Kau Aku Dan Perpisahan

Kau Aku Dan Perpisahan
bab 9


__ADS_3

TOK TOK TOK


terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah Zifa.


"eh siapa ya yang ketok ketok pintu rumah perasaan mama sama papa gak bilang bakal ada tamu tuh"mau tidak mau akhirnya Zifa turun untuk memeriksanya.


Saat pintu belum terbuka sepenuhnya "hai Zifa lama banget sih bukanya udah Sampek lumutan loh kita berdua"canda Icha.


"eh kalian berdua aduhhh aku lupa kalo sekarang kan kita ada janji"Zifa berkata begitu sambil menempelkan tangan ke dahi


"hah kok bisa lupa sih lu udah pikun ya"serobot Icha.


"heheh maap ya udah kalian masuk dulu aku mau siap siap,cuma mau ambil tas doang kok yuk masuk"Zifa menawarkan kepada kedua temannya itu.


Setelah memastikan kedua temannya duduk dengan manis Zifa langsung naik ke atas dan mengambil tas nya juga menyiapkan beberapa uang untuk nanti bila ia ingin membeli sesuatu disana.


TAP TAP TAP


suara langkah kaki Zifa terdengar.


"ya udah yuk kita berangkat"


Ketiga sahabat itu berangkat dengan menggunakan taxi.


Sesampainya dimall mereka langsung menuju ketujuan mereka yaitu toko baju yang sedang terkenal.


"Zif Lo gak beli baju?? bagus bagus loh modelnya sayang kalo gak dibeli"tanya Wanti


"enggak WAN nanti kita ketoko buku aja ya aku pingin beli novel, stok novelku udah mau habis nih"


"emang novel lu dimakan??kok bisa habis"


"heheh enggak gitu juga sih maksutnya udah habis aku baca semua jadi bosen gitu Icha"Zifa yang salah tingkah menggaruk garuk lehernya yang tak gatal.


Setelah membayar baju dikasir Icha ,Zifa ,dan Wanti langsung mengikuti Zifa yang menuju toko buku.


Setengah jam dihabiskan untuk memilih milih buku akhirnya bisa menemukan buku yang cocok.


"kata kata inspiratif" itu lah judulnya .


merasa tersentuh dengan judulnya Zifa memutuskan untuk membeli buku itu dan membeli beberapa buku lainnya untuk menemaninya membaca.


"guys kalian laper gak gw laper nih"cengir Icha sambil menepuk nepuk perutnya yang lapar.


"iya aku juga laper tadi belum sempet makan siang soalnya"jawab Zifa


"ya udah kita cari tempat makan dulu"Wanti memutuskan dengan begitu cepat.


Setelah kenyang mereka bertiga memutuskan untuk pulang kerumah karena sudah sangat sore.


"yakin Zif gak mau bareng kita aja biar sekalian gitu"


"enggak ah WAN nanti aku cari taxi sendiri aja kalian duluan aja gak apa apa kok",senyum Zifa.


"oh ya udah kita duluan ya,byeee hati hati dijalan"Ucap Icha dengan melambaikan tangannya kearah Zifa dan kebetulan juga taxi online yang telah dipesan datang.


Zifa balas melambai kepada kedua sahabatnya itu.Taxi yang ditumpangi Wanti dan Icha mulai tak terlihat"huftt aku kok masih pingin jalan jalan ya"


Bosan disitu terus Zifa memutuskan berjalan jalan disekitar mall.


braakkkkkkk

__ADS_1


suara yang amat keras mendengar suara itu Zifa menoleh kearah sumber suara.


"ya ampun ada yang ketabrak"


"Shinta!!"histeris zifa yang melihat ternyata Sintalah yang mengalami kecelakan tersebut.


"pak tolong pak ini temen saya tolong angkat ya saya mau bawa dia kerumah sakit"pinta Zifa.


Mobil yang menabrak Sinta langsung kabur melihat ada yang tertabrak.


"suster suster tolong temen saya sus"setiak Zifa yang turun dari taxi.


Para perawat disitu tak tinggal diam mendengar teriakan itu langsung mengambil kursi roda untuk mengangkat Sinta. Sedangkan itu kondisi Sinta sangat mepeihatinkan darah dikepala, tangan ,dan kaki.


"maaf tolong anda tunggu disini dulu"perawat itu memberikan peringatan kepada Zifa yang ingin ikut kedalam ruangan.


"baik sus tolong selamatkan teman saya"ujar Zifa yang sudah mulai meneteskan air mata.


Sudah 2 jam Zifa menunggu Sinta diruang tunggu.


drttt drttt drttt. Handphone yang ada ditas Zifa bergetar.


"halo rez kenapa"tanya Zifa


"eh Lo habis nangis ya kok kaya sesenggukan gitu"bukanyya menjawab Reza palah balik bertanya kepada Zifa.


"S-sinta abis tabrakan Rez "jawab Zifa dengan menitikkan air amta karena tak kuat membendungnya lagi.


"hah!! dimana?? kok lu bisa liat Sinta disitu??ya udah gw kerumah sakit sekarang share look ya"


"oke"


Reza yang menerima pesan dari Zifa langsung membukanya.


Tak lupa pula ia mengabari dayang dayang Sinta bahwa Sinta habis kecelakaan .


"Zif gimana keadaan Sinta??"tanya Reza yang baru saja sampai di rumah sakit.


"B-belumnada kabar dari dokter Rez dari tadi aku nungguin Sinta disini"jawab Zifa.


Tak lama setelah Reza datang para sahabat sahabat Sinta mulai berdatangan.


"eh Sinta mana kok bisa hah Lo ada disana!!"bentak salah satu sahabat Sinta.


"Lo kan Yaang udah ngerencanain ini semua supaya Sinta ketabrak dan lu disitu supaya bisa jadi pahlawan ngaku Lo"lanjutnya.


"kenapa kalian nuduh aku?? aku disitu juga karna lagi beli buku"


"alah ngaku deh Lo Zif!!! Lo kan yang udah ngerencanain ini karna Lo sebel ma Sinta yang selalu aja gangguin Lo"


"udah udah kalian nih apa apaan sih dirumah sakit ini jangan debat !!Lo juga Sal jangan asal nyalahin Zifa emang Lo punya bukti kalo Zifa yang udah ngelakuin ini semua hah"tengah Reza yang berusaha menahan emosinya karena tak terima Zifa yang selalu disalahkan.


Untuk mencegah terjadinya pertengkaran lagi Reza langsung menggandeng tangan Zifa dan mengajaknya pergi dari situ.


"Re-rez kenapa kita pergi aku mau nungguin Sinta"ucap Zifa.


Reza yang tak percaya dengan cewek didepannya ini langsung menatap tajam "Lo mau disalahin sama mereka lagi?, gw cuma mau ngelindungin lu"


Zifa yang mendengar itu hanya diam menurut kepada Reza yang sedang mengambil motornya diparkiran.


Setelah motornya sampai didepan Zifa Reza langsung menyuruh Zifa untuk naik.

__ADS_1


motor itu tidak menuju rumah Zifa karena tidak memalui jalurnya namun ternyata motor itu menuju ketempat lain yaitu taman kota.


"turun"suruh Reza.


"ikut gw"lanjutnya.


mereka berdua menuju kesalah satu perahu yang ada diatas danau setelah membayar biaya sewanya Reza mengajak Zifa untuk naik keatasnya setelah memastikan Zifa telah duduk manis Ia langsung mendayung perahu itu menjauh dari tepi menuju tengah danau.


"Zif coba deh lu teriak disini! bisa aja beban lu terangkat"ujar Reza.


Mendengar ucapan itu Zifa menatap ia dengan ragu.


"udah lakuin aja kalo Lo emng gak mau cerita masalah Sinta ke gw"tegas Reza.


dengan pasrah Zifa berteriak"kenapa harus aku yang kenaaa"


"puftt"


"tu kan kamu palah mau ketawa"cemberut Zifa.


"hahahah iya iya maap emang kalo teriak gitu ya?? yang bener dong masak teriak doang gak bisa sih"


Reza mulai berdiri menyejajari Zifa dan membantu Zifa dengan mencontohkan gerakannya .


Zifa yang melihat itu langsung menirunya kepala dihadapkan ke atas sambil menutul mata,tangan direntangkan dan yang terakhir berteriak.


"aaaaaaaaaaa kenapa harus aku yang kenaaaaa!! apa salahhhh aku ma Sintaaaaaa kenapa harus akuuuuuuuuuu"


teriakan itu berakhir dengan kelegaan.


"lega kan?? tanya Reza.


"iya"senyum Zifa.


Melihat Zifa yang sudah mulai tenang Reza mulai mendayung kembali perahu itu ke tepi dan mengantar zifa pulang.


POV AUTHOR


Hay guys maaf ya gak update lama banget author sibuk soalnya😭 biasa lah anak remaja.


oh ya btw author mau kenalin beberapa temen temen author oke😋mungkin kalian ada yang kenal gitu 😂



itu salah satu temen author ☺️


tp kalo kalian mau tau author yang mana??


author yang pakek baju putih kerudung coklat😂


kalo ini bertiga🥰 temen dari SD walau gak sering ketemu sih.


maaf ya author gak cantik😃


oh ya author mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin ya guys


oh ya Sampek sini ya author kenalin temen temen ku


bye bye


kita akan ketemu lagi dieps selanjutnya😃 nantikan terus perkembangan hubungan Zifa dan Reza🥰

__ADS_1


__ADS_2