Kekasih Beda Alam

Kekasih Beda Alam
petaka 3


__ADS_3

"Saya...saya siap saja pak, akan tetapi saya bicarakan kekeluarga besar terlebih dahulu".Cakra menyangupi apa yang di tanyakan Pak Rebo karena memang Cakra juga suka dengan Nimas.


Tidak butuh waktu lama, Cakra dan Nimas pun melangsungkan pernikahan...untuk mempersingkat cerita 1 bulan setelah menikah Nimas mengandung anak pertama sembilan bulan kemudian lahirlah anak laki- laki yang di beri nama Jarwo belum genap 3 tahun Nimas mengandung anak kedua, disini di mulai bencana baru. Singkat cerita lagi Winarsih mengandung anak gendruwo selama 3 tahun lebih dan belum ada perkembangan apapun.Tetapi kuarga Nimas dan keluarga Winarsih tidak patah semangat mereka tetap mencari pengobatan, titik terang pun di temukan salah satu kyai di wilayah Jawa Timur mengatakan bahwa anak Winarsih akan segera lahir akan tetapi akan ada korban untuk tumbal kelahiranya, yang pertama Ibu sang jabang bayi, yang kedua keluarga Nimas karena itu kutukan dari sang ayah Gendruwo. Cakra yang mengetahuinya tak bisa tenang karena Istri yang di cintainya sedang mengandung anak keduanya.


Hari sudah menjelang malam, .di ujung malam Cakra menyelinap keluar rumah, tanpa di sadari Nimas melihat Cakra keluar, Nimas yang saat itu penasaran karena buka sekali dua kali Cakra keluar, ahirnya dia mengikuti tak di sangka Cakra pergi menemui Arum. Nimas sangat kecewa karena pikir Nimas. Cakra dan Arum ada hubungan satu sama lain. Padahal Arum dan Cakra mendiskusikan bagaimana cara melenyapkan bayi Gendruwo tanpa melukai Nimas. Nimas yang saat itu cemburu berat pun berlari kerumah tanpa mempedulikan apapun.


"Rum, apakah tidak ada cara untuk membunuh anak Gendruwo tanpa mengorabankan keluargaku" Cakra bertanya kepada Arum karna sangat frustasi dengan keadaan.


"Ada, tapi ini sangat beresiko untuk dirimu" Arum menjawab dengan nada berat.


"Apapun itu akan aku lakukan" Cakra mantap dan menjawab penuh harapan.


"Apapu itu, walau taruhanya nyawamu sendiri" Arum menjawab dengan berat hati.


"ya walaupun dengan nyawaku sendiri" Cakra menatap arum dengan mata yang penuh dengan harapan serta kesedihan.


"Baiklah akan aku katankan, bayi Gendruwo itu akan lenyap jika di bunuh saat menghisap darah orang yang memiliki ilmu kanuragan" Arum memerangkan dengan nada berat seperti menahan rasa sakit, karna Arum sudah mengangap Cakra seperti saudaranya sendiri.


"Baiklah, aku siap kita susun rencana, dan juga satu permintaanku kepadamu jaga Nimas jaga anak cucuku kelak Rum" Cakra menjawab dengan mantanya tetapi ahirnya air matanya tidak bisa terbendung lagi.


"Coba kamu pikirkan lagi Cak, anakmu masih kecil Nimas sedang mengandung" Arum kembali memberi kesempatan kepada Cakra untuk memikirkan kembali.


"Aku sudah mantap, Rum ini hanya pilihan semu sama saja jika aku tidak melakukan, Nimas dan anaku yang akan mati" jawab Arya sembari mengusap Air matanya dan berdiri.


"baiklah kita lakukan besuk malam di mana bulan purnama muncul, bayi Gendruwo itu lahir" ucap Arum mantap.


"Baiklah, aku pulang dulu, menyiapkan malam ini" Cakra bergegas pulang.


Malam yang di tunggu tiba cakra menunggu di rumah Winarsih beraa Pak Rebo dan semua keluarganya, Nimaspun juga ada di sana.


"Pak kita mulai jaga di kamar Winarsih" Cakra mengajak sang mertua pindah tempat ke kamar winarsih.


"akhhhhh...akkkrhhhh...gerrrrrrr" suara Winarsih mengerang seperti suara harimau, ternyata Winarsih kesurupan.


"Astaga, ayo Pak pegangi tangan dan kakinya saya doakan dulu" Cakra mengambil gelas yang ada disamping winarsih dan di bacakan mantra - mantra.


Sunmanta aji -ajiku bla...bla. Kemudian menyiramkan air doa ke seluruh badan Winarsih, ahirnya Winarsih tenang.Tak berapa lama bertepatan dengan bulan purnama winarsih pun mengejan kesakitan seperti akan melahirkan. Semua orang pun panik, tapi Cakra dan Pak rebo menenangkan semuanya dan meminta membaca doa bersama, tepat tengah malam bayi gendruwo lahir akan tetapi melewati perut Winarsih yamg ahirnya jebol disitulah detik terahir winarsih melihat dunia.


"Inalilahi wainailahi rojiun" ucap Pak Rebo yang melihat Winarsih meninggal.


"Kikikikikiok...kikikikkikok" suara bayi Gendruwo yang terbang keluar setelah lahir.


"ayo kita kejar" ucap Cakra sembari berlari keluar rumah di ikuti Pak Rebo Nimas dan lain -lain.

__ADS_1


"Mas cakra hati- hati mas" teriak Nimas yang khawatir dengan suaminya.


"iya, Nimas! awassssssss! merunduk !" teriak Cakra yang melihat bayi Gendruwo di belakang Nimas tepat di belakang leher siap menghisap darahnya dengan taring yang tajam.


"ahhhhhhh" Nimas dengan refleks menjerit kemudian menundukan kepalanya.


"biadap kesini kamu" Cakra lari ke arah Nimas siap membabat bayi Gendruwo tak di sangka bayi itu bisa menghindar dan mendarat tepat di leher Cakra.


"Aghhhhhhhh...cukup jangan ada yang kesini... biarkan maafkan aku Nimas maaf jangan salahkan Arum aku yang meminta, Arrrr...u...m lak...la...kukkk" Cakrapum tumbang dengan darah segar yang mengucur dari lehernya karena di sedot bayi Gendruwo. Cakra berbicara tidak jelas, terputus putus membari kode ke Arum yang dari tadi siap menunggu waktu yang tepat.


"Akhh tidak masssss" Teriak Nimas histeris dia meronta di pegangi oleh Pak Rebo dan yang lain.


"Jadi ini rencanamu nak demi anak istrimu kamu mamang lelaki, kamu memang mantuku terimakasih" ucap pak Rebo yang tidak bisa menahan air matanya.


"Ciaaaa wussssssssss" Arum secepat kilat terbang dan memusuk bayi Gendruwo tembus ke dalam leher Cakra yang kemudian membuat keduanya kehilangan nyawa.


Tetapi di ahir Cakra mengucapkan terimakasih dan menitipkan. Nimas serta anak cucunya.


"Dasar bangsat hantu sialan kamu membunuh suamiku, kamu tega apa karena kamu memyukai suamiku, pergi kau jangan pernah menampakan wujudmu di depanku lagi selamanya...selamanya" Nimas yang histeris terus mengupat tanpa tau sebabnya.


Inilah ahir dari cerita awal mula salah paham antara Eyang Nimas dan Arum kembali ke masa depan di mana 40 tahun telah berlalu.


Di dalam rumah Arya sudah mandi sudah sholat dia berada di ruang tv, disusul Eyangnya.


"Iya eyang ada apa" Arya menjawab sambil mendongkan kepalanya ke atas, melihat sang nenek.


"Arya kamu jangan dekat - dekat dengan Arum di hanti yang tidak baik" ucap Eyang masih dengan mengelus rambut Arya.


"Tapi Yang dia sangat baik, buktinya dia membantu arya, entah Arya akan bagaimana jika tidak di bantu Arum" Arya membantah argumen Eyang.


"Arya kamu harus dengarkan eyang jangan dekat- dekat dengan Arum apalagi sampai berteman denganya ingat pesan Eyang!" Eyang dengan nada keras membentak Arya kemudian pergi kekamarnya.


Hari berganti hari, Arum dan Arya semakin dekat merka bermain dan menghabiskan waktu bersama, semakin lama eyang mengetahui apa yang dilakukan cucunya tanpa berfikir panjang Eyang menegur Arya.


"Arya apa yang kamu lakukan" bentak yang di saat melihat Arum dan Arya sedang duduk di bawah pohon sebuah taman.


"E...eeyang, maaf ini bukan salah Arum. Arya yang meminta Arum menemani" Arya yang takut dengan Eyangnya marah dengan Arum membela Arum.


"Nimas ini bukan salah arya, aku hanya...hanya" Arum yang tidak bisa berkata- kata karena teringat masalalu kelam antara Nimas dan Cakra.


"Hanya apa hanya akan mengambil Arya dari sisiku seperti kamu mengambil Cakra? tidak akan Arum tidak akan" Nimas dengan marah yang membara -bara memgingat masalalu yang sangat pahit.


"Tidak dengarkan aku Nimas" Arum berusaha menjelaskan tapi itu sia-sia.

__ADS_1


"Arya lupakan ini, lupakan Arum, kalian tidak akan pernah ketemu lagi aku akan melafalkan mantra, Arya akan lupa dengamu selamanya dia akan lupa segalanya yang berhubungan denganmu, dia hanya akan ingat jika dia memangil namamu saat bahaya dititik terendah" ucap Eyang dengan melafalkan mantra.


"Tidak eyang tidak arya tidak mau" Arya yang sudah dekaat dengan Arum berusaha meronta tetapi ahirnya pingsan.


"Tak apa Arya kita akan bertemu" ucap Arum pasrah bersamaan hilang dengan diselimuti kabut.


Arya yang saat itu pingsan di bawa pulang Pakde Jarwo yang saat itu di pangil Enyang Nimas.


"Le kamu kenapa kok tiduran di taman" tanya Pakde Jarwo seakan-akan tidak terjadi apa-apa.


"Nggak tau Pakde kok bisa ya, kenapa Eyang kok arya di sana" Arya kembali bertanya kepada Eyang karena dia merasa tidak kesana dan lupa akan segalanya.


"Kamu itu malah tanya eyang hahah" Eyang tertawa dan bernafas lega apa yang dia lakukan berhasil.


"ya sudah mungkin kamu kecapean bermain lupakan saja mas" Eyang mengalihkan pembicaraan supaya dan tidak semakin bingung.


"Le eyang mau bicara, bagaimana kalau kamu sekolah di kota saja. Disana tingal bersama tantemu di sana" Eyang membuka pertanyaan tentang rencananya.


"Iya le bagaimana di sana ada tante adiknya Bude kamu bisa di sana sampai kamu kuliah" sahut membenarkan rencana Eyang.


"Arya mengikuti pak de dan eyang saja bagaimana bagusnya eyang?" jawab eyang tanpa berfikir panjang.


"Alhamdulillah...kamu urus semuanya ya le, kita Segera berangkat" Eyang memberi perintah kepada Pakde Jarwo.


"Ya Buk. Jarwo akan urus semuanya" jawab Pakde Jarwo dengan sigap.


6 tahun berlalu Arya sudah menjadi mahasiswa tingkat 2, dia sudah menjadi pemuda yang tampan bak artis korea, melebihi lee min ho bayangkan saja Suga boyband BTS korea wkwkw😁tapi ini serius, lanjut Arya sekarang tinggal di sebuah kos -kosan dekat dengan kampusnya bersekolah ia juga bekerj sebagia pengusir hantu bayaran, untuk menambah uang jajanya.


"kriiiiinggg...kriiiinggg, hemmm ya hallo Arya di sini laki- laki bayaran" jawab Arya ngawur karna masih ngantuk dan lagi nyawanya belum seratus persen pulih dari tidur.


"Dasar laki-laki kurang ajar, saya ini ibu-ibu anak 8 masih juga mau kamu embat, dasar saya tutup saya mencari Arya pemburu hantu bukan Arya laki-laki bayaran" omel emak-emak power ber anak 8 karena jawaban ngawur Arya.


"Ah maaf buk, saya Arya pemburu hantu tadi saya masih setengah sadar baru bangun tidur maaf" Arya dengan sigap karena mencium bau -bau uang.


"Yang benar ini bukan Arya yang jual anu?" tanya ibu ber anak 8 ragu- ragu.


"Benar...buk masak saya bohong, anu saya kecil bu, belum cukup umur masih belum laku,masih banyak perawatan" Arya menjawab pelanganya asal.


"Ah ya sudah, jangan bahas anu -anu di kira ibu mau boking anu-anu, gini to the point saja ibu butuh bantuanmu mengusir hantu yang ada di kamar mandi salah satu kos ibu, bisa?" ucap ibu kos ber anak 8.


"Siap bu, ibu share lokasinya saya, saya meluncur".


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2