KAYLA, Sang Pengganti

KAYLA, Sang Pengganti
Nyonya Lolita


__ADS_3

"Oke lupakan soal cinta, malu pada Khanza. Dia akan sedih jika mendengar papanya mencintai wanita lain selain mamanya," canda Kayla seraya mencium pipi Khanza lagi.


Bayi itu masih saja pulas dalam pelukannya, bahkan bertambah pulas dari sebelumnya.


"Lihat dia nyaman bersama mu, biasanya Khanza tidak suka diganggu jika sedang tidur, dicium saja dia langsung menangis. Ini sejak tadi kau menggodanya bahkan membuka mata pun tidak," ucap Dev terheran.


"Itu karena aku sahabat ibunya, dia mengerti kedatangan ku kemari untuknya," kekeh Kayla memeluk Khanza dengan gemas.


Mereka bercerita banyak hal. Termasuk sikap Nyonya Lolita yang kini berbeda jauh dari yang dulu.


Kayla terdiam dan tidak menyangka banyak hal terjadi setelah kepergiannya waktu itu. Semua hal yang menimpa keluarga Gubernur tersebut tidaklah menyenangkan.


Papa Dev kalah dalam pilkada Gubernur saat itu. Kayla sudah mengetahui hal tersebut dari berita di tivi. Namun ada hal lain yang lebih serius pada keluarga tersebut.


Kayla memang tahu soal Kakak perempuan Dev yang tidak pernah bertemu dengannya waktu menikah dulu, dengan alasan tinggal di luar negeri dan sedang hamil pula.


Ternyata, sekarang kabar duka yang Kayla dapatkan. Pada kenyataan nya Kakak perempuan Dev meninggal karena lama mengalami depresi setelah melahirkan.


Hal itu dipicu konflik rumah tangganya dengan sang suami yang telah berselingkuh dan menikah lagi. Mereka bercerai namun anaknya diambil oleh sang suami hingga tidak memberi kabar apapun.

__ADS_1


Kakak Dev terpuruk, lalu pulang dan sakit hingga menemui ajalnya tidak lama setelah Dev menikah dengan Nikayla.


Yang membuat Nyonya Lolita kehilangan luar biasa pada anak perempuannya yang telah disia-siakan oleh lelaki yang tidak bertanggung jawab. Hingga pulang ke tanah air hanya untuk pertemuan terakhir kalinya sebelum meninggal.


Nyonya Lolita mengalami stress yang cukup lama dan semakin merasa buruk sebagai orang tua yang tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada anak perempuannya.


Terlebih saat pula ia menyadari anak lelakinya juga melakukan hal yang sama. Menyia-nyiakan perempuan yang sama sekali tidak bersalah dalam sebuah perkawinan Dev. Yaitu Kayla.


Semua demi ambisi kehidupan sosialnya yang ingin sang suami tetap bertahta di kursi nomor satu provinsi itu dengan menikahkan Dev dan Nika kembali karena keluarga Nika dukungan terbesar politik suaminya. Namun ia lupa bahwa ia telah pula melepaskan kebahagiaan putranya yang hanya mencintai Kayla.


Ia tahu mungkin semua terjadi karena kesalahannya, karma. Dev meninggalkan Kayla yang ia pandang sebelah mata dari segi strata sosial, tapi setelah itu anak perempuannya pula ditinggalkan lelaki yang sama sekali tidak ia duga. Lelaki dari keluarga kaya dan pengusaha yang ia kira setia pada anak perempuannya malah mendua.


Dan kini hanya pusara yang Nyonya Lolita hadapi, anak perempuannya telah meninggal lalu cucu pertamanya juga diambil. Kesedihan yang sempurna untuk meruntuhkan sikap arogan nya selama ini.


Dan sekarang sang menantu sakit parah pula, melihat cucunya tumbuh tanpa seorang ibu membuat Nyonya Lolita kian sedih mengingat ada cucunya yang lain juga tumbuh tanpa anak perempuannya yang kini sudah tiada.


Belum lagi saat ia mendapat kabar bahwa ada cucu lain yang tumbuh tanpa seorang ayah.


Karena sikapnya, karena keserakahannya akan status sosial membuat ia seolah mengatur semua kehidupan putranya. Andai dulu ia tidak memaksa Dev menikahi Nika lagi, mungkin Khanza tidak akan ada dan Adrian tidak akan tumbuh dari orang tua yang terpisah.

__ADS_1


"Bang Dev, aku turut sedih. Tapi kita tidak perlu menyesal apa yang sudah terjadi, lagi pula ini bukan kuasa kita yang bisa mengendalikan semuanya sesuai kehendak. Aku juga tidak mengira akan terjadi seperti ini, aku benar-benar sedih mendengarnya."


Kayla menghapus air matanya, ia benar-benar larut dalam cerita Dev akan kehilangan kakak perempuannya.


"Iya, sudah terjadi. Mau diapakan lagi!"


"Aku tidak dendam pada Mama mu, percayalah aku sudah melupakan yang telah lalu yang pernah terjadi diantara kita waktu itu, aku juga bersalah pada Mama mu. Aku menampar beliau tanpa mengira akan akibatnya setelah itu."


"Aku mengerti, dan benar kata mu semuanya sudah berlalu. Kini Mama juga tidak dendam padamu, Mama hanya malu saja jadi jangan kira Mama tidak suka kau datang."


Kayla memaklumi.


"Apa boleh aku pamit pulang? Ini sudah sore, Bus terakhir jam 5, bisakah kau mengantarku ke terminal?"


Dev melihat jam di dinding kamar putrinya, ia menjadi kesal kenapa waktu terasa begitu singkat saat ini.


"Baiklah, tentu aku akan mengantar mu. Ayo!"


Kayla mengangguk lalu berdiri meletakkan Khanza kembali ke box bayi setelah melepaskan botol susu yang kini sudah kosong itu.

__ADS_1


"Ku panggil Mama dulu," ucap Dev.


"Iya, aku juga ingin pamit padanya langsung," balas Kayla yang kembali mencium pipi Khanza tanda perpisahan.


__ADS_2