KAYLA, Sang Pengganti

KAYLA, Sang Pengganti
Kejutan ulang tahun


__ADS_3

Untuk beberapa hari berikutnya Dev dan Kayla sama-sama diam dan tidak menyinggung soal percakapan mereka pada malam romantis yang gagal itu.


Dev mulai mengerti, tidak mudah menjadi Kayla. Ia tidak lagi memaksa untuk mendapatkan jawaban yang ia harapkan terlebih Kayla sama sekali belum menanggapi pinangannya malam itu.


Dev masih bersikap biasa, menemui anak dan mantan istrinya hampir setiap hari habis mengajar atau jika ada waktu luang hanya sekedar menghabiskan masa indahnya bersama Adrian yang mulai aktif mengikuti pelatihan-pelatihan yang bocah itu sukai.


Dev benar-benar menjadi sosok ayah yang siaga untuk Adrian, mengantar dan mengurus semua keperluan sekolah disela kesibukannya sebagai dosen yang memiliki jadwal yang cukup padat. Semua kesukaan putranya ia bantu salurkan demi pertumbuhan Adrian yang semakin baik.


Kehadiran Dev membuat Kayla mulai terbiasa lagi, ia menjadi fokus merintis usaha onlinenya sekarang karena jika urusan Adrian menjadi tanggung jawab Dev sehingga pekerjaannya menjadi lebih ringan sebagai orangtua tunggal bagi bocah itu.


Namun beberapa waktu terakhir Mama Hana kembali sakit, sedang Kayla mendapat begitu banyak pesanan kue onlinenya untuk berbagai acara.


Fokusnya terbagi, lelah pikiran dan tenaga mulai menghampiri wanita pekerja keras itu. Yang membuatnya lebih letih saat bersamaan Dev mulai sibuk dari biasanya, lelaki itu mulai sering absen untuk Adrian.


Dev sibuk membimbing skripsi mahasiswanya, belum lagi beberapa acara wisuda yang harus ia terlibat aktif di dalamnya.


Karena beberapa minggu terakhir pria itu dipercaya untuk jabatan kepala program studi salah satu jurusan disela menjadi dosen yang masih aktif mengajar hampir setiap hari. Belum lagi beberapa seminar sudah ia kantongi sebagai pembicara ahli.


Namun Kayla mulai merasa Dev sengaja menghindar, ia kewalahan mengurus semuanya bersamaan. Disaat seperti inilah jiwanya meronta, ia lelah menghadapi dunia seorang diri.


Betapa ia merasa besar hati selama ini karena mampu menghadapi segala sesuatu seorang diri, menjadi tulang punggung keluarga kecilnya, menjadi ibu sekaligus pengusaha rumahan untuk menopang hidup.


Namun Kayla mulai kebingungan sendiri disaat sang Mama sakit, putranya harus sekolah dan pelatihan ini dan itu, belum lagi ia mengolah sendiri usaha yang kini ia jalani.


Biar bagaimana pun ia tetaplah seorang wanita lemah, disaat seperti ini ia butuh tempat bersandar, butuh teman bicara untuk keluhan lelahnya, urusan sakit Mama Hana cukup menyita pikiran dan perasaannya, hanya sang Mama yang ia punya selama ini.


Kini Mama Hana terbaring lemah di rumah sakit sebab penyakitnya kambuh lagi. Pesanan kue yang tidak bisa ia batalkan membuatnya lelah sendiri bolak balik rumah sakit. Terkadang muncul rasa kesal pada Devano yang sering tidak punya waktu untuk urusan Adrian hingga semua urusan bocah itu juga Kayla yang harus menanganinya.


Sampai pada suatu hari, ia baru saja mengantar Adrian sekolah setelah memastikan Mama Hana istirahat dengan baik sepulang dari rumah sakit.


Perempuan itu langsung menuju sebuah kampus dimana Dev menjadi dosen disana. Ia mendapat pesanan kue ulang tahun dari beberapa mahasiswa yang menghubunginya.


Kue ulang tahun untuk seorang dosen yang mereka puja. Kayla tersenyum saat turun dari mobil, entah kenapa ia teringat Dev saat ini. Mungkin saja mereka akan bertemu nanti, Kayla melirik kesana kemari banyak mahasiswa dan mahasiswi yang lalu lalang.


Teringat ia saat menjadi salah satu diantara mereka, beberapa saat Kayla larut dalam kenangan akan suasana kampusnya dulu, sayang sekali ia tidak menyelesaikan kuliahnya.


"Jika aku tamat kuliah, mungkin akan bekerja di kantor bukan jadi penjual kue online seperti ini," gumam Kayla pelan sambil melihat kotak kue di tangannya.


Kayla mengeluarkan ponselnya, sebelum menghubungi nomor mahasiswa pemesan kue, lebih dulu ia mengirim pesan pada Dev memberitahu bahwa ia sedang di kampus pria itu sekarang.


Namun beberapa saat ia menunggu jawaban, Dev tidak membalasnya. Kayla jengkel sendiri.


"Apa dia sesibuk itu? Apa dia sedang mengajar sekarang? Bukankah ponselnya selalu di saku celana, pasti terasa getar pesan masuk, huh menyebalkan!" rutuk Kayla pada layar ponselnya yang menampilkan pesan yang ia kirimkan itu terlihat diabaikan.

__ADS_1


Sambil terus merutuk ia menghubungi pemesan kue agar mereka bertemu.


Ia mengikuti arah petunjuk kemana ia harus mengantarkan kue ulang tahun yang ia buat istimewa dari cokelat tersebut.


Sampai pada sebuah kelas, Kayla berhenti saat seorang mahasiswi cantik melambai tangan padanya. Mereka bertransaksi untuk sebuah kue ulang tahun buatan Kayla.


"Ini uangnya," ucap mahasiswi itu seraya memberikan uang sesuai harga kue.


Kayla menerimanya dengan senyum lebar.


"Terimakasih, kuenya sesuai pesanan. Aku harap acara kejutan ulang tahunnya berjalan lancar dan menyenangkan," sahut Kayla setelah memberikan kotak kue pada gadis belia itu.


Mereka saling berbasa basi sebelum berpisah. Kayla pergi meninggalkan area depan kelas menuju ke mobilnya kembali.


Namun dipertengahan jalan ia merasa kunci mobilnya hilang dari tangan. Kayla menghembuskan napas kasar ia pikir mungkin saja terjatuh di depan kelas tadi.


Perempuan yang memakai jeans dan kemeja flanel motif kotak-kotak itu berbalik ke kelas tadi guna mencari kunci mobilnya yang tercecer.


Benar saja kunci mobilnya ia temukan tidak jauh dari tempatnya bertransaksi kue ulang tahun.


Ia tidak sengaja melirik kelas yang sekarang terbuka pintunya, ada suara heboh disana. Nyanyian ulang tahun dan suara gaduh dari mahasiswa perempuan terdengar jelas di telinga Kayla.


Ia tersenyum membayangkan kue ulang tahun buatannya tidak sia-sia dan sesuai rencana pemesan untuk memberi kejutan pada sang dosen pujaan mereka.


Kayla terdiam, ia merutuk dalam hati kenapa ia tidak ingat bahwa tanggal hari ini adalah ulang tahun Dev.


Dadanya sesak, kenapa ia menjadi kesal sekarang.


"Cih, apa seperti ini sibuknya mengajar hingga tidak sempat untuk urusan Adrian? Sibuk mendapat perhatian dari mahasiswi cantik rupanya hingga lupa anak sendiri!!" gumam Kayla dalam hati.


Beberapa kali ia tampak bernapas kasar, ia menggigit bibirnya dengan geram saat melihat Dev menerima semua perlakuan mahasiswi-mahasiswi yang tampak memuja pria duda itu.


"Apa dia tidak tulus selama ini padaku? Kenapa bersama mereka tawa Bang Dev begitu lepas? Senyum lebar nang menawan, cih dosen nakal, mata genit!!!" rutuk Kayla lagi.


Meski ia kesal, namun ia tidak juga beranjak dari sana.


Dev tidak menyadari ada sosok perempuan yang tengah merutuk marah di luar kelas, ia mengucapkan terimakasih pada mahasiswanya yang repot memberikan kejutan ulang tahun hari ini, itu artinya kehadirannya di kampus itu cukup berarti.


Mereka makan kue bersama, tersenyum lebar menghadap kamera. Yang membuat duda beranak satu itu terdiam saat ada satu mahasiswi yang bicara setelah suasana dibuat hening.


Siapa yang menyangka, mahasiswi cantik yang memesan kue itu menyatakan suka pada sang dosen tanpa malu, ia didukung oleh teman-temannya yang bersorak senang atas pemandangan itu.


Dev menggeleng pelan saat memaklumi seperti apa mahasiswi zaman sekarang yang tanpa malu menyatakan cinta pada dosen di depan teman-teman mereka.

__ADS_1


"Kau masih kecil Ana, tahu apa kau soal cinta. Aku ini seperti kakak atau paman bagi kalian semua, jangan berlebihan oke?" ucap Dev mengusap kepala Ana layak anak kecil.


"Aku sudah dewasa Pak Dev, aku tidak keberatan mendapat duda beranak satu yang umurnya jauh lebih dewasa dariku, aku jatuh cinta padamu. Aku tidak malu," balas Ana disusul teriakan dari teman-temannya.


Dev hanya terkekeh, ia tidak berniat menanggapi namun ia tidak sengaja berpaling ke arah luar kelas.


Sosok Kayla terlihat nyata di sana. Dev mengernyit heran sejak kapan mantan istrinya itu berada di sana dengan wajah merah padam.


Dev segera menghampiri tanpa menghiraukan Ana yang juga menyusul langkahnya keluar.


"Kayla? Kau kemari? Ada apa?" tanya Dev heran.


Kayla tampak menggeram tanpa kata, hanya tatapan tajam saat Ana dan teman-temannya juga telah berdiri di samping Dev.


"Pak Dev mengenal kakak ini?" tanya Ana.


Dev mengangguk polos.


"Dia kemari karena aku memesan kue ulang tahun ini darinya," jawab Ana menegaskan seraya menunjuk kue ulang tahun yang dipegang salah satu temannya.


Dev mengangguk mengerti.


"Benarkah?" Dev tersenyum pantas saja rasa kue itu tidak asing di lidahnya.


Kayla masih diam.


"Kak Kayla apa ada yang tertinggal? Apa uangnya kurang?" tanya Ana lagi memastikan kenapa perempuan itu masih berada di sana pikirnya.


Kayla mengangguk, "Iya, ada satu hal yang kurang," ucap Kayla sambil mencengkram potongan kue yang masih dipegang salah satu teman Ana.


Siapa yang menyangka, Kayla mengambil potongan kue itu dengan tangannya lalu menempelkan krim manis itu ke kemeja Dev dengan wajah kesal bukan main hingga bagian depan tubuh Dev penuh krim berwarna cokelat.


Terlebih ia menggunakan tangan yang masih memakai cincin pemberian Dev saat melamarnya malam itu. Kayla tidak bisa menahannya.


"Ini, kurang ucapan selamat ulang tahun dariku!!!" sambung Kayla sebelum pergi meninggalkan kebingungan dari semua mahasiswa yang melihat.


Dev memejamkan matanya, ia berdecak sesaat sebelum menyusul langkah Kayla yang sudah berjalan cepat menuju mobilnya.


"Aku rasa dia sedang cemburu," gumam Dev geleng kepala sambil melihat kemejanya yang penuh cokelat.


"Kayla tunggu!" Dev menghentikan Kayla yang hampir mencapai mobilnya.


"Lepaskan aku!" tepis perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2