
“Memang siapa kita? Menantang pasukan yang banyak dengan persenjataan lengkap,” ujar orang itu yang nadanya terasa pesimis. Tapi memang keadaannya demikian. Kita terkadang hanya mengandalkan keberanian dan rasa ingin bela pati untuk mendukung para pimpinan yang dirasa mempunyai jiwa memimpin. Dan menentang para pemimpin yang tak kita sukai dan cenderung membuat hati rakyat banyak tersakiti.
“Kan bisa dibilang jantan.”
“Tak baik untuk pencegatan kalau meneruskan rencana konyol yang dilakukan pada pertigaan yang kamu maksud itu, hanya akan membuang tenaga dan rasanya tak berguna.,” terang dia sesuai rencana para pemimpin yang akan melakukan kegiatan yang meskipun berbahaya namun itu bisa menopang segala kegiatan dalam melakukan perlawanan nantinya.
Mereka menunggu lama sekali dan dalam kondisi saling diam diri. Tak ada suara, tak banyak bergerak. Membeku. Meskipun pasukan yang terkumpul banyak ada sekitar lima puluhan orang. Mereka menempati posisi yang tersebar di sepanjang daerah tersebut.
Dikejauhan ada gerakan yang mencurigakan. Pelan-pelan, namun sesekali tumbuhan semak bergoyang dan tersibak. Nampak sekali ada yang mencoba mengusiknya. Tapi anehnya dari kami tak ada yang bergerak. Semua diam beku. Hanya menatap pada kejauhan dimana gerakan tersebut tercipta.
“Apa itu?”
“Mereka dari kelompok lain. Teman kita juga.”
Rupanya banyak teman yang datang dan berasal kelompok lain yang juga pendukung perjuangan. Mereka langsung bersedia datang saat dikabari. Lewat berita dari mulut ke mulut atau lewat para telik sandi yang cekatan saling berbagi kabar. Hingga terjadi kesepakatan untuk menyukseskan kegiatan kali ini.
Disana pada kelompok yang baru datang itu, ada juga Ronggo Pekik. Yang membaur dengan rekan-rekannya.
Pulung Jiwo langsung tumbuh amarahnya. Ingin sekali dia kala itu mencabik tubuh orang yang membuat petaka.
__ADS_1
Tapi dia diam saja. Hanya jemarinya yang menggelegak dan tangannya terkepal kuat pada gagang senjata yang dipegangnya.
Dia rupanya masih mengingat rencana perjuangan yang mesti berhasil untuk kali ini.
Kalau hanya menuruti amarah semata, bakalan kacau kalau terjadi perpecahan diantara kelompok sendiri. Sebisa mungkin hal ini dihindari.
Tapi bagaimanapun keduanya masih dendam, hingga hanya bisa saling tatap yang nadanya penuh dengan kebencian.
Keduanya tetap terdiam bersama ratusan laskar yang kini tengah menunggu musuh yang bakalan lewat.
“Lihat, mereka datang.”
Dengan cekatan mereka sudah siap sedia untuk melakukan penyerangan dan berjuang demi satu kemenangan yang mesti teraih guna mendapatkan segala yang dinginkan dan hasilnya untuk membiayai perjuangan mereka kali ini.
Iring-iringan itu terdiri dari beberapa kereta barang.
Isinya tak terlihat.
Tapi kelihatannya barang penting.
__ADS_1
Baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk perang.
Semuanya dimaksudkan untuk mensuplai kebutuhan kota yang sangat memerlukan barang -barang penting sebagai pertahanan yang kuat.
Khususnya dalam mengatasi pemberontakan yang demikian hebatnya.
Ini terlihat dari banyaknya pengawal yang berupa gabungan antara pasukan Kumpeni dengan prajurit keraton.
Tidak tanggung-tanggung ada sekitar lima puluh orang banyaknya, sebagian naik kuda yang lain jalan dengan bersenjata senapan dan prajurit keraton menggunakan tombak dan pedang di pinggang serta perisai sebagai tameng diri.
Semua seakan siap perang apalagi jalanan memang rawan.
Sudah banyak terjadi kekacauan. Andai pengawalan tidak kuat. Sehingga para pedagang, atau para pembawa barang kerap kali menemui kegagalan untuk sampai ke kota. Mereka akhirnya menderita kerugian yang sangat besar.
Daerah ini rumit. Bergunung-gunung dan berbatu-batu. Pegunungan dengan semak yang menyelimutinya, dan tak jauh setelahnya sudah terhalang sungai Progo yang beraliran air sangat deras. Karena batu-batunya banyak berserak di bawah. Alirannya kencang dan sulit dilewati. Apalagi kalau membawa barang.
Kereta itu bakalan melewati jembatan kayu kalau hendak melintasi sungai yang lebar ini.
Sebelum mencapai jembatan itulah daerahnya bergunung dan banyak tempat yang rimbun. Kondisi alam yang unik inilah dirasa sangat enak untuk melakukan pencegatan.
__ADS_1