Kekasih Beda Alam

Kekasih Beda Alam
jatuh cinta 1


__ADS_3

"Dengar-dengar dari anak buah saya kalau pertengahan malam suka ada gamelan jawa mas sama ketawa cekikikan, karna memang di gudang tersebut dulunya bekas kuburan tua" jawab Doni dengan nada serius.


"Ahhh begitu , siap - siap langsung saja kirim alamat lewat whatsapp ya mas Doni" Arya memberi arahan mas Doni.


"Oke siap mas Arya akan langsung saya kirimkan" jawab Mas Doni sigap.


"Ah iya mas satu lagi kalau berkerja sama dengan saya uang muka di kirim duluan kemudian, kemudian uang sisanya setelah masalah beres, bagaimana?" ucap Arya memberitahukan perjanjianya.


"Ahhh siap beres maz Arya kalau itu, akan di mulai kapan mas? jawab Doni.


"Langsung saja mas Doni sore nanti saya langsung ke sana" jawab Arya sembari mematikan rokoknya.


"Siap - siap mas saya tunggu di sana, terimakasih sampai berjumpa di sana" jawab Doni kemudian menutup telfonya.


"Ahhh rejeki nih aku harus memberitahukan ke cewek tengil" ucap dalam hari Arya kemudian berjalan ke ibu kantin membayar soto dan es teh pesanannya.


"Bu berapa rokok 2 batang, es teh plus soto" tanya Arya ke bu kantin.


"35 ribu saja mas" jawab ibu kantin sembari mengelap cucian basah.


"Oke bu siap" Arya segera merogoh sakunya dan memberikan uangya ke bu kantin.


"Ada uang pas nggak mas,vkok besar amat" Ibu kantin mengambil uang Arya yang seratus ribu.


"Ah masak sih bu besar, gunting aja bu biar kecil" jawab Arya sambil bercanda.


"Ah mas bisa saja nanti tidak laku, sebentar saya carikan kembaliannya mas" Bu kantin membuka lancinya sembari menghitung uang kembalian Arya.


"Siap bu sata sabar menanti" jawab Arya


"Ini mas, kok kayaknya lagi bahagia sumringah sekalu ada berita bahagia mas" tanya Ibu kantin yang dari tadi memperhatikan Arya.


"Hehe iyaa ni bu dapat job" Jawab Arya sembari ketawa.


"Wah selamat mas, kalau boleh tau job apa mas" jawab ibu kantin semakin penasaran.


"Berburu setan bu, haha" jawab Arya sambil jalan.


" Aduh ada- ada daja bocaah jaman sekarang suka ngawur saja" ucap ibu kantin yang tidak percaya dengan jawaban Arya.


Di perjalanan menuju kosnya Arya melihat toko baju wanita, dia teringat Arum dengan rok model lamanya kemudiaan Arya meminggirkan motornya ke depan toko baju wanita.


"Mbak baju wanita model sekarang yang nyaman" tanya Arya kepada mbak - mbak penjual baju.

__ADS_1


"Siap, mbas ssbslah sini ukuran berapa ya" jawab mbaknya sembari megarahkan Arya ke tempat baju wanita.


"Emmm ukuran berapa ya, sebentar saya ingat ingat" Arya garuk - garuk kepala sembari mengingat seberapa besar tubuh Arum. Arya pun menengok kesana dan kemari.


"Untuk pacarnya mas?" tanya mbak penjaga toko.


"Ehhh, hehe temen Mbak, ahha itu mbak kira -kira kayak mbak penjaga yang sebelah sana yang di depan kasir" jawab Arya sembari menunjuk teman mbak - embak penjaga kasir.


"Oalah oke mas siap saya carikan mau rok atau baju mas" tanya mbak pelayan sambil memilih-milih baju.


"Baju sama celana saja mbak, jaket sekalian sepatunya juga" jawab Arya.


"Siap mas" mbak pelayan memilih - milih baju seperti dia yang sedang belanja.


Setelah menunggu sedikit lama ahirnya mbak pelayan memberikan baju, celana, jaket dan sepatu pilihanya.


"Mas gimana dengan ini" mbak pelayan menunjukan kepada Arya yang sedari tadi hanya duduk di kursi tunggu.


"Wahhh sip mbak langsung kekasir?" tanya Arya yang setuju dengan pilihanya mbaknya.


"Ya mas saya antar" jawab mbak pelayan toko dengan wajah sumringahnya.


Setelah membayar Arya keluar kemudian menyalakan motornya kembali ke tujuan awal yaitu pulang ke rumah memberi kabar gembira ke Arum, tak butuh waktu lama Arya sudah sampai di depan kos siap membuka pintu kamarnya.


"Ngekk..." suara pintu.


"Ahhh capeknya" Arya mengeluh pada diri sendiri sembati clingak clinguk di mana Arum.


"Waaaaaaaaaaaaa...bruk!" suara jeritan serta Arya yang jatuh karna kaget setengah mati melihat Arum yang ngambang di udara.


"Aghhhhh" apa si Arya bikin kaget ajah" Arum yang ikut kaget langsung turun hampir saja kepleset.


"Aduuuuhhhh...aduhhhhh sakit banget, kamu itu yang ngapain ngambang dan tiba -tiba datang kayak gt bikin kaget aja" Arya yang mringis kesakitan memarahi Arum.


"Ahhhh, maaf udah kebiasaan jadi hantu lama, bawaan mungkin, maaf ya " ucap Arum sembari memutar mutar badanya setengah putaran.


"Ya oke lah, sana ke sofa aku mau bicara tapi aku mandi dulu gerah ni badan" Arya berdiri kemudiab berjalan mengambil handuk menuju kamar mandi.


"Byur...buyur" suara air yang menyiram tubuh Arya khas orang mandi.


"Cklek..." suara pintu kamar mandi yang di buka Arya.


Arya berjalan ke arah ruang tamu di sana sudah ada Arum yang menunggu dengan patuh, tanpa sadar Arya melihat Arum begitu intens.

__ADS_1


"Emm manis juga dia, kalau lagi serius dan nurut" ucap Arya dalam hati.


Tanpa di sadari Aryapun juga sudah mulai tertarik dengan Arum.


"Hei, ngapain aku di suruh nunggu, apa penting" yanya Arum dengan muka polosnya.


"Ahhhhh iya penting banget, kita dapat job memburu hantu sore nanti sekarang kita bersiap, aku punya kejutan tapi kamu tunggu aku di balkon atas dulu nanti aku menyusul. Oke" perintah Arya yang baru saaja sadar dari lamunanya.


"Ada apa sih kenapa harus ke atas? kenapa nggak langsung saja?" tanya Arum.


"Suuuuuust, jangan membantah atau nggak jadi" jawab Arya sedikit kesal dengan Arum yang banyak sekali pertanyaan.


"Oke lah aku ke atas" jawab Arum kemudian menembus jendela menuji ke atas.


Arum menunggu tepat di samping sembari melihat indahnya kota dengan mengayunv- ayunkan kakinya. Tak berapa lama Aryapun datang dengan membawa bungkusan kresek serta tungku khusus membakar kertas.


"Asshhhh, berat banget tersiksa membawa ini ke balkon" Arya membawa sembari mengeluh.


Arum yang melihat Arya sontak menghampiri Arya.


"Hei kamu ngapain, bawa apa sih".Arum penuh pertanyaan.


"Ssuust diem aja bisa nggak sih capek ini" jawab Arya kesal dengan membungkukan badanya dan meregangkan badanya sehabis membawa beban berat.


"Ahhhh oke" Arum menurut sembari duduk bersilaa di depan Arya.


"Heh cewek tengil dengar aku, kamu pergi ke belakang tampungan air itu diem aja nggak udah ngintip oke" Perintah Arya kepada Arum.


"Ahhh pa sih semakin penasaran aja" jawab Arum kesal sembari berjalan ke arah belakang tampungan air.


"Apapun yang terjadi sebelum aku suruh keluar jangan keluar oke" perintah Arya sembari menyiapkan hal- hal yang dia bawa.


"Aduh koreknya malah ketinggalan di bawah" Arya merogoh kantongnya kesana kemari tidak menemukan koreknya.


"Assss merepotkan saja, apapun yang terjadi jangan kesini aku mengambil sesuatu di bawah dulu" perintah Arya kepada Arum.


"Siaaap, di ulang-ulang aja emang aku bandel" jawab Arum kesal.


"Baru sadar" jawab Arya sembari berlari ke bawah.


Tak berapa lama .......


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2