
"Jadi di kota ini rupanya kau melarikan diri pria bajingan!!" teriak Dev tiba meraih tubuh Gilang dari Rafi dan Kayla. Memukul wajah Gilang lalu menariknya menjauh dari mantan istrinya itu.
Kayla terkejut bukan main, Dev main hantam begitu saja calon suaminya. Pun Rafi yang terpekik ketakutan akan hal yang baru saja Dev lakukan pada ayahnya.
"Bang Dev!! Hentikan, apa-apaan ini?" teriak Kayla menyusul Dev yang sudah ingin mencekik leher calon suaminya.
Dev benar-benar kehilangan akal. Wajahnya merah matanya menyala kemarahan yang luar biasa.
"Aku menunggu mu sekian lama pria sialan, sekarang kau muncul sendiri rupanya. Kau pikir kau bisa lari begitu saja ha?" ucap Dev marah tanpa menghiraukan Kayla yang mulai melerainya.
"Bang Dev hentikan! Ada apa ini? Kau mengenal Gilang?" teriak Kayla lagi.
Gilang tampak tidak melawan meski hidungnya tampak mimisan.
"Jadi pria ini kau sebut calon suami?" kata Dev pada Kayla tanpa melepaskan Gilang sedikitpun.
"Bang Dev, aku mohon ini rumah sakit, jika kalian saling mengenal kita boleh bicara dengan baik, jangan seperti ini. Malu dilihat orang!" bentak Kayla.
Dev berdecak. Ia menatap lagi wajah Gilang seolah ingin menelannya hidup-hidup.
"Kau pikir aku akan membiarkan pria seperti mu merebut Kayla dariku? Oh jangan bermimpi Arka," cetus Dev geram.
"Bang Dev?" teriak Kayla lagi, namun Dev sama sekali tidak menggubris.
"Kenapa kau diam ha? Kau takut Kayla tahu siapa calon suaminya ini?" sindir Dev.
Gilang mulai bergerak saat Dev menoleh pada Kayla. Dengan cepat ia melepaskan diri lalu mengambil kesempatan membalas Dev di bagian perut hingga Dev terhuyung menjauh.
__ADS_1
"Apa kau pikir aku takut padamu?" ucap Gilang mulai bersuara.
Kayla geleng kepala, ia tidak mengira bahwa Dev dan Gilang saling mengenal dan terlibat masalah seperti ini.
"Aku tidak mengerti, kalian saling mengenal? Tapi kenapa langsung berkelahi seperti ini? Bisakah kalian bicara baik-baik, ini rumah sakit. Mengganggu pasien, dan sekarang lihat Rafi jadi ketakutan!" teriak Kayla lagi sambil memeluk Rafi yang menangis kesakitan.
Dev berdiri tegak lagi, ia ingin memukul Gilang namun Kayla lebih dulu menghadang dan melindungi calon suaminya dari Dev.
"Minggir lah Kayla, kau akan sangat terkejut jika tahu dengan siapa kau akan menikah. Dan sayangnya aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Pria jahat ini tidak pantas untuk wanita manapun," ucap Dev berapi-api.
Kayla tidak pernah melihat Dev semarah ini.
"Bang Dev hentikan!! Jangan berkata yang tidak-tidak. Kau membuatku takut, kau tidak pernah semarah ini, dan kau membuat semua orang takut, lihat Rafi? Lihat semua orang sedang memperhatikan kita karena ulahmu, ini rumah sakit, jika ada masalah bisa bicara baik bukan?"
"Ayo kita pergi dari sini, biarkan pria gila itu mempermalukan dirinya sendiri. Apapun yang dia katakan adalah tidak benar, dia hanya dendam padaku, orang yang membenci tentu akan berani memfitnah ku, jangan dengarkan dia Kayla. Ayo kita pergi dari sini!!"
Kayla mengangguk, ia menurut saat Gilang menarik tangannya sambil menggendong Rafi untuk menjauh dari Dev.
Dan perasaan semakin marah muncul saat menyadari pria itu pula yang akan menjadi suami dari wanita yang ia cintai. Sungguh Dev ingin gila karena hal ini.
Pria itu mencoba berpikir lapang, ia memutuskan untuk kembali mobilnya.
Dev bersandar di bangku kemudi, lama ia berpikir akan kejadian beberapa saat lalu.
"Ah sial..... Kenapa aku lupa hal ini, apa Rafi adalah keponakan ku?" gumam Dev sambil memukul stir dengan kesal.
Ia tidak berpikir ke arah Rafi tadi.
__ADS_1
"Ya Tuhan......" lirih Dev menengadah ke atas sambil meremas rambutnya frustasi. Bagaimana ia lupa pada Rafi yang ternyata adalah putra dari Arka mantan iparnya yang memutus kontak dengan keluarganya sejak mengambil anak lelaki yang dilahirkan kakak perempuannya karena keretakan rumah tangga mereka yang disebabkan oleh Arka yang berselingkuh dan menikah lagi kala itu.
Perebutan anak hingga menyebabkan kakak perempuannya depresi pasca melahirkan karena sang putra sudah lebih dulu dilarikan tanpa sepengetahuannya. Arka punya akses yang mulus untuk melakukan semua itu hingga hak asuh jatuh padanya.
Dan keluarga Arka menutup akses untuk mendapatkan hak bertemu dengan cucu mereka.
Semua mengira Arka membawa cucu pertama dari keluarga mantan Gubernur itu keluar negeri.
Ternyata hari ini Dev sendiri yang menemukan kenyataannya sekarang. Dev mengingat wajah Rafi, pantas saja ia merasa tidak asing, iya tidak ada yang bisa membantah bahwa Rafi mirip dengannya, mirip dengan kakak perempuannya yang telah tiada, mirip pula dengan Adrian karena mereka saudara sepupu.
"Aku yakin sekarang, Rafi adalah keponakan ku!" gumam Dev lagi.
Disisi lain. Kayla dan Gilang bicara di teras rumah mewah milik Gilang itu setelah memastikan Rafi beristirahat di kamar.
"Percaya padaku, apapun yang akan dikatakan oleh pria sialan itu semuanya tidak benar, jangan percaya padanya. Kau mengenalku dengan baik bukan?"
Kayla mengangguk saja.
"Kau lihat sendiri kelakuannya tadi, main pukul saja tanpa bicara baik-baik, bukankah pria sejati seharusnya bicara dengan kepala dingin bukan?"
Kayla mengangguk lagi.
"Kau mengenal Bang Dev?"
"Dia rivalku waktu kuliah, kami memang tidak pernah akur. Dia dendam padaku sejak lama, yang pasti Devano bukan pria yang baik, dia playboy saat kuliah. Jika dia bicara padamu abaikan saja, lagi pula kalian hanya mengenal sebentar di masa lalu, kau tidak mengenalnya Kayla, dia tidak sebaik yang kau kira!" kata Gilang meyakinkan.
"Aku bingung," sahut Kayla pelan.
__ADS_1
"Percaya padaku! Kita akan menikah besok, ayo aku antar kau pulang sekarang. Istirahat untuk hari bahagia kita besok," ucap Gilang sambil memegang tangan Kayla dengan lembut.
Kayla akhirnya tersenyum lalu mengangguk, "Aku percaya padamu!"