Kebahagian & Kehancuran

Kebahagian & Kehancuran
Eps 13


__ADS_3

Audy dan teman - temannya menyantap makanan dengan lahap, mereka berempat tampak datar dan dingin, tapi aslinya mereka sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama.


"Clow, lu hari senin sekolah gak?" Tanya Charlie di sela-sela makan.


"Sekolahlah, emang kenapa." Tanya balik Clowy.


"Apa lu yakin?" Tanya Charlie dengan tampang yang terlihat khawatir.


"Iya." Jawab Clowy singkat.


"Huft, baiklah." Jawab Charlie dengan membuat nafas secara kasar.


"Emang kenapa, kok lu kayak ragu gitu, kan Clowy mau sekolah, apa salahnya?" Tanya Chis yang merasa heran dengan sikap Charlie.


"Yah karena ini demi kebaikan." Ucap Charlie yang sengaja tak menjelaskan, toh biarkan saja temen-temennya penasaran.


"Maksudnya apa sih? gw gak ngeh, jelasin yang bener jangan stengah-stengah." Ucap Carlos yang tampak ingin tahu, serta nada bicara yang menuntut.


"Ada deh, rahasia." Jawab Charlie dengan wajah dan nada datar.


"Clow, emang ada apa sih?" Tanya Chris.


"Cerita dong, kok gak cerita sih sama kita berdua." Pintah Carlos memelas.


"Ternyata gw sama Charlie, kita satu sekolah dengan Theresia." Ucap Clowy menjelaskan secara singkat.


"Theresia yang itu?" Tanya Chris yang tiba-tiba menjadi lebih dingin.


"Iya." Jawab Clowy sambil tersenyum kecut.


"Senin gw bakalan pindah ke sekolah kalian." Ucap Chris terdengar sangat serius.


"Bukannya lu gak di kasih buat pindah?" Tanya Charlie.


"Gak atau ia, gw bakalan tetap pindah, apa lagi ada biang masalah di sekolah lu berdua, atau lu berdua pindah ke sekolah kita aja." Ucap Chris tampak memberikan penjelasan dan saran.


"Udah, lu gak usah pindah, kita liat aja nanti gimana keadaannya, lagian Charlie masih bisa buat jagain gw kan." Ucap Clowy sambil menatap tajam ke arah Charlie.


"Yah, lu pada gak usah khawatir, lagian gw masih bisa buat ngawasin biang masalah itu." Ucap Charlie setelah mendapat tatapan tajam dari Clowy.

__ADS_1


"Hmm, tapi ingat yah kalau sampe dia macam-macam, lu harus kasih tahu kita berdua." Ucap Chris menatap tajam ke arah Clowy dan Charlie secara bergantian


"Iya ingat." Kompak keduannya.


"Awas aja kalau sampe Clowy lecet." Ucap Chris sambil menatap tajam ke arah Charlie.


"Udah-udah, lanjutin aja makannya, karena gw pengen beli escream." Ucap Clowy menengahi.


"Ohiya, ngomong-ngomong tadi si Theresia nyirem Clowy pake air jeruk." Ucap Charlie pada kedua sahabatnya, dan langsung diberikan tatapan maut oleh Clowy.


"Apa." Kaget keduanya dengan tatapan tajam.


"Udah ah, lagian air jeruk doang." Ucap Audy cepat, agar kedua sahabatnya tak naik pitam, tapi sayang sekali rupanya ucapan Audy tak berpengaruh pada kedua sahabatnya itu.


"Gw bakalan kasih dia pelajaran, berani banget dia." Ucap Carlos dengan wajah yang merah padam karena emosi.


"Udahlah." Ucap Clowy.


"Gw gak bakalan biarin dia hidup tenang kalau sampe berani ganggu lu lagi." Ucap Carlos sambil menatap kedua mata Audy, Audy bisa melihat kalau sahabatnya Carlos sangat marah dan khawatir.


"Iya,iya terserah." Jawab Clowy sambil tersenyum.


"Liat aja, kalau sampe dia berani berbuat lebih, gw bakalan buat keluarga mereka hancur." Ucap Chris menggebu- gebu, raut wajahnya juga tak jauh berbeda dengan Carlos yang tampak merah padam, karena menahan gejolak emosi.


"Ingat, kalau sampe dia macam-macam, lu harus kasih tahu gw, jangan sampe gw tau dari orang lain." Ucap Chris penuh penekanan.


"Iya,iya." Singkat Clowy.


Clowy tersenyum tipis melihat kekhawatiran kedua sahabatnya, kedua sahabatnya bakan sangat posesif, keduanya sangat overprotektif jika sudah menyangkut Clowy, Charlie tak banyak bicara, Charlie sudah cukup mengawasi sahabatnya tanpa memberi ceramah, Charlie tentunya sama dengan kedua sahabatnya yaitu Chris dan Carlos, tapi Charlie memilih untuk diam dan bertindak tanpa ada orang yang tahu. Rasa sayang ketiga pria tampan itu membuat Clowy bahagia, Clowy bahkan sangat menyayangi ketiga sahabatnya, tapi Clowy tidak menunjukannya secara nyata.


"Gw udah cape nih." Ucap Clowy, setelah menghabiskan makanan yang ia pesan.


"Tumben." Ucap Charlie.


"Gw ama Carlos udah cukup lama disini, kan lu baru nyampe, jadi gak berasa." Jawab Clowy.


"Yauda, jadi sekarang kita bakalan pulang atau kita lanjut beli escrema?" Tanya Carlos.


"Kita beli escream aja dulu, sekalian gw juga mau beli cokelat." Jawab Clowy dengan cepat.

__ADS_1


"Hahaha, kalau pun cape ternyata otak lu adanya escream doang yah, gw gak abis pikir lagi, sebenarnya otaklu ada dimana sih." Ucap Carlos geleng-geleng kepala melihat sikap sahabatnya yang aneh.


"Yauda, ayo nanti malahan tamba malem kalau lama - lama." Ucap Chris sambil berdiri, dan diikuti oleh ketiga sahabatnya.


Jadi kalau salah satu gak berdiri, entah akan berapa lama lagi mereka duduk dan malas-malasan, dari pada mereka berantem dengan alasan yang unfaedah mending berangkat buat cari escream.


Clowy berjalan bersama ketiga sahabatnya, banyak pasang mata yang menatap mereka dari ujung kaki sampai unjung kepala, tapi seperti biasa Clowy, Charlie, Chris dan Carlos mereka tak melirik atau bahkan menanggepi, Mereka tetap dengan wajah datar dan aura dingin.


"Wahh, liat mereka gangteng-ganteng, pluss cewe itu juga cantik." Ucap A.


"Iya, beruntung sekali gadis itu bisa diapit sama tiga cowo ganteng." Ucap B.


"Cantik banget, tapi sayang pawangnya ada tiga." Ucap R.


"Gila, bening banget, tapi sayang ada tiga cowo ganteng disampingnya." Ucap Q.


"Cocok banget mereka, gadis itu sangat beruntung." Ucap s.


"Eh, mereka keknya orang berpengaruh deh, liat aja pakaian mereka." Ucap A.


"Wahh, mereka kayaknya emang dari keluarga yang berpengaru deh, liat aja sepatu cowo yang itu, harganya sekitar enam puluh jutaan." Ucap F, yang memperhatikan outfit Charlie dari atas sampai bawah.


"Iya, sweaternya juga kalau gak salah itu dua puluh satu jutaan deh." Ucap G.


Begitulah komentar orang terhadap keempat remaja tersebut, ada yang mengomentari kecantikan dan ketampanan, ada yang mengomentari sifat dingin mereka, sampao dengan outfit yang mereka.


Pesona dan kharisma mereka sangatlah kuat, sehingga orang yang berada di sekitar merekq pun menyadari kehadiran mereka yang menyita perhatian banyak orang.


"Clow, gw anter pulang sekarang yah." Ucap Charlie.


"Hmmm, boleh deh." Jawab Clowy menyetujui.


"Kalian berdua mau lanjut pulang atau masih mau nongkrong ?" Tanya Charlie, sambil melirik ke arah Chris dan Carlos.


"Gw, sih lanjut pulang lagian gw udah lumayan cape." Jawab Carlos.


"Sama gw juga." Sambung Chris.


"Oke, kalau begitu ayo pulang." Ucap Clowy.

__ADS_1


Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang, Clowy di antar sama Charlie, dan Chris, Carlos menggunakan mobil masing-masing.


Jangan lupa tinggalkan jejak :)


__ADS_2