk "tanya satpam tersebut.
"maaf pak tadi macet dijalan jadi kami terlambat deh, boleh kami masuk pak??" jelas Reza dengan menambahkan sedikit kebohongan.
"maaf gak bisa, kalian hanya bisa masuk kalo petugas piket ke sini dan ngehukum kalian"jelas satpam itu.
"kalo saya gak papa pak dihukum tapi biarin temen saya masuk pak kasian dia kan perempuan masak ikut dihukum"Reza berusaha bernegosiasi.
Mendengar pernegosiasian Reza dan satpam itu membuat Zifa tersebut dan mengapa pula dirinya rela bernegosiasi agar ia tidak dihukum.
"enggak pak ini semua sebenernya salah saya tadi saya keasikan belajar trus gak liat jam eh akhirnya kami telat deh,kalo bapak mau ngehukum?? hukum saya aja pak karena disini saya yang salah bukan Reza dan dia cuma berusaha ngelindungi saya"jelas Zifa.
"maaf penjelasan apapun dari kalon tetep aja kalian berdua dilarang masuk dan harus menunggu guru yang piket biar bisa hukum kalian"satpam itu tetap kukuh pada komitmen nya
"Zif lu gak apa apa kalo dihukum bareng gw??" tanya Reza.
"kan gw dah bilang gak apa apa kalik ,santai aja"ujar Reza.
"wah wah wah mana nih pak murid yang masih berani datang terlambat ke sekolah"ujar guru yang sedang berpiket.
namun suara itu sangat khas Zifa dan Reza langsung menoleh ke arah suara itu
dan ternyata yang sedang bertugas untuk piket adalah guru bahasa yang bernama Bu suri.
"eh Reza ,Zifa ternyata kalian ya yang telat?? biasanya juga kalian selalu disiplin gak terlambat"tanya Bu suri.
Reza dan Zifa yang ditanya saking tatap dan menjelaskan secara singkat mengapa dirinya dan Reza bisa telat (ya setidaknya jujur).
Bu Suri yang mendengar itu mengangguk anggukkan kepalanya "oh jadi gitu ya?? tapi kalian tetepa harus dihukum"
"yahhhh"Zifa dan Reza hanya ber "yahh" saja.
__ADS_1
"eh tapi ini beda ya hukumannya buat kalian ibu kurangin deh gemana kalo bersihin perpustakaan ya lebih tepatnya merapikan buku buku yang berantakan"ujar ibu Suri.
Zifa dan Reza hanya mengangguk. Setelah negosiasi hukuman itu mereka diizinkan masuk dan harus langsung menjalani hukuman yan telah diberikan. Sesampai di perpustakaan mereka langsung mengambil peralatan yang bisa dibuat membersihkan perpustakaan dan menata buku buku yang sudah mulai berserakan. Para pengunjung tidak memperhatikan penulisan rak buku.
"huft capek juga ya ternyata bersihin perpustakaan mana perpus nya besar banget lagi" keluh Zifa.
"lu capek?? kalo capek mendingan istirahat dulu biar gw yang lanjutin lagian kurang sedikit lagi kok gak papa kalo gw yang nglanjutin"tawar Reza.
"eh enggak kok udah gak capek lagi"jawab Zifa.
"beneran?? muka Lo udah kaya gitu loh" Reza berujar memastikan.
"iya bener kok nih muka aku gak keliatan capek kan" ucap Zifa sambil menunjuk wajahnya yang berkeringat.
"hahaha iya iya gw percaya kok"ujar Reza sambil berjalan ke arah Zifa.
"eh mau ngapain??" tanya Zifa.
"bersihin keringat Lo !! tuh banyak banget"
Saat Reza sedang membersihkan keringat Zifa tiba-tiba
ehm ehm
ada suara dehaman dari arah belakang Reza.
"eh Bu Suri kok disini sih" tanya Zifa gelagapan.
"kalian udah selesai ??" balas Bu suri yang jelas jelas tidak menjawab pertanyaan Zifa.
"belum Bu tinggal sedikit lagi "sekarang Reza yang menjawab.
"oh ya udah lanjutin lagi yang beres beresnya ibu mau ke kantor pusat dulu, inget jangan ngebucin terus"jawab Bu suri.
" iya Bu hati hati dijalan ya Bu" Zifa yang berujar.
"huft kirain kita mau dihukum lagi tadi hahahah"canda Zifa.
"kalo gw sih gak papa dihukum asalkan bareng sama lu"
__ADS_1
"ih gombal"
Mereka melanjutkan menata buku buku sesuai raknya.