Kekasih Beda Alam

Kekasih Beda Alam
Pertemuan 3


__ADS_3

"Emmmhh maaf...apa kita saling kenal" tanya Arya dengan heran karna dia merasa baru pertama kali bertemu apalagi seorang hantu cantik.


"Hah jadi kamu memangilku dan memangil namaku tapi tidak ingat aku? dasar baj*ngan p*cik...buk" suara Arum yang meninggi karena kesal dibarengi dengan hantaman yang mengenai mata Arya.


"Awww...ahhh sial satu hari di hajar 2 hantu sekaligus, untung aku masih bisa hidup" Arya yang meringis kesakitan sembari ngedumal berusaha berdiri dan berjalan dengan pincang.


"Maaf Sebelumya aku tidak sopan, tapi aku berterimakasih telah menyelamatkanku" nada suara Arya halus dan sopan dengan berjalan menuju Arum dengan pincang.


"Heh dasar cuma minta maaf saja, aku jauh - jauh ya datang ke sini, kamu memangilku tapi tidak mengenaliku sunguh keterlaluan" Arum ngedumal sperti nenek sihir kepada Arya karena kesal.


"Ya sudha kalau tidak mau terima, kita pisah di sini aku mau pulang dan istrirahat, bye...cewek tengil" Arya yang malas meladeni Arum pun pergi menuju pintu keluar.


"Hei...hei tunggu aku bagaimana, terus aku harus kemana, dasar P*cik, ba*ingan" Arum yang kesal dengan Arya masih ngomel - ngomel akan tetapi teringat dia tidak tau harus kemana.


"Hah terserah, aku tidak mau tau dan tidak mau menampungmu!" jawab Arya dengan santai seakan tak perduli karna memang Arya merasa tidak pernah ketemu apalagi kenal dengan Arum.


"Dasar pria kurang ajar jangan sombong karna udah bertumbuh dewasa dan juga tampan" Arum menggigit roknya karena menahan kesal.


"Assshhh aku emang ganteng, ternyata bukan hanya manusia, hantu pun tertarik dengan ketampananku" jawab Arya dengan wajah pdnya dengan menaikan kedua bahunya.


"Ihhh dasar, tidak tahu malu" Arum di puncak amarahnya dia melempar bola yang ada di sampingnya ke arah Arya.


"etsss...tidak kena wek wek cewek hantu tengil" Arya menghindar sembari mengejek Arum.


Dia saat Arum akan mendekat ke Arya siap bertempur, datang seorang cewek cantik.


"Mas Arya trimakasih kamu tidak apa-apa?" tanya Anjeng yang tadi langsung memeluk Arya, sembari mencari kesempatan karena memang Ajeng dari awal tertarik dengan Arya.


"Ahh...hem alhamdulillah mbak Ajeng saya selamat" jawab Arya sembari melepas pelukan Ajeng karena merasa terganggu.


"Ahh...iya maaf saya refleks" Ajeng menjawab dengan nada manja dan mengoda dengan merapikan rambutnya kebelakang telinga.


"Isshhh dasar cewek gatal, nggak punya adab, cantik- cantikan aku ya kalau masih hidup" Arum ngedumal sendiri sebel dengan kelakuan Ajeng yang kegenitan.


"Ahhh, iya nggak apa -apa mbak, ini sudah beres jangan lupa sisanya ya mbak" jawab Arya sedikit risi dan tidak respon dengan Ajeng karna memang Arya sama sekali tidak tertarik.

__ADS_1


"Akhhh...ohh oke, akan segera" Ajeng menjawab dengan nada kecewe sekaligus kaget karena cuma Arya yang nggak respon, sekaligus menabah rasa tertariknya Ajeng.


"Oke siap mbak saya pamit" Arya pamit pergi menuju sepeda motor kesayangan.


"Oke, emmm Arya tunggu" teriak Ajeng.


"Ya ada apa mbak" jawab Arya.


"Emm boleh nggak kita jadi teman lagian kita juga nggak terpaut jauh cuma beda 2 tahun" tanya Ajeng yang semakin penasaran dengan Arya.


"Ah, boleh mbak" jawab Arya terpaksa karena nggak enak.


"Yey, makasih, emm boleh nggak minta satu hal lagi, jangan bilang mbak pangil nama aja Ajeng" Ajeng yang meloncat kegiraan.


"Ahhh, oke mbak" Arya yang semakin tidak enak.


"Nah kok mbak? Ajeng ajah" perintah Ajeng


"Ahhh oke Ajeng" jawab Arya sambil menggaruk-garuk kepala karna nggak enak.


"Nah gitu dong kan jadi enak, ohh iya katanya mau pulang hati - hati ya jangan lupa istirahat" jawab Ajeng dengan wajah sumringah.


"Daaaaa"bjawab Ajeng


Tak berapa lama Arya pun sampai di tempat kos. Di sana Arum sudah menunggu Arya di depan kamar.


"Eloh, eloh ngapain cewek tengil ada di situ" Arya kaget sembari mengudemel sendiri.


"Heh cewek tengil ngapain kamu disini" tanya Arya


"Ah kamu sudah pulang,aku kesini ya memang aku nggak ada tempat lain. Karna kamu yang memanggilku kesini" jawab Arum terus terang.


"Heh, cewek aneh kenal aja nggak gimana aku memangilmu?" jawab Arya heran.


"Dasar keras kepala karna memang seperti itu, hiiiiiiih" Arum kesal karena di jelaskan bagaimana pun Arya memang tidak ingat siapa Arum.

__ADS_1


"Heh cewek tengil, aku tidak peduli kamu kesini karna tidak ada tujuan di sini bukan tempat penampungan hantu" Arya menyentil dahi Arum.


"Ashhh pokoknya nggak mau tau aku akan tinggak di sini" jawab Arum dengan kekeh tidak tergoyangkan.


"Ahhhh, ya terserah kamu tinggal saja di sini di depan pintu, lagian kamu juga nggak bisa masuk karna jimat pelidung eyang, padahal di koridor sini banyak hantu - hantu cowok genit" timbal Arya dengaan santai berharap Arum takut.


"Ahhh pantas saja aku tadi terpental terus, rupanya kerjaan si nenek peot" ucap Arum sembari ngedumal sendiri.


"Kenapa?takut?" tanya Arya.


"Engak, ayolah biarkan aku didalam aku nggak akan menganggumu aku janji" pinta Arum dengan wajah memelas.


"Enggak! no...no...no, tidak ada satupun hantu yang masuk selagi aku disin" jawab Arya masih kekeh dengan pendirianya.


"Apa - apaan, kamu beneran tega sama cewek?" tanya Arum dengan memelas.


"Ingat ya walaupun kamu cewek, kamu itu adalah hantu, lagian kamu juga hantu yang sangat kuat menakutkan hantu moster aja sekali pukul, mungkin kamu adalah bos para hantu, coba lihat saja para hantu di koridor ini semuanya bersembungi di pojokan" celoteh Arya yang yang meragukan Arum akan terjadi apa-apa kalau ia tingalkan sendiri.


"Ahh...aduhh serius aku ini hantu yang lemah butuh perlindunganmu" wajah Arum yang seketika berubah drastis dengan wajah memelasnya.


"Ah sudahlah mana ada yang mau percaya coba lihat saja para hantu seperti melihat hantu" jawab Arya yang sudah lelah berdebat


"Ahhh aku kan memang hantu" jawab Arum


"Emm ah terserah kamu, awas aku mau istirahat!" Arya menyelonong masuk sembari menyingkirkan Arum.


"Ckrek...ckrek...ngeeek...brak" suara Arya yang membuka pintu kamarnya.


"Brukkk...ahh capeknya" suara Arya yang menjatuhkan diri di kasur kesayangannya.


"Dasar laki- laki berhati batu, masak membiarkanku di luar sendiri, walaupun aku hantu kan juga kesepian, mana hantu -hantu di sini pada kabur lagi, huffttt sial, jalan-jalan dulu deh, siapa tau laki- laki ba*ngsat itu berubah pikiran" Arum ngedumal sembari beranjank dari tempat semula karna dari tadi Arum berjongkok di depan pintu kos arya.


Di dalam kamar Arya yang gusar memikirkan Arum di luar sendirian berfikiran aneh - aneh takut terjadi sesuatu dengab Arum, ya walau bagaimanapun Arum juga wanita pikirnya Arya.


"Ahhhh sial, aku harus cari dia bagaimanapun dia juga sudah menyelamatkanku" Celoteh Arya sembari beranjak dari tempat tidur menuju pintu keluar.

__ADS_1


"Heh cewek tengil, ayo masuk tapi ing.....


Bersambung........


__ADS_2