KAYLA, Sang Pengganti

KAYLA, Sang Pengganti
Jangan memberi harapan!


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Dev memberi isyarat untuk tetap diam dengan jari telunjuknya yang ditempel ke bibirnya yang tersenyum nakal, Adrian mengangguk mengerti berpura tidak menyadari kedatangan sang papa yang membawa sebuah buket bunga mawar di tangannya.


Kayla sedang asyik mengadon kue, ia memulai dari awal lagi bisnis kue dan catering dari rumah sejak sebulan lalu, melalui pemasaran lewat media sosial dan platform online.


Bersama sang anak ia membuat aneka kue dan cemilan sebagai dagangannya, diakhir pekan Adrian selalu menemani mamanya di dapur.


Adrian diminta Kayla untuk mengambil sesuatu yang dibutuhkan dari kulkas, namun sang anak tidak juga mendapatkannya hingga saat ia hendak berbalik badan untuk menyusul Adrian tiba-tiba Kayla terkejut oleh sebuah kecupan pipi dari seorang pria yang terus mengganggunya sejak Dev pindah mengajar di sana.


"Bang Dev!" seru Kayla membesarkan matanya.


Dev menyeringai, ia kecup pipi mantan istrinya itu sekali lagi seraya memberikan buket bunga dari tangannya.


"Bang Dev, jangan seperti ini. Malu dilihat Adrian!"


"Jika tidak ada Adrian?" pancing Dev sambil terkekeh, ia raih pinggang ramping Kayla yang masih memakai apron itu dengan mesra.


Kayla memutar matanya dengan malas, ia melirik Adrian yang menutup mulut menahan tawa melihat ayah ibunya berdekatan.


"Lepaskan aku! Dasar tidak tahu malu."


"Hei kenapa harus malu, dia putra kita! Ini untukmu," kata Dev memberikan bunga itu lagi pada Kayla yang menatapnya dengan kesal.


"Tanganku penuh tepung, taruh saja di sana!" jawab Kayla seraya menunjuk meja lain dengan ekor matanya.


Dev menghembus napas kasar, sejak ia pindah mengajar di sana ia gencar mendekati Kayla, namun sampai sekarang perempuan itu masih saja jual mahal padanya. Dev tidak ingin menyerah begitu saja, demi masa depan dan putranya ia rela mengemis cinta pada sosok pengganti dimasa lalunya itu.


Dev menginginkan Kayla lebih dari apapun, ia tidak berniat menikah dengan perempuan selain ibu dari putranya itu.


Berbeda dengan Kayla, ia tidak mudah untuk menerima Dev kembali setelah apa yang telah terjadi pada kehidupannya sebelum ini terlebih ia baru saja gagal menikah dengan Gilang.


Sangat berbeda dengan Kayla yang dulu, yang mengejar cinta Dev, rela merendahkan diri agar dianggap istri yang sebenarnya, namun kini Dev di depan matanya, mengharap kembali padanya demi Adrian dan masa depan yang lebih baik, namun entah kenapa seolah Kayla masih menutup mata untuk memulai percintaan itu lagi meski segala kemungkinan telah terbuka untuk ia bersama Dev lagi.


"Boleh aku bantu? Mana Mama aku tidak melihatnya?" ucap Dev setelah menaruh bunga itu di meja lain.


"Nenek sedang pergi menjenguk tetangga yang sakit," jawab Adrian mendekati papanya.

__ADS_1


Dev mengangguk mengerti. Dua lelaki tampan itu mendekati Kayla, membantu meski Kayla tidak memintanya. Karena enggan berdebat perempuan itu mengalah juga.


Dalam proses itu, keakraban tercipta diantara mereka bertiga membawa rasa yang dalam pada Adrian yang masih aneh rasanya punya ayah dan ibu kandung yang akur seperti sekarang.


Pemandangan yang membuat anak itu kian tersenyum lebar. Anak mana yang tidak bahagia jika orangtuanya berdekatan seperti ini meski belum bersama dalam arti yang sebenarnya.


"Huh, kalian membuat pekerjaan ku menjadi lambat, lihat ulah kalian! Aaaaaahh!" Kayla kesal sendiri melihat kelakuan ayah dan anak itu yang terus mengganggu nya.


Dev terkekeh, "Makanya menikah denganku jadi tidak perlu membuat semua ini lagi, biar aku saja yang bekerja," ucap Dev dengan nada bercanda.


"Iya kan sayang?" tanya Dev pada Adrian. Anak itu mengangguk saja sambil terus mengunyah.


Kayla hanya diam sambil berpaling arah, ia tidak ingin menanggapi.


"Kayla, aku serius!" Dev menghentikan tangan Kayla yang kembali mencetak kue.


"Andai kenyataan semudah bicara mu Bang Dev, aku bosan mendengarnya!"


"Ayolah sayang!" rengek Dev meraih tangan Kayla ke dadanya.


Kayla ingin tertawa rasanya, Dev tidak pernah sebucin ini ketika mereka bersama dulu, pria itu terkesan dingin dan jual mahal namun sangat berbeda sekarang, Dev begitu mudahnya menyatakan cinta.


"Lepaskan aku!" kata Kayla segera menjauh lagi menghindar.


Adrian kembali membuat suasana kedua orangtuanya menjadi akur, saling membantu menyelesaikan pekerjaan Kayla. Sesekali Kayla melirik aksi dua lelaki yang membuat takdirnya sungguh berliku, senyumnya tidak pernah pudar saat Dev dan Adrian tampak kompak satu sama lain.


Tanpa mereka sadari, ada hati orangtua yang sedang menyeka sudut matanya yang basah oleh pemandangan yang seharusnya berada dalam kenyataan.


Mama Hana melihat keakraban mereka bertiga, hatinya sungguh miris melihat kebahagiaan Adrian yang seolah semu. Kayla dan Dev bukan pasangan dalam rumah yang utuh bagi Adrian, mereka hanya menjalin hubungan baik, entah kenapa pemandangan ini membuat Mama Hana sedih.


"I Love You," bisik Dev pada Kayla yang sibuk mencuci piring. Lelaki itu menggoda Kayla dengan tangannya yang nakal menyentuh pinggang Kayla dengan elusan lembut hingga membuat perempuan itu tersentak geli.


"Aku menginginkan mu Kayla," ucap Dev lagi dengan suara pelan namun jelas di tepi telinga Kayla, suara berat yang membuat darahnya berdesir.


Kayla melirik Dev dengan tatapan tajam, ia mendorong lelaki itu untuk menjauh, Kayla kehilangan kata-kata. Ia langsung saja pergi ke toilet dan menghilang di sana.


Dadanya naik turun, matanya basah oleh sesuatu yang ia tahan sejak tadi. Melihat Dev bahagia dengan Adrian membuat hatinya kian lemah. Tawa Adrian kala bersama ayah kandungnya, kala Dev mendamba untuk kembali padanya sungguh membuat Kayla dilema.

__ADS_1


Namun entah kenapa semua itu belum cukup mampu untuknya yakin menerima Dev kembali, entahlah hanya Kayla yang mengerti hatinya saat ini.


"Kayla," lirih Mama Hana saat mereka habis makan malam.


"Iya Ma."


"Jangan memberi harapan palsu, kasihan Nak Dev," ucap Mama Hana dengan lembut.


Kayla terdiam. Ia tampak menarik napas.


"Mama tidak berniat ikut campur, tapi apa salahnya jika kau mengambil sikap, lihat Adrian pikirkan juga perasaannya."


Kayla masih diam.


"Kau mencintai Nak Dev?"


Mama Hana menggenggam tangan putrinya, lagi lagi Kayla terdiam.


"Kau tidak bisa menjawabnya."


Mama Hana tampak menarik napas dalam.


"Seharusnya kau tidak seperti ini Kayla, jika kau mau kau bisa kembali pada ayah putramu, pikirkan kebahagiaan mu Nak.... Mama lihat Nak Dev serius padamu, bukankah di masa lalu kalian hanya terlibat salah paham?"


Kayla menunduk.


"Memang tidak mudah, Mama mengerti perasaan mu. Tapi jika kau berlarut dalam hubungan yang semu, akan ada saatnya Nak Dev jenuh menunggu, bagaimana jika dia pergi lagi? Adrian akan kehilangan sosok ayah lagi, kau merasakan sendiri menjanda dalam waktu yang lama."


"Mama lihat, kau tidak menerima namun juga tidak menolak kehadiran Nak Dev dalam beberapa waktu terakhir."


"Jika tidak, tegaskan pada Nak Dev bahwa tidak perlu menunggu mu, agar dia tidak berharap lebih dari kedekatan kalian sekarang ini." Sambung Mama Hana sambil berdiri dari duduknya.


Kayla menatap ibunya, ia hanya diam seribu bahasa.


#####


Maafkan otor yang hiatus cukup lama, anak-anak otor sedang tidak sehat dalam beberapa waktu terakhir, yang sulung kena muntaber sampai dirawat di rs. Jadi mamanya yang perut besar ini lelah sekali.

__ADS_1


Dua minggu lagi rencana mau lahiran, doakan ya pemirsah lancar dan selamat. Amin. Novel ini akan sy teruskan kok, sy ga bisa jika ga halu, dunia halu cukup membuat sy ga stress stress amat sama dunia fana ini yang semuanya serba mahal sekarang. 🤪🤪🤪


Lanjut yaa!


__ADS_2