Kebahagian & Kehancuran

Kebahagian & Kehancuran
Eps 19


__ADS_3

Charlie hanya mengantar Clowy sampai di depan pintu gerbang rumah, Charlie memilih untuk pulang dan membersihkan diri terlebih dahulu, menurut Charlie sendiri Clowy membutuhkan waktu terlebih dahulu dengan keluarganya.


"Thank's." Ucap Clowy.


"Yah, masuk gih." Jawab Charlie.


"Byee." Ucap keduanya, Audy langsung memasuki pekarangan rumahnya dan Charlie langsung melesat meninggalkan rumah Clowy.


Clowy melihat dari tiga mobil mewah bmw i8 coupe berwarna hitam, dan lima mobil fortuner berwarna hitam terpakir di depan menssion Clowy.


"Selamat siang nona muda." Ucap salah satu anak buah daddynya.


"Siang, dimana mereka ?" Tanya Clowy, Clowy menyempatkan untuk menyapa para bodyguard yang ada, sebelum Clowy menanyakan keberadaan kakek dan kedua orang tuanya.


"Tuan besar sedang beristirahat nona muda, untuk tuan dan nyonya keduanya ada diruang keluarga." Ucap bodyguard tersebut.


"Oke, terima kasih, kalau begitu saya masuk dulu." Ucap Clowy, ketiga bodyguard tersebut tampak menunduk memberikan hormat.


Clowy langsung masuk kedalam rumah, Clowy tentu langsung menemui mommynya tercinta, siapa lagi kalau bukan mommy Shinta.


"Mom." Ucap Clowy dengan sedikit mengembangkan senyum, sebenarnya Clowy sangat rindu sama mommynya, tapi Clowy selalu menutupi dengan wajah datarnya.


"Sayang, astaga mommy udah kangen sekali." Ucap mommy Shinta, mommy Shinta memeluk Clowy erat, seolah-olah sudah berpisah lama.


"Astaga mom, ayolah, Clowy nanti gak bisa buat nafas." Ucap Clowy, Clowy terengah-engah karena dipeluk erat oleh mommynya, bahkan Clowy sampai susah untuk bernafas.


"Maaf sayang, mommy tadi kangen banget sama kamu." Ucap Shinta dengan cengengesan.


"Huft mom, kangen sih boleh aja, tapi gak gitu juga kali." Protes Clowy.


"Hehehe iya deh, gak lagi." Ucap Shinta sambil mencium pipi Clowy berkali-kali.


"Ehem." Dheman seorang pria paruh baya, dheman itu sedikit mengganggu sesi kangen-kangenan antara ibu dan anak.

__ADS_1


"Jadi mommy doang nih yang di peluk." Ucapnya dengan wajah yang dibuat cemberut.


"Hehehe, maaf daddy tadi Clowy gak lihat." Ucap Clowy sambil memeluk daddy tirinya.


Meskipun hanya daddy tiri, tapi Verrel sangat menyayangi Clowy, Ve bahkan sedikit cemburu melihat Clowy yang terlalu sibuk dengan Shinta, Ve juga ingin dipeluk oleh putrinya.


"Sini dong peluk, kan daddy juga mau dipeluk sama putri kecil ini." Ucap Verrel.


"Hehehe, kan sekarang Clowy udah besar, jadi bagaimana bisa disebut putri kecil." Protes Clowy, Clowy sedikit tertawa kecil karena dipanggil putri kecil, sebenarnya Clowy senang karena dipanggil putri kecil.


"Sama saja, menurut mommy, kamu tetaplah putri kecil mommy, tidak akan pernah berubah." Ucap Shinta lembut, dan tersenyum penuh kasih sayang.


"Bener apa kata mommy, kamu tetaplah putri kecil di rumah ini." Ucap Verrel, tentu saja Verrel menyetujui ucapan istrinya, jika memang Clowy tetaplah putri kecil seperti biasanya.


"Iya, iya dua lawan satu memang tidak adil." Jawab Audy, ia merasa tak akan menang untuk berdebat dengan kedua orang tuanya.


"Sudah dulu, aku mau mencari kakek." Ucap Clowy, Clowy meninggalkan kedua orang tuanya, Clowy memilih untuk mencari kakeknya, ia juga merindukan pelukan dari kakeknya.


"Kakek." Ucap Clowy dengan suara yang sedikit melembut, Clowy memanggil kakeknya dari balik pintu.


"Kakek." Ucap Clowy lagi, dengan sedikit berteriak, dan langsung memeluk kakeknya.


"Kakek kangen banget sama kamu, apa semuanya baik-baik saja ?" Tanya kakek, memperhatikan kondisi cucunya.


"Iya kek, semua baik-baik saja, cuma tadi ada sedikit masalah di sekolah." Jawab Clowy sambil tersenyum misterius, senyum itu tak luput dari perhatian kakeknya.


"Coba katakan, apa yang terjadi sayang, sepertinya kamu sedang merencanakan sesuatu ?" Tanya kakek, kakek seolah bisa membaca pikiran Clowy, sehingga kakek dengan sendirinya menuntut jawaban dari Clowy.


"Yah, aku sedang mempunyai rencana yang besar kek, kakek akan segera mengetahuinya." Jawab Clowy, Clowy kembali memeluk erat kakeknya, kepergian oma membuat dia tidak ingin kehilangan sosok opa atau kakek yang sangat ia sayangi.


"Baiklah, kakek akan selalu mendukungmu, tapi ingat sebelum mengambil keputusan kamu harus memikirkan dampak baik dan buruknya, apa kamu mengerti ?" Ucap kakek tegas sambil melepaskan pelukan Clowy, ia tak ingin cucunya salah mengambil tindakan, maka dari itu ia selalu menengaskan "sebelum mengambil keputusan orang tersebut harus memikirkan dampak baik dan buruknya."


"Ia kek, kakek tenang saja, aku akan bermain cantik kali ini, kita akan mendapat kebahagian, setelah kehancuran yang kita terima sebelumnya." Ucap Clowy menggebu-gebu.

__ADS_1


"Kakek pecayakan semua sama kamu, kamu sudah tumbuh menjadi gadis yang dewasa." Ucap Kakek Hans, ia itulah nama dari kakek Clowy.


"Kakek sebaiknya istirahat dulu sekarang, jaga kesehatan kakek, kakek harus menyaksikan kehancuran dari penyebab hilangnya kebahagiaan kita kek." Ucap Clowy sambil mencium puncak kepala kakenya.


"Baiklah, sekarang kau juga sebaiknya kembali ke kamar, istrihatlah dan nanti malam kita akan makan bersama." Ucap kakek dengan senyum simpul.


Clowy akhirnya keluar dari kamar kakeknya, Clowy memutuskan untuk kembali ke kamarnya di lantai dua, Clowy dengan segera membersihkan diri dan berendam untuk membuat tubuh Clowy tampak lebih segar kembali, setelah selesai dengan ritual membersihkan diri, Clowy langsung memakai piyamanya, dan tak lupa juga untuk menyetel alarm.


Kembali ke kamar kakek Hans.


Kakek Hans yang sudah lanjut usia terlihat sedang berbincang dengan wanita cantik yang lumayan berumur dan seorang lelaki yang masih terlihat gagah, yah mereka adalah kakek Hans, Shinta dan Verrel.


"Kalian sebaiknya harus lebih berhati-hati." Ucap kakek Hans.


"Maksudnya apa pa, kenapa kita harus berhati-hati ?" Tanya Shinta, Shinta tidak mengerti maksud dari kakek Hans..


"Sepertinya Clowy kita sudah bertemu dengannya." Ucap kakek Hans, kakek Hans enggan untuk menyebut nama orang yang sudah membuat istrinya meninggal.


"Apa mungkin, aku tidak ingin Clowy kembali terpuruk." Ucap Shinta terdengar lirih, Shinta mengingat betul sikap putrinya yang berubah waktu itu.


"Sepertinya Clowy sudah memiliki rencana, aku bisa melihat kobaran kebencian dalam matanya, dia sepertinya menyimpan dendam yang sangat besar atas kepergian Helen." Ucap Kakek Hans, kakek Hans tahu betul kalau cucunya sangat dekat dengan mendiang isrtinya.


"Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi sama Clowy." Jawab Shinta.


"Sepertinya sesuatu yang buruk tidak akan menimpah Clowy, tapi akan menimpah orang itu." Ucap kakek Hans, sorot matanya berubah menjadi sangat tajam.


"Aku akan memperketat penjagaan untuk Clowy." Ucap Verrel menenangkan Shinta.


"Kau hanya perlu mengawasinya dari jauh, sejauh ini seperti ada yang aneh dengan Clowy, tapi entah aku juga tidak tahu apa itu." Ucap kakek Hans, menyisakan tanda tanya untuk Shinta dan Verrel.


Baca juga.


> Anak orang kaya.

__ADS_1


> Menikah.


Jangan lupa VOTE, LIKE, KOMEN.


__ADS_2