Kebahagian & Kehancuran

Kebahagian & Kehancuran
Eps 14


__ADS_3

Hari ini tepat hari senin, Clowy tampak sudah bangun dari tidur nyenyaknya, dan segera bersiap-siap untuk segera berangkat ke sekolah.


Seperti biasa, ketika mobil sport Clowy memasuki pekarangan sekolah, semua pasang mata memfokuskan pada kehadirannya.


Clowy tak memperdulikan cibiran dari orang sekitar, dan hanya diam mendengar orang memuji dirinya karena terpersona. Clowy tetap dengan wajah datarnya.


Sesampainya di kelas, Clowy melihat sahabatnya Charlie yang sudah terlebih dahulu sampai.


"Char." Ucap Clowy.


"Eh, lu udah datang." Ucap Charlie datar.


"Yah." Jawab Clowy sama datarnya.


"Gimana keadaan nyokap sama kakek lu?" Tanya Charlie, tanpa menatap ke arah Clowy.


"Baik, lagian udah ada daddy yang jagain mereka." Jawab Clowy, mendengar kata daddy Charlie langsung menatap tajam ke arah Clowy.


"Gw udah nerima dia, bagaimana pun dia mencintai nyokap gw tulus, dan lagian dia gak seburuk yang gw kira." Ucap Clowy dengan sinis, mengingat kelakuan Karrel.


"Baguslah, gw ikutan seneng kalau lu seneng." Ucap Charlie sambil tersenyum kecil.


"Kesenangan gw ada di nyokap gw Char, dengan adanya verrel, dia yang bikin nyokap gw seneng, bahkan dia juga menerima kakek dengan tangan terbuka." Ucap Clowy sambil menatap ke arah lain.


"Gw tahu, gw juga gak bakalan biarin siapa pun buat lu jadi terpuruk lagi." Batin Charlie.


"Hmm, gimana kalau kita ke kantin dulu?" Tanya Clowy, yang melihat berita di grup wa kalau guru tidak jadi masuk.


"Ayo, lu pasti gak sempet sarapankan tadi." Tebak Charlie.


"Yah begitu deh, lagian gw males sarapan di rumah." Jawab Clowy.


"Yauda yuk." Ucap Charlie.


Dalam perjalanan menuju ke kantin, Charlie dan Clowy tak sengaja bertemu dengan Alfa dan Alvin.


"Hai." Sapa Alfa dan juga Alvin.


"Hai." Jawab Charlie dan Clowy.


"Kalian mau kemana?" Tanya Alvin, sambil menatap Charlie dan Clowy secara bergantian.


"Kita mau ke kantin." Jawab Charlie.


"Kita join meja yah, sekalian ngobrol dikit." Ucap Alfa menatap Charlie penuh harap.

__ADS_1


"Gimana yah." Ucap Charlie yang tampak berpikir, sambil menatap ke arah Clowy untuk meminta pendapat.


"Yah." Jawab Clowy yang mengerti tatapan Charlie.


"Baik, tapi ingat jangan brisik selama makan." Ucap Charlie memperingati.


"Siap." Jawab keduanya, dengan senyum tipis yang menghiasi wajah keduanya.


Akhirnya Clowy dan Charlie makan bersama dengan Alfa dan Alvin, Mereka menjadi pusat perhatian, dimana semua orang menatap dengan tatapan kagum, bahkan ada yang merasa iri melihat Clowy.


"Wah, liat mereka ganteng banget, yang cewe juga cantik."


"Cantik yah, gak centil pantes aja Alfa dan Alvin tertarik."


"Mereka bahkan kelihatan banget dinginnya, mereka benar terlihat sangat cocok."


"Ternyata anak baru itu tampan yah, yang cewe juga cantik."


"Beruntung banget cewe itu."


"Cantik yah, gak sombong lagi."


Yah seperti itulah ocehan dari siswa/i sekolah, satu wanita dan tiga lelaki tak menghiraukan sama sekali ocehan yang mereka dengar, mereka tetap meneruskan makanan mereka, setelah selesai mereka langsung kembali ke kelas masing-masing.


Clowy dan Charlie berjalan menuju ke kelas mereka, kedua berjalan lurus di koridor sekolah yang tampak sepi, pelajaran sudah di mulai jadi tak ada siswa yang berkeliaran.


"Yaudah, sekarang lu tidur dulu gih." Ucap Charlie yang merasa tidak keberatan.


"Hmmm." Setelah menjawab singkat, Clowy tampak memejamkan mata, dan tak butuh waktu lama Clowy pun hanyut dalam dunia mimpi, Charlie tetap setia disamping Clowy.


Dua jam lebihClowy tertidur, hingga tidur nyenyaknya berakhir.


"Clowy, bangun." Ucap Charlie lembut.


"Clowy." Ucap Charlie lagi.


"Clow." Ucap Charlie, sambil menepuk-nepuk pipi Clowy.


"Hayemm." Terdengar suara Clowy, yang merespon Charlie.


"Kenapa ?" Tanya Clowy stengah sadar.


"Sekarang udah jam istirahat." Jawab Charlie.


"Tapi gw masih ngantuk." Jawab Clowy, tampak beberapa kali Clowy penguap karena merasa kantuk.

__ADS_1


"Hm, tapi sekarang lu harus makan dulu." Ucap Charlie.


Bergeser ke ruang bk, tampak Karrel sudah hadir bersama Thalita, mereka berdua tampak berbincang di sofa ruang bk, untuk membahas masalah Theresia.


"Jadi begini pak,bu niat saya meminta kalian kesini karena ada satu hal yang ingin dibicarakan." Ucap guru Bk.


"Yah bu, bisa langsung pada intinya." Tanya Karrel.


"Begini pak, putri anda terlibat masalah dengan siswi baru." Ucap guru bk.


"Yah bu, tapi saya rasa putri saya tidak bersalah dalam hal ini, mungkin anak baru itu yang mencari masalah." Ucap Thalita.


"Dari saksi yang memberi keterangan, anak kalian yang bersalah." Ucap guru bk.


"Apa ibu bisa menjelaskan awal mula kejadian tersebut." Tanya Karrel sopan.


"Jadi begini, dari saksi yang saya dapat, Putri bapak melabrak murid baru yang bernama Clowy, Awalnya Clowy sedang menikmati makanan dengan sahabatnya tapi tanpa di duga Clowy di siram air jeruk oleh Theresia." Ucap guru bk, memberikan keterangan.


"Maaf bu, ini akan sedikit menyinggung, tapi saya harap kalian bisa memaklumi, karena bagaimana pun para siswa menganggap putri kalian tidak memiliki didikan dari orang tua." Ucap guru bk, sambil menatap wajah Karrel dan Thalita secara bergantian.


"Yah bu, mungkin Thalita sedikit kurang di perhatikan, dan mungkin kami juga terlalu memanjakannya sehingga dia memiliki sifat tak terpuji." Ucap Karrel yang merasa malu.


"Yah, saya pun berharap kalian bisa memberi arahan yang lebih baik lagi untuk Theresia, dan saya juga harap anak kalian tidak mengganggu para pelajar lainnya." Ucap guru bk tersenyum simpul.


"Maaf bu, apa saya boleh bertanya?" Ucap Karrel.


"Apa yang perlu dipertanyakan pak Karrel." Ucap guru bk.


"Begini saya ingin tahu, siswi baru yang bernama Clowy, dia dari sekolah mana yah?" Tanya Karrel penuh harap.


"Maaf pak, kami tidak bisa membocorkan data siswa, untuk yang menyangkut mengenai persekolahan kami tidak bisa menjawab." Ucap guru bk dengan tegas.


"Baik bu, kalau begitu saya dan isti saya pamit undur diri." Ucap Karrel sopan.


Pikiran Karrelpun melayang, Karrel memikirkan bagaimana sifat putrinya selama ini, apakah dia sudah gagal dalam mendidik Theresia, Karrel sangat bingung.


"Kamu lihat dan dengar sendiri bukan, apa selama ini kamu tidak becus dalam mendidik Theresia." Ucap Karrel menatap tajam ke arah Thalita.


"Aku sudah mendidiknya dengan benar, dia juga tidak mungkin untuk melakukan hal yang keterlaluan." Jawab Thalita dengan cepat.


"Hu, mending sekarang kita cari Clowy, aku ingin bertemu dengan dia, sudah lama sekali aku tak melihat wajahnya." Ucap Karrel yang malas berdebat.


"Huft, apa kamu yakin untuk bertemu dengannya, kalau dia marah bagaimana?" Tanya Thalita yang sedikit ragu.


"Yah itu adalah hal yang normal." Jawab Karrel.

__ADS_1


Akhirnya sampai disini dulu yah, nanti kita ketemu lagi di episode selanjutnya.


__ADS_2