Kau Aku Dan Perpisahan

Kau Aku Dan Perpisahan
bab 15


__ADS_3

Setelah sampai dirumah , Zifa langsung turun dan menyerahkan helm kepada Reza.


"makasih mau mampir dulu gak? " tanya nya.


"sama sama kapan kapan aja"


"oh ya udah" sambung Zifa lagi.


"Zif setelah ini lo mandi, istirahat yang cukup jangan kelelahan, kalo mau latihan dance boleh tapi tetep inget jangan terlalu kecapean paham!! " nasihat Reza.


"iya iya tapi kok kamu ngatur ngatur aku sih emang aku siapa kamu? " tanya Zifa kepada Reza.


Reza yang ditanya seperti itu kikuk harus menjawab bagaimana ia pun langsung mengalihkan perhatian Zifa dengan mengalihkan pembicaraan.


"g-gw pamit dulu yah dah sore soalnya bye" setelah berujar seperti itu Reza langsung menyalakan motornya dan mengegasnya dengan kecepatan masih dalam rata rata.


Zifa yang melihat itu hanya geleng geleng kepala.


"kak kalo diperhatiin kak Reza itu ganteng ya eh enggak ganteng tapi ganteng banget "goda Yaya dengan wajah seriusnya.


" iya ganteng banget"Zifa menjawab jujur karna tak sadar bahwa ada yang sedang mengerjainya.


"eh? " Zifa yang baru sadar langsung menoleh kearah sumber suara dan ternyata


"cie cie kakak ngelamun kak reza hahahha cieeee ututututu kacian ditinggal pulang" ledek Yaya.


"Yayaaaaaaaaa!!!!! " teriak Zifa sangat keras hingga terdengar sampai ke dalam rumah.


"aduhhh brisik banget sih kalian berdua hobinya sampek telinga mama mau pecah dengernya" dari dalam muncul ibu dari kedua anak yang sedang bertengkar tersebut dengan mengenakan daster bermotif bunga dilengkapi dengan masker menempel diwajah serta dengan rambut di gelung.


"iya nih ma kak Zifa tuh triak triak kuping yaya juga udah sakit mah nih nut nut nut" gitu bunyinya.


"ih cepu! enggak gitu mah dia duluan yang mulai masak ngejek Zifa tadi mah" bela Zifa.


"emang tadi Yaya ngejek kakak apa kan yaya cuma tanya kak reza ganteng ya trus kakak jawab iya nah Yaya ngejek kakak dibagian mana coba bwekkkkk"


kedua kakak adik tersebut melanjutkan pertengkaran mereka tanpa memedulikan mamanya yang sudah merah padam karena menahan emosi.


"Zifaaa, Yayaaaa mama biqlang udah!!!!! sekarang cepet kalian mandi dan ganti baju bantu mama di dapur paham! " teriak mama zifa.

__ADS_1


"i-iya ma" jawab mereka berdua bila mama nya sudah marah maka tak bisa dibantah lagi perintahnya salah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.


Setelah mandi Zifa langsung ke dapur untuk membantu mamanya men


masak ia mengambil wortel dan sayuran lainnya yang akan dimasak oleh mananya sedangkan Yaya bertugas untuk memotong atau mengupas bawang merah dan bawang putih serba memotongnya.


Saat memotong bawang merah Yaya mengeluarkan air mata Zifa yang melihat hal itu bertanya kepada adiknya "kamu gak apa apa dek? "


"gak apa apa kak cuma perih dikit doang kok" ucapnya sambil mengelap air mata yang keluar lagi dari matanya.


"ya udah cuci muka dulu aja gih biar gak perih" perintah Zifa.


Yaya hanya mengangguk menuruti perintah kakaknya dan menuju wastafel untuk mencuci mukanya.


"udah? " tanya Zifa. Yaya yang ditanya juga hanya mengangguk.


"Zifa, Yaya bawa sini bumbu sama sayuran nya mau mama masak"


mereka berdua menuju mamanya untuk menyerahkan hasil kerja mereka berdua.


Setelah itu karena tidak ada pekerjaan Zifa kembali kekamar dan berlatih dance lagi.


ting ting ting ting tiing ting.


Suara ponsel Zifa yang diletakkan di kasur berbunyi nyaring.


"siapa ya yang telfon? " tanya nya kepada dirinya sendiri. Dan ternyata yang menelfon adalah Icha dan Wanti. Zifaa khirnya memutuskan untuk mengangkat panggilan telepon dari kedua Sahabatnya tersebut.


"halo" sapa Icha dari seberang sana juga wanti yang menyapa.


"eh hai kok kalian telfon ada apa ya?"tanya Zifa dengan keheranan kar na memang baru kali ini kedua sahabatnya itu menghubunginya secara bersamaan.


"hehehe gak apa apa sih cuma kangen aja kok"canda Wanti.


"howekkk jijik gw hahaha"bukannya Zifa yang menjawab namun Icha.


Melihat kedua sahabatnya bercanda dan tertawa bersama Zifa pun ikut tertawa.


" oke oke kita mau tho the point nih Zifa"

__ADS_1


"iya ada apa wanti sayankkk" canda Zifa.


"howekk udah udah ini gw mau bicara penting banget nih"


"hahahah maaf iya iya ada apa? " tanya Zifa mulai serius.


"besok pagi gw sama icha bakal ke lo dan lo juga harus harus udah mandi nanti gw make up in oke?? "


"hah jam berapa? "


"jam 05.30"


"kalian serius itu aku baru bangun tidur, kalian gan tau sih aku kan tidurnya kebo banget"


"ya maka itu bangun pagi dong sekali kali pokoknya gw sama icha bakal sampek ke rumah lo jam segitu titik gak pakek koma" ucap wanti sebenarnya wanti saat berbicara seperti itu lebih mirip ibu tiri yang sedang memarahi atau memberi pelajaran kepada anak tirinya yang salah melakukan pekerjaan.


Zifa hanya bisa menghela nafas dalam dalam dan menghembuskan nya kembali ia dalam hati bilang"gila apa?? kalo mereka sampai disini jam segitu aku bangunnya jam berapa?? agrhhhh males banget sih"


Namun Zifa tak melanjutkan melamunnya lagi karena icha sudah dulu berbicara.


"kalian udah hafal gerakannya? " tanyanya.


"udah" jawab wanti dan Zifa bersamaan karena memang mereka sudah menghafalkannya dan tinggal mengulangnya kembali.


"sayankkkk makan malam yuk nih papah udah pulang" dari bawah sana terdengar suaramamanya yang berteriak memanggil Zifa dan Yaya.


"iya mah" teriak Zifa tak kalah kencang.


"weh sakit kuping gw gak usah teriak teriak" ujar Wanti sambil mengusap telinganya yang sakit karena teriakkan Zifa bagaimana tidak ia meng full kan volume handphone nya.


"hehehehe maaf guys gak sengaja, emm aku tutup dulu yah tuh mamah aku udah manggil kalo enggak nanti aku kena omel byeee" Ujar Zifa sambil menekan tombol merah yang ada di handphone.


"gila nih anak kita yang mulai duluan dia yang matiin punya temen kok laknat gini" ucap wanti kepada icha yang masih on disana dengan menggeleng gelengkan kelapanya eh salah maksutnya kepalanya.


"bukan cuma Zifa doank yang mau cabut gw juga byeee ngomong sama lo kaya ngomong sama alien gak nyambung" icha pun menyusul Zifa untuk offline dan mematikan telfon mereka ini.


"lah gw punya temen pada gini amat"


"sabar sabar ini ujian" ujar wanti sambil mengelus elus dadanya. Setelah itu ia juga menuju kebawah untuk makan malam yang agak terlambat.

__ADS_1


Saat Zifa melangkah menuju meja makan kedua orang tuanya serta adiknya tersenyum tak jelas kepada dirinya.


__ADS_2