Kebahagian & Kehancuran

Kebahagian & Kehancuran
Eps 21


__ADS_3

Clowy tampak sangat senang malam ini, entahlah dia merasa sangat bahagia bisa berkumpul bersama dengar orang-orang yang ia sayangi.


Sekarang mereka sudah selesai makan malam, dan langsung berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar berbagi cerita.


"Jadi bagaimana sekolah kalian ?" Tanya Kakek Hans.


"Semuanya baik-baik saja kek." Jawab Charlie.


"Oh, kenapa kalian tidak memilih untuk satu sekolah saja, bukannya lebih baik jika kalian satu sekolah ?" Tanya Verrel sambil menatap Clowy dan para sahabatnya.


"Seharusnya kita satu sekolah, tapi karena Chris dan Carlos gak diijin buat pindah jadi akhirnya kita pisah deh." Jawab Charlie.


"Apa perlu saya meminta ijin kepada orang tua kalian, mungkin mereka akan sedikit mempertimbangkan ?" Tawar Verrel.


"Tidak perlu." Belum sempat Chris ataupun Carlos menjawab, Clowy sudah menyela terlebih dahulu.


"Kenapa, bukankan memang lebih baik jika kalian satu sekolab ?" Ucap kakek Hans yang satu pemikiran dengan Verrel.


"Yah, tapi yang akan pindah mungkin Clowy sama Charlie, jadi tidak perlu berbica dengan orang tua Chris dan Carlos." Ucap Clowy sambil tersenyum misterius.


"Terserah kamu saja, tapi ingat yah, kamu harus bisa menjaga diri baik-baik." Ucap kakek Hans, ia tahu cucunya memiliki rencana tersendiri.


"Iya kek." Jawab Clowy, Verrel hanya bisa pasrah menerima keputusan putrinya, ia juga berpikir keras apa yang sebenarnya direncanakan putrinya.


"Ohiya, Clowy apa lu udah cerita soal masalah tadi disekolah ?" Tanya Charlie dengan suara pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Chris dan Carlos.


"Apa perlu banget buat dikasih tahu ?" Tanya Clowy, Clowy terlihat enggan untuk menceritakan masalah yang terjadi disekolah.


"Kalian sedang membicarakan apa ?" Tanya Shinta yang memperhatikan putrinya tengah berbisik-bisik dengan salah satu sahabatnya.


"Tidak sedang membicarakan apa-apa tan." Jawab Charlie, sedangkan Clowy tampak masih berpikir apa emang harus ia menceritakan tentang apa yang terjadi, ia hanya takut mommy nya khawatir saja.


"Sebenarnya tadi ada masalah kecil disekolah mom, dad, kek." Ucap Clowy, Clowy akhirnya memutuskan untuk menceritakan apa yang terjadi.

__ADS_1


Verrel sebenarnya sudah tahu jika terjadi sesuatu disekolah putrinya, para bodyguard yang ia utus hanya menyampaikan jika siang tadi terjadi masalah di sekolah purtrinya,ia enggan mendengar cerita dari para bodyguardnya dan memilih mendengar langsung dari putrinya.


"Jadi, tadi siang Clowy ketemu sama orang itu." Ucap Clowy yang enggan menyebut nama Karrel, karena ia tahu kakeknya tidak senang mendengar nama Karrel setelah meninggalnya oma Helen.


"Apa dia melakukan sesuatu padamu ?" Tanya kakek Hans.


"Tentu saja tidak, ada Charlie yang melindungiku, bahkan dia tidak bisa untuk sekedar menyentuhku." Ucap Clowy, Clowy menatap Charlie yang sedikit salah tingkah karena dipujih olehnya.


"Kenapa sampai kalian bisa bertemu ?" Tanya Shinta yang tampak khawatir, ia tak mau mantan suaminya menggangu hidup putrinya.


"Jadi ternyata anaknya satu sekolah denganku, beberapa hari yang lalu ia mencari masalah denganku." Ucap Clowy.


"Dan tadi kedua orangtuanya datang kesekolah karena di panggil guru bk." Sambung Clowy.


"Kenapa kalian bisa memiliki masalah, apa penyebab dari permasalahan kalian ?" Tanya Verrel, ia yakin pasti ada sesuatu yang menjadi penyebab permasalahan antara anaknya dan anak Karrel.


"Biar Charlie yang jelasin." Ucap Clowy, Clowy malas membahas masalah antara dirinya dan Theresia.


"Charlie, apa kamu bisa menceritakannya kepada kami ?" Tanya Shinta dengan penuh harap.


"Jadi waktu itu, saya Clowy sedang makan bersama dikantin sekolah, tapi waktu itu kami tidak hanya berdua melainkan berempat, kami duduk satu meja dengan siswa yang bernama Alfa dan Alvin, semuanya awalnya baik-baik saja, meski awal sedikit canggung antara kami berempat." Ucap Charlie, Charlie menjeda sebentar sebelum kembali meneruskan ceritanya.


"Tapi, tiba-tiba saja ada yang datang menyiram air jeruk ke arah Clowy, orang itu tak lain adalah Theresia, awalnya kami sama-sama terkejut, saya ataupun Clowy tidak menyangka jika yang menyiram Clowy adalah Theresia, Theresiapun tampak sama dari wajahnya ia terlihat terkejut dengan orang yang ia siram." Ucal Charlie lagi.


"Terjadi sedikit keributan dikantin sekolah, sampai guru bk datang dan menghentikan keributan tersebut, awalnya guru bk ingin menghukum Theresia tapi saya menyarankan untuk memanggil kedua orang tuanya untuk menghadap, agar mereka malu dengan sikap Theresia yang liar dan tak terdidik." Ucap Charlie lagi dengan sedikit sinis.


"Jadi seperti itu ?" Tanya Verrel.


"Kamu gak apa-apakan sayang, ada yang luka tidak ?" Tanya Shinta yang tampak sangat khawatir.


"Clowy tidak apa-apa tante, cuma waktu itu rambutnya basa dan sedikit lengket, jadi dia sedikit bau waktu itu." Ucap Charlie sedikit bercanda, ia tahu sahabatnya tak suka jika mommnya terlihat khawatir.


"Yahsudah, lebih baik kalian tidak usah untuk berhubungan dengan keluarga mereka." Saran kakek.

__ADS_1


"Iya kek, kita juga gak mau berhubungan dengan mereka." Jawab Clowy sambil menatap ketiga sahabatnya secara bergantian.


"Ohiya om, saya boleh minta foto bareng gak ?" Tanya Carlos tiba-tipa, ia ingin membanggakan diri di hadapan keluarganya jika ia bisa berbicara dan berdekatan dengan orang yang memiliki pengaruh besar dalam dunia bisnis.


Belum sempat Verrel menjawab, Clowy sudah terlebih dahulu menyela.


"Hei, buat apaan minta foto sama bokap gw ?" Tanya Clowy dengan tatapan penuh selidik.


"Hei, berhenti buat ngeliat gw kayak gitu." Jawab Carlos yang tak nyaman dengan tatapan Clowy.


"Jangan-jangan .." Ucap Clowy sengajah menggantung agar yang lain ikut penasaran.


"Jangan-jangan apa ?" Tanya kakek Hans yang tampak penasaran.


"Jangan-jangan Carlos homo." Ucap Clowy dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Enak aja, gw masih normal kali." Jawab Carlos cepat, ia benar-benar tak suka dengan ucapan dari Clowy.


"Buhaha, gw pikir lu beneran homo Car, gw jadi takut deket-deket sama lu." Ledek Chris dengan wajah yang dibuat-buat.


Candaan keempat anak remaja tersebut, membuat kakek Hans, Shinta dan juga Verrel ikut tertawa kecil, karena melihat persahabatan yang saling menyayangi satu sama lain dan bahkan saling melindungi.


Carlos akhirnya bisa mengambil foto bersama dengan Verrel, ia bahkan sangat senang dan terus senyum-senyum sendiri, membuat Clowy, Charlie dan Chris bergedik ngeri melihatnya.


"Hei, ayolah ini cuma kenang-kenangan, kapan lagi bisa ketemu dan berbicara langsung dengan tuan Verrel." Ucap Carlos yang mulai kesal karena terus ditertawakan.


"Bukankah kau sahabatnya Clowy, sudah pasti kita akan bertemu dilain hari lagi." Ucap Verrel sambil menahan tawa.


Malam itu semua tampak sangat bahagia, Charlie, Chirs dan Carlos menginap di rumah Clowy atas permintaan dari kakek Hans karena sudah terlalu malam untuk pulang.


Baca juga.


> Anak orang kaya

__ADS_1


> Menikah


Terima kasih atas waktunya :)


__ADS_2