Kebahagian & Kehancuran

Kebahagian & Kehancuran
Eps 18


__ADS_3

"Gak, kita emang hari ini ada masalah disekolah jadi kita pulang cepet deh, karena males dirumah jadi kita kesini." Jawab Charlie.


"Oh, gw pikir kalian bedua bolos." Jawab Chris.


"Ohiya, emang ada masalah apa, sampe kalian bisa pulang cepat, hari ini kita banyak jamkos juga tapi gak boleh pulang." Ucap Carlos.


"Baca aja Chat yang udah gw kirim." Jawab Charlie terdengar kesal.


1 detik.


2 detik.


3 detik.


5 detik.


30 detik.


55 detik.


Duar, seketika ruangan kelas yang tadinya terlihat santai, berubah menjadi dingin dan mencengkram, Chris yang tadinya cuek dan Carlos yang sedikit pecicilan, tiba-tiba saja muka mereka berubah menjadi merah padam, rahang yang mengeras dan tatapan yang berubah menjadi sangat tajam, itu sudah sangat menunjukan kedua pria tampan tersebut sedang menahan amarah.


"Clowy." Ucap Chris dan Carlos, keduanya memeluk erak Clowy pada saat itu.


"Lu baik-baik sajakan ?" Tanya Chris denga wajah yang tampak khawatir.


"Apa ada yang lencet, mana yang lecet cepat kasih tahu gw." Ucap Carlos sedikit berteriak, Carlos tidak bisa menahan amarahnya ketika membaca pesan yang diterima dari Charlie.


Semua yang melihat itu menatap keempat sahabat tersebut dengan tatapan penuh tanya, mereka dapat melihat raut wajah marah Chris dan Carlos ketika membaca isi pesan dari Charlie, dan dalam seketika berubah menjadi panik dan khawatir.


"Yah gw baik-baik aja Chris, dan Carlos gw gak lecet sama sekali, kan ada Charlie yang lindungin gw." Jawab Clowy tersenyum lembut, berharap senyumnya bisa meredakan rasa panik dan marah kedua sahabatnya.


"Lu gak baik-baik saja Clowy." Teriak keduanya tanpa sadar.


"Chris, Carlos." Ucap Charlie tak kalah berteriak, serta penuh penekanan.


"Maaf." Jawab keduanya sambil memeluk Clowy kembali.


"Udah, yang pentingkan gw baik-baik saja." Jawab Clowy, Clowy mengerti kemarahan Chris dan Carlos memiliki dasar alasan yang kuat.


"Gw gak mau lu sampe kenapa-kenapa." Ucap Chris, Chris bahkan sampai menitikan airmata, bayangan tetang masalalu yang menimpah sahabatnya Clowy, kembali berputar di kepalanya.


Semua orang tertekun melihat Chris yang menitikan airmata, Charlie dan Carlos langsung melempar pandangan mereka ke lain arah, keduanya berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit ketika bayangan masalalu melintas di dalam pikiran mereka.


"Gw gak apa-apa, lu jangan khawatir yah, sekarangkan gw udah besar jadi gak ada yang bisa buat nyakitin gw." Ucap Clowy sambil memeluk Chris.

__ADS_1


"Gw bakalan ngebunuh dia kalau sampe lu lecet sedikit saja, gw gak bakalan biarin dia hidup tenang hiks." Ucap Chris penuh penekanan.


"Udah, jangan sedih lagi yah, kalau lu sedih kek gini, siapa coba yang mau jagain gw." Ucap Clowy sambil mengacak-ngacak rambut Chris.


"Iya, tapi rambut gw jangan di acak-acak dong, nanti ganteng gw ilang." Ucap Chris memasang wajah cemberut.


"Hahaha, lu jangan terlalu percaya diri kayak Charlie, gak cocok banget." Tawa Clowy.


"Dih, giliran kayak gini aja gw yang diseret." Protes Charlie.


"Ohiya, kapan kalian pulang ?" Tanya Clowy.


"Entah, mungkin jam empat." Jawab Carlos.


"Eh, gimana kalau kita ke kantin aja." Usul Chris.


"Yauda yuk, sekalian gw juga laper." Jawab Clowy.


"Guyss, yang pada laper yuk ke kantin, khusus buat kelas ini di traktir sama tamu kita Charlie dan Clowy." Ucap Carlos membuat pengumuman, setelah mengatakan itu Carlos diberikan hadiah pelototan gratis dari Charlie.


Sebagaian anak kelas yang merasa lapar ikut dengan keempat sahabat tersebut, Clowypun sedikit menjadi akrab dengan teman-teman Charlie,Chirs dan Carlos.


Suara getaran handphone dari Clowy, membuat mereka yang ada disana berhenti tertawa.


"Nyokap Char, gw speaker aja kali yah ?" Tanya Clowy.


"Yauda, sekalin kita juga mau nyapa nyokap lu." Jawab Chris.


"Hallo mom." Ucap Clowy.


"Hallo, kamu lagi dimana, kok lama anggat telponnya ?" Tanya seorang wanita paruh baya dari seberang telepon.


"Ini aku lagi disekolah Chris sama Carlos mom, sekarang kita lagi dikantin lagi makan berempat sama temen sekelas Chris dan Carlos juga." Ucap Clowy menjelaskan keberadaannya.


"Hai tan." Ucap ketiga lelaki tersebut.


"Hallo, apa kabar kalian ?" Tanya balik wanita paruh baya tersebut.


"Baik tan, tante sendiri gimana ?" Tanya Charlie mewakili.


"Baik kok, ohiya kamu nanti malem datang ke rumah yah sama Chris dan Carlos juga." Ucap wanita paruh baya tersebut.


"Buat apa mom, kok mommy nyuruh mereka buat datang kerumah ?" Tanya Clowy merasa bingung.


"Buat makan malem bareng, mommy sekarang udah di Jakarta sayang, kamu lupa buat jemput mommy ?" Ucap wanita paruh baya tersebut, terdengar nada sindiran dari wanita baya yang ternyata adalah mommy Clowy.

__ADS_1


Clowy memang seharusnya berada dibandara untuk menjemput kedua orangtuanya dan juga kakeknya, tapi entah kenapa Clowy sampai melupakan dan mala asik sendiri di sekolahan Chris dan Carlos.


"Astaga sorry mommy, Clowy lupa." Jawab Clowy sambil menepuk dahi, bisa-bisanya Clowy lupa untuk pergi menjemput kakek dan kedua orangtuanya.


Clowy mungkin juga melupkan hal tersebut karena banyaknya masalah yang menghampiri dirinya dalam sehari.


"Hu, anak macam apa kamu ini ?" Sindir Shinta.


"Yaudah, sekarang Audy pulang yah." Jawab Audy, Audy langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak, tanpa meminta ijin terhadap mommynya.


"Astaga Clow, lu kok bisa-bisanya buat lupa jemput nyokap lu sih ?" Tanya Carlos dengan tatapan tajam, Carlos bahkan sampai geleng-geleng kepala.


"Hei,hei apa lu lupa sekarang gw lagi disekolah lu, lagian ge juga ngerasa aneh, kok bisa gw ampe lupa kalau mau jemput mereka yah." Jawan Clowy yang tampak berpikir.


"Itu tandanya, lu terlalu banyak pikiran, sampe-sampe lu hilang fokus gini." Jawab Carlos.


"Char, anterin gw balik sekarang yuk." Ucap Clowy, karena memang Clowy tidak membawa mobil.


"Loh, emang lu gak bawah mobil Clow ?" Tanya Chris.


"Yah enggak, tadi mobil gw dibawah pulang sama supirnya, jadi gw kesini semobil sama Charlie deh." Jawab Clowy.


"Yaudah yuk, guys kita balik dulu yah, bye." Ucap Charlie berpamitan.


"Balik yah, bye." Ucap Clowy juga berpamitan.


"Hati-hati Clow, Char, sering-sering yah main kesini." Ucap Edo mewakili.


Akhirnya Clowy di antar pulang sama Charlie, selama perjalanan pulang, Clowy nampak gusar memikirkan insiden disekolah, apa Clowy harus cerita sama mommynya atau harus dia sembunyikan.


Charlie tahu benar, Clowy pasti sedang memikirkan kejadian disekolah.


"Clow." Ucap Charlie.


"Hmmm." Dibalas dengan dheman.


"Lu nanti cerita aja sama nyokap lu, gw yakin mereka udah tahu." Ucap Charlie memberi saran.


"Maksud lu ?" Tanya Clowy yang tak mengerti.


"Lu cerita aja soal yang tadi disekolah, gw rasa lu disini gak mungkin gak diawasin sama orang-orang bokap lu." Ucap Charlie memberi keterangan.


"Huft, baiklah gw rasa juga begitu." Jawab Clowy.


Okay guys, sampai ketemu di episode berikutnya yah :)

__ADS_1


__ADS_2