Kebahagian & Kehancuran

Kebahagian & Kehancuran
Episode 35


__ADS_3

Kedua orang dewasa yang tepat berada di depan Clowy dan juga Charlie kehabisan kata-kata, sedangkan kepala sekolah dia diam mematung, saat ini kepala sekolah tidak menyangka jika muridnya seberani ini.


"Upsss ada yang kehabisan kata-kata tuh." Ejek Clowy dengan nada yang terdengar sangat menyebalkan.


" Apa kamu tidak diajarkan sopan santun oleh orang tuamu, bisa-bisanya kamu berbicara seperti itu kepada orang yang lebih tua dari kamu." Ucap Thalita yang kian panas, anak dewasa yang murah di depannya sungguh sangat menguras emosi.


"Hei ******, eh sorry maksud saya nyonya Thalita, nyonya Utomo, ajarkan dulu Putri anak sopan santun dan tata krama baru anda bisa untuk menghina saya seperti itu." Ucap Clowy dengan sengaja memanggil Thalita dengan sebutan ******.


Merasa suasana semakin panas, pada akhirnya Karrel membuka suara, supaya suasana tidak semakin parah, sayangnya bukannya suasana menjadi lebi baik, mala sebaliknya.

__ADS_1


"Sudah cukup, untuk apa kalian mempercepatkan sesuatu yang tidak penting, dan kamu juga Clowy apa ini hasil didikan dari orang tua kamu, ha." Ucap Karrel dengan suara yang terdengar datar.


"Ehmm, begini ingin bercerita sedikit tentang masalalu saya, singkat cerita beberapa tahun lalu saya memang mendapat kasih sayang dan juga perhatian dari kedua orang tua saya, kehidupan saya begitu bahagia pada saat itu, rumah yang penuh dengan canda tawa dan juga senyum kebahagian." Ucap Clowy kemudian ia langsung menjeda, saat itu juga dia berbicara dengan suara yang terdengar sangat dingin.


"Clowy." Pringatan dari Charlie dengan suara yang sudah sedingin es, Charlie sangat tidak ingin jika sahabatnya mengingat-ingat tentang masa lalu, masalah yang membuat sahabat yang berubah drastis.


"Mendapat kasih sayang, dan juga saya di ajarkan bersikap sopan kepada orang yang pantas di hormati." Ucap Clowy kemudian ia kembali berhenti dan menatap dingin kepada sepasang orang tua yang tepat berada di depannya.


" jadi saya harap kalian berdua mengerti apa maksud saya." Sinis Clowy.

__ADS_1


" Jadi maksud kamu saya dan suami saya tidak pantas untuk kamu hormati, kamu tidak tahu siapa saya ha!" Ucap Thalita yang sudah naik pitak, tanpa memperdulikan efek samping dari ucapannya.


"Saya jelas-jelas tahu siapa anda dan juga anak anda, untuk suami anda, saya bahkan mengenal ia sebelum anak anda dan juga anda datang ke kehidupannya." Jawab Clowy, Jawaban kau yang ambigu membuat orang-orang bertanya-tanya, maksud dari ucapan Clowy tersebut.


"Sahabat saya Charlie bahkan tahu siapa anda nyonya, bukan begitu Charlie." Sambung Clowy sambil meminta persetujuan kepada sahabatnya.


"Tentu nyonya, saya mengenal suami anda jauh sebelum anda hidup dengan suami anda, dan juga saya tahu siapa anda ini, anda hanyalah seorang wanita menjijikan yang pernah saya kenal." Ucap Charlie dengan tatapan datar dan juga penuh kebencian.


Kepala sekolah merasa kaget dan syok ketika ia tidak melihat tatapan Charlie, Tatapan yang begitu dingin dan penuh dengan sorot kebencian, terlihat jelas jika siswanya pada saat ini sedang menahan amarah, berbeda dengan tatapan dari Clowy yang susah untuk di artikan, saat ini kesimpulan kepala sekolah kedua bela pihak pasti memiliki hubungan yang tidak diketahui orang lain, atau hubungan yang kian tertutup rapat.

__ADS_1


__ADS_2