
Jangan Arya jangab mendekat jangan melihat matanya" teriak Arum melihat Arya mendekat ke Nyi Roro karena terhipnotis.
"Hahaha kesini cah bagus, akan ku nikmati kau" ucap Nyi Roro dengan tawa kuntilanak yang khas.
"Dasar wanita tua cabul, akan ku habisi kau jika berani menyentuh Aryaku" Arum geram dengan tingkah kecabulan Nyi Roro.
"Ahhh kurang ajar kenapa slendang ini sulit sekali di lepaskan" ucap Arum yang sedari tadi dililit oleh slendang Nyi Roro.
"Hahaha dasar bocah ingusan berani sekali kamu ke kandang buaya dengan ilmu seperti itu, tapi aku juga berterimakasih telah membawakan tumbal cah bagus seperti londo ini membuat nafsuku meningkat, hahaha" ucap Nyi Roro sembari mendekatkan mulut dan hidungnya di leher Arya, tetapi Arya hanya diam saja karena sudah terhipnotis.
"Dasar wanita tua kurang ajarrrrrrr!!!!!!!!!" arum melepaskan semua kekuatannya untuk membuka slendang, ahirnya selndang itu hancur.
"Yakkkkk...dukkkkkk...diarrrr" tendangan Arum yang membuat Nyi Roro terpental jauh dari Arya
"Haaah hahh kenapa ini? kenapa aku terlilit slendang bau ini" suara Arya yang bingung dengan dirinya yang terbalut ikatan slendang khas penari sinden.
"Dasar laki- laki buaya cepat bantu aku menghajar wanita mesum ini" Arum yang sedang berkelahi dengan Nyi Roro memaki - maki Arya karena kesal dan cemburu buta dengan Arya yang mengikuti perintah Nyi Roro padahal kenyataannya Arya di hipnotis.
Tanpa erpikir lama Arya melemparkan drum bekas kepada Nyi Roro.
"Glondang, ahhhhhh" suara Nyi Roro yang terkena drum kemudian terpental.
"Yeah tepat sasaran" ucap Arya srmbari berjoget.
Tanpa disadarai Nyi Roro segera bangun kemudian menusukan tusuk kondenya ke tubuh Arum.
"Hahaha...dasar rasakan itu" tawa Lantang Nyi Roro.
"Aruuuuuummmmm!" teriak Arya yang langsung lari menuju Arum.
"Ahhhhh siiialll kepa sekarang" Arum yang kesakitan dan ambruk masih bisa mengumpat kesal kepada Nyi Roro.
"Arummm, bangun Rum kamu bisa bertahan" tanya Arya Panik sambil menidurkan kepala Arum di pahanya.
__ADS_1
"Assshhh, aku belum mati kenapa kamu bilang sadar sihhh ahhh bikin kesal, setidaknya sebelum mati aku sudah mengungkapkan perasaanku.
"Heeeh dasar dua brandalan ini sudah mau mati masih bisa bermesraan, kau cah bagus kemari" Nyi Roro yang kesal melihat Arya dan Arum.
"Jangan Arya jangan lihat matanya" perintah Arum dengan nada lemah dan sedikit terputus - putus.
"Ya Nyi Roro Arya kesana" jawab Arya yang sudah terlanjur melihat mata Nyi Roro.
"Auh, asshh sial kepalaku" Arum yang kesakitan karna kepalanya terjatuh dari paha Arya yang terhipnotis.
"Hahaha ya kemarilah cah bagus kemari" Arya yang terus menuju ke Nyi Roro yang tidur bak penari erotis di atas tumpukan tembakau.
Arum yang semakin kesal dengan tingkah mesum Nyi roro mencoba berdiri, tetapi masih saja sempoyongan.
"Ya ya kemari lihat lah aku,kenari cah bagus" perintah Nyi roro sembari membuka kancing kebaya bagian atas yang melihaatkan sedikit gunungnya.
"Sedikit lagi cah bagusku nikmatilah kesini" Arya yang semakin dekat membuat Arum semakin sakit, Arum berusaha mengejar Arya dengan tubuhnya yang lemas dia berusaha sekuat tenga.
"Dyarrrrrrr...byuarrrrrr...aaaaahhhhhh kurang ajar apa ini...aahhhhhhhhh" suara ledakan di barengi dengan suara teriakan Nyi Roro yang terbakar dengan kobaran api yang besar.
"Aruuuummmmm" Arya yang baru sadar langsung menuju ke Arum.
"Ahhhhhh, dasar siaallll, ahhhh" suara Nyi Roro yang kesakitan dan ahirnya lenyap.
Di tempat yang berbeda Arya melihat Arum yang terkapar segera membopong Arum menuju tempat pemberhentian taksi, dia tidak oeduli dengan motor kesanyanganya, tidak peduli dengan orang - orang yang melihat dia berjalan dengan mengangkat kedua tanganya yang di pikirkan hanya satu Arum pasti selamat.
"Kenapa ini bisa terjadi? apakah aku membunuhnya karena rencanaku?" ucap Arya menyalahkan dirinya sendiri didalam hati.
Diperjalanan Arya terus berfikir kalau dengan rencananya ini malah menbuat satu pihak celaka Arya akan menyudahinya, di tambah lagi Arum yang menyukai Arya dan juga sebaliknya sudah mulai tumbuh rasa di hati Arya. Arya takut akan timbul masalah yang lebih besar, maka Arya bertekat untum menjauh dari Arum kalaupun Arum selamat dia akan memendam jauh perasaan karna hanya akan mencelakai satu pihak. Tak berapa lama taksipun sampai di kost Arya. Membayar kemudian naik ke lantai dua menuju kamar Arya masih dengan tangan di angkat mengangkat Arum yang masih belum sadar.
"Krekkkk..." suara pintu terbuka.
Arya meletakan Arum di sofa dengan sangat hati - hati.
__ADS_1
"Rum beneran kamu nggak mau bangun, aku harus ngapain juga ngak tau, maaf rum maaf" Arya memegangi tangan Arum meletakan di dahinya sembari menangis tersedu-sedu.
Air matanya pun menetes mengalir ke tangan Arum, terus mengalir hingga tepat di tempat dimana Arum tertusuk menggunakan tusukan konde.
"Ahhhh...huk...uhuk" Arum terbangun dengan batuk -batuk.
"Aahhh Arum kamu sadar rum kamu sadar" tanya Arya dengan wajah gembiranya.
"Hemmm, ternyata benar kamu yang aku cari selama ratusan taun aku berkelana di dunia fana ini" ucap Arum sembari memandang Arya, singkat cerita cerita Arum sudah ratusan taun meninggal dia adalah hantu perawan, jika hantu meninggal entah apa yang belum mereka penuhi maka akan bergentayangan berkelanan di dunia fana akan tetapi jika sudah terpenuhi maka dia akan bisa muksa (kembali ke sang pencipta). Seperti halnya Arum dia sudah menemukan apa yang dia cari yaitu kekasih tambatan hati.
"Hah masud kamu apa rum, kamu sudaah sadarkan" jawab Arya yang tidak mengerti apa yang Arum bicarakan.
"Ahhh tidak apa - apa ya, nggak usah dipikirkan aku nggak apa -apa debentar lagi pulih" jawab A-rum sembari bangun dari tidurnya.
"Udah kamu tidur aja aku buatkan makanan enak" perintah Arya sembri bediri menuju ke dapur.
"Ah Arya aku cuma mau mie telur aja apa boleh?" tanya Arum dengan polosnya.
"Ahhhhh hehe oke" jawab Arya tersenyum.
"Ahhhh dia sudah mau mati yang kedua kalinya, cuma minta mie instan" ucap Arya sembari tersenyum senang
"Astaga...astaga aku sudah janji akan mengubur dalam - dalam perasaan ini jangan sampai arum mengetahui, aku nggak mau semua akan berakhir lagi" ucap Arya dalam hati.
Beberapa detik berlalu mie telur yang Arum pesan sudah jadi Arya buatkan.
"Ini tuan putri sudah jadi" Arya membawa mie instan rebus plus telur sembari menyodorkan minum putih.
"Makasih - makasih "Arum yang kegirangan langsung melahapnya.
"Emmm rumm mungkin sekarang kita berhenti dulu bekerja, kita sudah ada simpanan uang" ucap Arya di sela- sela pembicaraan dengan wajah yang tiba- tiba muram.
"Ahh kenapa? apa karena aku ngrepotin kami" jawab Arum sembari menghentikan makanya.
__ADS_1
"Ahhhhhhhhh tindak hanya...
Bersambung.........