Kau Aku Dan Perpisahan

Kau Aku Dan Perpisahan
Bab 20


__ADS_3

Sore berganti malam.Zifa yang baru saja selesai mandi turun kebawah untuk makan malam.jam menunjukkan pukul 18.30.


Di bawah sudah ada mama ,papa,tqk lupa pula Yaya.Mereka semua memang sedang menunggu Zifa untuk makan bersama.


"tumben pah mah gak makan duluan?"tanya Zifa keheranan.


"iya emang sengaja nungguin kamu" jawab papa nya sambil mengangguk.


"nungguin aku??emang ada apa pah tumben nungguin "


"sini dulu nak duduk"kali ini suruh mamanya.


Zifa mengangguk lalu duduk di kursi biasanya.Bersebelahan dengan Yaya.


"gimana sekolahnya??ada yang ja kohatin kamu gak?"


"gak ada lah pah semua temen Zifa baik kok palah baik banget,tunggu tunggu kok papah sama mamah nanya kaya gitu sih emang ada apa ya?"Jelas saja Zifa heran tumben sekali orang tuanya bertanya dengan nada sedih.


"se-sebenernya" mamanya tak kuat mengucapkannya pun menangis sesenggukan.


"sebenernya apa mah jangan buat Zifa ikut panik mama kenapa?pah mama kenapa pah"


Papanya hanya menghela nafas. Begitu juga dengan Yaya anak itu juga sudah ikut terisak kecil.


"sebenernya tuh"kini papanya juga ikut menggantungkan kalimatnya.


"KITA PUNYA SURPRISE BUAT KAMU"tiba tiba semua berteriak dengan lantang membuat Zifa kaget.


"ha-ha maksutnya?"Zifa sekarang juga ikut te bata bata melihat ketiganya yang tertawa serempak.


"ini buat kamu selamat ya tadi kamu di panggung bagus banget"Mamanya berujar sambil tersenyum lembut membuat siapa saja seakan terbuai dengan senyumannya.Senyuman yang selalu bisa membuat seseorang merasa tenang.


"ini beneran?kenapa kalian ngerjain aku?aku kira tadi kalian kenapa ,huwaaaaaa"kini Zifa yang benar benar menangis.Semua memeluk Zifa dan menenangkannya.


"udah udah cup cup anak papa sama Mama kok nangis sih"tenang mamanya.


"iya udah jangan nangis donk kakakku yang cengeng plus jelek ini Yaye sebagai adik merasa malu loh punya kakak yang cengeng"seperti biasa Yaya akan selalu menggoda Zifa bila ada kesempatan.


"Yayaaaa!!!"sambil sesenggukan Zifa meneriaki adiknya. Merasa diteriaki Yaya segera kabur dan menutupi kedua telinganya.


"aaa kakak jelek hahahaha"dari dalam kamar pun Yaya juga tak henti henti mengejek Zifa Dan membuat Zifa cemberut sedangkan membuat kedua orang tua mereka tertawa. Menertawakan kelakuan kedua anak mereka yang tak pernah akur satu detik pun.

__ADS_1


Bila kalian melihatnya kalian akan menggeleng nggeleng gelengkan kepala.


Zifa tak memperhatikan adiknya lagi ia kini sudah beralih fokus ke hadiah yang diberikan oleh orang tuanya untuk dirinya.


Walaupun hadiah itu sederhana tapi Zifa sangat menyukainya terlebih lagi itu dari orang tuanya .Hadiah itu sepenting gelang yang diberikan oleh Reza.Sederhana tapi memiliki arti.Yaya kembali lagi ke meja makan.


"dih kenapa balik lagi?sewot Zifa.


"hheh laper kak Yaya lupa dari tadi Yaya belum makan"cengir Yaya dengan menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.


Pagi hari telah datang.Seperti biasanya Zifa telah telat untuk bangun pagi.


"hadehhh punya anak gini amat sih,Ziffaaaaaa bangun udah pagi ayo sekolah enggak ini mama loh yang anterin"


mendengar mamanya berujar seperti itu Zifa langsung semangat jarang sekali mamanya mau mengantarkan dirinya.


"hah yang bener mah?"suara parau baru bangun tidur masih melekat di suara Zifa.


"Yee dibnagunin kaya gitu aja langsung bangun!ya udah gih sana mandi sebelum mama berubah pikiran nih".


Demi mendengar itu Zifa langsung bangun dan pergi ke kamar mandi.


Zifa mandi dengan cepat hanya lima menit.


"pagi dear sini sarapan dulu"jawab mamanya.


Zifa menggangguk lalu turun ke bawah.


"Yaya mana mah kok gak keliatan batang idungnya tumben" Zifa celingukan untuk mengecek dimana adiknya berada.


"oh tadi adik kamu udah berangkat duluan katanya ada kerja kelompok sama dia mau piket kelas"


"oh"Zifa hanya ber oh ria.


Sarapan pagi selesai dengan cepat.


Sesuai perjanjian tadi pagi mama akan mengantarkan Zifa ke sekolah.


"eh kalo mama nganterin kamu trus Reza gimana biasanya dia jemput kamu"


"lah iya mah aduhhh gimana nih pasti Reza bingung di rumah gak ada siapa siapa"Zifa menepuk dahinya sendiri.

__ADS_1


"ya udah telpon dulu" mamanya tetap tenang memberikan usul.


Zifa mengangguk dan menelepon Reza untuk mengabari dirinya akan terapi sebelum Zifa menelepon Reza ia sudah di telfon dulu oleh Reza.


"Halo Rez"


"halo Zif Lo dimana gw udah ada di depan rumah lo tapi lo gak ada?"tanya Reza dari sebrang sana.


"heheh maaf Rez aku di anterin sama Mama jadi aku udah di sekolahan,juga aku lupa ngabarin kamu"ucap Zifa.


Dari sebrang sana terdengar suara helaan napas "ya udah gak papa gw susul ya"


Tut Tut Tut.


Reza mematikan duluan sambungan teleponnya.


"gimana?"tanya mamanya penasaran.


"Reza ternyata jemput aku mah heheh"cengir Zifa.


"nah kan kasian tuh"


"gak papa mah sekali kali ngerjain tuh anak"


"ya udah mama pulang dulu ya bye oh ya jangan lupa nanti pulang langsung pulang jangan aneh aneh kalo bonceng Reza harus pegangan soalnya badan kamu kecil nanti ikut kebawa angin hahah"canda mamanya sambil menancapkan gas pada motorya.


Zifa pun melongo melihat mamanya yang seperti itu ternyata mamanya bisa humoris juga pikirnya.


Brum brum brum suara motor yang sangat dikenali oleh Zifa mendekat.


"lah katanya tadi dianterin trus mama Lo kemana?"


"mama udah pulang duluan kok ,yaudah kamu parkir motornya dulu aja aku tunggu di sini"ucap Zifa.


Setelah memarkirkan motor Reza tanpa sengaja menggandeng tangan Zifa sampai ke kelas.


"ciee cieee ada yang udah jadian nih jangan lupa pajak jadiannya"ujar teman temannya saat melihat tangan Zifa dan Reza bergandengan.


Mereka berdua yang merasa di soraki langsung melepas gandengan tangannya.


"jangan lupa pajak jadiannya"teriak mereka sekali lagi .

__ADS_1


Namun diantara suara sorak sorakan itu ada seseorang yang tak senang melihat kedekatan Reza dan Zifa.Dari tadi orang itu mengepalkan tangannya melihat kemesraan Zifa dan Reza.


"agrhhh kenapa Zifa pilih dia sih?"tanya nya dalam hati.


__ADS_2