KAYLA, Sang Pengganti

KAYLA, Sang Pengganti
Menikah besok


__ADS_3

Gilang menatap tajam ke arah Kayla dan Dev dari jauh, ia mengurungkan niat untuk datang saat ini. Segera ia memutar kembali arah mobilnya dan pergi begitu saja dengan pikiran yang berkecamuk di kepalanya.


Pria itu beberapa kali memukul stir mobil karena kesal atau marah.


"Aku tidak mengira ternyata Dev adalah mantan suami Kayla, jadi rupanya Kayla yang menjadi pengantin pengganti waktu itu?" gumam Gilang bertanya-tanya dalam hati.


"Ini benar-benar sial!" ucapnya lagi dengan perasaan gusar.


Di sisi lain, Dev pamit pada Kayla dengan raut terluka. Ia tidak mengira Kayla akan dimiliki pria lain dalam waktu beberapa hari lagi, sebab ia sudah merasa senang karena pernikahan itu dimundurkan untuk bulan depan.


Entahlah, Dev bahkan berharap pernikahan itu terus dimundurkan tanpa alasan yang jelas, semakin hubungan mereka membaik semakin pula ia tidak rela Kayla dimiliki orang lain, hanya saja ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ingin menyakiti Kayla karena perasaannya.


Kayla menatap Adrian yang melambai tangan pada ayahnya itu. Senyum Adrian yang tidak pernah luntur jika bersama Dev, juga putranya yang semakin pintar karena belajar banyak hal dari ayah yang seorang dosen.


Membuat Kayla merasa lain di hatinya, pemandangan yang indah saat putranya bisa merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya. Meski Kayla tahu Gilang menyayangi Adrian selama ini namun tentu tidak sama perasaan yang tercipta antara anak dan ayah kandung seperti ini.


Perlahan mobil Dev menghilang, Kayla menatap putranya.


"Apa Papa mu bertanya soal Mama?"


"Iya, bahkan bertanya terus sampai aku bosan menjawabnya!" sahut Adrian polos.


"Bertanya apa?"


"Bertanya kenapa Mama mau menikah lagi, padahal Papa saja menunggu Mama selama ini."


Jawaban itu membuat Kayla berdecak tiba-tiba.


"Kenapa dia bicara seperti itu pada Adrian," gumam Kayla merasa geli.


"Apa benar Mama yang tidak mau berbalikan pada Papa?"

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya seperti itu Adrian?"


"Aku hanya kasihan pada adik Khanza, sepertinya dia menyukai Mama apalagi Papa, kata Papa dia sangat mencintai Mama, aku heran kenapa bicara orang dewasa selalu tentang cinta."


"Apa kau mau Mama kembali pada Papa mu?"


Adrian mengangguk polos.


"Lalu bukankah Mama akan menikah dengan Ayah Gilang? Bukankah kau dan Rafi sudah bersiap untuk pernikahan ini?"


Adrian berpikir sejenak.


"Benar juga, ah kenapa jadi rumit?" gumam anak itu dengan raut bingung, membuat Kayla merasa gemas.


"Karena urusan orang dewasa memang rumit, baiklah sayang jangan dipikirkan, ayo bersiap jika kau ingin ikut Mama ke toko."


Kayla terkekeh sendiri membayangkan betapa Dev tidak malu bicara cinta pada Adrian.


Lama mereka berdebat soal pernikahan.


"Mas Gilang aku tidak mengerti, aku sudah mencoba bersabar menghadapi mu soal rencana pernikahan kita yang kau maju dan mundur seenaknya, semua itu ada urusannya. "


"Dan sekarang kau minta kita menikah besok pagi? Apa ini tidak mendadak?"


"Aku hanya mau kita menikah secepatnya, dan setelah menikah kita akan pindah dari kota ini, kau harus ikut dengan ku!"


"Apa?"


"Baiklah, ayo kita bicara dengan kepala yang dingin, bicara tanpa terburu. Aku merasa kau agak lain Mas Gilang, ada apa? Jika kita menikah besok, aku harus pula mengatur semuanya," Kayla mencoba melunak.


"Aku tidak peduli, keluarga ku sudah ku beritahu bahwa besok kita akan menikah. Lagi pula urusan mudah bayar lebih untuk WO nya, biar mereka bekerja lebih keras untuk acara besok," jawab Gilang enteng.

__ADS_1


"Mengertilah Kayla, aku ingin memiliki mu segera! Dan itu adalah besok pagi."


Kayla berdecak kesal, bukankah selama ini Gilang yang memundurkan rencana pernikahan mereka tapi hari ini tiba-tiba minta menikah mendadak besok pagi.


Namun betapa ia berpikir rumit, Gilang tetap saja pandai merayu, pandai bicara hingga ia menjadi lena dan hanya bisa mengangguk setuju saja tanpa membantah.


Pria itu bicara alasan yang tentu bisa diterima akalnya, bicara soal pernikahan yang mereka sama-sama impikan.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Gilang.


"Iya tentu saja," jawab Kayla tersenyum.


"Aku diberitahu Adrian nama panjang mantan suami mu, dan aku pikir bukankah itu nama anak Pak Gubernur periode lalu?" pancing Gilang.


Kayla terdiam mendengar kata Gubernur.


"Iya, dia putra Pak Gubernur," jawab Kayla pelan sambil berpaling arah.


"Semua orang tahu siapa menantu Pak Gubernur, dan itu bukan kau!" pancing Gilang lagi.


"Benar, akun hanya terjebak pada sosok pengganti. Aku rasa kita tidak perlu mengungkit ini, sekarang kau tahu siapa mantan suamiku, bukankah kita tidak berniat mengungkit masa lalu lagi?"


Gilang berpikir sejenak, ia tidak mengira akan ada anak dari pernikahan kontrak yang ia ketahui selama ini dari sisi Devano. Ia mengira benar hanya sebuah kontrak saja dan ternyata lebih dari itu.


Dan sialnya pengakuan Kayla hari ini membuat hatinya kian gusar, ia menjadi tidak sabar untuk membawa Kayla sejauh mungkin dari kota ini pikir nya.


"Itu artinya Rafi dan Adrian?" gumamnya dalam hati.


"Mas Gilang, ada apa? Apa kau mengenal Devano?"


"Tidak, tidak tentu saja tidak. Aku tidak mengenalnya!" jawab Gilang cepat.

__ADS_1


__ADS_2