
ZifA memasuki kamarnya dengan hati berbunga bunga ia lalu membuka laci meja belajarnya dan menulis kata kata disana.
DEAR DIARY
agrhhhhh astaga mengapa hatiku seperti ini apakah aku jatuh cinta lagi?? apakah aku sudah siap untuk merasakannya lagi.
saat terakhir ku percaya dengan cinta ia palah menghancurkannya aku tak tahu lagi aku harus bagaimana?? banyak laki laki yang mengejarku sebelum aku kenal dengan Reza namun mengapa ini rasanya sangat berbeda Reza juga memberikan gelang kepadaku agrhhh rasanya seneng banget eh eh aku melambung oh ayolah apa tidak ada yang bisa menurunkan ku dari harapan ini rasanya senang sekali deg deg deg begitulah rasanya.
"kak kakak huyu where are you?? " siapa lagi kalo bukan Yaya yang memanggil ZifA.
"dikamar masuk" ZifA mulai membereskan buku diary nya dan mengunci kembali laci tersebut.
" kaka lagi apa? " tanya Yaya.
" gak lagi ngapa ngapain! emang kenapa? "
" heheh gak papa cuma gabut" ucap Yaya sambil menunjukkan wajah tak berdosanya.
BUGHHHH
ZifA yang kesal dengan adiknya langsung menuju kasurnya dan melempar guling kesayangannya ke muka Yaya.
" hahhah kakak jangan aku aduin loh ke Mama sama papah " Yaya mengatakan itu sambil meraih bantal ZifA untuk digunakan sebagai tameng karena kakak nya sudah mulai memukulinya lagi.
" gak takut sini kamu kakak dah kehilangan kesabaran" ucap ZifA.
" santai kak ingat kalo marah marah tuh cepet tua loh mau po kakak" ejek Yaya dengan nada dibuat buat.
"anak anak ayo makan malam" panggil mamanya.
"iya ma" jawab keduanya kompak (tumben kompak😂)
Namun bila tidak berebutan tidak kedua kakak beradik itu. Mereka bukannya satu satu menuju pintu palah asik dorong dorongan ingin keluar duluan.
" eh ngalah dong ma kakak masak gak mau ngalah sih " ZifA masih berusaha mendorong Yaya agar mengalah dari dirinya.
"gak mau kakak aja yang ngalah kan kakak lebih besar dari aku " Yaya juga tak mau kalah ikut mendorong dorong kakaknya.
Saat asik dorong dorong ngan mamanya datang dan berucap"kalian ini yah udah pada besar kelakuannya masih aja kaya anak kecil mending juga anak kecil mau ngalah sama saudaranya lah kalian mana mau ayo cepat kebawah"
mereka berdua yang sudah mendengar ocehan mamany menyengir dan menyudahi adegan dorong dorongan tersebut.
"mah tadi kakak pergi jalan jalan sama pacarnya loh" adu Yaya saat dimeja makan.
uhuk uhuk uhuk ZifA yang mendengar itu langsung terbatuk batuk dan meminum air"ih cepu kamu dek"
"oh ya namanya adek tau gak siapa? " mamanya mengabaikan ZifA dan palah menanyai adiknya.
__ADS_1
"itu loh mah kak Reza ganteng banget " lanjutnya.
Papanya yang dari tadi tak bersuara pun ikut berkomentar. "cie kakak udah punya pacar baru toh" godanya.
"bukan kok mah pah cuma temen aja" bela Zifa.
"oh cuma temen ya" ucap mamanya tak percaya.
"trus kalo cuma temen kok itu ditangan kamu kaya gelang couple deh" goda mamanya lagi.
Semua orang yang ada di meja itu langsung menoleh ke tangan Zifa.
ZifA yang merasa malu diperhatikan hanya menunjukkan muka bersemu merah.
semua orang yang ada di meja makan tertawa melihat wajah ZifA.
"hoammmmn" pagi hari telah tiba Zifa yang baru saja merebahkan tubuhnya ke kasur harus bangun karena harus ke sekolah.
Namun pagi itu entah mengapa Sifa merasa sangat bersemangat sampai senyum senyum sendiri.
Saat disekolahan ke 4 sahabat itu sedang merembukkan akan membuat apa saat pentas nanti.
"gimana kalo nyanyi? " usul Icha.
ada yang mengangguk ada juga yang menggeleng termasuk Zifa tentunya.
Akan tetapi Reza palah mengangguk. Setelah perdebatan yang amat panjang akhirnya diputuskan bahwa mereka akan menari mungkin juga diiringi nyanyian tapi mereka masih berembuk.
Jam pelajaran telah dimulai semua kembali ke tempat duduk mereka masing masing.
Semua juga sibuk memperhatikan sambil mencatat hal hal penting yang telah disampaikan oleh guru. Zifa sangat lah bersemangat karena ini mata pelajaran kesukaannya yaitu sejarah ya karna disini kita bisa mengetahui sejarah sejarah pada masa lalu termasuk para pahlawan yang telah berjuang demi negara kita Indonesia.
"baik anak anak setelah ibu jelaskan tadi ibu minta kalian membuat artikel tentang pahlawan yang telah berjuang pada masa itu dan apas aja pengorbanannya kalo bisa juga kisah hidupnya mengerti kalian? "
"mengerti bu" para murid menjawab serentak mereka juga langsung mengerjakan tugas yang telah diberikan.
Zifa menulis tentang pahlawan jawa Tengah yaitu pangeran Diponegoro.
"ada yang sudah ? kalau sudah tolong bacakan didepan" minta guru yang sedang mengajar tersebut.
Zifa yang telah selesai mengangkat tangannya.
"ya kamu sudah Zifa? "
Zifa hanya mengangguk dan membacanya dengan keras didepan.
Pangeran Diponegoro yang bernama asli Raden Mas Mustahar merupakan salah satu pahlawan nasional. Namanya dikenang dalam buku-buku sejarah karena pernah memimpin Perang Diponegoro atau Perang Jawa yang berlangsung mulai 1825 sampai 1830.
__ADS_1
Ia adalah anak lelaki paling tua dari keturunan Sultan Hamengkubawana III atau Raden Mas Suraja. Sedangkan nama ibunya adalah RA Mangkarawati, seorang permaisuri raja. Kendati merupakan anak sultan, ia tidak ingin hidup dengan segala kemewahan yang biasa dirasakan keluarga kerajaan.
Advertising
Advertising
Berdasarkan catatan, Pangeran Diponegoro disebut sebagai pangeran Kesultanan Yogyakarta dan kelak akan menjadi raja. Namun, dengan cara halus Diponegoro menolak karena merasa tidak pantas selaku anak selir.
Jejak Hidup
Dalam sejarah, ia pernah memendam benci terhadap kolonialisme Belanda yang menjajah Kerajaan Nusantara, dalam hal ini terkait Kesultanan Yogyakarta.
Ketika Sultan Hamengkubowono IV atau Raden Mas Ibnu Jarot naik tahta di usia 10 tahun, Belanda ikut campur urusan politik kerajaan peninggalan ayahnya hingga membuat Diponegoro naik pitam.
Terkait hal ini, Sagimun dalam Pahlawan Dipanegara Berjuang (1965) mengungkapkan alasan lengkapnya. Pangeran Diponegoro menyuarakan perlawanan karena Belanda datang mengatur internal kerajaan dan juga menetapkan beban pajak kepada rakyat dengan jumlah yang tidak sedikit.
Selain benci Belanda, ia juga diklaim tidak suka dengan bangsa Tionghoa yang ada di Jawa. Keterampilan orang-orang Tionghoa dalam mengatur keuangan sering memeras masyarakat Kesultanan Yogyakarta. Terungkap dalam Nusantara: Sejarah Indonesia (2008:320) karya Bernard H.M., mereka kerap memeras dengan aturan pajak tol yang tidak masuk akal.
Mengenai kebencian Diponegoro terhadap Tionghoa, ternyata tidak bisa digambarkan secara benar. Faktanya, Peter Carey dalam Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855 (2019:727) menerangkan, tidak secara gamblang kebencian tersebut dianggap benar.
Sebab, kata dia, perlakuan Diponegoro kepada orang-orang Tionghoa juga baik. Bahkan, seiring perjalanan Perang Diponegoro mereka menjadi mitra bisnis dan membantu Diponegoro dengan ikut masuk menjadi tentara ketika pertempuran melawan Belanda terjadi.
Akhir hayat
Aksi yang dijalankan Pangeran Diponegoro bersama para pengikutnya di Jawa membuat Belanda kewalahan. Pada 28 Maret 1830, Belanda mengajak Diponegoro melakukan gencatan senjata lalu mengadakan perundingan.
Belanda ternyata hanya memberi janji manis kepada Diponegoro ketika itu. Penjajah tersebut bukan mengadakan perundingan, namun malah menangkap pangeran yang datang tanpa membawa senjata.
Saat itu, Perang Diponegoro pun dikatakan sudah sampai pada akhir perjuangannya karena pemimpinnya berhasil ditahan di Batavia hingga 3 Mei 1830.
Berdasarkan catatan Toby Alice dalam Sulawesi: Islan Crossroads of Indonesia (1990), Pangeran Diponegoro setelah itu diasingkan ke Manado, lalu dipindahkan ke Makassar. Melengkapi itu, tahun 1833 di Makassar, benteng Rotterdam, Diponegoro hidup bersama istri, dua anaknya, dan 23 pengikutnya.
Pada 8 Januari 1855, Pangeran Diponegoro meninggal dunia. Berdasarkan Surat Keterangan (SK) yang tertulis dalam Pahlawan Dipanegara Berjuang (1965) karya Sagimun, usia lanjut adalah penyebab wafatnya Diponegoro.
Menurut catatan profil, pada 6 November 1973, Pangeran Diponegoro diresmikan namanya menjadi salah satu Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres No.87/TK/1973.
Â
Kilas Sejarah Pangeran Diponegoro
Perang Diponegoro (1825-1830)
Ditawan Belanda di Batavia atau Stadhius (8 April-3 Mei 1830)
Diasingkan di Benteng Fort Nieuw Amsterdam, Manado (12 Juni 1830-20 Juni 1833)
Dipindahkan ke Benteng Fort Rotterdam, Makassar dan menetap (12 Juli 1833-8 Januari 1855)
__ADS_1
Meninggal dunia (8 Januari 1855)
semua bertepuk tangan atas penjelasan Zifa.