
"Heh cewek tengil, ayo masuk tapi ingat, loh dimana dia, baru di tingal sebentar sudah nggak ada.Ini ni yang bikin aku males sama cewek ribet" Arya ngedumel sembari mencari Arum yang entah kemana.
"Hahh sial, gawat ni kalau sampai bertemu pemburu hantu bisa lenyap, bisa diincar karna dia hantu degab level sangat tinggi" celoteh Arya sembari mencari keberadaan Arum.
Tak jauh dari kos Arya terdapat taman, Arya tanpa pikir panjang pergi mencari Arum ke taman itu.
"Ahhh dimana perempuan itu" clingak clinguk mencari keberadaan Arum dengan melihat teliti di sepanjang taman.
"krek...krekkk...krekkk" suara dari ayunan besi yang sedang bergoyang.
"Ahhh disana rupanya" Arya menuju ke arah ayunan.
"Wusssss" suara desiran angin di sore hari menjelang malam yang menyibak rambut Arya.
"Ahhhhh...apa ini ingatan apa ini! ayunan?perempuab itu? dia-dia siapa ahhh" tiba-tiba Arya teringat sesuatu bab, menjerit kesakitan setelah melihat Arum di ayunan, rupanya dia teringat akan masa lalu saat terahir Arya bersama Arum.
"Ahhh...Arya kamu kenapa" sontak Arum yang terkejut dan langsung menghampiri Arya.
"Ah tidak apa-apa, kepalaku hanya pusing" jawab Arya yang mencoba berdamai dengan kedaan karna dia sendiri tidak tau ingatan apa itu yang terlintas di kepalanya.
"seriusss kamu tidak apa-apa?" tanya Arum dengan cemas.
"hello, bener kali aku nggak papa, kenapa kamu khawatir gitu kayak pacar yang sedang melihat pacar kesakitan. Jangan - jangan kamu suka aku pada pandangan pertama ya?" Goda Arya dengan percaya dirinya.
"Ihhh jagan sok ganteng ya, aku cuma kasian aja, hems" jawab Arum dengan kesal sembari memalingkan wajah ke arah yang lain.
"ihh sok banget padahal suka beneran, aku kesini mau bilang kamu boleh tinggal di kamarku tapi jangan sentuh barangku, jangan jail dan satu lagi jangan sentuh aku!" perintah Arya dengan bada sok banget dan ngeselin.
"Ihhh percaya diri banget, nyentuh kamu rugi dengan badan datar dan nggak ada roti robeknya di perut" jawab Arum dengan muka jiji engan kelakuan Arya.
"Ehhh, jangan macam -macam begini- begini idola ya dan camkan masih polos belum tersentuh" pembelaan Arya yang ternistakan gara-gara jawaban Arum, yang menusuk hati.
__ADS_1
"Hahaha, masih polos ngomong aja nggak berani" ejek Arum dengan tawanya yang sangat puas.
"ah sudahlah malas meladeni kamu dasar cewek tengil, sudah numpang tegil lagi" jawab Arya yang pergi meninggalkan Arum.
"Ah tunggu aku, jangan ditinggal dong" teriak Arum yang menyusul Arya.
"hem...awas kamu! aku jotos kamu" celoteh Arum yang sedang bahagia dan sombong sembari membuli para hantu dengan mengacungkan tinjunya, di belakang Arya.
"Aisss dasar tengil" ucap Arya dengan lirih melihat tingkah laku Arum yang tengil bak preman.
"Hahaha, kayaknya harus membetuk geng hantu ini aku yang harus jadi bosnya niat jahat Arum di dalam hati sambil cengigisan.
"Krek...hem masuk" Arya menyuruh Arum masuk dengan nada sebal.
"Hehehe iya ya" Arum sontak terkejut dan cengigisan karna sedang tidak konsen dengan arya, dia sedang pamer dan membuli hantu - hantu yang tinggal.
"Cewek, tengil ingat ya yang aku katakan jangan tengil, jangan sentuh barangku, jangan nodai aku" Arya memperingatkan dengan serius.
"Ihhh sori ya jijik, kenapa sih menodainya harus di ulang - ulang terus" jawab Arum dengan jijik mendengar perkataan Arya.
"iIhhh maaf ya aku nggak tertarik dengan perut buncitmu" sahut Arum sombong.
"Oh yaaa, oke sekarang aku kasih peraturan, kamu tidur di sofa aku tidur tempat tidur oke" Arya menerangkan dengan menunjuk arah.
"Heh begitu amat,walaupun hantu akukan cewek, masak tidak mau mengalah sih" protes Arum.
"Halo, tuan rumahnya kan aku, dan satu lagi walaupun kamu cewek tapi kamu hantu itu tidak melanggar peraturan perlakian ya" jawab Arya dengan nada mengejek.
"Oke...oke aku hantu to tetap saja aku cewek cantik masak tidur di sofa, pokoknya aku mau tidur di kasur titik" jawab Arum sembari melipatkan tanganya di depan dada dan memalingkan wajahnya.
"Oke siap, kamu yang minta ya".Arya menyanggupi tetapi membopong arum di pelukanya kemudian menjatuhkan di tempat tidur tepat di lengan Arya, seperti halnya pengantin baru yang siap tidur.
__ADS_1
Arum yang kaget hanya bengong tidak bergerak seperti orang linglung.
"Tu kan belum apa-apa aku sudah mau di nodai" ucap Arya yang melihat Arum seperti orang linglung, sembari mengejek Arum.
"Ahhhhhh, astaga - astaga kamu gila, malah kamu yang mau menodaiku kamu yang melemparkan ku" Arum yang sadar karena ucapan Arya kaget kemudian melompat dari kasur.
"Hah, aku yang melemparkan, siapa yang menikmati, dasar semua cewek sama saja malu- malu tapi mau" Arya bangkit membuka baju dan menuju kamar mandi.
"Ehhhhhh, kamu mau ngapain walaupun cewek tapi aku kuat lo. Jangan macan-macam" Arum yang menjerit karena melihat Arya yang tiba -tiba membuka pakainya.
"Apa - apaan aku mau mandi, aku nggaka nafsu sama cewek rata nggak ada bentuk nya seperti kamu" jawab Arya sambik nyengir puas bisa membalas Arum
"Apa - apanya ini sudah termasuk besar ya" jawab Arum sembari melihat dirinya sendiri dari bawah ke atas tetapi tangan masih di mata menutupi matanya dengan sekdikit celah.
"Ya...ya terserah kamu saja, sebagai penghiburan, oh iya satu lagi, kalau menutup mata itu yang niat jangan curi pandang dengan menyisakan celah" ejek Arya yang melihat Arum meninggalkan, sedikit celah di tanganya.
"A...apa, ini bukan seperti yang kamu pikirkan" Arum kesal dengan melemparkan bantal ke arah Arya.
"Wek...wekk, ngak kena, dasar cewek tengil kasar" ejek Arya yang menuju kamar mandi meninggalkan Arum sendiri.
"Besss...byurrr" suara air dari kamar mandi Arya.
Di ruang tamu tepatnya di sofa Arum memegang dadanya seperti ada desiran darah yang sangat kuat, berdebar saat membayangkan dia di pelukan Arya dengan pemandangan wajah arya yang begitu sempurna dengan hidung mancung menambah ketampanan yang begitu sempurna.
"Heh,cewek tengil sedang apa kamu membayangkan hal-hal mesum ya?" tanya Arya yang tiba-tiba berada di depan wajah Arum yang sedang melamun, dia mengeringkan rambut basahnya seakan - akan berpose seoerti model korea yang membuat Arum semakin gila di buatnya.
"Ahh...hemm...aa...paan sih, awas" Arum yang tersadar kaget kemudian meranjak dari sofa sembari mendorong Arya yang tepat di depan wajahnya.
"Apaan kamu itu yang apaan, sini duduk di sebelahku aku mau ngomong" Arya yang jatuh di dorong Arum berdiri kemudian duduk di sofa.
"Apa sini aja!" jawab Arum ketus serta lari dari kenyataan bahwa dia berdebar saat dekat dengan Arya.
__ADS_1
"Emmm to the point....
Bersambung........