
Dev tidak langsung ke hotel saat pulang dari rumah sakit, ia harus bertemu Kayla pikirnya hingga ia melaju dengan kencang menuju kediaman Kayla dan Mama Hana.
Sampai di sana bukan Kayla yang ia temui, melainkan suasana rumah yang sepi. Tidak ada siapapun di sana.
Beberapa kali Dev menghubungi Kayla namun nihil, tidak direspon sama sekali. Entah kemana mereka Dev tidak tahu.
"Ah sial!!" rutuk Dev kesal, ia hanya bisa memukul stir mobil dengan raut frustasi.
Sore sudah berganti gelap, Dev teringat toko kue milik Kayla. Berharap sang mantan istri ada di sana, ia pun segera melaju kencang ke arah toko kue yang ia yakin Kayla berada di sana sekarang.
Benar saja, perempuan yang ia cari-cari berada di sana saat ini. Toko kue yang ramai, Kayla tampak meladeni salah satu orang, mereka terlihat seperti sedang berdiskusi. Dev berjalan cepat menghampiri.
Baru akan mendekati Kayla, Dev lebih dulu bertemu Mama Hana dan Adrian.
"Papa!" sapa anak itu.
"Oh sayang, kau mengagetkan Papa!" sahut Dev yang langsung menggendong putranya dengan sayang.
"Nak Dev, kau kemari?" basa basi Mama Hana.
Dev melirik Kayla yang tampak fokus bicara dengan orang itu di sudut ruangan. Dev melihat Mama Hana dan Adrian.
"Iya Mama, aku aku ingin membeli kue untuk rekan ku di hotel," jawab Dev mencari alasan sambil terus melirik mantan istrinya.
Dev melihat raut Mama Hana dan Adrian yang biasa saja, ia yakin Kayla belum menceritakan tentang kejadian tadi sore di rumah sakit.
"Kau mencari Kayla?" tanya Mama Hana tersenyum.
Dev mengangguk pelan, "Ada yang ingin ku bicarakan dengannya sebentar, sepertinya dia ada tamu," jawab Dev.
"Kayla sangat sibuk, dia mengurus semuanya sendiri. Itu dia lagi diskusi dengan pihak WO untuk pernikahan yang kembali maju mendadak untuk besok." tunjuk Mama Hana pada Kayla seraya terkekeh.
Mendengar itu membuat Dev membesarkan matanya.
"Apa? Menikah besok?"
Adrian mengangguk, "Iya Mama akan jadi pengantin besok, semua menjadi repot hari ini!" sahut Adrian polos.
"Entahlah, hanya mereka yang tahu alasannya. Hanya akadnya saja, resepsi akan tetap di minggu depan. Hanya keluarga dekat dan teman saja Nak Dev, jadi tidak masalah jika dimajukan," cetus Mama Hana lagi.
__ADS_1
Dev menjadi kesal seketika, ia tidak pula tega untuk bicara pada Mama Hana sekarang terlebih ada Adrian, ia merutuk dalam hati akan hal ini, ia melirik lagi Kayla yang belum menyadari kedatangan nya.
"Baiklah sayang boleh tidak Papa bicara pada Mama mu sebentar, ini sangat penting!" kata Dev sambil menurunkan Adrian.
Anak itu mengangguk saja, "Ingin Mama panggil?" tanya Mama Hana.
"Tidak perlu, aku akan ke sana!" jawab Dev sambil mengusap rambut anaknya seraya mengatakan untuk bermain dengan Mama Hana dulu.
Dev perlahan mendekati Kayla yang masih fokus berdiskusi tentang dekor yang harus dipercepat menjelang besok sore acara akad nikahnya dengan Gilang.
"Kayla!" panggil Dev.
Kayla menoleh, ia terkejut Dev berada di belakangnya sekarang.
Dengan raut kesal Kayla mencoba untuk bersikap biasa di depan tamunya, padahal ia sangat kesal pada Dev atas kejadian tadi sore.
"Kenapa kau kemari?" tanya Kayla.
"Aku harus bicara padamu."
Kayla menghembuskan napas kasar, ia tidak ingin membuat orang curiga hingga ia menyudahi pertemuan dengan tamunya itu, setelah mereka membuat janji akan saling menghubungi nanti, barulah Kayla beralih pada Dev yang setia menunggu tanggapannya.
"Ada apa lagi Bang Dev?" tanya Kayla kesal.
"Apa maksudmu? Ini urusanku, urusan hidupku. Mau menikah besok atau kapan itu bukan urusan mu!"
"Ck, yang benar saja Kayla! Kau tidak tahu siapa yang akan kau nikahi itu, Gilang sialan itu bukan pria baik, aku kemari ingin bicarakan tentang itu!" ucap Dev dengan emosi dan suara lantang.
"Bang Dev, apa-apaan kau ini? Di sini ramai, apa kau mau membuat keributan lagi? Pelan kan suaramu, aku sudah berbaik hati tidak mengungkit kejadian tadi sore pada Mama dan Adrian, kenapa kau malah berteriak di sini!" Sahut Kayla dengan kesal.
"Aku tidak menyangka, kau percaya pada pria itu rupanya."
"Dia calon suamiku, aku mengenalnya sudah sangat lama. Jika kau datang untuk memfitnahnya, maaf aku tidak tertarik," elak Kayla sambil menyilangkan tangan ke dada.
"Kau berubah Kayla! Kau sudah terpengaruh dengan lelaki sialan itu."
"Itu bukan urusan mu!"
"Kayla dengarkan aku, kau tidak tahu sama sekali tentang Arka!"
__ADS_1
Kayla menepis tangan Dev yang mencoba meraih tangannya.
"Kau pikir aku akan membiarkan kau menikah?"
"Jangan konyol Bang Dev! Kau hanya dendam pada Gilang, jangan mencoba menghasut ku."
"Beri aku waktu menjelaskan padamu siapa Gilang Arkana yang sebenarnya!" ucap Dev lagi.
"Maafkan aku Bang Dev, aku rasa sudah bukan urusan mu aku ingin menikah dengan siapa, ayo mengertilah aku sudah cukup lelah mengurus semuanya hari ini. Jangan buat aku pusing dengan bualan mu malam ini."
"Kayla dengarkan aku!"
"Cukup! Aku tidak mau mendengarkan apapun, kau sudah membuatku berpikir lain sejak di rumah sakit, aku baru tahu kau yang sebenarnya. Kau sudah memukul calon suamiku dengan brutal, membuat Rafi menangis ketakutan, kau yang berubah Bang Dev, aku tidak peduli masa lalu apa yang kau dan Gilang terlibat masalah, yang aku peduli sekarang adalah kau berhenti mengganggu hidupku, kau hanya boleh bicara padaku urusan Adrian, selain itu adalah urusan pribadi ku!"
Jawaban Kayla membuat Dev mengepalkan tangannya, ia yakin Arka sudah mempengaruhi pikiran Kayla.
"Yang pasti, pernikahan itu tidak akan terjadi Kayla. Pegang janjiku!" kata Dev berapi-api.
"Cukup kekonyolan mu Bang Dev! Maaf kau tidak diundang besok! Jadi jangan berpikir yang tidak-tidak."
"Kayla, dengarkan aku," cegah Dev pada Kayla yang menghindari nya seraya menjauh.
Lagi Kayla menepis tangan mantan suaminya itu.
"Berkacalah Bang Dev, sebelum kau mengatakan Gilang tidak baik untukku, apa kau sudah menjadi pria baik untuk wanita manapun? Bahkan kau tidak bisa keluar dari ketiak ibumu!" ucap Kayla mulai jengah.
"Kayla?"
"Pergilah! Cukup untuk sikap yang kau tunjukkan sejak sore tadi, aku sudah tidak percaya padamu!"
Kayla pergi begitu saja. Membuat Dev mengusap wajahnya frustasi.
Ia ingin mengejar Kayla namun ponselnya bergetar. Ia merogoh sakunya dan melihat siapa yang memanggilnya saat ini.
"Mama?" gumam Dev, menarik napas dalam ia menerima panggilan itu.
Ia terdiam setelah mendengar kalimat demi kalimat yang Mamanya katakan.
"Apa? Khanza masuk rumah sakit?"
__ADS_1
Dev lesu, ia menatap lagi punggung Kayla yang menjauh. Bagaimana ia bisa pulang dalam keadaan Kayla yang akan menikah besok pikir Dev, namun Khanza masuk rumah sakit yang mengharuskan ia untuk pulang malam ini ke kota domisilinya.
"Ya Tuhan..... Bagaimana bisa aku memilih, Kayla akan menikah besok, dan bagaimana pula aku harus pulang malam ini?" gumam Dev bertambah frustasi.