Kau Aku Dan Perpisahan

Kau Aku Dan Perpisahan
bab 8


__ADS_3

"akhirnya selesai juga yang bersihin"ucap Zifa dengan merentangkan tangannya.Rasa pegal dan capek membaluri seluruh tubuhnya.


"gak usah ke kelas bentar lagi bel istirahat bunyi tunggu disini aja sama gw" celetuk Reza sambil memperhatikan jam tangannya.


Zifa yang awalnya mau masuk ke kelas akhirnya diurungkan dan memilih untuk melihat lihat buku mungkin saja ada yang sesuai dengan seleranya.


Akhir akhir ini Zifa sedang tertarik pada satu aplikasi novel yang ada di handphone nya.Ya aplikasi noveltoon telah menghipnotis nya untuk terus membaca.


Setelah sepertiga ruangan yang ditelusuri Zifa pun menemukan novel kesukaannya. Walau sudah dibaca berkali kali dan dirumah juga dia memiliki buku novel itu namun Zifa tak pernah bosan membacanya.


"lu cari apa ?? kenapa mata lu berbinar binar gitu"tanya Reza yang merasa penasaran.


"ini aku cari novel tentang APA YANG DINAMAKAN CINTA"ucap Zifa sambil menunjukkan buku yang dipegangnya.


Reza memperhatikan Zifa yabg sudah serius membaca terkadang sesekali Zifa tertawa ,menjerit bahkan mau menangis.


"seru banget ya Sampek gw dicuekin gini"ucap Reza sambil membuat mimik muka sedih.


"ih apaan sih hahah lucu tauk" ujar Zifa sambil menimpukkan buku yang sedang dibacanya.


Ting Ting Ting bel yang dari tadi ditunggu tunggu akhirnya terdengar.


"mau ikut kekantin gak ?? aku mau kekantin laper banget nih"Zifa berkata sambil mengelus ngelus perutnya.


melihat tingkah Zifa yang menggemaskan Reza tertawa "iya ayuk"


Mereka menuju kekantin. Didalam kantin ternyata Reza dan Zifa menjadi sorotan utama teman temannya mereka mengira bahwa Zifa dan Reza telah berpacaran dengan bukti mereka saling bersama.


"Sin Lo gak panas liat mereka kaya gitu ?? toh Lo duluan yang suka ma Reza kok palah cewek baru itu yang Deket ma dia?? gak panas??"serbu salah satu dayang nya.


"huft panas lah masak enggak"jawab Sinta ketus.


"kenapa gak kerjain aja Zifa lagi biar tuh cewek tau rasa dia tuh telah berhadapan dengan siapa"


"gimana caranya??" tanya Sinta.


dayang itu mulai membisikkan sesuatu di telinga Sinta.


Sinta yang mendengar rencana tersebut tersenyum miring sambil memperhatikan Reza dan Zifa "Lo bakal tau akibatnya Zifa telah berurusan sama gw"ucapnya dalam hati. Bela tanda masuk kelas telah berbunyi lagi menandakan bahwa istirahat telah berakhir. Satu persatu murid mulai meninggalkan kantin menuju kelas mereka masing masing.


Zifa juga menuju kelas bersama Reza.Saat diperjalanan tiba tiba Zifa melihat Sinta jatuh pingsan. Melihat hal tersebut Zifa langsung menolong Sinta. Zifa juga menyuruh Reza untuk langsung ke kelas untuk mengizinkannya kepada guru agar bisa merawat Sinta yang pingsan.


"Za kamu kekelas dulu ya sekalian izinin aku ke guru kalo aku di UKS sama Sinta"


"gak gw mau sama lu"jawab Reza dengan nada tegas.


"Reza Pratama tolong yah bantu aku kasian nih Sinta pingsan" Zifa dengan memohon .

__ADS_1


"huft iya iya gw pergi deh kalo gitu tetep ati ati ya" ingat Reza.


"iyaaa"


Setelah melihat Reza menghilang disela sela koridor sekolah Zifa mulai menuntun Sinta ke UKS dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. Lalu Zifa mengambil minyak kayu putih untuk dioleskan keleher Sinta agar terasa hangat. Namun sebelum Zifa sempat mengambil minyak kayu putih tiba tiba...


prok prok prok


ada suara tepuk tangan. Refleks Zifa menoleh kebelakang ternyata Sinta yang bertepuk tangan.


"wah wah wah ternyata rencana kita berhasil guys"ucap Sinta sambil tersenyum miring.


Semua dayang dayang Sinta keluar dari tempatnya.


"hahahah ups ternyata ada cewek cupu berhati malaikat nih"imbuh dayang dayang nya.


Zifa yang kaget langsung berkata"a-apa maksud kalian ?? apa kalian cuma jebak aku biar kesini"


"kalo emang iya kenapa??" sekarang Sinta yang menjawab.


tiba tiba


"ah sakit"teriak Zifa yang ternyata sedang dijambak oleh salah satu dayang Sinta.


"UPS kaya gitu aja udah sakit cihh"lanjutnya.


Dengan sigab Sinta meraih salah satu spidol dan dicoret coretkan ditangan Zifa.


"eh kalian mau ngapain?? lepasin gak kalo gak kalian bakal tau akibatnya"teriak Zifa yang sudah tak tahan lagi.


"cewek lemah kaya Lo emang bisa apa?? hah!!! cuma bisa nangis kan lagian terima aja nasib Lo karena udah ngedeketin Reza gw" Tegas Sinta.


Namun Sinta ternyata salah lawan. Zifa yang sudah tak tahan dengan pembulian itu akhirnya melawan.


Didorongnya Sinta dan dayang dayangnya.


BRUKKK


suara yang sangat keras itu berasal dari kasur yang terkena tubuh Sinta.


"kaliannnn!!! udah aku bilangin kan kalo kalian gak berhenti kalian akan terima akibatnya"geram Zifa yang masih meredam emosinya.


Dengan masih diselimuti emosi Zifa menarik kerah baju Sinta "eh lu mau ngapain lepasin gak"ucap Sinta sambil ketakutan karena cengkraman tangan Zifa mampu membuatnya sampai berdiri.


"seekor harimau pun tau kalau anak kucing selalu diganggunya pasti akan marah" ujar Zifa penuh penekanan.


Cengkraman pada baju Sinta dikendurkan.

__ADS_1


"kalau kalian masih kaya gini terus ke aku jangan salahin aku kalau aku akan bertindak lebih" lanjutnya sambil berlalu pergi meninggalkan Sinta yang masih ketakutan karena ulahnya.


"ke-kenapa Zifa bisa sekuat tadi ya" ujar Sinta dengan gelagapan.


"ini semua salah Lo,kalo aja kita gak jahilin Zifa tadi pasti gak akan kaya gini"lanjutnya sambil menunjuk salah satu dayang nya.


"lah kok gw sih kan gw cuma nyaranin aja gak bisa salahin gw gitu aja dong"salah satu dayang itu berkata karena tak terima dengan perkataan Sinta.


Sinta yang kesal pun meninggalkan dayang dayang nya"agrhhhhh punya temen pada gak guna semua "


Sedangkan itu Zifa sudah tak ambil pusing dengan kejadian tadi palah sekarang dia berjalan santai menuju kelasnya seperti tidak pernah terjadi apa apa.


"permisi" ujar Zifa sambil mengetuk pintu kelas.


"Eh Zifa masuk gih!! kata Reza kamu tadi izin ke UKS ya buat nemenin Sinta kok udah balik aja??"tanya guru itu.


"iya Bu tadi udah ada temen temen Sinta Bu karena Sinta udah ada yang jagaan dan udah siuman saya tinggal deh"ucap Zifa dengan lancar.


"oh gitu ya, ya udah kembali ke tempat duduk kamu"


Tak perlu disuruh dua kali Zifa langsung menuju kursinya.


"Lo disana ngapain aja Sinta gak jahilin Lo kan?? ada yang sakit gak?? atau tadi Sinta apa apain lu ya"tanya Reza dengan beruntun.


"ih kamu ini udah kaya wartawan aja deh banyak nanya ini beneran Reza si pangeran ice itu kan??"bukannya menjawab Zifa palah kembali bertanya.


"jawab dulu pertanyaan gw"


"huft Sinta gak apa apain aku kok tadi kan udah aku jelasin di depan kelas!! kamu gak denger ya"


"denger"jawab Reza yang marah karena tuduhan Zifa.


Melihat kelakuan Reza Zifa pun geleng geleng kelapa eh salah maksutnya kepala heheheh.


Jam pelajaran berlanjut damai sampai jam pulang.


"Zif main ke mall yuk bosen nih"ajak Icha.


"iya Zif bosen kaya gini terus"imbuh Wanti.


"emmm kapan?? enggak sekarang kan kalo sekarang gak bisa soallnya kalo gak pulang dulu nanti dicariin"ucap Zifa dengan membayangkan mamanya akan memarahinya bila pulang palah langsung main.


"enggak kok tapi nanti sore bisa kannn??"


"oh kalo nanti sore bisa bisa aja" jawab Zifa.


"nanti kalo kalian udah on the way kabarin ya"lanjut Zifa

__ADS_1


"okeee"jawab Wanti dan Icha bersamaan


__ADS_2