Kekasih Beda Alam

Kekasih Beda Alam
Pertimbangan dan Kebimbangan.


__ADS_3

"Ahhhhhhh tidak hanya, aku rasa kita butuh istirahat, aku juga mau liburan ahir semester kerumah Eyang di jawa" jawab Ayra dengan memainkan jari jarinya.


"Deg...ahh" jantung Arum serasa bergetar sakit mendengar ucapan Arya ingn belibur kerumah Eyangnya yang berarti adalah Nimas teman lama sekaligus musuhnya.


"Rum apa kamu mau iku?" tanya Arya yang melihat muka Arum bengong sedikit kecewa.


"Ha apa...a...apa...tidak Arya aku di rumah saja menunggu kamu pulang" jawab Arum dengan nada berat.


"Ahhh baiklah aku pergi sendiri, paling lama aku hanya tiga hari" jawab Arya.


" Ahh iya" jawab Arum singkat.


"Ya udah habiskan mie mu, aku siap - siap dulu besok segera berangkat" ucap Arya sembari meninggalkan. Arum di ruang tamu menuju kamarnya.


"Aiss kenapa, kenapa baru saja aku senang sudah akan ada masalah lagi" Arum menyedot mienya dengan menepuk - nepuk dada rasa sakit yang tidak tertahan juga menumpahkan air mata yang ia tahan.


"Ting tung...ting tung" suara pesan masuk di hp Arya.


Arya segera mengambil hpnya kemudian melihatnya.


"Hay, Arya apa kabar" notif pesan dari Ajeng.


"Hay juga, baik kabar ni, ada apa tumben WA" jawab Arya sembari memasukan baju ke dalam koper.


"Ahhhhh ini pilihan terbaik aku harus sedikit menghindar dari Arum supaya rasa yang tumbuh ini mereda, mungkin hanya karna aku sering bertemu aku terbawa suasana" ucap Arya dalam hati belum bisa menerima perasaan.


"Ahh...iya ni gabut, emmm besuk ada acara bisa jalan nggak? " tanya Ajeng.


"Ahh mungkin dengan aku berhubungan dengan Ajeng perasaan yang salah ini akan berahir, Arum mungkin juga hanya terbawa suasana, Karna dengan Perasaan yang salah ini tinggal berdua di dalam satu kamar rasanya tidak nyaman sama sekali" Arya berfikir sebentar dengan memandang jendela.


"Ahhh sayang sekali Jeng, besuk aku mau liburan ke rumah Eyangku di Jawa Tengah.Tapi mungkin paling lama cuma tiga hari, setelah pulang saja gimana?" ajak Arya di dalam pesan.


"Ohh gitu ya oke siap. Kalau kamu sudah pulang langsung WA ya" jawab Ajeng.


"Siap - siap" balas Arya.


"Ahh rasanya aneh, berkomunikasi dengan cewek" ucap Arya dalam hati karena memang Arya tidak berhubungan dengan orang lain selagi dia nggak kepepet.


"Ahh tidur ajah ah, menunggu besok pagi " Arya yang dari tadi duduk kemudian merebahkan badanya di atas kasur, lama - kelamaaan dia sudah berada di alam mimpi.


Pagi telah tiba Arya yang terbangun karena adzan subuh segera bangun menuju kamar mandi,sebelum menuju kamar mandi Arya menyempatkan menengok Arum di ruang tamu. Disana Arum masih tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"Ahh Arum masih tidur, ya sudahlah jangan di ganggu" ucap Arya dalam hati.


"Rupana Arya bangun begitu pagi untuk menemui Nimas" ucap Arum dalam hati karna Arum hanya pura - pura tidur, ia malu karna matanya yang sebab menangis dari malam sampai pagi memikirkan Arya.


"Byur...byurrrr...byurrrrr" suara air yang menyiram tubuh Arya.


"Cklek" suara pintu kamar mandi yang terbuka.


"Cklik" suara kompor yang di nyalakan Arya.


"Aisss sarapan mie lagi...mie lagi tapi nggak apalah dari pada nggak makan, aku siapkan juga untuk Arum" ucap Arya dalam hati.


Arya meletakn sarapan untuk Arum. Berupa mie instan di depan arum tepatnya di meja ruang tamu, Arya juga memesan beberapa makanan dari gra*b food untuk pesediaan makan Arum selama Arya pergi, dia juga memberikan selembar kertas tepat di bawah mangkuk mie yang ia siapkan(Arum aku berangkat, jangan lupa di makan mienya maaf tidak membangunkanmu).


"Cklek...cklek" suara pintu terbuka dan tertutup secara lirih.


Arum yang mendengar Arya pergi segera bangun dan membaca kertas kecil yang di tinggalka Arya.


"Aisss hu...hu...hu" Arum menangis tersedu-sedu tidak bisa membendung lagi tangisanya membayangkan bagaimana sikap Arya nanti kepadanya jika dia pulang, pasti Nimas bercerita tentang masalalu yang masih menjadi salah paham antara Arum dengan Nimas.


Meninggalkan Arum. Di bandara Arya sudah menunggu pesawat yang akan Arya tumpangi menuju Jawa Tengah.


"Ting...tong...ting...tong, untuk penumpang pesawat 212 rajawali ekspres dimohon bersiap-siap menuju lobi" pengumuman operator pesawat.


Di dalam pesawat yang dia dipikiranya hanya ada Arum seorang, Arya sudah berusaha memikirkan yang lain tetapi kembali lagi ke Arum.


Beberapa jam kemudian Arya sudah mencapai tempat tujuan Arya yang turun di bandara segera mencari taksi menuju rumah Eyang Nimas.


"Taksi" teriak Arya kepada sopir taksi yang mangkal di depan bandara.


"Siap" jawab sopir taksi memutar mobilnya menuju Arya.


"Silahkan mas, tujuanya kemana" supir taksi membukakan pintu kemudian bertanya tempat tujuan Arya.


"Desa Kramat ya pak" jawab Arya dengan sopan.


"Oke siap mas" jawab supir taksi.


"Kalau boleh saya tau masnya ini asli Kramat atau pendatang mas saya kok kayaknya belum pernah liah mas" tanya sopir taksi yang mencairkan suasana karena memang desa yang di tuju Arya agak jauh dari bandara dan kota.


"Ahhh saya asli Desa Kramat, saya ikut Eyang saya, tapi kebetulan saya belajar di Jakarta".

__ADS_1


"Oalah iya iya makanya saya tidak pernah jumpa" jawab sopir taksi.


"Iya pak jarang pulang ini dari tahunan saya baru pulang sekali ini agak lupa saya pak mohon bantuanya ya" jawab Arya dengan senyum paling manisnya.


"Ahh iya mas siap - siap pokoknya santai saja" jawab supir taksi.


"Bapak asli desa Kramat kah?" tanya Arya sembari melihat pemandangan yang sudah mulai asing dari ingatanya.


"Ahh saya pendatang mas yang asli istri saya" Pak sopir menerangkan lagi.


"Oh begitu pak, emmm apakah ini masih jauh pak perjalananya" tanya Arya masih melihat pemandangan.


"Setengah jam lagi mas, oh iya mas ini tujuanya rumah siapa ya?" tanya sopit taksi.


"Oh iya saya hehe belum bilang ya pak, maaf kerumah Eyang Nimas ya pak" jawab Arya dengan ketawa kecil.


"Oh iya saya tau mas, monggo silahkan istirahat saja dulu mas nanti saya bangunkan" ucap supir taksi menyudahi perbincangan.


"Oh iya minta tolong ya pak saya istirahat dulu" Arya membenarkan ucapan pak sopir taksi.


"Monggo, silahkan mas" ucap sopir taksi.


"Wah berarti anak ini bukan orang sembarang, selain darah biru juga eyangnya terkenal sakti" ucap dalam hati sopir taksi.


Tak butuh waktu lama taksi pun sampai di depan rumah Eyang Nimas, matahari menunjukan cahayanya yang terang.


"Mas...mas mohon maaf ini sudah sampai di halaman rumah eyangnya mas" sopir taksi membangunkan Arya.


"Hemmmmzz oh iya pak trimakasih" Arya meregangkan tubuhnya.


"Terimakasih pak ini uangya" ucap Arya.


"Sama - sama mas permisi" jawab Pak supir taksi.


"Tidak mampir dulu pak" jawab Arya mempersilahkan mampir pak supir.


"Terimakasih mas, lain kali saya kejar setoran soalnya permisi" jawab sopir taksi menolak dengan sopan sembari berjalan masuk ke mobilnya.


"Ya ya pak silahkan matursuwun" ucap Arya


Arya berjalan menuju pintu utama rumah eyangnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum...


bersambung


__ADS_2