
kring kring kring
alarm yang Zifa pasang berbunyi nyaring
Zifa telah memasang alarm agar ia tak terlambat sekolah lagi atau lebih tepatnya tidak dimarahi ibunya lagi.
Jam alarm menunjukkan pukul 05.30 pagi .
Dengan malas Zifa bangun dari kasur empuknya
"perasaan aku baru tidur sebentar kenapa udah pagi aja" ujarnya sambil menggaruk nggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
Dengan tergopoh gopoh Zifa mengambil handuk lalu mandi.
Saat sedang berganti baju Zifa tidak sengaja menjatuhkan tas nya dan...
brukkk
ada bandul kecil yang terjatuh dari tas tersebut.
"Pratama kamu dimana aku kangen sama kamu" perlahan lahan Zifa mengenang masa masa indah dulu . Selama bertahun tahun ia selalu mengingat nama Pratama dibenak nya
namun saat asik merenungi masa kecilnya tiba tiba mamanya memanggil
"Zifaaaa sayang ayo turun nak udah jam berapa nanti kamu telat lagi"
__ADS_1
"iya mah Zifa turun sekarang" dengan sigap Zifa merapikan barang barang yang jatuh dan menyimpan bandul itu baik baik di ranselnya.
"morning mah" ucap Zifa
"morning baby, kok mukanya agak sembab abis nangis ya,??" tanya mamanya khawatir
"enggak ma"ujar Zifa meyakinkan
"really??"
"yess , why not" Zifa pun segera makan agar tidak ditanya tanya oleh mamanya tersebut.
Setelah selesai makan Zifa pun pamit kepada mamanya" mah Zifa berangkat sekolah ya udah siang nih takut telat"
Saat diperjalanan menuju sekolah Zifa tidak sengaja melihat seorang laki laki yang sedang memberikan sebagian uang sakunya kepada pengemis.
"eh itu kan penggemar Spongebob, eh maksudnya Reza ngapain dia disitu."
saat ingin menghampiri tiba tiba
"nak ada yang bisa kami bantu"ujar salah satu ibu yang tengah lewat di sekitar daerah situ.
Mungkin ibu ibu itu heran kenapa ada seorang anak sekolah yang berkeliaran di sekitar sini.
" eh enggak Bu, tp kalo boleh tanya dia itu lagi ngapain ya Bu"tanya Zifa dengan sopan.
__ADS_1
"ohh laki laki itu ya ,dia sering kesini nak bukan sekedar menjenguk tapi juga sering memberikan donasi untuk kami"ucap ibu itu.
Tak disangka memang seorang Reza Pratama yang cuek terhadap sekitar memiliki hati bagaikan malaikat.
Sebelum Zifa sempat pergi , Reza sudah memergokinya " ngapain lu disini" tanya Reza dengan intonasi dingin seperti biasanya.
" a-aku tadi lagi lewat sini trus gak sengaja liat kamu"ucap Zifa dengan terbata bata.
"oh , dah mau masuk nih kelasnya mau nebeng gak ??"tawar Reza.
"ha?" saking tak percayanya Reza mengajaknya untuk pergi ke sekolah bersama dengan reflek Zifa berujar seperti itu.
"lo tuh budeg apa gimana sih, gw udh bilang nebeng apa enggak dah mau masuk neh kalo enggak gw cabut" ujar Reza sambil mengenakan helmnya
"e-eh iya iya aku nebeng"dengan sigap Zifa naik ke atas motor Reza.
Saat diperjalanan tidak ada percakapan antara mereka berdua hanya suara motor saja yang terdengar.Karena merasa canggung Zifa pun memulai pembicaraan
"kamu ngapain disana"tanya Zifa
"bukan urusan Lo" dengan ketus Reza menjawab pertanyaan tersebut.
Karena Reza menanggapi seperti itu Zifa pun tidak memulai pembicaraan lagi, ia asik menikmati angin angin disekitarnya yang sesekali jahil menerbangkan rambutnya .
Tanpa sadar Reza yang dari tadi mengamatinya ikut tersenyum melihat angin angin jahil menerbangkan rambut Zifa.
__ADS_1