Kebahagian & Kehancuran

Kebahagian & Kehancuran
Eps 15


__ADS_3

Clowy yang sedang berada di kantin bersama dengan Charlie dan juga Alfa, Alvin.


"Clow, kok lu bisa pindah ke Indonesia sih?" Tanya Alvin.


"Gak kenapa-kenapa sih, gw juga lebih nyaman disini." Jawab Clowy.


"Oh, eh berarti kalian udah temenan dari kecil dong, ehh salah maksud gw sahabatan ?" Tanya Alvin lagi.


"Ia, hmmm btw kenapa yah vin, kok lu cerewet banget." Ucap Charlie mulai jengah.


"Blee." Balas Alvin menjulurkan lidah, tak menanggapi omongan Charlie.


"Udah, gak usah ribut, berisik banget gak liat sih Alfa diem aja dari tadi." Ucap Clowy dingin.


"Ohiya, lo kok diem aja sih?" Tanya Alvin kepada Alfa, yang sejak tadi hanya diam dan mendengar.


"Kalau gw ngomong, yang ada Clowy gak mau temenan sama gw, karena waktu itu dia bilang gw berisik." Ucap Alfa jujur.


"Apa, jadi gara-gara itu lu diem dari tadi?" Tanya Charlie sampe melotot.


"Sorry, gw gasuka aja kalau ada orang ganggu pas gw lagi makan, apa lagi gak kenal deket sama gw." Ucap Clowy, Clowy merasa bersalah mendengar Alfa diam karena tak ingin ia marah.


"Ia, santai aja, lu gak perlu ngerasa bersalah." Ucap Alfa, Alfa sedikit tersenyum melihat Clowy yang merasa bersalah.


"Hai sayang." Ucap seseorang membuat keempat remaja itu menoleh dan menatap sepasang kekasih paruh baya.


Hal itu membuat Clowy diam membeku, Charlie tampak menahan amarah melihat dua orang tersebut.


"Ada perlu apa anda kesini." Ucap Charlie dengan wajah yang tampak memerah menahan amarah, tentu saja Charlie sangat ingat perubahan sikap sahabatnya karena siapa, Charlie bahkan menyimpan dendam kepada pria paruh baya yang ada didepannya.


Alfa dan Alvin terus memperhatikan reaksi dari Charlie dan Clowy.


"Ehem, apa kabar Clowy ?" Tanya wanita paruh baya tersebut.


"Seperti yang anda liat nyonya utomo." Jawab Clowy lembut.

__ADS_1


"Senang bisa bertemu dengan kamu lagi nak." Ucap Karrel yang hendak menyentuh kepala Clowy, tapi dengan cepat Charlie menepisnya.


"Jangan sentuh sahabat saya pakai tangan kotor anda tuan." Ucap Charlie dingin.


"Maaf." Ucap Karrel, Karrel paham betul Charlie seperti ini karena kesalahannya dimasa lalu.


"Maafkan sahabat saya." Ucap Clowy tetap melembut.


"Kenapa tuan dan nyonya menghampiri kami, apa ada yang perlu dibicarakan." Tanya Clowy tetap dengan suara lembut.


"Kami ingin meminta maaf atas tindakan putri kami Theresia." Ucap wanita yang tak lain adalah Thalita.


"Saya sudah memaafkannya, mohon maaf, apa mungkin putri kalian tidak pernah diajarkan sopan santun, sehingga sifatnya sangat liar." Tanya Clowy dengan santai dan lembut.


"Mohon jaga bicara anda." Ucap Thalita yang terpancing emosi, karena putrinya disebut liar.


"Apa ada yang salah dengan ucapan saya nyonya, bahkan sahabat saya menjadi saksi atas apa yang dilakukan oleh putri anda." Ucap Clowy berubah menjadi sedih.


"Apa yang dikatakan sahabat saya memang benar, putri kalian sungguh tidak terdidik, sangat disayangkan putri satu-satunya tuan Karrel tidak memiliki sopan santun." Ucap Charlie dengan nada sinis.


"Sekali lagi saya sebagai orang tua Theresia, saya minta maaf, saya janji kejadian tersebut tidak akan terulang kembali." Ucap Karrel, Karrel tak pernah melepaskan tatapannya dari Clowy.


"Daddy." Ucap seorang gadis yang tak lain adalah Theresia.


"Sini sayang, kamu harus meminta maaf atas kesalahan kamu kepada mereka." Ucap Karrel.


"Tapi daddy, There tidak salah, kenapa harus minta maaf." Ucap Theresia mengelak.


"Tidak apa tuan, kami sudah memaklumi sifatnya yang tak tahu malu." Ucap Charlie sinis.


"Wah tuan, kau sepertinya sangat menyayangi putrimu ini." Ucap Clowy sambil tersenyum.


"Sudah jelas Theresia adalah putrinya, jadi dia sangat menyayangi Theresia, dan juga suami saya sangat menyayangiku istrinya." Jawab Thalita.


"Sungguh keluarga yang sangat bahagia, saya dan ibu saya bahkan tidak mendapatkan kebahagiaan, saya dan ibu saya dibuang oleh daddy saya, tapi semua sudah berlalu." Ucap Clowy sambil menatap Karrel.

__ADS_1


"Daddy minta maaf atas kesalahan daddy dulu, kembalilah sayang, daddy sangat merindukanmu." Ucap Karrel. yang tak tahan mendengar ucapan putrinya.


"Maaf tuan Karrel yang terhormat, anda berbicara dengan siapa." Ucap Alfa.


"Clowy, daddy sangat merindukanmu sayang." Ucap Karrel,Karrel hendak memeluk Clowy, tapi sayang Charlie memberikan bogem mentah kepadanya, semua orang tampak terkejut dengan tindakan Charlie.


"Sudah saya katakan tuan Karrel yang terhormat, jangan pernah sentuh sahabat saya dengan tangan kotormu itu." Ucap Charlie yang tampak sangat emosi, sehingga harus di tahan oleh Alfa dan Alvin, karena tampak Charlie akan mengamuk.


"Sebaiknya anda mendengarkan ucapan sahabat saya tuan, saya tidak akan tanggung jawab jika sesuatu terjadi kepada anda, Jika anda akan terbunuhpun karena sahabat saya, saya tidak berniat untuk menghentikannya." Ucap Clowy tetap dengan nada lembut.


"Charlie, saya tahu anda sangat marah kepada saya, tapi saya mohon saya ingin memeluk putri saya, saya sudah sangat merindukannya." Ucap Karrel sambil berlutut.


Semua orang tampak sangat terkejut dengan ungkapan dari Karrel utomo, bahkan tidak ada yang menyangka jika dia akan berlutut.


"Haa, putri anda, mohon maaf tuan Karrel, daddy sahabat saya bukan anda, jadi bagaimana mungkin dia menjadi putri anda." Ucap Charlie berteriak, Charlie benar-benar gelap mata, dia sama sekali tidak perduli dengan Karrel yang sudah berlutut didepannya.


"Sampai saya matipun, saya tidak akan membiarkan itu terjadi tuan Karrel yang terhormat." Batin karrel.


"Sayang sudahlah, untuk apa kamu sampai berlutut begini." Ucap Thalita.


"Daddy mohon Clowy, daddy hanya ingin memelukmu sebentar." Ucap Karrel sambil menatap Clowy penuh harap.


"Daddy, ayo berdiri." Ucap Theresia.


"Kesalahan anda dimasa lalu tidak akan mengubah keadaan tuan, saya tidak akan pernah membiarkan Clowy jatuh semakin dalam." Ucap Charlie berbisik ke telingan Karrel.


"Sebaiknya anda pulang tuan, dan saya juga bukan putri anda, putri anda hanya satu yaitu Theresia tuan, istri anda juga cuma satu yaitu nyonya Thalita." Ucap Clowy lembut sambil membantu Karrel berdiri.


"Tidak, kamu adalah putriku Clowy, sampai kapanpun kamu tetap putri ku." Ucap Karrel sambil berdiri tegak.


"Maaf tuan, mungkin anda salah, tapi saya tidak keberatan untuk menjadi putri angkat anda." Ucap Clowy sambil tersenyum.


"Maaf, sepertinya anda sangat berharap untuk bergabung dengan keluarga kami nak Clowy, tapi sayang kami tidak menerima kehadiran kamu." Ucap Thalita dengan sinisnya.


"Maaf nyonya, tuan, jika saya terlalu berharap, niat saya hanya untuk menghibur tuan Karrel, mungkin putrinya yang sudah meninggal memiliki kesamaan dengan saya." Ucap Clowy sambil menundukan kepala.

__ADS_1


Sampai jumpah di episode berikut, jangan lupain yah jejaknya, Like, Komen dan Vote :)


__ADS_2