
Halo semuanya Kembali lagi bersama aku kau dia Angelica, mohon maaf sebelumnya karena aku jarang banget buat upload untuk cerita ini karena aku sendiri memiliki kesibukan di dunia nyata dan juga ada beberapa novel yang sedang aku tulis.
Tapi di sini aku bakalan usahain untuk upload 1 hari 1 episode, Karena bagaimanapun Aku juga merasa terharu dengan orang-orang yang novel ini dilanjutkan.
Selamat membaca, tapi sebelumnya aku juga mau minta maaf lagi karena episode kali ini memang lah masih sangat singkat.
Seperti apa yang sudah direncanakan sebelumnya, jika Clowy hari ini akan dijemput langsung oleh sang kakek.
"Char, hari ini gue pulang bareng kakek soalnya beliau mau jemput gue." Ucap Clowy sambil membereskan barang-barangnya yang berserakan di atas meja.
"Yaudah, kalau begitu kita barengan aja ke depan." Ucap Charlie, Iya sama sekali tidak masalah sahabatnya pulang dan pergi barangsiapa asalkan sahabatnya pergi dan sampai dengan keadaan selamat.
__ADS_1
Keduanya berjalan bersamaan di koridor sekolah, setelah hampir sampai di penghujung koridor mereka dicegat langsung oleh Tere, dan perlu kalian ketahui jika saat ini Tere tidaklah sendiri atau melainkan didampingi oleh sang mami.
Baik itu Charlie maupun Clowy, tampak jelas jika mereka berdua tampak Saling pandang satu sama lain, seperti menanyakan apa yang akan dilakukan oleh kedua wanita tersebut, apakah kurang banyak masalah yang sudah diperbuat oleh dua wanita tersebut selama ini.
" Kenapa di sini sepertinya bau sekali, jangan-jangan di sini belum dibersihkan lagi." Ucap Clowy sambil menutup hidung.
"Ehm, Sepertinya kita harus segera pergi, Jangan sampai kita jadi bau karena berlama-lama di tempat ini." Ucap Charlie yang tampak menarik tangan sahabatnya dan akan berlalu pergi.
Keduanya enggan untuk mencari masalah dengan 2 gadis dan wanita yang tampak sangat suka dengan Iri hati dan dengki hati, sehingga mereka ingin bergegas pulang saja dan juga kebutuhan sang kakek mungkin sudah menunggu di depan sekolah.
"Nyonya, sungguh anda sangat tidak tahu sopan santun dan juga tata krama, sehingga sifat Anda seperti orang kampungan." Ucap Charlie sambil menepis tangan wanita tersebut dari hadapan sahabatnya.
__ADS_1
Tidak ada keramahan ataupun rasa bersalah yang ditunjukkan oleh Charlie kasarnya tersebut, tidak ada yang boleh merendahkan sahabatnya siapapun itu tidak boleh titik berani-beraninya orang tersebut menunjuk sahabatnya seperti itu di depan umum apalagi tepat di depan mata kepalanya sendiri.
"Anak anda yang memang dengan sengaja ingin menumpahkan minuman di seragam sahabat saya, saya dengan inisiatif yang sangat baik, memutar nampan berisi minuman tersebut ke arah putri anda." Tandas Charlie.
"Kamu pikir kamu siapa bisa berkata seperti itu kepada saya dan anak saya akan saya pastikan jika anda menyesal dengan setiap perkataan yang sudah keluar dari mulut Anda." Ancam sang mami yang keburu naik pitam.
"Juga belum mengenal saya nyonya, meskipun suami anda memiliki kekuasaan tetapi Saya tidak menjamin jika itu akan tetap membuat anda berada di atas." Sinis Charlie.
" Sudahlah Charlie, Sepertinya kita harus segera pergi dari tempat ini karena tempatnya kakek sudah berada di depan sekolah." Lerai Clowy yang tampak Sudah malas dengan drama yang berada di depannya.
Keduanya lalu pergi begitu saja tanpa mempedulikan Tere dan juga Mami nya, Charlie dan juga Clowy tampak begitu senang membuat mereka marah.
__ADS_1
Sesampainya mereka di depan sekolah, mereka bisa melihat ada beberapa mobil Alphard yang sudah terparkir rapi.
Ya benar saja, mobil-mobil tersebut adalah milik kakek dari Nata dan juga ditumpangi oleh para Bodyguard yang siap sedia menjaga kakek Nata.