Kekasih Beda Alam

Kekasih Beda Alam
Awal


__ADS_3

"Siap bu,ibu share lokasinya saya, saya meluncur" Arya yang ssmanhat mencium bau -bau uang segera bergegas menuju tempat tujuan.


Arya menuju tempat tujuan mengendarai motor vespa andalanya, sesampai di sana Arya sangat shock melihat ibu beranak 8 jauh dari bayanganya yang berbentuk bulat dan penuh gelombang di sana dan di sini, di kenyataanya ibu 8 anak ini meiliki body yang aduhay bak model.


"mas arya pangilan ya anu itu pemburu hantu" tanya ibu ber anak 8 kita pangil saja bu kost biar gampang ya.


"Iya bu, tapi bisa tidak Bu anunya ngak usah di bawa" Arya menjawab ibu kost sedikit protes.


"Hehehe maaf nak arya ibu terbawa suasana ternyata nak Arya cocok juga jadi panggilan" goda ibu kos dengan nada bercanda.


"Wadidaw jangan bu, saya masih polos saya bantu ibu usir hantunya saja ya" Arya yang kaget dengan gaya burung terbang karena merasa geli dengan Ibu kost


"Hehe bercanda nak Arya, silahkan Nak Arya ini kunci kamarnya ada di lantai 2" Ibu kost tertawa sambil menepuk bahu Arya lumayan keras sembari memberikan kunci kamar targetnya.


"Siap bu, saya berkerja dulu ibu tinggal menunggu hasilnya" Arya mengangkat tanganya di atas dahi hormat seperti tentara yang akan ke medan perang dengan berjalan maju ke anak tangga.


Tak butuh waktu lama arya sudah di depan pintu kamar buruanya.


"hah ini dia kamarnya,tanganku sudah pegal" celoteh Arya lirih sambil meregangkan otot-otot tanganya dan berlari kecil.


"Satu, dua, tiga" Arya membuka kunci kemudian masuk ke dalam.


"Ciaakkkkkk" masuk dengan gaya seperti kungfu boy.


"Eoyyy penghuni, hantu dan arwah dimana kamu ayo temui aku" teriak Arya sambil memutari kamar kos yang lumayan agak besar.


"hiks hiks hiks" terdengar suara tangis seorang wanita yang sangat pilu.


"ah paling sebal aku kalau dengar tangisan wanita" Jawab Arya dengan malas.


"hihihihihhihi" kemudian terdengar tawa yang menakutkan khas mbak- mbak kunti.


"asssshhhh, menyebalkan" Arya bukanya ketakutan malah semakin kesal, menurut Arya tawanya membuat pusing dan sakit telinga.


"wussssss, bruk" suara sesuatu terbang tetapi seperti menabrak sesuatu.

__ADS_1


"Ashhhh, sudah ku bilang tunjukan wujudmu, malah banyak gaya terbang kejedutkan jadinya,heran aku" Arya semakin kesal mengomel seperti ibu- ibu yang memarahi anaknya.


"hoam masih ngantuk nih, kebetulan ada kasur empuk kelihatanya bersih, tidur dulu ah" Arya yang tadi belum menyelesaikan tidurnya malah ketiduran di sela - sela berburunya mencari hantu.


Hari sudah menunjuka pukul 19.00.


"Hoamm,vwaaaaaaa kampret kutang ajar" Arya yang menguap kaget melihat sepasang mata yang putih tepat di depan matanya.


"ya, buk...buk...buk" Arya reflek memukul hantu wanita yang tepat berada di depanya. (Sekedar catatan Arya bukan main tangan dengan perempuan, digaris bawahi ini wanita hantu wkwkw).


"Aduhhhh...ampun" teriak hantu wanita yang kesakitan dengan wajah yang babak belum tergeletak di lantai dengan posisi duduk.


"Haisssss bikin kaget saja, sudah aku bilang muncul saja dengan baik- baik ngeyel" Arya duduk di pingir tempat tidur dengan memakai selatu yang di lepasnya.


"Ampun, saya salah saya akan pergi tapi tidak punya tujuan" hantu wanita memohon sambil memelas.


"Habis membuatku pusing saja, akan aku carikan tempat, tapi kamu memurut saja masuk ke botol ini" Arya yang malas membantu ahirnya membantu hantu wanita itu dengan mencarikan tempat baru.


Karna lelah ahirnya Arya kembali tidur di tempat kost sampai pagi.


"hoaaaammmm, badanku sakit semua, ahirnya pagi asikk ni.aku akan mendapat cuan banyak tanpa berkelahi 😁😁😁" Arya bangun tidur dengan sumringah sambil cekikikan.


"Ah nak Arya sudah turun, ibu baru mau menyusul ke kamar" Ibu kos menyapa Arya yang baru turun dari tangga.


"Ah iya bu, ini sudah beres hantunya sangat buas dan ganas, jadi agak lama" Arya berakting lemas sambil menepuk - nepuk bahunya.


"Ahh kamu hebat nak, jangan kuatir ibuk akan memberikan tips lebih untukmu" Ibu kost terlihat sumringah dengan menepuk bahu Arya dengan sangat keras.


"Ya Bu trimakasih saya pamit dulu badan saya serasa mau hancur, nanti uangnya transfer saja No.Rek nya sudah saya wa". Arya pamit pulang masih degan aktingnya.


"Siap nak,cmaaf merepotkan, hati-hati di jalan" ucap ibu kost sembari mengantar Arya keluar dari gerbang.


"Siap Bu trimakasih, saya pamit dulu" Arya sia berangkat menuju rumah dengan mengendarai sepeda motor kesayangnya.


"Drettr.... dretttt.... drettt... klunting" Bunyi notifikasi suara hp Arya.

__ADS_1


"ahhh...cek dulu deh" kata Arya dalam hati sambil memingirkan motornya ke tepi jalan, mematikan motor dan mengambil hp di tas punggungya.


"Sobat BRI! Dana Rp 5.000.000,00 masuk ke rekening 6919***25** pada 01/03/22 18:46:49. Ket.: NBMB PAIJEM TO ARYA." notif trasnferan masuk dari ibu kost.


"Asekkkk...beli mie ayam dulu ah bungkus terus bawa pulang" ucap Arya dalam hati, dengan wajah yang tampak sumringah cengingad- cengigis.


Kemudian arya menghiduokan motornya melaju mencari tempat mir ayam langananya, karna hanya mie ayam ini yang tidak menggunakan penglaris dengan kemampuam Arya melihat hanya dia tidak bisa makan di sembarang tempat karena merasa jijik jika suatu tempat memakai penglaris hantu itu akan meneteskan liurnya yang membuat makanan menjadi lezat.


"Ciiiiittt... " suara rem sepeda motor Arya.


"Bang mie ayam ekstra ayam ya bang" perintah Arya kepenjual mie ayamnya sambil turun dari sepeda motornya.


"Siap, eh bang Arya tumben nonggol, udah lama nggak kelihatan" sapa tukang mir ayam sok akrab.


"Eh iya bang ini, kemaren - karen moskin jadi nggak kuat beli mie ayam" jawab Arya dengan santainya sembari menunggu mie ayam yang sedang di bungkus.


"Halah, masak mie ayam aja nggak kuat bang" jawab tukang mie ayam bercanda.


"Ya begitulah bang...kalau sedang miskin makanya cuma mie instan dan minum marimas aja haha" Arya menjawab abang mie ayam dengan bercanda padahal memang benar keadaanya, Arya memamg memilih hidup mandiri tidak pernah meminta uang dari sang Eyang dan Pakde Jarwo.


"Hahaha ada - ada saja anak muda jaman sekarang seperti tidak ada Susahnya, ni bang Arya mie ayamnya sudah jadi" Abang mie ayam mualai menjadi seakan seumuran.


"Oke makasih bang, ini uang pas pamit dulu" ucap Arya sembari menuju sepeda motornya kemudian meluncur menuji kostnya.


Tak butuh waktu lama Arya sudah sampai di kostnya, memarkirkan sepedanya kemudia, menuju kamarnya.


"Ckrek... ckrek" suara kunci kamar Arya.


"Ahhh nikmatnya rumah sendiri" Arya menghirup nafas dalam - dalam dengan merentangkan kedua tanganya.


"Ah ambil mangkuk dulu isi tenanaga siapa tau nanti ada pelangan lagi" Arya menuju dapur yang bersebelahan dengan kamar mandi dan kamar tidurnya.


"Emmm...nyam...nyam" Arya makan dengan lahapnya karna memang Arya belum makan dari pagi dan sudah harus bertemu dengan hantu yang menjengkelkan.


"Kringgg... kringgg" bunyi hp Arya.

__ADS_1


"Aduh siapa sih lagi enak - enak makan, haloooo...


Bersambung......


__ADS_2