
Sesampainya di sekolah banyak mata yg memandang Zifa dan Reza. Zifa yang diperhatikan seperti itu mulai tak nyaman dan akhirnya langsung berlari ke dalam kelas.
Namun sayangnya salah satu fans Reza mendatangi Zifa dan melabraknya.
Brakkkk
semua kaget karena meja dipukul dengan keras oleh Sinta.
"wow guys disini ada anak baru yang berani ngedeketin Reza gw" ujarnya sambil penuh penekanan.
Zifa yang diperlakukan seperti itu pun bingung apa arti dari perempuan didepannya ini karena ia tak pernah sekali pun dekat dengan Reza.
"maksut kamu apa ya??" tanya Zifa dengan sopan
"cih gak usah pura pura gak tau deh, lu ngedeketin Reza kan "jawab Sinta dengan nada ketus
"aku gak ngedeketin Reza tuh" bela Zifa karena memang dia tidak pernah merasa mendekati Reza.
"kalo lu gak ngedeketin Reza kenapa tadi bareng ma dia hah . JAWABBBB!!!"
"aku gak sengaja ketemu dia pas mau berangkat kesini kok"
Sinta yang ingin menjawab belaan Zifa pun harus diurungkan karena bel tanda masuk kelas sudah berbunyi
Ting Ting Ting
"awas lu kalo masih Deket Deket ma Reza gw" ancam nya sebelum meninggalkan kelas Zifa.
Zifa pun menghembuskan nafasnya kenapa harus dia yang kena.
Sebenarnya alasan Zifa pindah ke sekolahnya yang sekarang selain pekerjaan orang tuanya Zifa juga ingin melupakan mantannya dan juga sahabatnya yang sudah menghianati Zifa.
Bila dikenang lagi memang sakit namun bagaimana lagi itu semua sudah terjadi atau bisa dikatakan nasi sudah menjadi bubur tak tak bisa kembali lagi.
Jam pelajaran pun berakhir dengan istirahat.
"Zif kekantin yuk laper nih" ajak Wanti dan Icha
"iya bener Zif yuk ke kantin jgn pikirin omongan Mak lampir tadi pagi"
Sebagai jawaban Zifa menggangguk kebetulan juga ia lapar.
"gw mau pesen batagor lu berdua mau pesen apa ?? biar sekalian gitu" tawar ixah yang sudah siap antri untuk membeli makanan.
" samain aja dih Ich"jawab Zifa dan wanti bersamaan.
"Cha kita tunggu di meja sebelah sana ya"
"oke"jawab Icha sambil memberikan jempol
Saat menuju meja yang sudah di incarnya namun tiba tiba
"UPS maaf"ujar Sinta dengan nada yang dibuat buat. Ya Sinta dengan sengaja menumpahkan minumannya ke baju Zifa.
"eh kalo jalan liat liat dong" ujar wanti yang tak terima teman nya diperlakukan seperti itu.
"eh tadi gw udah bilag kan gw gak sengaja!! ngapain lu palah nge gas gitu"Sinta pun memulai drama nya.
sontak semua orang yang ada dikantin menoleh ke tiga orang yang sedang berdebat itu.
"cih lu bilang gak sengaja ?? ,eh sadar dong semua yang ada disini juga tau lu tu drama queen" Wanti mulai tersulut emosi.
"udah udah gak apa apa kok wan, nanti juga bajunya kering sendiri udah yuk kita pergi aja dari sini" ajak Zifa dengan lembut ke Wanti karena tak mau temannya itu tersulut emosi lagi.
Tanpa disadari dari tadi Reza menyaksikan pertengkaran itu .Reza jg kenal dengan Sinta , cewek itu pernah menembaknya namun selalu ditolak oleh Reza.
" Wih ratu drama lagi ngebully murid baru tuh" ucap Dani salah satu sahabat Reza disekolah ini. Reza tak menanggapi ucapan Dani ia hanya
fokus kepada cewek yang sedang melerai perdebatan antara Wanti dan Sinta.
****************************
Ting Ting Ting
suara bel tanda masuk kelas sudah berbunyi . semua murid yang dikantin pun satu persatu masuk ke dalam kelas tentunya termasuk Zifa dan Reza.
saat didalam kelas tiba tiba Reza menawarkan sapu tangan yang selalu dibawanya kepazda Zifa.
" Nih pakek buat ngelapin baju lu"
Zifa menoleh keatas dan mendapati Reza sedang mengulurkan sapu tangannya. Dengan ragu Zifa pun menerimanya
"makasih" ucap Zifa
" lu gak apa apa kan tadi gw liat lu di bully ma Team drama queen"tanya Reza
"Team drama queen?? siapa tuh" tanya Zifa yang memang tak mengerti arah pembicaraan.
"Sinta bodoh"jawab Reza dengan nada agak di tekankan.
"loh kok team kan cuma satu orang enggak banyak"
"sebenernya mereka itu ada empat anak ketuanya Sinta gak tau tadi dayang dayang nya pada kemana"jawab Reza
"ohh gitu ya" angguk angguk Zifa yang entah paham atau tidak.
percakapan mereka tak lagi bersambung karena guru datang ke kelas mereka.
"huft akhirnya pulang juga" ucap Zifa sambil merentangkan kedua tangannya.
"mau pulang bareng GK?" tanya Reza sambil berpura pura merapikan buku buku yang masih ada dilaci.
"gak deh aku bisa naik angkot kok lagian jam segini angkot masih pada berkeliaran di jalan raya"
"oh ya udah" karena mendapat penolakan dari Zifa akhirnya Reza pun pergi.
"maaf ya Reza bukan nya aku GK mau pulang sama kamu tapi aku gak mau dituduh tukang caper in cowok" ujar Zifa dalam hati.
__ADS_1
Pada saat sekarang ini apa yang justru dipikirkan oleh Reza??.
Saat pergi dari kelas tadi tiba tiba handphone nya berbunyi
drttttttt drtttt drrrrrttt
Reza pun mengangkat telfon nya teenyata dadi nyokap nya
" halo kenapa mah"
" nanti kamu pulang langsun pulang jangan kelayapan mama sama papa mau ngomong penting"
dan telfon pun di putuskan secara sepihak.
hufttt Reza pun menghela nafas.
parkiran sekolah mulai sepi Reza pun menuju motornya yang berada di halaman parkir.
Sesampainya di rumah ternyata ke dua orang tua nya sudah menunggu di ruang tamu.
"nak kamu udah pulang??" sapa mama nya sambil tersenyum.
namun hanya dijawab dengan anggukan oleh Reza.
" mama sama papa mau ngomong apa ?? gak biasanya kayak gini"
"gini sayang mama sama papa mau ke luar negeri selama 1 tahun kamu gak papa kan mama sama papa pergi"
jlebb rasanya sakit sekali saat orang tua nya lebih mementingkan pekerjaan nya daripada dirinya.
"mah, pah knp lama bangt??"ujar Reza dengan sedih . Yah bagaimana pun Reza masih membutuhkan kedua orang tuanya.
"ini demi kebaikan kita" jawab papanya sambil menyalakan rokok.
" kebaikan apa pah!!, uang kita udah cukup buat kita hidup dari dulu kalian selalu aja lebih mentingin kerjaan daripada Reza"ucap Reza yang sekarang berdiri sambil berlinang air mata.
plakkkk
suara yang cukup keras itu berasal dari papanya Reza
" kamu tuh gak tau hidup di dunia ini kejam ,kalo kita gak kerja kita gak bakal bisa hidup enak seperti sekarang ini"hardik nya
"mah , Reza mau keluar dulu mau cari udara segar"pamit Reza.
Dengan masih menggunakan aksesoris atau baju sekolah Reza pun pergi ke luar untuk mencari udara segar. Reza melajukan motornya diatas rata rata tujuan nya tidak lain adalah taman yang selama ini selalu ia kunjungi saat terpuruk.
Saat ia masih melamun kan kedua orang tuanya tiba tiba Reza mendengar seseorang menyanyi
lagu sahabat kecilku karya betrand petto putra Onsu
Dipersimpangan jalan ku duduk sendiri
Tak ada kamu yang selalu temani aku
Saat tangis dan tawa
Berjanji bersama menggapai bintang
Kini hilanglah sudah semua cerita itu
Sahabat kecil dimanakah kau berada
Masih ingatkah kamu
Saat-saat yang indah
Kini aku tak tahu kau dimana
Sahabat kecil yang selalu ku rindukan
Lelapkan tidurmu jika memang kau telah tiada
Sahabat kecil yang selalu ku nantikan
Ku berharap suatu saat nanti
Kamu akan datang
Berharap kamu akan datang
Sahabat kecil yang selalu ku rindukan
Lelapkan tidurmu jika memang kau telah tiada
Sahabat kecil yang selalu ku nantikan
Ku berharap suatu saat nanti
Kamu akan datang
Sahabat kecil yang selalu ku rindukan
Lelapkan tidurmu jika memang kau telah tiada
Sahabat kecil yang selalu ku nantikan
Ku berharap suatu saat nanti
Kamu akan datang
Berharap kamu akan datang
Berharap kamu akan datang lagi itu mengingatkan nya kembali pada sahabat masa kecilnya.Dengan menghembuskan nafas Reza mulai terhanyut ke dalam lagu tersebut namun dia seperti mengenal suara yang sedang menyanyi tersebut.
Karena penasaran akhirnya Reza mendekat ke kerumunan yang ada ditengah taman.
Ternyata yang sedang bernyanyi adalah Zifa teman sekelasnya .
__ADS_1
Setelah selesai bernyanyi kerumunan pun mulai sepi.
"ehm, bagus juga suara lu" ujar Reza
"eh R-reza ngapain kamu disini" agak sedikit kikuk saat Zifa menjawab.
"cari udara segar, kenapa lu tadi nyanyi lagu sahabta kecil enggak lagu yang lain" tanya Reza yang sedang menyelidik Zifa
" aku dulu punya sahabat kecil, saat itu kita harus terpisah karena pekerjaan orang tua" ucap Zifa sambil menatap langit dan ekspresinya seperti berharap ia bisa bertemu dengan sahabt nya lagi.
" sahabat aku cuma ninggalin kenangan cuma berupa bandul"
"apa??? bandul"tegas Reza
"iya bandul"
"oh ya kamu lagi ada masalah ya kok mukanya kusut gitu kaya baju yang belum di setrika hahahha" canda Zifa.
Reza diam tak menanggapi.
"kalau ada masalah cerita aja sama aku gak papa kok! kalo nanti aku bisa bantu pasti aku bantu" yakin Zifa.
"sebenarnya ortu gw mau ke luar nengri"ucap Reza.
Reza pun menceritakan semuanya dari awal.
"orang tua kamu kan mau kerja kalo kamu kesepian tenang aja anggep aja kalo aku ini sahabat kamu"ujar Zifa sambil tersenyum.
"iya makasih"
Hari pun semakin sore Reza mengantarkan Zifa pulang dengan selamat.
"thank ya udah jadi temen curhat gw"
"iya gpp kok" ujar Zifa sambil mengembalikan helm.
"oh ya besok gw jemput ya?? please!!!" mohon Reza.
"gak usah Za aku gak mau ngrepoti kamu" tolak Zifa dengan halus.
"gw gak ngerasa direpotin " tegas Reza sekali lagi
"ya udah iya besok kamu boleh jemput aku"pasrah Zifa.Senyum diwajah Reza pun mengembang.Baru pertama kali ini dia tersenyum kepada seorang cewek.
"oke besok aku jemput" jawab Reza sambil menyalakan motornya.
Setelah Reza tidak kelihatan Zifa masuk kedalam rumah.
" aduh anak mama sekarang udah punya pacar"goda mamanya
"enggak ma cuma temen aja" jawab Zifa yang langsung berlalu pergi agar tak ditanya tanya oleh mamanya lebih lanjut lagi.
drrttt drrttt
" eh kok ada telfon dari nomor gak dikenal?"
"halo ini siapa ya" tanya Zifa dengan sopan
"Reza"jawab Reza dengan singkat jelas padat seperti mengisi usaian saat tes.
"eh Reza darimana kamu dapet nomer aku"
"dari wanti"
"oh oke"
" jawangan lupa di sv ya nomer gw"
" iya aku sv nanti"
Tut Tut Tut sambungan pun berakhir
+62*********
sv Reza
Zifa
oke
Reza 😎
lagi ngapain?? gw gabut nih
Zifa
abis mandi lh knp gabut ??
Reza
Gak tau gabut aja
jangan lupa besok dandan yang cakep kan mau dijemput gw hahahah
Zifa
ih apaan sih🙄
Reza
iya iya maaf cuma bercanda kok jangan marah
Zifa
gak
chat pun berakhir disitu karena keduanya kembali fokus ke buku yang sedang dipelajari nya.
__ADS_1